
Setelah membersihkan keadaan rumah yang rusak, razaki mulai menceritakan apa yang terjadi kepada rama, dan bagaimana rumah mereka terbakar.
Mayang sari begitu terkejut dengan apa yang telah razaki ceritakan padanya, dia menatap wajah rama yang masih tidak sadarkan diri dengan tak percaya.
Mayang sari tidak pernah berfikir bahwa putranya akan membuat kekacauan seperti ini hanya dengan tehnik baru yang ia ciptakan dengan spontan.
"i..ini..apa akan baik-baik saja jika kita membiarkan rama melakukan hal itu lagi?..tanya mayang sari dengan khawatir.
"tenanglah...putra kita memang sangat hebat!...aku yakin jika dia bisa menguasai tehnik itu di masa depan, mungkin keadaanya tidak akan seperti ini lagi" ...jawab razaki menenangkan mayangsari.
"aku tahu...tapi...." balas mayang sari namun segera di potong oleh kamal.
"saudari...percayalah pada rama, mungkin ini juga di sebabkan oleh energi yang terlalu besar dari menggunakan tehnik itu, dan tubuhnya tidak mampu untuk menanggunya"
"mungkin, jika rama bisa meningkatkan kekuatan spiritualnya ke tahap roh yang sempurna tahap menengah atau puncak"...ucap kamal menjelaskan.
"saudara...apa kamu bercanda?...meningkat kekuatan spiritual apa itu bisa kita lakukan hanya karna kita ingin"...balas razaki dengan wajah tak berdaya.
"hei..hei..hei...saudaraku, jika kamu itu orang lain, tentu saja tidak mungkin, tapi lihatlah putramu, apa menurutmu dia anak yang biasa-biasa saja"
"coba kau bayangkan saja, apa menurutmu di dunia ini, dari elemen ataupun kekuatan spiritual, menurutmu ada anak lain yang bisa di samakan denganya di usia yang sama"
"sejak awal kita sudah tahu, bahwa putramu ini hanya bisa katakan adalah monster"...balas kamal dengan ekspresi takjub di matanya.
"hemm..aku mengerti, namun tetap saja aku hanya seorang ayah"...ucap razaki dengan wajah sedih.
"aku mengerti perasaanmu, tapi terkadang kita hanya bisa menerima takdir, dan hanya bisa menunggu, bagaimana takdir itu akan membawanya di masa depan"..balas kamal menepuk pundak razaki dengan prihatin.
Razaki dan mayang sari hanya bisa mendesah tak berdaya dengan apa yang dikatakan kamal.
__ADS_1
"hemm...hanya ini yang bisa kami berdua lakukan, kalau begitu, apa kamu memiliki cara untuk membantu putraku?..tanya razaki kembali.
"emm...baru-baru ini aku mendengar dari beberapa orang di kota, bahwa di kota batu hijau terdapat banyak obat-obatan dan harta alam lainya yang di jual disana, bahkan tidak jarang pelelangan besar akan di adakan di sana, karna beberapa harta yang berharga sesekali akan muncul dan membuat semua orang di benua timur ini, berdatangan kesana"
"aku dengar, di kota batu hijau, banyak para alkemis berkumpul di tempat itu untuk melakukan perdagangan dan menjual harta berharga"
"mungkin saja kita bisa menemukan sesuatu yang bisa membantu rama meningkatkan kekuatanya"...ucap kamal memberi tahu razaki dan istrinya tentang kota batu hijau.
"ohh...benarkah, kalau begitu itu akan bagus!..maka bawalah rama bersamamu ke kota batu hijau"...balas razaki dengan wajah tenang, namun segera mayang sari menjadi marah dan menentangnya.
"apa yang kamu katakan!..kenapa putraku juga harus pergi?..lagipula dia masih anak-anak, jadi tidak perlu malibatkanya"
"biarkan kami para orang tua yang akan mempersiapkan semuanya untuknya"..ucap mayang sari dengan marah.
