PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Di Bawah Penindasan


__ADS_3

Rama mengikuti di belakang penatua aji dan memasuki area di lantai kedua.


Rama memperhatikan di sekitarnya bahwa setiap dinding di dalam aula perpustakaan akan ada ukiran-ukiran kuno dan berbagai lukisan aneh.


Rama samar-samar dapat merasakan bahwa di setiap lukisan itu mengandung energi spiritual yang sangat misterius.


Misalnya di salah satu lukisan dinding terdapat naga hijau dengan sayap, memiliki aura dan mata yang nampak bersinar, di mata naga hijau seolah dia hidup dan melihat semua orang yang menatapnya.


Jika di perhatikan dengan baik, hampir semua lukisan dengan gambar binatang akan memiliki aura yang sama yang akan membuat semua orang merasakan teror dan di tatap oleh hantu.


Rama sangat terkejut dengan penemuanya ketika memasuki aula yang lebih dalam.


Saat ini, mereka masih berjalan di lantai dasar, namun rama telah menemukan sesuatu yang membuatnya merasa terkejut dan berseru di dalam hatinya dengan penuh kekaguman.


Setelah berjalan cukup dalam, akhirnya jalan menuju lantai kedua terlihat.


Pada awalnya, ketika menaiki tangga, itu masih terasa baik-baik saja, namun ketika hendak melangkah setelah tangga terakhir, rama merasakan tekanan yang membuat langkahnya terasa berat.


Meskipun rama masih dengan lancar melewatinya, namun dia juga merasakan ketidak nyamanan tekanan yang dia rasakan.


Berjalan semakin jauh, tekanan tidak kunjung hilang dan justru semakin terasa berat dan membuat nafas rama sedikit tersendak.


Penatua melihat ke belakang dan melihat rama yang tidak jauh dari punggungnya.


Dia tahu bahwa tekanan ini pasti akan membuat rama kesulitan mengingat kultivasinya yang masih berada di alam emas.


Namun, penatua aji masih menganggukan kepalanya karena dia juga tidak menduga bahwa anak di depanya masih bisa menahan tekanan dan berdiri dekat denganya.


Jelas hal ini membuat penatua aji sedikit memuji rama di dalam hatinya atas kegigihan rama.


Sementara itu, semakin jauh mereka berjalan, semakin berat juga tekanan yang rama rasakan.


Langkah kakinya semakin melambat dan semakin jauh dari punggung penatua aji.


Rama merasakan seluruh tubuhnya seperti di tindas oleh gunung.


Tekanan ini membuat rama mengatupkan gigi karena penindasanya membuat seluruh tubuhnya bergetar hebat.

__ADS_1


Di bawah penindasan ini, akhirnya rama mengerahkan seluruh kekuatan spiritualnya untuk lebih meringankan tekanan.


Dengan kaki yang bergetar, rama melangkah dengan pelan dan perjuanganya jelas terlihat dari tanganya yang telah terkepal erat.


Penatua aji tentu saja mengetahui hal ini, namun dia tetap diam dan tidak membantu.


Bagaimanapun, mengalami tekanan semacam ini adalah hal yang biasa bagi seorang murid, dan hal ini tentu saja berguna untuk melatih kekuatan seseorang.


Pada saat ini, langkah kaki penatua aji akhirnya berhenti di depan rak besar yang di tutupi oleh pintu-pintu kecil yang mengandung pelindung energi spiritual.


Tentu saja di setiap pintunya akan berisi gulungan tehnik rahasia atau buku-buku penting yang di jaga dengan ketat oleh sekte itu sendiri.


Di sisi lain, rama masih berjuang untuk mencapai tempat penatua aji berdiri saat ini.


Dia telah melihat bahwa penatua aji telah menghentikan langkahnya dan dengan mengerahkan seluruh kemampuanya, rama berusaha mengejar ketinggalan.


Setelah beberapa menit berlalu, akhirnya rama sampai di samping penatua aji dengan pernafasanya yang tidak stabil.


Rama ingin mengeluh di dalam hati karena penindasan yang dia rasakan, namun tepat ketika langkahnya berhenti di depan rak besar, tekanan berat yang di rasakan tiba-tiba saja menghilang dan tubuhnya terasa ringan, seolah baru terlalepas dari belenggu besi yang mengikat kaki dan seluruh bagian tubuhnya.


Rama akhirnya dapat bernafas lega dan memperhatikan rak besar di depanya yang di penuhi oleh pintu-pintu kecil yang di selumuti energi penghalang.


Diam-diam rama mendecakkan lidahnya karena kekaguman atas apa yang dia lihat di depanya.


Di sampingnya, penatua aji melihat mata berbinar dari anak muda yang menatap rak besar dengan takjub, dia tidak bisa tidak tersenyum lembut dan berkata.


