
Berjam-jam telah berlalu, dan malam yang gelap perlahan di gantikan oleh pagi.
Saat ini dahlia mulai merasakan kekhawatiran karena telah menghilang begitu lama, ayahnya pasti sangat khawatir, dan semua orang pasti telah mencarinya.
Dia sebenarnya ingin cepat pergi, tapi enggan karena anak laki-laki yang tertidur di sampingnya.
Terlebih lagi, dahlia juga tidak ingin ayahnya tahu bahwa dia telah bersama orang asing semalaman, jika itu terjadi ayahnya mungkin akan marah dan membuat masalah yang tidak perlu.
Memikirkan semua ini, dahlia bahkan tidak bisa tidur semalaman.
Saat ini masih pagi buta, dan rama juga belum terbangun, dahlia berfikir bahwa sekarang adalah saat yang tepat baginya untuk pergi, namun yang menjadi masalah saat ini adalah kamal.
Meskipun kamal terlihat masih tertidur, namun siapa yang tahu bahwa kamal diam-diam memperhatikanya tampa dia sadari.
Berfikir lebih keras, akhirnya dia sampai pada keputusan terakhir untuk berbicara dengan kamal, setidaknya dia akan membuat kamal mengerti dengan keputusanya untuk pergi tampa harus di temani.
"Paman kamal...bisakah lia berbicara??..." ucap dahlia memandang kamal yang masih terbaring.
Di Samping, telinga kamal sedikit bergerak gerak, dan tidak lama kemudian, dia membuka mata dan memutar wajahnya menatap lia.
Memang benar bahwa kamal tidak sepenuhnya tertidur, dia masih membangi setengan fikiranya untuk memindai area di sekitarnya.
Kamal menatap lia dengan ekspresi aneh, dia juga nampak bingung, seolah dia mencoba melihat melalui gadis kecil di hadapanya.
Kamal mengerutkan kening dan berguman di dalam hatinya.
"Gadis kecil ini terlalu aneh...".
Kamal lalu bangun dan mengambil posisi duduk dan mulai bertanya kepada dahlia.
"Katakan..." kata kamal dengan tenang.
"Emm...paman, sebenarnya lia menghawatirkan sesuatu.."
"Lia telah pergi begitu lama, dan ayahku dan yang lainya pasti sangat khawatir, dan pastinya sudah mencariku semalaman..jadi..lia akan pergi sekarang..." ucap dahlia menjelaskan.
Kamal sedikit berfikir sebelum membuka suara.
"Apa kamu tidak menunggu rama bangun lebih dulu..." tanya kamal.
Dahlia ragu-ragu sejenak, namun dia juga tidak punya pilihan, dan sebenarnya lia masih memiliki rencana lain dalam fikiranya.
"Tidak perlu paman..lia takut kakak akan sedih..jadi lia hanya meminta tolong pada paman untuk memberi tahu kakak nanti..." kata dahlia.
"Dari perkataanmu..sepertinya kamu ingin pergi sendirian?..bukankah kamu tahu bahwa hutan ini sangat berbahaya..jika ada binatang buas yang menyerangmu dalam perjalanan, bukankah itu sama saja dengan bunuh diri..." ucap kamal dengan heran.
"Bukan seperti itu paman...tapi aku sebenarnya ikut bersama rombongan keluarga kekaisaran dan pasti sudah banyak yang melakukan pencarian..dan yang menjadi masalah adalah ayahku..." ucap dahlia dan kalimatnya berhenti sejenak.
Kamal mendengarkan dengan baik, namun dia tidak bisa tidak bertanya lagi.
__ADS_1
"Ada apa dengan ayahmu??..." tanya kamal.
"Emm...ayahku sedikit tempramen, lia takut jika ayah tahu bahwa aku bersama orang yang tidak di kenal, ayah pasti akan marah, dan aku juga tidak ingin membuat masalah untuk paman dan kakak..." ucap dahlia.
