
Rama mendengus namun tidak membantah perkataan kamal.
Selanjutnya, kamal memikirkan sesuatu dan mengingatkan rama untuk menyerap semua inti kristal binatang yang telah dia kumpulkan untuk melakukan terobosan.
Saat ini, sangat tepat bagi rama untuk menerobos kemacetan kultivasi, karena telah berada di ambang setengah langkah menuju tingkat tujuh di alam emas.
"Bocah!!...lebih baik kamu segera berkultivasi dan menyerap semua inti kristal binatang yang telah kamu kumpulkan.."
"Sekarang sudah tepat bagimu untuk menerobos tingkat tujuh..." kata kamal mengingatkan.
Setelah rama mendengarnya, dia terdiam sejenak dan menggaruk kepalanya.
Dia ingat bahwa sebelumnya setelah membunuh beberapa srigala iblis, rama lupa mengumpulkan inti kristalnya karena tidak memiliki kesempatan untuk melakukanya.
Pada saat yang sama, dia juga harus berlari sejauh mungkin untuk menghindari bahaya.
Bahkan rama telah memberikan sepuluh inti kristal di tingkat lima kepada dahlia sebelumnya, jadi pada dasarnya, rama tidak berhasil mengumpulkan satupun dari hasil perburuanya.
Karena merasa bingung dan juga teringat bahwa dia hanya kelelahan tampa mendapatkan apapun, rama menjadi muram dan lemas.
Pertarunganya saat melawan kawanan srigala dan macan tutul sebelumnya telah membuatnya cukup lelah, di tambah lagi karena berhadapan dengan ular piton sebelumnya.
Saat ini, rama hanya bisa bergumam pada dirinya sendiri karena harus berburu lagi sebelum melakukan terobosan.
"hemp...sepertinya aku harus berburu lagi..kemarin aku lupa mengumpulkan inti kristal srigala yang telah aku bunuh..." kata rama dengan lemah.
Sementara itu, kamal tersenyum tipis mendengar perkataan rama, jelas dia tahu akan hal itu.
Sebenarnya, saat rama berhasil melarikan diri dari kepungan srigala iblis, kamal telah membantunya mengumpulkan inti kristal, bahkan dia juga secara diam-diam membunuh banyak srigala iblis untuk menambah energi spiritual yang akan di serap untuk rama.
Bagaimanapun, kamal dengan sengaja membuat rama bertarung dengan kawanan srigala, dia juga tahu bahwa rama tidak mungkin dapat membunuh semua kawanan srigala.
Jadi dia telah membantunya secara diam-diam sebagai bentuk hadiah karena telah berusaha menghadapi kawanan srigala semampu yang ia bisa.
Kamal segera mengambil langkah maju dan mengeluarkan lebih dari seratus inti kristal binatang dari cincin penyimpananya.
"Bocah!!...ini adalah hasil perburuanmu sebelumnya!..." ucap kamal dengan santai.
Rama yang melihat begitu banyak inti kristal yang di tumpahkan oleh kamal, seketika menatap kamal dengan aneh.
"ii...ini..bagaimana bisa?..." kata rama dengan bingung?
__ADS_1
Kamal tersenyum tipis sebelum menjawab.
"Kamu fikir aku akan dengan sengaja membiarkanmu berurusan dengan begitu banyak srigala tampa memikirkan kesulitanmu?..." ucap kamal dengan acuh.
Di depanya, mata rama berbinar dan kembali bersemangat.
"hehehe...paman memang yang terbaik!..." ucap rama memuji.
Mendengar pujian rama, kamal hanya tersenyum tipis lalu melambaikan tanganya, itu sebagai tanda agar rama segera memulai menerobos.
Rama segera mengangguk dan mengumpulkan semua inti kristal yang telah dia kumpulkan selama dua tahun ini bersamaan dengan inti kristal yang baru saja kamal serahkan.
Kini jumlah inti kristalnya telah cukup bagi rama untuk mengumpulkan energi spiritual dalam sekala besar.
Tidak berlama lama, rama segera menutup mata dan perlahan menyerap semua energi pada inti kristal.
Di sampingnya, kamal ikut memperhatikan dan mengangguk puas.
Dia sudah menebak bahwa kali ini rama dapat melakukan lompatan kulitatif, dan seharusnya kekuatan jiwanya akan naik beberapa tingkat dari pada kultivasinya.
Hingga beberapa saat kemudian, dua jam telah berlalu, dan hari menjadi semakin terik.
Rama yang sudah berkultivasi selama dua jam lamanya perlahan-lahan tanda terobosanya sudah dapat terlihat.
Tidak ada tanda-tanda yang luar biasa seperti terakhir kali, dan layaknya seperti terobosan biasa seperti orang lain pada umumnya.
Namun, ketika seseorang melakukan terobosan pada peningkatan kekuatan jiwa, jelas riak yang di keluarkan akan berbeda.