"Nak rama..ini adalah rak penyimpanan yang berisi gulungan tehnik beladiri maupun buku sejarah maupun pengetahuan yang di jaga sangat ketat bagi sekte"


"Meskipun ini masih berada di lantai dua, namun semua hal yang di jaga oleh sekte, adalah sesuatu yang tidak bisa di sentuh oleh sembarang orang"


"Setiap murid yang mendapatkan tehnik bela diri dari sekte akan bersumpah untuk tidak menyebarkan apa yang mereka dapatkan dari sekte"


"Jika ada seseorang yang dengan berani melanggar sumpah, maka mereka harus di hukum seberat-beratnya"


"Bahkan untuk benar-benar menghilangkan dosa dari menyebarkan apa yang mereka dapatkan dari sekte, kami pihak sekte akan sangat keras bertindak dan menghapus kultivasi mereka, dan mereka yang mencoba untuk lari dari tanggung jawab hanya akan ada jalan kematian"...kata penatua aji menjelaskan.


Ketika mendengar ini, wajah rama nampak serius dan memikirkan bahwa sangat wajar bagi sekte super sangat memperhatikan hal semacam ini dan memiliki peraturan yang sangat keras dalam menghadapi permasalahan.

__ADS_1


Rama hanya bisa mengangguk tampa mengatakan apapun, rama tentu mengerti mengapa penatua aji menjelaskan hal ini padanya.


Penatua lalu melambaikan tanganya dan energi spiritualnya yang terlihat seperti cahaya putih melayang menuju sebuah pintu kecil yang di tutupi sinar ke perakan yang terletak di bagian tengah.


Pintu kecil sedikit bergetar sebelum akhirnya token yang berasal dari tangan penatua aji membuka energi penghalan dengan lancar.


Setelah pintu kecil terbuka, gulungan berwarna kayu coklat keluar dan mendarat menuju tangan penatua aji.


"Ini adalah apa yang kamu cari, meskipun ini bukan tehnik kultivasi, namun tehnik penempaan tubuh sangat penting dan ini adalah termasuk tehnik penempaan tubuh terbaik yang sekte miliki"


"Jika kamu dapat melatihnya ke tingkat tertinggi, maka kamu akan mendapat banyak mamfaat tak terduga"


"Namun aku juga harus memberi tahumu bahwa tidak banyak murid yang dapat melatih tehnik penempaan tubuh perak ke tingkat tertinggi, jadi ini sangat jelas kesulitanya sangat tinggi"


"Jadi aku harap kamu berusaha dengan keras jika kamu ingin mendapatkan hasil terbaik..." saran penatua aji.


"Baik!..terima kasih atas saran penatua..." kata rama dengan hormat.


Penatua aji mengangguk lalu melanjutkan kalimatnya.


"Karena kamu telah berhasil menahn tekanan di lantai kedua ini, maka tidak akan sulit bagimu mulai sekarang untuk memasukinya lagi di masa depan..."


"Dan satu hal lagi, sebelum kamu membawa gulungan ini pergi, aku sarankan untukmu berlatih disini, karena dengan adanya energi spiritual yang di sertai tekanan, maka pemahamanmu akan lebih terlatih di tempat ini.."


"Jadi, jangan terburu-buru dan belajarlah dengan baik disini sebelum kamu pergi...dan untuk token itu, karena itu adalah milik leluhur, jadi tentu saja kamu dapat mengambil apapun yang kamu mau karena token itu tidak dapat menukarkanya dengan poin kontribusi.."


"Hal ini karena token itu berisi kehendak dari seluruh sekte, jadi hanya dengan memperlihatkanya saja, kamu sudah bisa mengambil segala hal yang ada disini tampa khawatir..." kata penatua aji tersenyum.


Ketika rama mengetahui token yang kakeknya berikan bisa membuatnya mengambil segala hal di depanya, mulut rama berkedut dan menatap dengan aneh.


Jelas rama sudah mengetahui dengan identitas kakenya, maka akan sangat mudah baginya untuk mendapatkan sesuatu, namun ketika dia mendengar secara menyeluruh bahwa token ini memiliki makna yang lebih besar, rama tidak bisa bersikap tenang lagi.


Kali ini rama tidak bisa tertawa atau menangis atas apa yang dia dengar.


Dari apa yang telah penatua aji paparkan, jelas bahwa dengan token ini, bahwa rama sama saja dengan membawa nama sekte untuk dirinya sendiri.


Hal ini membuat rama berfikir bahwa kakeknya telah menggodanya bahkan dengan sengaja bersikap agak pelit padanya.

__ADS_1


Rama mendengus marah, namun menahan untuk tidak berbicara.


Saat ini, dia hanya berfikir untuk mengambil apapun yang dia suka dengan menggunakan token kakeknya untuk melampiaskan kemarahanya.


__ADS_2