Kamal memikirkan semua yang di katakan oleh dahlia, namun dia juga masih sedikit khawatir jika membiarkan lia pergi sendirian.
Namun, mengingat lia menyebut rombongan keluarga kekaisaran, kamal juga berfikir bahwa tidak perlu untuk berusan dengan keluarga bangsawan.
Kamal lalu memutuskan untuk memindai dengan kekuatan spiritualnya, masuk kedalaman hutan di sekitar untuk melihat apa ada pergerakan dari beberapa orang.
Hal ini tentu saja untuk memastikan bahwa yang di katakan oleh dahlia sebelumnya benar atau tidak.
Beberapa saat kemudian, benar saja kamal telah menemukan pergerakan dari beberapa orang kuat yang berada di jarak kurang dari dua ratus meter.
Setelah selesai memindai, kamal lalu melihat dahlia sekali lagi sebelum berkata.
"Gadis kecil..kamu memang benar, seperti banyak orang dari arah selatan yang sedang menuju kemari, tapi itu masih cukup jauh dari sini..." kata kamal.
"Tidak apa-apa paman...jika aku semakin dekat dengan ayahku...maka dia pasti bisa menemukanku dengan mudah, karena ayahku sangat kuat..." kata dahlia dengan yakin.
Meskipun kamal masih ragu ragu, namun dia akhirnya mengangguk setuju.
"Berjalanlah ke arah selatan, kurang dari dua ratus meter ada banyak orang disana, aku rasa itu memang adalah rombongan ayahmu..." kata kamal dengan tenang.
Dahlia segera mengangguk dan tersenyum, namun baru dia akan melangkah pergi, lia berbalik dan melihat rama yang masih tertidur lelap.
Ada perasaan rumit di hatinya ketika melihat anak laki-laki itu, namun dia segera mengalihkan perhatianya dan berbalik ke arah kamal.
"Paman...lia juga ingin meminta sesuatu...tolong berikan ini kepada kakak setelah dia bangun...tolong sampaikan padanya, lia minta maaf karena harus pergi..." kata dahlia sambil menangkupkan kedua tanganya, memberi salam hormat kepada kamal.
Kamal melihat botol giok itu dan merasakan energi spiritual dari ramuan obat, seketika kamal memiliki ekspresi sedikit terkejut di wajahnya.
Kamal merasa bahwa gadis kecil di depanya semakin menjadi misterius di benaknya, namun ia tidak terus tenggelam dengan kejutanya, jadi kamal segera mengangguk sebagai balasanya kepada dahlia.
Detik berikutnya, dahlia melangkah pergi ke arah yang kamal sarankan.
Setelah berjalan cukup jauh dari jaraknya dengan kamal sebelumnya, dahlia tiba-tiba menghentikan langkahnya, dan menuju arah berlawanan dan tujuanya mengikuti aliran sungai yang telah di temui sebelumnya.
Jelas bahwa dahlia telah merencanakan ini sebelumnya, itulah sebabnya dia tidak ingin kamal mengikutinya.
Dia sebenarnya berencana untuk pergi sekali lagi ke air terjun tempat ular piton itu sebelumnya sebelum dia pergi menemui ayahnya.
Seiring berjalanya waktu, semenjak dahlia menyerap inti kristal binatang di tingkat lima dan rumput kristal biru, perlahan kekuatan jiwanya mulai sedikit di pulihkan, dan kultivasinya telah kembali di alam emas tingkat awal.
Namun, meskipun kultivasinya hanya kembali ke tingkat awal, tentu dia tidak akan bisa di bandingkan dengan orang normal.
Pengalamanya telah melampaui orang lain selama ribuan tahun, dan tujuanya menemui ular piton sebelumnya tentu saja untuk beberapa tujuan yang dapat menguntungkan dirinya sendiri.
Beberapa saat kemudian, dahlia telah sampai pada air terjun di sungai kecil itu, ada suara desisan yang akrab dari arah air terjun.
