
Di langit dua orang terus bertarung dan menyerang satu sama lain.
Ratusan bola api menyerbu ke arah sosok misterius dan menciptakan ledakan besar di udara.
Semua orang tertuju pada pertarungan di atas langit, ada kesedihan dan harapan pada saat yang sama di hati semua orang.
Sementara di pihak musuh, mereka tidak punya waktu untuk memperhatikan pertarungan antara razaki dan sosok musuh.
Bagaimanapun mereka berada di wilayah lawan, dan jelas kerugian mereka lebih besar.
Sementara itu, razaki terus menerus menyerang sosok misterius, namun yang membuatnya bingung, sosok itu hanya menangkis seranganya dan tidak menyerang balik padanya.
Meski dia berfikir itu aneh, namun razaki tidak berani bersantai dan terus menyerang.
Razaki berhenti sejenak dan menghentikan seranganya, dia melihat sekeliling dan menemukan seluruh kota telah hancur dan menjadi ricuh.
Melihat keadaan mengenaskan yang terjadi, kebencian dan kemarahan memenuhi hatinya.
Razaki menghirup udara dingin dan menatap sosok misterius dengan mata merah dan kebencian.
Sosok misterius itu menatap razaki dan tersenyum dingin.
"hempp...apa hanya itu saja kemampuanmu?...dari sekian banyak seranganmu..kamu bahkan tidak sedikitpun bisa melukaiku..." sosok itu mengejek.
"cihh...kamu bahagia terlalu awal!..." razaki mendengus dingin.
Sosok misterius itu hanya tersenyum, namun dia tertawa jahat dan segera melesat melakukan serangan.
Energi petir di dalam tubuh sosok misterius tiba-tiba berubah menjadi asap hitam dan bergabung menjadi udara malam.
Razaki tertegun melihat perubahan yang tiba-tiba terjadi, dia merasakan bahwa aura lawanya telah berubah menjadi sesuatu yang terasa mirip dengan energi iblis, namun itu samar dan tidak murni fikir razaki.
"ini....mengapa orang itu memiliki aura iblis??..." razaki menatap dengan heran.
Setelah sosok itu menghilang dan bergabung dengan udara, razaki merasakan aura dingin mengelilinginya.
Dia mencoba merasakan aura yang datang mendekatinya, namun itu muncul dan hilang kembali.
"sial!!!...." razaki meraung.
Razaki lalu mengedarkan seluruh energi elemen api untuk menyelimuti seluruh tubuhnya.
Aura dingin yang mendekat akhirnya tidak muncul di sekitarnya lagi, namun suara tawa sosok misterius bergema dan terdengar di telinganya.
"hahaha...kekuatanmu tidak akan bisa mengalahkaku, akan aku tunjukan padamu apa itu kekuatan absolut!..." tawa jahat itu bergema di langit.
Tak berselang lama, sosok itu menampilkan dirinya kembali, dan asap hitam menyelimutinya seperti pusaran angin hitam.
Razaki mengerutkan keningnya dan menjadi waspada.
"aku sudah tidak punya waktu lagi untuk bermain, aku harus segera mengakhiri pertarungan ini..." gumam sosok misterius.
Gumpalan energi dari asap hitam bergabung bersama energi petir membentuk sebuh tombak raksasa melesat ke arah razaki.
Razaki melihat tombak raksasa melesat ke arahnya dan dia segera mengedarkan seluruh energi api untuk membentuk perisai pertahanan.
Tombak raksasa segera bentrok dengan perisai api.
__ADS_1
Suara mendesing seperti logam memercikan api di udara.
Bang!!!...Bang!!!..Bang!!!
Percikan api semakin meluas.
Razaki mencoba menahan serangan tombak raksasa dengan mengeluarkan seluruh kekuatanya, namun retakan pada perisai api mulai perlahan menyebar.
Wajah razaki menjadi suram, energi dari asap hitam dan petir memasuki celah-celah retakan, dan dia merasakan semacam energi seperti racun yang mengikis perlindungan apinya.
Retakan semakin menyebar, pada akhirnya perisai api hancur berkeping-keping dan melesat ke menuju kepala razaki.
Razaki seketika terkejut, dan dengan reflek dia menciptakan bola api untuk menangkis tombak hitam.
Seolah razaki telah terkunci oleh tombak, puluhan bola api yang menangkisnya tidak mampu menahan kecepatan tombak hitam.
Aura deskruptif yang terpancar dari asap hitam terus menerus mengikis energi perlindunganya.
Razaki menatap tombak hitam dengan serius, dia mundur beberapa langkah dan aura api seperti lava panas muncul seperti hujan di atas kepala razaki.
Hujan lava!!!
Razaki berteriak, hujan lava mengelilingi tombak hitam dan itu meledak di udara.
Boom!!!...Boom!!!...Boom!!!
Perlahan dampak ledakan dipenuhi asap tebal di udara.
Menyaksikan api lava yang menghentikan tombak raksasanya, sosok misterius merubah ekspresinya menjadi serius.
Jelas dia tidak berfikir bahwa kekuatan merusak dalam tombak raksasanya bisa di hentikan oleh hujan lava.
Razaki mengamati dengan teliti dampak penghancuran dari tabrakan antar dua serangan, dan kini razaki mulai memahami bahwa aura deskruptif dari energi asap hitam hanya bisa di atasi dengan elemen api murni yang mengandung energi pemusnah.
