
hujan darah memenuhi langit, terlihat ada bola cahaya merah di tengah kepulan asap dan hujan darah.
Itu adalah roh atau jiwa sosok misterius yang masih memiliki kesadaran, dan segera cahaya merah melesat pergi meninggalkan kepulan asap.
Di ketahui bahwa seseorang yang telah membentuk inti suci tidak akan bisa mati dengan mudah meski tubuhnya telah di hancurkan.
Jika jiwanya kuat, maka seseorang dapat membentuk kembali tubuhnya dengan menggunakan tehnik khusus.
Sedangkan cara lainya bisa mengambil alih tubuh seseorang.
Ketika sosok misterius meledakan diri, tampa dia sadari sebuah token perak dengan ukiran sisik ular hitam terjatuh ke tanah.
Cahaya merah melesat dengan kecepatan tinggi, di sisi lain kamal menyadari bahwa roh dari sosok misterius berusaha melarikan diri, dan dia segera mengejar.
Baru saja kamal akan pergi, namun langkahnya segera di hentikan karena suara teriakan yang berasal dari bawah.
Akhirnya dia menyadari bahwa dia telah melupakan razaki dan istrinya yang sedang dalam masalah ketika perhatianya telah di alihkan oleh sosok misterius.
Tampa banyak beefikir lagi, kamal langsung pergi mengabaikan cahaya merah dan terbang menuju arah razaki dan istrinya.
Sementara itu, razaki dan mayangsari sudah kehabisan tenaga dan tidak bisa lagi menghindari ular piton raksasa yang telah menguncinya.
Kepala besar piton raksasa semakin mendekat dan razaki segera bertindak menutupi istrinya dengan menggunakan tubuhnya.
Dia berfikir dengan melakukan itu, maka istrinya tidak akan terkena dampak energi kematian dari ular piton.
Razaki menatap wajah istrinya dengan senyuman hangat.
Sedangkan wajah mayangsari telah membeku karena tindakan suaminya yang telah menjadikan tubuhnya sebagai perisai untuknya.
Tubuh mayangsari bergetar ketakutan, bahkan dia tidak bisa berbicara dan hanya menatap tidak percaya dengan apa yang terjadi.
Akhirnya piton raksasa menembak dan menabrak dua orang yang berada di atas langit.
Boom!!!..Boom!!!...Boom!!!
Suara ledakan besar memenuhi langit kota bintang roh, bahkan ledakan besar itu bisa di lihat seribu mill jauhnya.
Semua orang yang melihat ledakan di atas langit seketika menjadi hening tampa ada seruan lagi.
Mata semua orang menjadi merah, bahkan beberapa orang terhuyung-huyung lemah dan berlutut di tanah.
Penguasa kota yang telah menjadi pilar pelindung di kota bintang roh telah terkena serangan besar, kini mereka semua tidak tahu keadaanya masih hidup atau mati.
Di sisi lain, rama berada di sekitar orang-orang yang berkumpul menatap ular besar menabrak tubuh ayahnya dan menciptakan ledakan besar membuat wajahnya menjadi linglung.
__ADS_1
Dia menggosok gosok matanya berharap apa yang dia lihat hanyalah mimpi, namun sekuat apapun dia menggosok matanya, asap di langit tetap tidak menghilang dari pandanganya.
Seketika tubuhnya menjadi bergetar dan tersadar dari linglungnya, dia segera berlari menuju pusat ledakan dan berteriak memanggil ayah dan ibunya.
Aayahhhh!!!....ibuuuu!!!!...
Rama berteriak membangunkan kesadaran semua orang.
Teriakan rama seketika mengalihkan pandangan semua orang dan melihatnya penuh rasa sedih dan kasihan.
Di atas langit, kepulan asap dari ledakan besar masih memenuhi udara.
Setelah beberapa saat kemudian, tubuh dua orang terjatuh ke tanah dan menciptakan lubang besar.
Tidak ada suara teriakan atau erangan kesakitan dari dua orang yang terjatuh, namun semua orang bisa merasakan betapa lemahnya energi kehidupanya sehingga tidak ada energi yang tersisa untuk bersuara.
Di dalam asap tebal, wajah razaki telah berubah putih pucat, energi asap hitam dengan aura kematian yang sangat kental telah merembes keluar dari setiap organ tubuhnya.
Meski begitu, senyumanya tidak hilang dan menyentuh wajah cantik istrinya, namun dia tiba-tiba menyadari bahwa energi asap hitam yang ada dalam tubuhnya juga telah menyebar dari seluruh tubuh wanita yang berada di depanya.