__ADS_1
Mata dahlia menatap tajam pada kedalaman air, dan samar-samar cahaya hijau menyala di matanya.
Auranya segera menyebar ke suluruh area di sekitarnya.
Sementara itu, di balik air terjun, ular piton setinggi dua puluh meter itu merasakan aura yang mendekati areanya, dan segera suara desisanya menjadi semakin keras.
Ular piton itu segera keluar dan melihat gadis kecil yang telah membuatnya marah terakhir kali.
Raungan kemarahan segera keluar dari mulut besarnya, seolah menunjukan kebencianya kepada gadis kecil yang berdiri dengan tenang.
Di sisi lain, dahlia tidak bergeming dengan raungan ular itu, perlahan ada senyuman mengejek di wajah dahlia.
Dahlia melangkah maju mendekati ular piton itu, sedangkan ular itu mulai menyodorkan kepala besarnya dan menembak ke arah dahlia.
Tepat ketika kepala besar ular itu setengah inci dari dahlia, dahlia tiba-tiba mengangkat tanganya dan menekan kepala besar ular itu dengan satu jarinya.
Hal yang sangat mengejutkan bahwa dahlia mampu menghentikan pergerakan ular hanya dengan satu jarinya.
Jika ada orang lain yang menyaksikanya, pasti dia akan terkejut dan terperangah dan tidak akan percaya.
Seorang gadis kecil yang baru memiliki kultivasi di alam emas awal dapat menghentikan binatang iblis di tingkat empat.
Jika memikirkanya, hal itu tentu sangat mustahil, namun kenyataanya bahwa dahlia tidak dapat di ukur dan di bandingkan dengan siapapun dengan usia yang sama denganya.
Pada saat ini, mata besar ular piton itu berkedip kedip, seolah merasa bingung dengan apa yang terjadi.
Kekuatan jiwanya benar-benar di tekan ke tingkat di mana dia hanya bisa menggerakan seluruh tubuhnya hanya dengan sedikit getaran.
Ular itu menatap dahlia dengan rasa tidak percaya, dia ingin meraung marah dan menyerang, namun dia tidak bisa mengeluarkan suara dan bergerak sedikitpun.
Hingga perlahan, dahlia menatap tajam pada mata ular itu.
Detik berikutnya, mata dahlia semakin terang dengan sinar hijau, dan perlahan rambutnya juga berubah menjadi hijau tuan, dan simbol aneh di dahinya perlahan terbentuk menjadi sebuah tunas kecil yang menyala nyala dengan sinar hijau terang.
Dahlia segera berkata dengan suara yang dalam kepada ular piton itu.
"Ikutlah denganku jika kamu ingin menjadi binatang iblis yang lebih kuat...kamu seharusnya sekarang bisa merasakan kekuatan jiwaku yang sebenarnya.."
"Jika kamu mengikutiku...bukan tidak mungkin kamu bisa menjadi binatang ilahi di masa depan..." ucap dahlia tiba-tiba meminta ular piton itu untuk mengikutinya.
Ular piton itu segera merasakan kekuatan besar yang menekan seluruh kekuatan jiwanya, dan itu membuatnya bergetar ketakutan.
Ketika simbol tunas di dahi dahlia menyala sebelumnya, ada perasaan ketakutan dalam mata ular piton itu, dan ular itu bahkan terlihat akan berlutut kepada dahlia.
Setelah beberapa saat, ular piton itu akhirnya menganggukan kepalanya, dan segera segel aneh berwarna putih di atas kepalanya bersinar.
Segel itu adalah simbol kontrak darah yang dia tujukan kepada dahlia untuk menjadikanya sebagai tuanya.
Tidak butuh waktu lama, dahlia menggores tanganya dan darah segar mulai muncul.
__ADS_1
Darahnya segera di tempel pada kepala besar ular itu, dan kontrak darahpun di mulai.