
Setelah rama berlari cukup kencang dan kabur dari pengejaran dua pengawal, akhirnya rama sampai pada penginapan dan bergegas ke kamar mencari pamanya.
Disisi lain, kedua pengawal itu sudah berhasil menyingkirkan semua kayu yang menimpa mereka berdua, namun mereka sangat kesal dan mengumpat dengan marah, itu karna rama sudah berhasil lari dari pengepungan mereka.
Bukanya mereka berhasil menangkap rama, justru mereka yang terjebak oleh trik dari anak berusia sepuluh tahun.
Ini membuat mereka merasa frustasi memikirkan mereka telah berhasil di kelabuhi oleh anak kecil, wajah mereka terlihat seperti merah dan hijau karna kemaran dan bekas tamparan dari kayu-kayu besar yang menimpa mereka.
"sial!!!....anak itu berhasil melarikan diri!!
"sial!..sial!!!....apa ini benar-benar nyata?..aku bahkan sudah tidak bisa merasakan wajahku karna malu"...ucap pengawal itu dengan marah.
"huhh...aku sudah tidak bisa berkata-kata lagi, faktanya memang seperti ini adanya, sekarang kita harus memikirkan alasan apa yang aka kita katakan pada tuan muda, karna kita tidak berhasil menangkap bocah itu"....desah salah satu pengawal itu dengan wajah tak berdaya.
"yahh...kamu benar, aku terlalu marah sampai tidak memikirkan tuan muda"...balas pengawal lainya.
"baiklah..mari kita pergi dulu dari sini dan temui tuan muda.
...****************...
Kedua pengawal itupun langsung pergi menemui tuan muda mereka untuk melaporkan bahwa mereka tidak dapat menangkap rama, dan mereka sengaja membuat alasan bahwa rama di bantu oleh seseorang untuk bisa pergi dengan aman.
Kedua pengawal itu telah sepakat untuk berbohong kepada tuan muda mereka, agar tidak ada yang tahu bahwa mereka di jebak oleh rama, ini di lakukan agar mereka tidak di marahi oleh tuan muda mereka, dan sekaligus menyelamatkan wajah mereka yang telah malu.
Tirta yang mengetahui bahwa rama tidak berhasil di tangkap membuat wajahnya menjadi jelek, dia sangat marah sehingga memukuli dua pengawalnya.
"sampah!!!....tidak berguna!...kalian berdua telah di beri tanggung jawab oleh ayahku untuk menjagaku, dan kalian harus mematuhi perintahku!.."
"aku hanya ingin kalian menangkap seorang anak kecil, tapi bahkan sehelai rambutnya saja tidak berhasil kalian bawa!.."
"huhh...jika kita kembali ke penginapan, aku akan mengatakan kepada ayah bahwa pekerjaan kalian sangat buruk!.., agar kalian di hukum!..."teriak tirta dengan marah.
Kedua pengawal itupun menjadi bergetar dan berkeringat dingin ketakutan mendengar bahwa tirta akan melaporkan mereka berdua kepada ayahnya.
__ADS_1
Mereka berfikir, jika tirta mengatakan hal yang buruk kepada ayahnya, entah hukuman macam apa yang mereka dapatkan setelah kembali di sekte.
Kedua pengawal itupun langsung memohon pengampunan kepada tirta agar tidak melaporkan mereka kepada tetua, dan untuk menenangkan tirta, mereka berjanji untuk menemukan rama secepatnya.
"tuan muda...kami berdua salah, kami mohon maafkan kami berdua, kami berjanji akan mencari anak itu sesegera mungkin, dan membawanya ke hadapan tuan muda"...ucap pengawal itu memohon.
"tuan muda, saat ini kita harus kembali ke penginapan terlebih dahulu, agar tuan muda bisa beristirahat"
"kita tidak boleh terus berlama-lama disini, mungkin tetua sudah menunggu kita untuk cepat kembali"....ucap pengawal itu dengan hati-hati berbicara kepada tirta.
"hemm...baiklah, tapi setelah kita kembali, kalian harus mencari anak itu lagi!...jika tidak!..lihat saja, aku akan melaporkanya kepada ayah!..ucap tirta dengan kata-kata mengancam.