Seketika senyumanya menghilang menjadi kejutan, dia berfikir untuk menyelamatkan istrinya dengan mengorbankan dirinya sendiri, namun dia telah meremehkan dampak serangan dari tehnik rahasia yang di gunakan oleh sosok misterius.
Keduanya semakin melemah, bahkan perlahan kulitnya mulai terkikis perlahan oleh asap hitam.
Pasangan itu saling menatap dengan sedih dan tidak berdaya.
Dengan sedikit energi yang tersisa, akhirnya razaki mulai bersuara.
"mengapa??...mengapa??..." ucap razaki dengan rasa sakit dan tatapan bersalah.
Mayangsari mendengar keluhanya, namun dia tersenyum tipis.
"jangan pernah berfikir untuk meninggalkan istrimu..." balas mayangsari dengan lemah.
Tampa sadar air mata razaki telah membasahi pipinya.
"bodoh!!...apa kamu tidak memikirkan putra kita..setidaknya jika masih ada dirimu, maka dia tidak akan kesepian.." ucap razaki sambil bergetar memeluk lembut tubuh istrinya..
"hemp..menurutmu..jika dia kehilangan sosok ayah, apa dia akan bahagia?.." mayangsari menatapnya tampa daya.
Mendengar ucapan istrinya, razaki kehilangan kata-kata dan hanya bisa pasrah.
Mayangsari melanjutkan kalimatnya..namun ekspresinya menjadi semakin sedih saat menyebut nama putranya.
"adapun rama....aa..aku..mencintainya, t..ta..tapi aku.."..mayangsari terbata-bata.
__ADS_1
Air matanya perlahan mengalir dan rasa sakit di dalam hatinya bahkan lebih menusuk dari pada energi kematian yang terus mengikis sisa hidupnya.
Kemudian kedua pasangan itu hanya saling memeluk dengan erat, dan tidak tahu harus berbuat apa.
Ketika mereka berlarut dalam rasa sakit dan kesedihan, suara teriakan dari seorang anak kecil yang telah mereka rindukan terdengar di telinganya.
Suara anak itu terus memanggil nama ayah dan ibu, hal itu seketika membuat wajah razaki dan mayangsari di penuhi rasa khawatir, senang, sedih, dan sakit secara bersamaan.
Mereka berdua akhirnya memalingkan wajahnya pada kejauhan.
Terlihat rama sedang berlari sambil menangis dan berteriak menuju arah mereka berdua yang tergeletak di tanah.
Ayaaaahhh!!!...ibuuuu!!!!..
Sambil berlari, rama terus berteriak memanggil ayah dan ibunya.
Setelah beberapa saat, rama tiba di samping tubuh ayah dan ibunya yang tergeletak di tanah.
Dia segera berlutut dan memeluk tubuh ibunya yang telah terluka parah, bahkan ada tanda tanda sebagian kulit, daging dan tulang mulai terkikis dan berubah menjadi debu.
Rama terus menangis, tubuhnya bergetar dan nafasnya tersendak sendak melihat keadaan ayah dan ibunya.
Dengan perasaan yang tidak dapat dia jelaskan, rama merasakan sesuatu yang membuatnya sangat sakit di hatinya.
Untuk pertama kalinya dia merasakan perasaan takut akan di tinggalkan.
"aa..ayah..ii..ibu..mengapa menjadi seperti ini..kenapa tubuh ibu terasa dingin...ii..ibu dingin sekali..."..ucap rama terbata-bata.
Mendengar kata-kata yang keluar dari mulut putranya, hati keduanya menjadi sakit seperti di tusuk oleh pisau tajam.
Mereka hanya bisa tersenyum pahit, dan tidak tahu cara menjelaskanya kepada putranya.
Mayangsari menatap rama dengan perasaan sedih dan pahit secara bersamaan.
Dia mulai melambaikan tanganya pada wajah kecil rama dan membelainya dengan lemah.
Di dekatnya, kamal telah sampai dan melihat sahabatnya tergeletak di tanah.
Dia kemudian buru-buru memeriksa keadaan razaki dan mayangsari.
Di samping, rama menatap kamal dengan mata merah, air matanya terus mengalir deras.
"paman....a..apa yang terjadi dengan ayah dan ibu??..." tanya rama menangis sedih.
Kamal mendengar nada sedih rama, namun dia tidak menjawab dan terus memeriksa tubuh razaki dan mayangsari.
__ADS_1