PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Dua Tahun Berlalu


__ADS_3

Setelah rama selesai mengkonsolidasikan kultivasinya, kamal telah menyiapkan kedua tanaman spiritual menjadi cairan yang di gabung ke dalam air panas.


Kamal lalu memberitahu rama untuk segera berendam dengan ramuan spiritual yang telah dia sempurnakan.


Segera setelah itu rama berendam ke dalam air ramuan spiritual dan memulai penyerapan.


Proses penyerapan berakhir hingga dua jam, dan setelahnya, kekuatan fisik rama menjadi dua kali lipat lebih kuat dari sebelumnya.


Bahkan fondasinya menjadi tiga puluh persen lebih kuat dari sebelumnya.


Kamal telah memutuskan untuk berfokus untuk memperkuat fondasi rama untuk saat ini.


Bagaimanapun, meski kultivasinya naik empat tingkat, namul hal itu beresiko pada kekuatanya yang menjadi tidak stabil, dan di masa depan, akan ada kemungkinan kesulitan menerobos ke alam yang lebih tinggi menjadi dua kali lipat lebih sulit.


Karena rama sudah menyelesaikan penyerapan, akhirnya kamal memilih untuk segera meninggalkan kekaisaran bulan perak, dan menuju beberapa tempat yang kamal rencanakan untuk melatih rama.


Hingga dalam perjalanan, setiap hutan yang mereka kunjungi, kamal akan sesekali memberi rama pelatihan tehnik bartarung.


Setiap hutan yang mereka kunjungi, kamal akan dengan sengaja membuat rama bertarung dengan beberapa binatang iblis yang setingkat dengan kultivasinya.


Hal ini untuk mengasah pengalaman bertarungnya.


Tampa di sadari, mereka berdua hampir menjelajahi semua hutan di benua timur, dan itu berlangsung selama satu tahun semenjak mereka meninggalkan kekaisaran bulan perak.


Di dalam sebuah hutan gelap, puluhan mayat binatang iblis di alam emas tingkat tiga telah berserakan.


Rama mencengkram pedangnya dan menusuk binatang iblis yang tersisa hingga akhirnya binatang itu mati.


Kini, rama telah berusia sebelas tahun, rambut putihnya yang panjang seperti menari karena tertiup angin.


Fitur wajahnya tidak banyak berubah, namun keperibadian seorang anak kecil yang dulu telah lama menghilang.


Bahkan tinggi badanya saat ini telah mencapai 140 cm, wajahnya dingin dan matanya seolah memiliki semacam aura pembunuh.


Perubahan ini terjadi karena di sepanjang perjalanan dan pelatihan, rama akan selalu bertarung dan membantai binatang iblis untuk mengasah kemampuan bertarungnya.


Bahkan ilmu berpedangnya semakin mahir, dengan hanya menggunakan satu tebasan, rama sudah mampu membunuh binatang iblis di tingkat tiga atau lebih.


Di sekitarnya, kamal berbaring dengan tangan di belakang, seolah tidak perduli dengan mayat binatang yang berserakan, kamal terlihat hanya bersantai santai.


Setelah rama membunuh binatang terakhir, akhirnya dia mencabut pedangnya dan menghampiri kamal.


Rama duduk di sebelah kamal dan membersihkan bekas darah pada pedangnya.


Di samping, kamal masih berbaring dengan tenang, namun dia segera tersenyum tipis dan melihat rama.


"hemp...sudah satu tahun, apa kamu masih belum siap menuju sekte?..." ucap kamal tiba-tiba bertanya.


Mendengar pertanyaan kamal, rama berhenti mengusap pedangnya dan terdiam.

__ADS_1


Jelas rama tahu bahwa selama satu tahun ini, kamal selalu mengingatkanya tentang sekte, namun, dia masih belum sepenuhnya siap, dan bayangan kematian orang tuanya masih menghantuinya kemanapun dia pergi.


Hal inilah yang membuat rama terus membantai binatang iblis kemanapun dia pergi untuk menghilangkan rasa sakit dan frustasinya, namun dia juga tahu bahwa tidak mungkin dia selamanya akan terus berlarut dalam kesedihan.


Sudah saatnya baginya untuk pergi menuju sekte, namun hatinya belum sepenuhnya siap, jadi yang bisa dia lakukan hanya mengulur waktu sampai dia benar benar siap untuk menjalani kehidupan yang baru.


Rama menghela nafas panjang sebelum berbicara kepada kamal.


"hemp...paman..aku tahu, tapi...bisakah paman memberiku waktu satu tahun lagi.."


"Bagaimanapun, ayah dan ibu pernah mengatakan untuk membawaku pergi setelah usiaku dua belas tahun...jadi biarkan aku bersenang senang dulu..."


"Rama berjanji saat itu tiba..rama tidak akan menunda lagi..." jawab rama dengan tenang.


Kamal mendengar jawaban rama, dan eskpresinya tidak banyak berubah.


Kamal menghirup udara dalam dalam dan melihat ke langit.


Ketika rama mengatakan untuk membiarkanya bersenang senang, hatinya merasakan pahit, jelas kamal tahu bahwa apa yang dia katakan sebagai bersenang senang hanya berlatih dan berburu binatang iblis di sepanjang jalan.