"b..ba..baik tuan muda"...balas pengawal itu dengan terbata-bata.
...****************...
Di dalam penginapan bulan, rama berjalan ke arah kamarnya dan kamal.
Hal itu langsung membuat rama tertegun sejenak, dan melihat wajah kamal yang terlihat sedikit aneh menatapnya.
"emm...pa..paman...apa kamu sudah selesai berlatih?..."tanya rama dengan wajah ketakutan.
Rama ingat bahwa ketika dia pergi ke luar dan berjalan-jalan di sekitar kota, dia bahkan tidak memita izin kepada kamal terlebih dulu.
Saat dia keluar, dia bahkan mendapat masalah dan di kejar oleh orang jahat, jadi dia sangat takut jika pamanya mengetahui bahwa dia telah keluar dan membuat masalah di sekitaran jalan kota.
"hemm...bocah bau!!...ada apa denganmu?...jangan bilang padaku jika kamu telah membuat masalah ketika aku sedang bermeditasi"....tanya kamal dengan curiga melihat sikap aneh rama.
"em..ti..tidak paman, aku anak yang baik mana mungkin aku membuat masalah"...balas rama sambil menundukan kepalaya.
"baiklah...jika aku tahu, bahwa kamu berbohong dan membuat masalah, paman akan menghukum mu dan ketika kita pulang nanti, aku akan memberitahu ibumu, agar ibumu juga menghukum mu"...ucap kamal menegur rama.
"huh...paman!, aku hanya keluar sebentar saja untuk melihat lihat di luar, kenapa aku harus di hukum hanya karna itu!..."balas rama mengerucutkan mulutnya dengan kesal.
__ADS_1
"hemm..itu karna kamu selalu membuat masalah di manapun kamu berada, dan ini adalah pertama kalinya kamu keluar dari kota asalmu, jadi kamu harus selalu berhati-hati"...balas kamal dan menghela nafas pelan.
Mengahadapi keponakan nakalnya ini, dia merasa tidak berdaya dan sangat sulit untuk menjaganya, karna sikap licik dan nakalnya yang terkadang membuat orang-orang bernasib sial.
Jelas kamal tahu bahwa rama sering kali membuat masalah dan mengerjai orang-orang, apalagi jika dia tidak menyukai orang yang dia temui.
Keponakanya ini bahkan tidak pernah takut kepada orang yang lebih tua, hal inilah yang membuat semua orang mengkhawatirkan rama.
Rame mendengar perkataan kamalpun mau tidak mau menundukan kepalanya karna merasa bersalah.
Dia tahu telah membuat masalah kali ini, dan dia takut jika di marahi oleh kamal dan melaporkanya kepada ibunya.
Rama takut jika kamal memberitahu ibunya dia telah membuat masalah ketika berada di luar, mungkin dia tidak lagi di izinkan pergi mengikuti kamal lagi.
"emm...maaf paman, aku berjanji tidak akan seperti itu lagi"...ucap rama dengan mata bersalah kepada kamal.
Melihat mata rama yang menatapnya dengan rasa bersalah, dia tidak bisa untuk menjadi luluh terhadap anak kecil di depanya.
Meski rama nakal dan seringkali membuatnya pusing karna tingkahnya, dia bahkan tidak bisa berlama lama memarahinya, itu karna dia sangat menyayangi rama, dan sudah melihatnya seperti anaknya sendiri.
Dia telah menyaksikan rama tumbuh bertahun-tahun, dan terkadang selalu menempel padanya, hal ini membuatnya begitu terikat kepada rama.
"hemmm....baiklah, paman tahu kamu anak yang baik, lain kali jangan pergi tampa seizinku lagi"
"ayo...paman akan mengajakmu makan enak lagi"...ucap kamal mengusap kepala rama penuh perhatian.
Mendengar kata makan, mata rama menjadi berbinar-binar dan langsung bersemangat.
"hehe..paman yang terbaik"...ucap rama sambil memeluk lengan kamal dengan senang.
Tingkah rama yang bersemangat membuat kamal menggelengkan kepala dan tersenyum tipis menatapnya.
"hehe..kamu benar-benar, setiap mendengarkan kata makan, kamu bahkan akan melupakan segala hal"...ucap kamal tertawa kecil.
__ADS_1