PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Kedatangan


__ADS_3

Setelah berusaha menengkan istrinya, razaki lalu memberi saran untuk membuat beberapa kesibukan agak rasa gelisahnya hilang.


"baiklah..begini saja, karena ini sudah sore..persiapkanlah makanan yang enak untuku nanti malam"


"sepertinya aku merindukan bubur buatan istriku.." ucap razaki tersenyum.


Mendengar ucapan razaki..mayangsari mengerti bahwa suaminya bertindak agar hatinya merasa lebih baik.


Dengan menghirup udara dalam-dalam, mayangsari balas tersenyum dan menganggukan kepala.


Segera mayangsari meninggalkan aula dan menyisakan razaki sendirian.


Sementara itu di dalam hutan.


Rama telah selesai mengkonsolidasikan kultivasinya, dan membuka matanya.


Dia melihat kamal sedang sibuk memanggang daging rusa yang telah dia tangkap beberapa waktu yang lalu.


"paman..aku sudah selesai, ayo kita segera pulang!!..." rama segera mendesak kamal segera setelah dia menyelesaikan meditasinya.


"haihh..bocah!..tidak bisakah kamu melihat pamanmu sedang lapar!..biarkan aku makan beberapa dulu..." ucap kamal dengan nada kesal.


"tidak!..tidak!..ayo kita pulang sekarang!.."


Rama terus mendesak dan kamal mulai menunjukan ketidak berdayaan pada wajahnya.


Entah mengapa setelah rama selesai dari meditasinya, dia merasa tidak sabar untuk pulang dan menemui ayah dan ibunya, jadi dia terus mengganggu dan mendesak kamal.


"baiklah..baiklah...ayo kita pergi..." ucao kamal dengan lemah.


Segera setelah kamal memutuskan untuk segera pergi, dia menaruh beberapa daging panggang yang telah matang di cincin kantong penyimpananya.


Beberapa saat kemudian, array spasial terbentuk dan segera mereka berdua memasukinya dan segera menghilang di udara.


Di dalam dimensi spasial, wajah rama tampak gelisah, seolah dia tidak sabar untuk segera sampai di rumah.


Sementara itu, kamal mengerutkan keningnya karna sikap rama yang tidak biasa.


Namun dia tidak bertanya dan hanya diam sambil berkonsentrasi mengendalikan dimensi spasial untuk bisa segera sampai menuju kota.


...****************...


Di atas langit, burung-burung raksasa melesat menuju satu arah.


Beberapa orang yang melihat burung-burung besar yang menganggkut sekelompok orang berseru kaget.


Tampa sadar beberapa orang di jalan memperhatikan sekelompok orang berpakaian serba hitam dan membuat semua orang yang melihat menjadi aneh.

__ADS_1


Di atas burung raksasa, sosok misterius itu menatap satu arah di kajauhan, dan mulai merasakan beberapa aura di sekitarnya.


Sosok misterius itu diam diam mengedarkan energi tidak teelihat untuk merasakan beberapa aura untuk melihat apa ada hal yang bisa dia waspadai, namun hasilnya tidak berubah.


Lalu sosok misterius melihat karza di samping dan menanyakan beberapa hal.


"apa kota itu sudah dekat??.." tanya sosok misterius.


"tuan..sekitar empat jam lagi kita akan sampai pada tujuan kita.." karza menjawab dengan pasti.


"bagus!!...percepatlah..." ucap sosok misterius itu sedikit bersemangat.


"baik tuan..." balas karza dengan hormat.


Meninggalkan sekelompok orang misterius, di kota bintang roh saat ini.


Matahari mulai terbenam dan kegelapan mulai mengganti warna langit.


Di dalam kediaman walikota, mayangsari sedang menyiapkan beberapa makanan di atas meja dan di susun dengan rapi.


Melihat begitu banyak makanan, dia tidak bisa memikirkan rama di kejauhan.


Dia bergumam sendiri apa putranya makan dengan baik di sana.


Tidak lama, razaki datang dari belakang punggungnya dan melihat banyak makanan lezat di atas meja.


Melihat begitu banyak makanan, mata razaki bersinar terang dan menjadi bersemangat.


Mendengar kata-kata razaki yang menggodanya, mayangsari menggelengkan kepalanya dan hanya mengehela nafas pelan.


