PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Mengelabuhi Dua Pengawal


__ADS_3

Orang-orang yang berada di sekitar melihat rama dengan penuh perhatian dan rasa kasihan, meski begitu, tidak ada satupun yang berani melangkah untuk membantu.


Melihat dua orang dengan tubuh besar itu, semua orang jelas tahu bahwa mereka adalah seoarang pendekar, dan tuan muda sombong itu memiliki status yang tinggi.


Ketika semua orang mendengar bahwa pemuda dan pengawalnya berasal dari sebuah sekte kelas menengah, semua orang melihatnya dengan ngeri.


Meski semua orang tidak menyukai sikap sombong dari tuan muda itu, tidak ada yang mau mengambil resiko untuk menyinggungnya.


Laki-laki tua itupun merasa kasihan terhadap rama, karna tidak bisa melakukan apapun untuk membantunya.


Laki-laki tua itu berfikir, seharusnya dia menuruti saja keinginan tuan muda itu agar masalah seperti ini tidak terjadi, terlebih lagi rama hanyalah anak kecil, namun orang-orang di depanya bahkan dengan tidak tahu malu ingin menangkap seorang anak.


Rama menatap tajam kepada pengawal didepan yang ingin menyerangnya, dia tidak menanggapi kata-kata provokatif kedua orang itu, meskipun rama tahu bahwa tidak mungkin untuk bisa menghadapi dua orang di depanya.


Rama tahu bahwa kedua orang itu pasti memiliki kekuatan yang cukup kuat, jadi dia hanya memikirkan trik apa yang bisa dia lakukan untuk bisa kabur dari pengepungan dua orang tersebut.


Setelah beberapa saat, rama berfikir sambil melihat dengan kewaspadaan, dia tiba-tiba memiliki ide di dalam fikiranya untuk membuat dua orang itu menjadi marah, untuk memancingnya agar rama bisa melakukan trik untuk menipu dua orang itu.


"huhh...sekte kelas menengah tapi kalian tidak punya malu untuk menangkap anak kecil sepertiku"


"hehehe...sekte kalian pasti sangat ahli untuk mengalahkan anak kecil saja"...ucap rama dengan senyum mengejek.


Mendengar kata kata provokatif rama, tirta dan dua pengawalnya sangat marah dan ingin mencabik-cabik rama, namun perkataan rama membuat semua orang yang ada di sana menatap mereka dengan jijik.


Memang benar bahwa tindakan mereka sudah agak berlebihan, karna rama masih anak berusia sekitar sepuluh tahun, tirta dan pengawalnya telah terbiasa melakukan hal semacam ini untuk menggertak orang lain.


Namun mereka masih tidak menyangka bahwa anak kecil di depanya tidak merasa ketakutan, bahkan membuat wajah mereka menjadi hijau karna malu.


"itu salahmu karna berani melawanku!...aku tidak mau tahu!..tangkap dia dan buat dia berlutut padaku!..." Tirta berteriak dan tidak perduli dengan fikiran semua orang.


"jika pamanku ada disini kalian pasti akan di gantung seperti babi guling"...balas rama dengan dingin.


"hehe..bocah!..bahkan jika ayah dan kakekmu ada disini tidak akan ada yang bisa kamu lakukan, bagi kami, kamu dan semua orang lainya hanyalah semut..hahahaha"....ucap pengawal itu dengan tawa penuh ejekan.


Segera kedua pengawal maju dan mengeluarkan aura kuat di alam emas tingkat tiga.


Semua orang menatap dengan rasa takut merasakan aura dua pengawal.


"hemm..lihatlah, lain kali anak desa sepertimu harus membuka matamu, dan jangan menyinggung tuan muda ini..."tirta tersenyum dengan sinis.


Setelah merasakan aura dari kedua pengawalnya, tirta berfikir bahwa rama pasti akan ketakutan.


"huhh...aku tidak takut!...ucap rama mendengus dingin.


"bayangan angin!!...."


Wusshhh...


Rama mengeluarkan tehnik pelarian bayangan angin untuk melarikan diri dari dua dengawal.


"hehehe...orang tua besar dan bodoh!....ayo coba tangkap aku!..." rama menatap ke dua pengawal dengan nada main-main.

__ADS_1


Tirta dan kedua pengawal itu terdiam linglung sejenak, itu karna mereka tidak berfikir bahwa rama yang terlihat baru berusia sepuluh tahun akan memiliki keterampilan beladiri.


Pasalnya anak sepuluh tahun menurut mereka belum memiliki kekuatan, dan memiliki keterampilan bela diri sangatlah mustahil.


Bahkan tuan muda mereka, mulai berlatih satu tahun yang lalu di usia dua belas tahun, dan baru berada di alam pembangunan fondasi tahap awal.


Tirta melihat aksi rama yang tiba-tiba merasa terkejut dan marah, dan segera dia terbangun dari keterjutanya, dan berteriak kepada pengawalnya.


"kalian berdua!!...cepet kejar dia!!...


"ahh...baik tuan muda..." ucap dua pengawal yang terbangun dari ling lung.


"bocak nakal!!...mau lari kemana kamu!!


