
Leluhur segera mengangguk dan melihat ke langit di kejauhan, matanya nampak menembus cakrawala, entah apa yang dia lihat namun menghela nafas.
Ada!!..
Jawaban ini singkat namun membuat rama bangun sekali dari sikap santainya.
"Oh!..apa kakek mengenalnya??.." tanya rama penasaran.
"Hampir semua orang di dunia akan mengetahuinya, itu ada di barat dan selatan.." kata leluhur.
Ekspresi bingung sekali lagi terlihat di wajah rama.
"Ada apa dengan barat dan selatan?...tanya rama lagi.
"Di antara empat benua, terdapat sekte super yang tidak kalah dengan sekte super di benua timur ini, namun yang paling terkenal di antaranya adalah istana bulan kegelapan di benua barat dan istana cahaya matahari di benua selatan.."
"Mereka terkenal bukan tampa alasan, namun pemimpin dari faksi tersebut adalah pemilik dari elemen langka dari cahaya dan kegelapan.."
"Master dari istana cahaya matahari, namanya tersohor di seluruh benua karena elemen cahayanya tidak dapat di bandingkan dengan kultivator di ranah yang sama, bahkan suku binatang iblis yang paling takut dan tidak mau berurusan dengan faksi ini..."
"Sementara di barat, istana bulan kegelapan di pimpin oleh seorang yang mendapat julukan sebagai kaisar kegelapan...kekuatanya bahkan tidak kalah dari master istana cahaya matahari..namun dia sangat misterius dan hanya sedikit informasi yang beredar tentangnya.."
"Elemen kegelapanya telah berada di tingkat yang sangat mengerikan, aku curiga jika master istana cahaya matahari tidak memiliki elemen yang bertentangan dengan kaisar kegelapan, mungkin dia masih bukan lawanya..." kata leluhur dengan takjub.
Rama sangat terperangah saat ini, untuk pertama kalinya dia mengetahui bahwa pemilik elemen cahaya dan kegelapan bahkan adalah seorang pemimpin faksi tertinggi di benua itu.
Dalam hati, rama berfikir apakah suatu hari dia dapat mengendalikan elemen cahaya dan kegelapan sedimikian rupa sehingga dapat di sandingkan dengan orang-orang hebat itu.
Rama berfikir sejenak sebelum melanjutkan.
"Kakek...sepertiya aku memang harus meningkatkan pemahamanku tentang elemen, namun sayang sekali buku tentang cahaya dan kegelapan yang kakek berikan padaku masih berada di tingkat terbawah.." kata rama dengan tegas.
Leluhur tersenyum lalu berbicara santai.
"Itu sebabnya aku memberimu token ini, di dalam token ini kamu bisa menukarkan beberapa poin kontribusi untuk menukarkanya dengan beberapa tehnik kultivasi maupun yang lainya.."
"Meski begitu, memang benar adanya bahwa sekte ini tidak terlalu banyak memiliki catatan tentang elemen cahaya dan kegelapan, namun untuk saat ini sudah sangat cukup untukmu.."
"Ingatlah bahwa sekuat apapun tehnik bela dirinya, jika kultivasimu rendah, maka itu bahkan tidak akan selaras, dan kamu tidak akan bisa melakukan apa-apa meskipun kamu ingin.."
__ADS_1
Rama mengangguk setuju dan berdiri penuh semangat.
"Kekek ingatkan hanya menukar poin dengan apa yang kamu butuhkan saja.." kata leluhur mengingatkan.
Rama berdiri namun wajahnya agak kusam karena terus di ingatkan.
"Kakek..tenang saja, bahkan jika aku boros sangat tidak apa-apa, bukankah itu keuntunganku karena menjadi satu-satunya cucu dari leluhur sekte.." kata rama dengan santai.
Mendengar kata-katanya, leluhur menggerak gerakan mulutnya dengan konyol, setelah itu dia segera memarahi rama.
"Bocah!!...tentu saja kamu bisa boros!!...namun dengan melakukan itu, kamu hanya akan mendapatkan perhatian yang tidak perlu dari beberapa orang.."
"Asal kamu tahu saja, seorang murid bahkan harus bekerja keras untuk mengumpulkan poin kontribusi dari menyelesaikan beberapa misi hanya untuk menukarnya dengan satu buku di perpustakaan.." kata leluhur menegur.
Saat ini, rama nampak tertegun karena dia tidak mengetahui hal-hal dalam sekte, rama saat ini menyadari menjadi murid di dalam sekte mana mungkin hanya berlatih dengan santai.