Riak seperti angin kencang menyapu segala hal di sekitar rama duduk terdiam, dan itu mengelilinginya seperti guncangan ombak yang berlarian tidak teratur.
Seolah tidak merasakan energi besar di sekitarnya, rama tampak tenang dan masih mempertahankan postur tegaknya seperti patung .
Sampai beberapa saat kemudian, rama membuka matanya dan riak angin kencang di sekitarnya di hempaskan hanya dengan sapuan tangan.
Detik berikutnya, energi seperti angin kencang memasuki tubuhnya dan bersatu ke dalam pusaran kecil yang terbentuk di tengah-tengah dadanya.
Benar saja, kini rama telah menyelesaikan terobosanya dan secara resmi telah mencapai tingkat ke tujuh di alam emas.
Tentu saja peningkatanya bukan hanya di kultivasi, namun kini kekuatan jiwanya telah berada di alam jiwa yang sempurna tingkat awal.
Meski hanya di tingkat awal, namun seseorang yang melatih kekuatan jiwa di alam sempurna tingkat awal akan sebanding dengan seseoarang yang berada di tingkat lima alam emas.
__ADS_1
Mengingat begitu sulitnya meningkatkan kekuatan jiwa, tentu saja akan ada perbedaan besar antara orang biasa yang hanya memiliki kekuatan eksternal, atau yang di kenal dengan kultivasi.
Singkatnya, kekuatan jiwa memiliki serangan yang berdampak melukai roh, dan itu akan fatal jika melukai seseorang.
Orang yang mampu mengatasi roh atau jiwa yang terluka, tentu saja harus seseorang yang berspesialisasi dengan bidang yang sama.
Dan paling tidak, akan membutuhkan harta alam dan pil spiritual dengan tingkat yang lebih tinggi, namun tidak sembarangan orang dapat melakukanya dengan mudah.
Itu sebabnya, tidak banyak orang yang ingin berurusan dengan seseorang yang melatih kekuatan jiwa.
Meski begitu, tidak semua orang dapat melatih kekuatan jiwa di tingkat yang tinggi, mengingat begitu sulitnya memahami kekuatan jiwa, hasilnya banyak orang akan menyerah di tengah jalan dan hanya akan berfokus pada kultivasi.
Di sisi lain, setelah rama menyelesaikan terobosan, dia mengelpalkan tanganya dan merasakan energi kuat yang beredar di seluruh tubuhnya.
Rama samar-samar dapat merasakan dengan kekuatanya jiwanya, dia dapat menyerang binatang iblis di tingkat yang sama hanya dengan satu fikiran.
"Hemp...sangat kuat!!..." ucap rama dengan takjub pada kekuatanya sendiri.
Sementara itu, kamal telah menyaksikan proses panjang ketika rama melakukan terobosan.
Kini, kamal tidak terkejut dengan peningkatan rama lagi, karna sebelumnya dia telah menebaknya, dan hasilnya memang sama dengan apa yang dia fikirkan.
"Tentu saja sangat kuat!...itu sebabnya melatih kekuatan jiwa sangat penting...hanya dengan mengandalkan fikiran dan kekuatan mental, kamu bisa melakukan beberapa hal secara praktis...namun resiko pada kekuatan jiwa juga akan lebih tinggi dari kultivasi.."
"Jika jiwa terluka, maka akan sangat sulit untuk di sembuhkan, bahkan akan berdampak pada kultivasi..."
"Jadi..paman sarankan mulai saat ini, kamu harus melatih kultivasi dan jiwamu dengan tingkat yang seimbang.."
"Bagaimanapun, segala hal di dunia ini berasal dari jiwa, dan dasarnya adalah jiwa itu sendiri.."
"Jiwa adalah fondasi yang kuat untuk membentuk kekuatan, jika kekuatan jiwa seseorang telah mencapai tingkat tertentu, maka kultivasi tidak akan mengalami halangan apapun.."
"Ingatlah..memulai dari internal lalu ke eksternal, setelah kamu memahaminya cukup baik, maka di masa depan, kekuatanmu akan lebih kuat dari kultivator biasa"...ucap kamal menjelaskan sembari memberi rama saran.
Rama mendengarkan semua penjelasan kamal dan memahaminya dengan baik.
Setelah merasakan peningkatan kekuatan pada jiwanya, kini dia dapat mengerti sepenuhnya betapa pentingnya meningkatkan kekuatan jiwa.
Sampai pada tingkat tertentu, kini rama tidak akan terburu buru lagi untuk meningkatkan kultivasinya, dan mencoba menyeimbangkan kekuatan jiwa dengan kultivasinya saat ini.
Dia jelas mengerti dengan baik, seseorang yang dapat mengembangkan kekuatan jiwa dan kultivasi secara bersamaan, tentu potensinya lebih tinggi dari orang biasa.
__ADS_1
Dan akan sulit menemukan lawan yang sebanding denganya pada usia yang sama.