Bahkan dampak asap hitam yang mengikis seluruh pertahananya sebelumnya menghilang ketika hujan lava menyebar di udara.
Razaki mulai mengerti bahwa kartu terbaiknya untuk melawan serangan lawan adalah dengan menggunakan seluruh kekutan api secara menyeluruh.
Namun, untuk menggunakan hujan lava, energi yang harus di keluarkan razaki terlalu banyak, dan tentu dia tidak bisa melakukanya secara terus menerus.
Sosok hitam itu menyipitkan matanya, dan menatap dingin.
...****************...
Di kejauhan, dua sosok yang berada di dalam dimensi spasial sedang menuju ke arah kota bintang roh.
Rama masih dengan gelisah melihat dimensi spasial yang tak kunjung sampai pada tujuanya.
Di samping, kamal semakin merasa aneh dengan sikap rama yang tidak biasa.
Dia berfikir mungkin rama sangat merindukan orang tuanya, namun sikap gelisahnya membuatnya semakin mengerutkan kening dan mulai berfikir serius.
Bagaimanapun rama hanya anak-anak, hal apa yang membuatnya menjadi begitu gelisah, fikir kamal dalam hati.
"paman...berapa lama lagi??...apa kita masih belum dekat dengan kota?..." rama bertanya dengan gelisah.
"hemm...dua jam lagi...ada apa denganmu?..."
__ADS_1
Kamal tidak tahan lagi dan mulai bertanya.
Rama berfikir sejenak, namun kegelisahanya membuatnya tidak bisa berkata dengan benar.
"paman...aku tidak tahu...tapi apakah ayah dan ibu baik-baik saja??.."
Kamal tertegun sejenak karena pertanyaan tiba-tiba dari rama, dan dia mulai merasa bahwa rama mungkin saja merasakan sesuatu yang terjadi.
Bagaimanapun rama memiliki ikatan darah dengan ayah dan ibunya, jadi mungkin saja dia merasakan sesuatu yang buruk terjadi kepada mereka.
Namun kamal berfikir, hal apa yang akan terjadi pada razaki, dengan kekuatan yang dia miliki, setidaknya tidak banyak orang yang bisa bertukar pukulan denganya di kekaisaran bulan perak.
Terlebih lagi, kehidupan razaki sangat stabil selama ini, dan dia tidak memiliki kemungkinan untuk mendapatkan bahaya apapun.
Wajah kamal menjadi serius, namun dia segera menyingkirkan fikiran negatifnya dan menghibur rama agar tidak terlalu banyak berfikir.
"tenanglah..ayahmu sangat kuat, tidak akan terjadi apa-apa pada ayah dan ibumu..." ucap kamal meyakinkan.
Kata-kata kamal tidak membuatnya hatinya merasa lebih baik, namun dia tidak menjawab dan kembali fokus pada dimensi spasial.
Dia berharap semoga dimensi spasial segera terbuka dan menampakan kota yang dia rindukan.
Kembali ke kota bintang roh.
Dua orang di atas langit terus bertukar pukulan, sedangkan di area bawah, mayang sari berusaha membantu para prajurit kota untuk menghadapi musuh.
Sebagian prajurit kota banyak yang terluka dan kekuatan di pihak lawan perlahan menjadi seimbang dengan pasukan kota.
Di sisi lain karza membantai para prajurit kota kemanapun dia lewat.
Tombak dan pedang dari para prajurit terus menyerangnya, namun hanya dengan lambaian tanganya, para prajurit terhempas menabrak puing-puing.
Lima prajurit yang tidak jauh terlempar memuntahkan seteguk darah.
Melihat lima orang yang belum mati, karza menatap mereka dengan dingin.
Perlahan dia berjalan mendekat ke arah lima orang, dan membuat lima orang bergetar ketakutan.
"hemp..tikus-tikus ini punya kulit yang cukup tebal..." karza mendengus dingin.
Semakin dekat dia menuju lima orang yang bergetar ketakutan, semakin ganas tatapanya.
Dia melambaikan satu telapak tanganya, dan energi dari asap hitam mengembun dan kemudian menciptakan bola asap hitam.
Tak berlama-lama, bola asap hitam yang mengandung energi iblis di lemparkan ke arah lima orang.
Karza tersenyum jahat, dan menampakan wajah menghina di matanya.
Dengan energi deskruptif dalam asap hitam, selain seorang di alam suci maka tidak akan ada yang bisa menahanya dan perlahan seseorang akan berubah menjadi abu.
Namun baru saja dia berbangga diri dan tidak perlu repot-repot melihat lima orang yang akan berubah menjadi debu, energi seperti angin tornado tiba-tiba menghempaskan bola asap hitam dan berhasil menjauhkanya dari lima orang.
Seketika wajah karza berubah menjadi jelek, lalu dia melihat seorang wanita dengan gaun kuning menuju ke arah lima orang dan segera menyelamatkanya.
Lima orang itu segera berdiri dengan tubuh bergetar dan menatap sosok wanita yang menyelamatkanya.
Dengan penuh rasa terima kasih dan syukur, lima orang itu membungkuk dengan hormat dan menyapanya.
__ADS_1
"salam nyonya...terima kasih telah menyelamatkan kami..." ucah salah satu prajurit yang terluka.
Wanita yang di panggil nyonya tentu saja adalah istri dari tuan walikota yaitu mayangsari, dia segera bertindak menyelamatkan ke lima prajurit yang terluka ketika dia melihat seseorang akan menyerangnya.