"ini satu-satunya cara untuk mengalihkan perhatianku.." ucap mayangsari dengan lemah.


Razaki mengerti maksud istrinya, jadi dia tidak bertanya apa-apa lagi dan mulai memilih lauk yang ada di atas meja.


Di sisi lain, di dalam dimensi spasial, sikap rama semakin aneh dan terus menerus gelisah.


"paman...apa kita masih lama??..." ucap rama bertanya tidak sabar.


"sebentar lagi.." kamal menjawab singkat, namun dia mengerutkan keningnya dan tidak bisa tidak bertanya mengapa sikap rama menjadi aneh.


"ada apa denganmu??...apa kamu merasa tidak enak badan??.." kamal bertanya penasaran.


Rama terdiam sejenak, namun dia segera menjelaskan dengan ragu.


"emm..aku tidak tahu..tapi aku ingin segera bertemu ayah dan ibu.." balas rama ragu.


Mendengar ucapan rama, kamal mengangkat alisnya dan merasa aneh, namun dia tidak terlalu memikirkanya dan kembali berkonsentrasi.

__ADS_1


...****************...


Meninggalkan rama dan kamal.


Langit sudah sangat gelap dan bintang-bintang mulai menyinari kota bintang roh.


Di dalam kota saat ini masih sangat ramai dan seperti biasanya beberapa orang masih sibuk menjalankan aktivitis masing-masing.


Karena malam sudah sangat gelap, beberapa orang mulai bersiap menhentikan pekerjaan dan kembali beristirahat menuju rumah masing-masing.


Beberapa petugas keamanan mulai berkeliling berpatroli di sekitar kota.


Di luar gerbang kota, beberapa orang menggunakan binatang terbang mulai menghentikan penerbanganya.


"tuan..kita sudah sampai..."ucap karza kepada sosok misterius.


Sosok misterius itu lalu menatap ke arah kota dan mengangguk.


"baiklah..mulai masuk dan perintahkan pasukanmu untuk menyebar dan mencari..bunuh siapapun yang menghalangi.." perintah sosok misterius.


"baik tuan!.. "karza menjawab singkat.


Di gerbang kota, ada dua penjaga yang menatap sekelompok orang dengan curiga, namun kedua penjaga bersikap tenang dan bertanya dengan hati-hati.


Kedua petugas itu lalu menghampiri karza dan pasukanya.


"tuan-tuan...ini adalah kota bintang roh, jika anda ingin memasuki kota, sebaiknya anda menyingkirkan burung besar itu"


"peraturan dalam kota ini di larang untuk terbang membawa binatang iblis..." petugas itu dengan hati-hati menjelaskan.


Karza melirik kedatangan dua petugas yang mendatanginya dan menyapanya, namun setelah mendengar ucapan petugas itu, karza mendengus dingin.


Tampa berbicara, karza melambaikan tanganya ke arah dua petugas, dan dua belati segera menusuk leher kedua petugas itu, seketika kedua petugas itu melotot, dan beberapa saat nyawa mereka telah melayang.


Tidak butuh waktu lama, karza memberi perintah pada semua bawahanya memasuki kota dan mulai mencari.


Beberapa burung terbang melesat ke dalam kota dan seketika menarik perhatian semua orang.


Di dalam kota, beberapa petugas patroli yang menyaksikan kedatangan sekelompok orang misterius mulai membuat tanda peringatan dan membuat semua penduduk menjadi resah.


Beberapa saat kemudian, suara ledakan api terdengar, itu adalah tanda peringatan tanda bahaya dari petugas patroli.


Suara ledakan api seketika membuat semua orang mulai berlarian kesana kemari dan keributan terjadi dimana-mana.


Di dalam kediaman walikota, mayangsari dan razaki mendengar tanda peringatan yang tiba-tiba, dan segera hal itu membangunkan mereka dan seisi penghuni rumah walikota.


"suamiku...apa yang terjadi??..mengapa tiba-tiba ada tanda peringatan?.." mayangsari bertanya dengan getir.

__ADS_1


Razaki terdiam sejenak, dan dia tidak banyak berbicara dan segera memberi perintah kepada semua bawahanya segera berkumpul untuk melihat situasi.


"tenanglah...aku akan memeriksa terlebih dahulu, kamu diamlah disini dan tunggu aku, jangan kemana-mana..."ucap razaki serius.


__ADS_2