"istriku tenanglah...sesekali kita harus memberinya kesempatan untuk melihat dunia luar"
"dunia ini begitu luas, dan suatu hari nanti putra kita akan menjadi pendekar yang kuat...jadi biarkan di mulai mendapat pengalaman untuk mempersiapkan mentalnya sebelum dia pergi untuk menimba ilmu bela diri di sekte langit cerah"..jawab kamal sambil menenangkan dan menyakinkan mayangsari.
"saudaraku...lalu kapan kamu akan berencana pergi ke kota batu hijau" ..tanya razaki kepada kamal.
"lebih cepat lebih baik, aku fikir besok kita bisa pergi"..balas kamal dengan wajah pasti.
"baiklah kalau begitu"..balas razaki dengan singkat.
"hehe..putramu ini memang benar-benar luar biasa..dia bisa menciptakan tehnik yang begitu kuat dengan menggabungkan dua elemen"
"jika rama sudah bisa menggunakan ke enam elemenya dan semua elemenya di gabungkan, maka kehancuran seperti apa yang akan di ciptakan monster kecil itu..."ucap kamal menatap langit di kejauhan dengan wajah tidak pasti.
Razaki dan mayangsari hanya bisa menghirup udara dingin dengan ucapan kamal.
__ADS_1
Memang benar yang di katakan oleh kamal, ketika kamal dapat menggunakan semua elemenya, maka mereka benar-benar tidak bisa membayangkan, akan sekuat apa putra mereka.
...****************...
Ke esokan harinya, kamal dan rama sudah bersiap siap untuk pergi ke kota batu hijau.
Kali ini, untuk pertama kalinya rama akan meninggalkan kota bintang roh, dia sangat senang dan bersemangat untuk pergi.
Sesekali dia akan melompat kegirangan dan memeluk kamal karna terlalu bahagia memiliki kesempatan melihat dunia luar.
Di dalam aula kediaman wali kota yang telah di perbaiki, mayangsari masih dengan erat memeluk rama, dan dengan berat melihat rama pergi.
"putraku...dengarkan kata ibu, di luar sana kamu harus mendengarkan pamanmu, dan jangan berbuat ulah"
"dan jangan sampai kamu mendekati orang asing di luar sana..ingat!...di luar banyak orang jahat, jadi berhati-hatilah dan jangan jauh jauh dari pamanmu"...ucap mayangsari menasehati rama dengan wajah yang khawatir.
"rama mengerti ibu...rama berjanji akan menurti paman dan akan jadi anak yang baik"...jawab rama dengan wajah polos memeluk ibunya yang khawatir.
"istriku tenanglah, dengan adanya saudara kamal, tentu saja putra kita akan baik-baik saja"..ucap razaki menenagkan mayangsari.
"saudari tenang saja..aku akan menjaga keponakanku dengan baik" ..ucap kamal meyakinkan mayang sari.
"emm..baiklah, kalau begitu berhati-hatilah, jika kamu sudah mendapatkan hal yang bisa membantu rama, tolong segeralah bawa putraku untuk pulang" ..ucap mayang sari dengan wajah serius menatap kamal.
"tentu, jika aku sudah mendapatkanya, maka tidak perlu berlama-lama lagi"...balas kamal.
Setelah kamal dan rama selesai berpamitan kepada razaki dan kamal..mereka berdua langsung bergegas pergi meninggalkan kota bintang roh.
Kamal membawa rama pergi hanya dengan membawa beberapa hal yang di perlukan saja, dan kamal menolak untuk membawa pengawal kota dan juga kereta untuk membawa mereka pergi.
__ADS_1
Karna menurut kamal, dia akan sampai di kota batu hijau dengan cepat dengan mengandalkan kemampuan terbangnya, dan sesekali akan membuat lubang spasial untuk membawanya secara otomatis ke tempat yang jauh.
Dan sangat bagus jika rama memiliki sedikit pengalaman di luar, dan sesekali, kamal akan membawa rama ke beberapa tempat sebelum ke kota batu hijau.