
Rama hanya tersenyum sebagai tanggapan.
"Ohh..aku mendengarmu mencari pedang, jika kamu mau, mungkin aku bisa membantumu menemukan sesuatu yang bagus untukmu..." gopal menyarankan.
Di sisi lain, saka yang mendengarnya bicara mendengus kepadanya.
"Hemp..begitu murah hati.."
"Tidak perlu, saudara gopal tidak perlu repot membantuku, lagipula aku belum selesai melihat semua koleksi di aula ini, jadi aku yakin aku bisa segera menemukan pedang yang bagus dengan berjalan lebih dalam..." rama buru-buru menolak.
"Hei..tidak perlu sopan denganku, lagipula guru sudah memberi pesan padaku untuk mencarimu agar aku bisa membantumu.."
"Dan pada saat ini kita sudah bertemu..jadi ini akan lebih mudah membuat kita menjadi semakin dekat.."
"Lagipula, guru dan penatua kamal sangat dekat satu sama lain, jadi secara otomatis mereka ingin melihat kita menjadi semakin dekat..terlebih lagi, dengan adanya aku, murid langsung dari master aula ini, apa menurutmu itu tidak akan mempermudahmu?..."
Saat ini gopal mengangkat bahunya dengan sedikit kebangaan.
Pada saat inilah, ekspresi rama berubah menjadi sangat bersemangat saat rama mengetahui bahwa gopal sebenarnya adalah murid langsung dari master aula pemurnian.
Rama tentu saja tidak akan menolak tawaran gopal, karena dengan adanya bantuan gopal dan identitasnya, maka dia bisa lebih mudah untuk mencari semua senjata bagus di aula pemurnian senjata.
"Kalau begitu ini sempurna!..aku tidak berharap jika saudara gopal ternyata adalah murid langsung dari master aula..jika begitu maka segalanya akan lebih mudah..mari kita berjalan bersama.." kata rama sangat bersemangat.
"Hehehe...tentu, adik kecil kamu tenang saja, sebutkan saja semua yang kamu butuhkan, maka aku akan menemukanya untukmu.." kata gopal sambil memeluk pundak rama.
Sikapnya santai dan bebas, itu bahkan tidak terlihat seperti seseorang yang baru saja berkenalan, namun karena inilah rama bisa sedikit bersikap santai kepada gopal, karena rama bisa merasakan bahwa keperibadian gopal memang sedikit unik.
Sementara itu, saka yang berada di samping mengerucutkan bibirnya karena tidak senang dengan kehadiran gopal.
Namun saka tidak berbicara membiarkan gopal mengikutinya dan rama, karena bagaimanapun juga, fakta bahwa gopal memang bisa membantu rama memang benar adanya.
Hal ini karena saka mengetahui fakta bahwa karena gopal adalah seorang master pemurnian senjata yang mewarisi keterampilan penatua falaz sebagai master aula pemurnian senjata.
Jadi meskipun dia merasa tidak senang, namun demi membantu rama, saka tidak berbicara dan membiarkanya.
"Hehehe...adik kecil, jika kamu ingin mencari pedang yang bagus!..aku tahu dimana mereka di simpan dan tentunya yang paling cocok denganmu.." kata gopal.
__ADS_1
Rama mengangguk dan mengikuti di belakang gopal.
Mereka berjalan bersama dan memasuki area yang lebih dalam, dan benar saja bahwa tidak lama kemudian rama menemukan berbagai macam koleksi pedang yang cukup bagus untuknya.
Di antara semua pedang yang dia lihat, saat ini matanya tertuju pada satu arah yang terdapat sebuah pedang dengan pecahan kristal biru.
Itu di tempatkan pada bagian tengah dan bagian bawahnya di lindungi oleh monumen bunga teratai yang semakin menunjukan betapa istimewanya pedang ini.
Itu pedang yang sederhana, namun kristal birunya memberikan kesan yang indah dan kuat, bahkan ketika rama melihatnya, dia merasa seolah naga yang menari dengan hembusan angin membawa ribuan kelopak teratai menusuk seperti bilah tajam di kehampaan.
Dari energi spiritual yang terpancar dalam kristal biru, rama bisa merasakan bahwa kualitas pedang itu nampak tidak biasa.
Kekuatanya mungkin sebanding dengan senjata di tingkat bumi kelas tinggi fikir rama.
Rama terus memperhatikanya semakin dekat ia dengan pedang kristal biru, rama tidak bisa mengungkapkan perasaanya pada saat ini, karena sepertinya dia seperti telah menaruh hatinya kepada pedang ini.
Tak lama, gopal menghampirinya dan memberitahunya mengenai pedang dengan pecahan kristal biru, yang pada akhirnya membuatnya merasakan keterkejutan.
"Adik kecil...jangan bilang bahwa kamu menginginkan pedang ini?..." gopal bertanya padanya dengan sikap heran di wajahnya.
"Em!...pedang ini sangat bagus!..aku menyukainya karena penampilanya terlihat sederhana dan tidak mencolok, namun dari energi spiritualnya, ini pasti pedang spiritual dengan kualitas tinggi..." kata rama mengangguk puas.
"Hemp..kamu tidak tahu bahwa pedang ini tidak akan mungkin dapat di miliki oleh siapapun..." kata gopal dengan lemah.
