PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Platform Misi


__ADS_3

Dengan hati yang agak gusar, rama kembali menanyakan prihal platform batu untuk mengetahui seluruh detailnya di sepanjang perjalanan.


"Saudara saka, jika aku ingin mengambil misi, apa bisa?.." rama bertanya.


"Tentu saja bisa, namun dengan kultivasimu, ini sebenarnya agak menghawatirkan, bahkan murid baru dengan kultivasi di puncak alam emas masih terlalu berat untuk mengambil misi di peringkat bumi tingkat rendah.."


"Ini bukanya aku meragukan kekuatanmu..namun, aku sangat tahu dengan jelas bahwa setiap misi akan ada resiko yang berbahaya.."


"Akan ada baiknya jika kamu mengambil misi ketika kekuatanmu sudah cukup kuat, terlebih lagi, dengan kultivasimu saat ini, aka rasa kamu hanya akan menarik perhatian semua murid.." kata saka menjelaskan.


Reaksi rama tenang mendengar ucapan saka, dia tahu dengan jelas bahwa saka hanya tidak ingin dia mengambil resiko.


Dan rama menyadari bahwa kakeknya juga telah membatasinya, dan sangat mungkin bagi rama untuk tidak akan memiliki kesempatan.


Satu-satunya hal yang mungkin bisa membuat kakeknya bisa mengizinkanya hanya jika kekuatanya sudah memenuhi standarnya.


Meski begitu, rama masih ingin mencoba mengambil misi untuk menambah pengalamanya.


Hatinya menjadi berat karena memikirkan hal ini, dia sangat tidak puas dengan keadaan dan tertekan oleh kultivasinya yang masih sangat rendah.


Dengan mengela nafas ringan, rama kembali berbicara.


"Saudara saka tenang saja, aku tidak akan melakukanya untuk saat ini..namun aku juga ingin tahu bagaimana cara murid mengambil misi dari platform batu.." kata rama penasaran.


"Itu mudah, setiap murid memiliki token sebagai tanda pengenal dan itu juga bisa di gunakan untuk menyimpan poin kontribusi.."


"Semua murid dapat mengambil misi dengan mendaftarkan diri di platform batu, dan itu bisa dengan mudah di dapatkan hanya dengan menggunakan token spiritual ini..."


Sebelum melanjutkan kalimatnya, saka mengeluarkan sebuah token dengan simbol awan biru di tengahnya.


Token itu memiliki energi spiritual di dalamnya, dan warna birunya memancarkan cahaya.


"Ini adalah token spiritualku, disini berisi semua poin kontribusi yang sudah aku kumpulkan selama satu tahun ini..jika aku bisa menyelesaikan satu misi lagi, maka token spiritualku pasti akan naik ke tingkat perunggu.."

__ADS_1


"Ohh..bahkan token spiritual memiliki tingkat.." rama berseru.


"Hehe..tentu saja, hal ini adalah identitas yang sangat penting bagi para murid..di setiap tingkat akan memperlihatkan kekuatan sejati kita.."


"Token spiritual memiliki lima tingkatan, yaitu putih, biru, perunggu, perak dan emas..setiap tingkatan ini memiliki nama besarnya sendiri.."


"Token berwarna putih ini biasanya di miliki oleh murid baru dan mereka cenderung melakukan misi di tingkat paling rendah dan untuk menaikanya, tentu harus mengisinya dengan poin kontribusi yang di hasilkan dari penyelesaian misi.."


"Semakin tinggi tingkatanya, maka semakin banyak juga misi yang sudah di selesaikan, dan hal ini pula semua orang dapat menilai seberapa kuat individu tersebut.."


"Semakin sulit misinya, maka semakin banyak bahaya dan resikonya, itulah mengapa sekte kita dapat melihat jenius paling berbakat..dan asal kau tahu saja, jenius paling berbakat ini bahkan di beri gelar dan tingkatan melalui semua misi yang sudah mereka selesaikan..." saka menjelaskan.


Begitu mendengar semua hal yang telah saka paparkan mengenai platform misi, rama sangat terkejut bahwa para jenius terkuat dapat di lihat melalui misi.


Rama menggelengkan kepalanya dengan rasa tak berdaya, mengingat kembali ketika dia bertarung dengan pan sebelumnya, dia dengan jelas melihat perbedaan kultivasinya yang cukup signifikan dengan lawanya.