"hehehe...ayo kejar aku, orang tua jelek!!...


"kurang ajar!!!....beraninya kamu menghinaku!...ucap pengawal itu dengan marah.


"hemm...lihat saja...aku akan membakar kalian berdua agar menjadi semakin jelek!!...gumam rama sambil mengambang dengan tehnik anginnya.


"burung api!!!...menyebar!!...


Segera puluhan burung api yang terlihat seperti puluhan burung merpati menyerbu ke arah dua pengawal yang mengejar, dan menghalau pengelihatanya.


"sial!!!....anak ini mengendalikan elemen api!!..


"telapak petir!!...


"hehehe...akhirnya ada disini..."...rama memperhatikan sekeliling dan melihat bahwa ada beberapa kayu serta lampion hiasan yang ada di atas kepalanya.


Di jalan yang terlihat sepi rama dengan sengaja menggiring dua orang ke arah tempat itu.


Rama berencana untuk menjebak dua orang itu, agar dia bisa menahanya dan dan langsung melarikan diri ke arah penginapan.


"bocah!!...berhenti!...kamu tidak akan bisa berlari lagi!...


"huh...serang saja!..anak ini memiliki tehnik khusus untuk berlari dengan cepat!..kita harus menyerangnya agar bisa menangkapnya"


"jika orang-orang tahu bahwa kita tidak bisa menangkap seorang bocah...kita sudah tidak punya wajah lagi di depan tuan muda, bahkan di sekte kita hanya akan menjadi bahan olok-olokan orang-orang"....ucap salah satu pengawal itu dengan serius.


"saudara kamu benar...jangan sampai kita tidak punya wajah dan di permalukan..."


Segera dua orang itu mengangguk dan melakukan serangan pada rama.


"tinju petir!!.


Boom!!!...


Boom!!!...


Tinju petir dengan suara keras itu langsung bergegas menyerang ke arah rama.

__ADS_1


Di sisi lain rama dengan saja memperlambat kecepatanya, dan tiba tiba merubah rutenya dan berbalik menatap dua orang itu.


"hemm...bagus!.."...ucap rama dengan senyum aneh.


Dua pengawal itu langsung menghentikan langkahnya, dan menatap rama dengan wajah mengejek.


"hehehe...bocah!!...apa kamu sudah lelah berlari?..cepat kemarilah dan akan aku bawa kau ke hadapan tuan muda"..ucap pengawal.


"huhh...dasar bodoh!!...ayo serang lagi!..."..jawab rama dengan provokatif.


"hei bocah!!...kamu yang memintanya!..maka jangan salahkan kami karna kejam!..."


"tinju petir!!!


Wushhh!!...bang!..bang!..


Tinju petir langsung menerkam ke aram rama, dan efek dari energi petir, membuat benda-benda di sekitarnya menjadi hangus dan beberapa terlempar ke udar.


Rama tersenyum tipis melihat serangan dari dua pengawal, dia terlihat seperti menantikan serangan itu, dan berfikir bahwa pertunjukan akan segera di mulai.


"hem...bagus!..gumam rama dengan senyum licik.


Rama tiba-tiba memutar tubuhnya ke arah atas tempat beberapa lampion yang tergantung dan terhubung dengan kayu-kayu besar.


Dengan elemen anginya, rama membelok tubuhnya dan serangan petir itu masih mengikutinya kemana-mana.


Setelah berputar-putar beberapa saat, serang petir itu mulai mengakibatkan puluhan lampion-lampon terbakar, dan rama dengan sengaja menggerakkan beberapa kayu besar untuk menghantam dua pengawal.


"angin menggerakkan seribu daun!!..."


Puluhan kayu-kayu besar menghantam dua orang itu dan terlambat bereaksi untuk menghindari puluhan kayu.


Mereka berdua baru saja tertawa puas melihat rama yang di kejar serangan mereka.


Namun tidak terduga bahwa, mereka justru akan di hantam oleh serangan yang tujukan untuk mengejar rama.


"bang!!..bang!!...


Puluhan kayu menimbun ke dua pengawal dan membuat mereka kuwalahan untuk memperbaiki keadaan mereka.


Kayu-kayu itu bahkan beberapa memiliki energi api dan petir dari lampion-lampion yang berjatuhan ke arah wajah mereka yang membuat mereka berdua semakin sulit untuk membebaskan diri.


Wajah mereka berdua bahkan memiliki beberapa garis merah, akibat hantaman kayu yang menimbun seluruh tubuh mereka, dan baju mereka terlihat compang-camping dengan bekas robekan terbakar.


Rama tertawa terbahak-bahak melihat dua pengawal yang telah tertimbun oleh kayu-kayu besar dan menghantam wajah mereka.


"hahaha...haha...lihatlah!...kalian berdua menjadi lebih tampan sekarang"


"hehe...orang tua bodoh!...selamat tinggal"...rama dengan puas mengejek dua orang itu dan melihat mereka seperti idiot.


Rama langsung memamfaatkan keadaan kedua pengawal yang masih sibuk menyingkirkan kayu yang menimbun tubuh mereka dan segera berlari kencang meninggalkan tempat yang telah berantakan tersebut.

__ADS_1


__ADS_2