Rama segera berbalik melihat gopal dan merasa bingung atas jawabanya.
"Mengapa tidak bisa di miliki, bukankah di area ini kami bisa menukarkanya dengan poin kontribusi, terlebih lagi, aku akan menggunakan token milik kakek untuk menukarnya..." kata rama sambil menunjukan token berwarna biru emas.
Saat gopal melihat token biru emas di tangan rama, dia segera melompat ketakutan.
Dia berkeringat dingin dan berbicara dengan getir.
"Ya tuhan...apa kamu fikir ini lelucon..bagaimana bisa kamu bisa begitu mudah menggunakan token ini..cepat simpan itu kembali!..jika tidak, maka semua orang akan menggigil ketakutan.."
"Hehh!..tidak bisakah kamu berbicara dengan benar!.." saka mencela.
"Hei!..token itu!..bahkan jika itu guru, dia bahkan akan bergetar begitu melihatnya, apa menurutmu aku akan bercanda dengan hal yang begitu penting!..." gopal membalas dengan marah.
__ADS_1
Saat ini, rama berada di tengah mereka berdua dan merasa lelah dengan sikap dua saudara di kedua sisinya.
Dia menghela nafas panjang dan menghentikan pertikaian mereka.
"Baiklah!..sudah cukup!...saudara gopal, bisakah kamu memberitahuku dengan jelas mengapa pedang ini tidak bisa di miliki oleh siapapun.." tanya rama.
Saka dan gopal segera memisahkan diri dan menstabilkan fikiran mereka masing-masing, dan gopal menjelaskan mengenai penyebab pedang itu yang tidak bisa di miliki oleh siapapun.
"Sebenarnya, alasanya cukup sederhana, itu karena pedang ini hampir bisa di selesaikan menjadi artefak ilahi, namun seperti yang kita ketahui, memurnikan artefak ilahi bukan sesuatu yang bisa kita murnikan hanya karena kita ingin.."
"Nama pedang ini adalah pedang cahaya kristal biru, di perlukan beberapa hal yang sangat sulit untuk benar-benar menyempurnakanya, bahkan guru telah menghabiskan beberapa tahun untuk bisa menyelesaikanya.."
"Pedang ini pada awalnya di harapkan menjadi senjata ilahi , namun ketika mencapai akhir, itu benar-benar di hentikan dan hanya bisa menjadi senjata ilahi setengah langkah.." gopal berbicara dengan nada lemah.
"Apa!!...senjata ilahi!.." rama berteriak kaget.
Pedang yang ia fikir hanya berada di tingkat bumi justru berada di tingkat ilahi setengah langkah, memikirkanya kembali, rama merasa tidak bisa bernafas dengan stabil.
Rama sangat syok begitu ia mengetahui bahwa pedang yang ia inginkan ternyata adalah sesuatu yang sangat jauh darinya dengan kekuatanya saat ini, namun apa yang membuatnya penasaran adalah mengapa pedang ini pada akhirnya tidak dapat di selesaikan.
"Ini memang pedang yang sangat luar biasa, alasanya tidak dapat di selesaikan karena bahan yang ia gunakan untuk menyempurnakan pedang ini sangat bernilai tinggi.."
Pada saat ini, gopal kembali melanjutkan penjelasanya.
"Pedang ini di sempurnakan dengan jenis besi tembaga, emas dan batu kristal spiritual yang bernilai tinggi, bahkan ada batu meteorit yang sangat langka.."
"masing-masing dari bahanya bernilai kualitas tinggi dan benar-benar langka, dan pecahan kristal biru ini berasal dari batu kristal spiritual naga laut, yang hanya bisa di temukan di laut dalam dan hampir tidak bisa di temukan.."
"Dan inilah penyebabnya mengapa pedang ini pada akhirnya tidak bisa di selesaikan..itu karena semua bahan penyempurnaanya berasal dari kualitas tinggi, dan guru menemukan bahwa ada satu hal yang tidak bisa melengkapi penyempurnaanya.."
"Di perlukan sesuatu yang melebihi kualitas dari masing-masing bahan sebelumnya agar benar-benar dapat menjadikanya sebagai senjata ilahi, namun hingga saat ini, guru belum menemukan sesuatu yang bisa di bandingkan dengan batu kristal naga laut ini.."
"Jadi bagaimana dia bisa menemukan kualitas bahan yang lebih tinggi lagi, dan pada akhirnya, guru hanya bisa menyerah dan membiarkanya berada di aula ini.."
"Namun, meskipun begitu, untuk benar-benar memiliki pedang ini, bukan hanya membutuhkan lima puluh juta poin kontribusi, namun seseorang setidaknya harus berkultivasi di tingkat inti suci untuk benar-benar mengendalikanya.."
"Jika seseorang tidak memiliki kekuatan yang cukup, maka dia hanya akan terkena serangan balik yang justru akan membunuh dirinya sendiri.."
__ADS_1
"Bagaimanapun juga, senjata ilahi setengah langkah bukan sesuatu yang bisa di miliki oleh sembarang orang.." kata gopal.
Ketika dia berbicara, ada semacam kekaguman dan kesedihan karena betapa di sayangkanya senjata yang di sempurnakan oleh gurunya selama bertahun-tahun, namun pada akhirnya gagal dan berhenti di tengah jalan.