Ada beberapa hal yang harus murid-murid itu lakukan untuk meningkatkan kekuatan secara pribadi, kata rama bergumam.
Rama mengangguk dan kembali berbicara.
"Kakek..aku tidak akan bertindak menarik perhatian semua orang, tapi...bisakah aku menukarkan poin untuk mendapatkan senjata di aula pemurnian senjata..." kata rama, matanya memiliki sinar bintang harapan menatap kakeknya.
Token itu berisi kepemilikan yang mewaki leluhur dan intensitas dan pengaruhnya bahkan melebihi master sekte.
Leluhur dapat menebak bahwa para orang tua yang menjaga perpustakaan tentu akan sangat tercengang, bahkan tidak mungkin cucunya tidak akan menarik perhatian dan terhindar dari beberapa masalah.
Rama tampa mengetahui pemikiran kakeknya, masih nampak tenang dan perlahan berjalan santai keluar dari riak cahaya yang menghubungkanya menuju aula utama di gunung mengambang.
Sampai beberapa saat kemudian dia keluar menghirup udara di area luas dalam sekte.
Setelah beberapa hari, dia hampir tidak pernah keluar dari kediamanya dan hanya sibuk belajar dan berkultivasi, kini melihat betapa luasnya sekte ini membuat hatinya menjadi terisi oleh semangat.
Dari arah yang kakeknya tunjukan, perpustakan berada di area di bawah tiga gunung mengambang.
Rama segera mendarat dan berjalan santai dan melihat beberapa murid yang berada di sepanjang jalan.
Beberapa murid akan memiliki masing-masing kelompok antara tiga atau lima orang.
Beberapa bahkan akan sibuk membaca maupun berlatih di area luas di pelataran dalam, semuaya nampak sibuk dengan urusan masing-masing.
__ADS_1
Di suatu sudut, terdapat air mancur dengan bentuk oval, di tengahnya ada patung-patung kuda yang di hiasi patung awan di sekitarnya.
Berdiri disana terdapat tiga orang sedang memperhatikan rama yang sedang berjalan dengan santai.
Salah satu dari tiga orang itu menyipitkan matanya dan menatap curiga kepada rama.
Dengan kekuatanya, pemuda itu memindai tubuh rama dan membuatnya terkejut.
Apa yang dia temukan bahwa kultivasi rama hanya berada di alam emas dan itu sangat mengejutkan pemuda itu.
Dia segera menatap rama dengan sinis.
Dua teman di samping memperhatikan arah mata pemuda dan melihat rama di kejauhan.
Dengan bingung salah satu teman pemuda itu bertanya penasaran
"Pan!...apa yang sedang kamu fikirkan??...salah satu teman pan bertanya.
"Tidakkah kalian melihat anak kecil itu berada di alam emas, berani sekali dia berkeliaran di pelataran dalam!..." kata pan dengan sinis.
Kedua temanya segera saling memandang dan berkata.
"Sepertinya dia adalah murid yang baru di rekrut, namun aku juga tidak mengerti mengapa sekte bisa menerima murid dengan kultivasi serendah itu..." kata pemuda di samping.
Sikapnya seolah menunjukan bahwa dia juga tidak senang dengan kehadiran rama di kejauhan.
Sikap tiga pemuda sangat memperjelas kesombongan di wajah masing-masing, mereka tidak menganggap rama luar biasa berada di alam emas karena mereka tidak mengetahui usia sebenarnya dari rama.
Bagaimana tidak, proporsi tubuh rama saat ini telah mencapai 170 cm, dan tubuhnya tidak memiliki kelembutan dan kepolosan anak berusia dua belas tahun.
"Anak itu harus di beri tahu dimana tempatnya!..jika tidak, maka anak-anak dari pelataran luar tidak akan mengetahui perbedaan besar antara murid dalam dan luar.." kata pan dengan sombong.
Dua temanya mengangguk setuju, mereka bertiga segera mengambil langkah maju dan berjalan perlahan menuju rama.
Mereka tidak berjalan terlalu cepat dan masih mengamati kemana arah yang rama tuju.
Setelah beberapa saat berjalan, mata tiga pemuda itu nampak heran karena tempat yang di tuju oleh rama ternyata adalah salah satu tempat terpenting di dalam sekte.
Rama telah sampai di pintu masuk dan melihat beberapa murid yang sedang sibuk berbaris menunggu giliran untuk menukar poin kontribusi.
__ADS_1
Sementara itu, tiga pemuda mengambil langkah besar dan menghentikan langkah rama dengan sengaja menerbangkan pedangnya ke arah rama.