Hal itu dia lakukan hanya untuk mangalihkan perhatianya dan untuk menghilangkan rasa prustasinya saja.


Meski kamal tahu hal itu dengan jelas, namun dia tidak berkata apa-apa dan membiarkan rama melakukan apapun yang dia suka.


Setidaknya, dengan hal itu rama bisa menjadi lebih dewasa dari hari ke hari.


...****************...


Tepat pada saat ini satu tahun lagi telah berlalu, dan usia rama menjadi dua belas tahun.


Saat inilah waktunya bagi rama untuk pergi menuju sekte langit cerah, dan sepenuhnya terputus dari dunia luar.


Dalam satu tahun ini, tinggi badan rama telah bertambah 10 cm lagi, bahkan penampilanya menjadi lebih dingin.


Di wajahnya, seperti tidak memiliki emosi, meski kamal selalu menemani di sampingnya, hampir dua tahun ini rama tidak pernah sekalipun seperti menikmati hari harinya.


Tidak ada senyuman dan tidak ada tawa, wajahnya murni tampa emosi.


Kamal selalu melihat pertumbuhan rama dari hari ke hari, dia beberapa kali akan merasa sakit dan kecewa karena wajah dingin rama, namun dia jiga tidak memiliki apapun untuk merubah sikap dinginya.


Saat ini kamal dan rama berada di sebuah hutan yang tidak terlalu jauh dengan kekaisaran awan.


Kekaisaran awan adalah kampung halaman dari kamal sendiri, selain itu kekaisaran awan adalah kekaisaran di tingkat atas di bawah sekte super.


Kekaisaran awan sangat tersohor di seluruh benua timur, bukan saja wilayahnya yang lebih luas dari semua kekaisaran di benua timur, namun kekaisaran awan memiliki banyak ahli kuat.


Bahkan kebanyakan dari ahli tersebut akan bergabung dengan enam sekte super.


Sehingga fondasi kekaisaran awan bisa melampaui semua kekaisaran dan menjadi sebuah dinasti terbesar di benua timur.

__ADS_1


Kembali kepada rama dan kamal.


Saat ini, kamal sedang berdiri di sebuah pohon besar yang tingginya mencapai 100 meter.


Di atas pohon, dia memperhatikan segerombolan binatang iblis di tingkat tiga dan empat, dan semuanya berada di alam emas.


Kamal membelai dagunya dan tersenyum licik, seolah dia memiliki ide dalam fikiranya.


Setelah beberapa saat, akhirnya dia mendarat dan menghampiri rama.


"hahaha...kali ini aku akan membuat anak ini kuwalahan...huhh..aku sudah bosan dengan wajah datar anak ini.."


"sekarang mari kita lihat, apa yang bisa kamu lakukan, dan semoga wajah dinginya bisa berubah sedikit lebih konyol, hehehe..setidaknya itu sesuai dengan usianya..." gumam kamal tertawa licik.


Di dekatnya, rama baru saja selesai dalam pelatihanya dan melihat kamal yang mendekat menghampirinya.


Rama merasa aneh dengan wajah kamal yang tersenyum padanya, namun dia tidak berkata apa apa tentang itu, dan tetap tampa emosi.


"hehhe...bocah!!..aku melihat binatang iblis yang cukup kuat, aku rasa itu adalah lawan yang cocok untukmu..." ucap kamal tertawa mencurigakan.


"ohh..cukup kuat??..." mata rama berbinar, dan niat bertempurnya mulai terbangun ketika mendengar ucapan kamal.


"hemp..tentu!..aku tidak mungkin salah..." balas kamal dengan tenang.


"kalau begitu..bawa aku kesana paman!..." ucap rama tidak sabar.


"hehehe..benar tidak sabar..ikutilah..." ucap kamal melambaikan tanganya dan berjalan ke arah tempat binatang iblis.


Dalam perjalanan, kamal membahas tentang inti kristal binatang yang selama dua tahu ini telah rama kumpulkan, hal ini sengaja kamal tanyakan untuk menilai apakah inti kristal telah cukup untuk membuat rama melakukan terobosan.


"hemp..selama ini kamu telah banyak membunuh binatang iblis, seberapa banyak inti kristal binatang yang telah kamu kumpulkan..." tanya kamal.


Rama sedikit terkejut, namun dia segera menghitung kembali inti kristal binatang yang ada dalam cincin penyimpananya.


"Emm..ini..dua ratus inti kristal paman..." ucap rama sambil menghitung inti kristal.


"Ohh..itu rumayan..tapi belum cukup jika kamu ingin meningkatkan kultivasi..." ucap kamal.


"Ohh..lalu bagaimana paman?..." tanya rama datar


"hehehe..tepat!!...kali ini kamu harus mendapatkan lebih banyak inti kristal..." kamal tiba tiba tersenyum licik.


Rama menjadi bingung dengan ucapan kamal, dan dia samar samar merasakan hatinya tidak enak.


Kamal lalu berbalik menghadap wajahnya dan membuat rama tertegun sejenak.


"Ehh...paman ada apa??..." tanya rama bingung.


Kamal hanya tersenyum licik, namun segera dia menghilang menjadi sebuah bayangan, dan meninggalkan suara di benak rama.

__ADS_1


Mulailah bertarung!!


Suara kamal terdengar di benak rama.


__ADS_2