Terlebih lagi, berdasarkan dari percakapan para murid yang menonton pertarunganya dengan pan sebelumnya, rama samar-samar mendengar pernyataan bahwa pan tidak bisa di katakan sebagai individu yang sangat kuat di pelataran dalam.


Hal ini sekali lagi mengguncang rama dan berseru kesal di dalam hatinya, rama mengepalkan tanganya dan bersumpah bahwa dia akan berusaha sekuat tenaga untuk mengejar ketinggalan.


Di sebelahnya, saka menghela nafas ringan dan menjawab.


"Sangat kuat!..selain seorang jenius yang di berkati surga, sudah tidak ada kata lagi yang bisa aku ucapkan.."


"Oh sekuat itukah?..lalu apa mereka tidak bisa di bandingkan dengan kita.." rama melirik saka dengan nada sedikit menggoda.


Dengan dengusan, saka mengangkat bahu dengan bangga dan berkata.


"Huhh!!...ini hanya masalah waktu!..dari usia saja, kita bisa melihat bahwa kita lebih baik dari mereka, namun mereka di untungkan karena selangkah lebih cepat berlatih di dalam sekte dari pada kita.."


"Hemp..lihat saja dalam beberapa tahun, aku akan melampaui mereka semua yang berada dalam seratus teratas dalam peringkat!.."


"Meskipun aku tidak terlalu perduli dengan peringkat ini, namun aku sudah lama kesal dengan kesombongan mereka selama ini.."

__ADS_1


"Mereka sudah lama menyimpan kebencian terhadapku hanya karena aku adalah murid dari master sekte..mereka selama ini diam-diam meremehkanku di belakang dan bersikap ramah dan senyum kepalsuan di depanku.."


"Ketika hari itu tiba, lihat saja bagaimana aku menyapu mereka semua!.." saka berbicara dengan dirinya sendiri dan nadanya terdengar sangat kesal.


Sementara itu, rama mengangkat alisnya mendengar celotehan yang keluar dari mulut saka.


Namun, dari nada kesal saka, rama merasa bahwa orang-orang dari daftar jenius terkuat ini tidak memiliki kesan yang baik dengan saka.


"Ternyata akan ada hal semacam ini.." rama menggosok dagunya, seolah memikirkan hal yang saka lalui.."


"Baiklah..kita jangan membahas tentang hal ini lagi, ketika aku mengingat orang-orang sombong itu, seluruh tubuhku terasa panas dan ingin memukul manusia hidup-hidup!.." kata saka kesal.


Rama menganggukan kepalanya dan tidak lagi berkomantar.


Pada saat ini, rama dan saka telah berjalan lurus ke arah pintu masuk dan tampa di sadari, mereka telah sampai pada pintu besar yang di tutupi oleh tirai cahaya yang menyilaukan.


Mereka berjalan melalui tirai cahaya dan melihat ke dalam aula luas yang megah.


Katika sampai di dalam aula, rama menggosokan matanya dan kemudian ekspresinya di penuhi oleh keterkejutan.


Di dalam aula yang luas, rama pertama kali memperhatikan ornamen disana di penuhi oleh dinding emas dan perak.


Di setiap sisi akan ada pajangan dengan senjata spiritual yang mengambang dengan lapisan energi spiritual yang menopang dan menguncinya.


Di tengah aula yang luas terdapat patung dengan berbagai macam jenis senjata.


Di sana akan ada patung pedang dan tombak yang saling bersilangan, bahkan ada pedang berbentuk bulan sabit, palu raksasa dan busur panah.


Meskipun jaraknya cukup jauh, rama bisa merasakan betapa kuatnya intensitas dari niat dalam patung senjata.


Selangkah berjalan lebih jauh, rama melihat sekelilingnya yang di penuhi oleh berbagai macam jenis senjata spiritual dari berbagai tingkatan.


Hatinya melonjak dengan kekaguman dalam hati ketika melihat ribuan senjata yang di pajang dengan santai di dalam aula luas yang terlihat seperti istana berlapis perak dan emas.

__ADS_1


Matanya berbinar melihat segala hal yang begitu menabjubkan untuk pertama kalinya, dengan ribuan senjata spiritual di depanya, rama tidak lagi bisa bersikap tenang dan merasakan semangatnya kembali ke puncaknya.


__ADS_2