
Rama melihat sekeliling setelah mendengar suara kamal.
Dia terus memperhatikan namun tidak ada satupun binatang iblis di sekitarnya.
Hingga rama mencoba memimdai dengan kekuatan spiritualnya untuk merasakan sesuatu di sekitar.
Benar saja, rama samar samar dapat merasakan pergerakan yang tidak jauh datang ke arahnya.
Rama menarik kekuatan spiritualnya dan tersenyum tipis.
"hemp..akhirnya datang..Kalau begitu, aku akan menuggu dengan tenang disini..." ucap rama dengan tenang.
Beberapa saat kemudian, binatang iblis srigala bermata ungu mendekatinya, namun seketika rama menjadi kecewa karena kedatangan srigala itu.
Apa yang dia harapkan adalah dapat bertarung dengan binatang iblis yang cukup kuat, dan setidaknya harus melebihi kultivasinya, namun srigala di depanya hanya berada di alam emas tingkat ke empat.
"apa apaan ini...cihh...bukankah paman mengatakan ada binatang iblis yang kuat, tapi mengap...."
Tiba-tiba rama menghentikan kalimatnya dan ekspresinya membeku.
Srigala iblis yang datang berada di alam emas tingkat empat, namun yang membuat rama menjadi terkejut bahwa binatang iblis itu tidak sendiri.
Di belakang srigala itu perlahan lahan, srigala lainya datang, dan rata rata berada di alam emas tingkat tiga dan empat, namun jumlah yang sangat banyak membuat rama tidak bisa berkata kata.
Meskipun rama kuat dan mampu membunuh binatang iblis tingkat empat dengan mudah, namun dengan segerombolan binatang di depanya, sangat tidak mungkin bagi rama untuk menghadapi semuanya sendirian.
Rama menatap segerombolan srigala di depanya dengan waspada, bahkan dia perlahan mundur, jelas dia tidak akan menang jika di kepung dengan begitu banyak binatang iblis.
Semakin banyak langkah mundur yang dia ambil, semakin mendekat gerombolan srigala padanya.
Hingga akhirnya rama berlari menggunakan seluruh kekuatanya untuk menghindari pengepungan.
Segerombolan srigala akhirnya mengaung dan mengejar rama dengan kecepatan tinggi.
Di sisi lain, wajah rama menjadi semakin jelek dan mengumpat di sepanjang jalan.
"Orang tua sialan!!...beraninya menipuku!!..." ucap rama dengan marah.
Rama terus berlari, namun pada akhirnya gerombolan srigala samakin dekat dan akan segera mengepungnya.
Rama akhirnya menghentikan pelarianya dan menghadapi segerombolan srigala.
Sementara itu, di atas pohon, kamal sedang asik memakan buah dan tertawa puas melihat rama yang di kejar oleh segerombolan srigala.
__ADS_1
"ahahaha....hahaha...ini benar-benar sesuai harapanku...hehe..nak, lihatlah..setidaknya sesekali kamu harus merubah sikapmu menjadi lebih manusiawi.." ucap kamal tertawa licik.
Sedangkan di bawah saat ini rama sedang berusaha menghadapi segerombolan srigala yang perlahan mengepungnya.
Matanya menatap tajam, rama mengelurkan pedang dan menebas puluhan kali.
Meski tebasanya berhasil melempar beberapa srigala, namun jumlahnya seolah tiada habisnya.
Wajah rama bersimbah keringat dingin dan sangat kewalahan menghadapi begitu banyak srigala iblis.
...****************...
Meninggalkan rama yang bertarung dengan segerombolan srigala.
Jauh di jarak lima ratus meter, ratusan pasukan yang mengenakan kuda sedang berada di suatu area yang luas di hutan.
Di tempat itu, ada beberapa kereta kencana yang terlihat mewah dan di lapisi dengan ukiran awan berwarna biru dan emas.
Jelas bahwa itu melambangkan sebuah simbol dari kekaisaran awan.
Beberapa orang dalam kelompok itu terlihat seperti mengenakan pakaian seorang bangsawan.
Kelompok itu tersusun rapi dengan kuda dan kereta yang perlahan berjalan memasuki hutan lebih dalam.
Di dalam kereta kencana, ada seorang gadis kecil dan anak laki-laki.
Gadis kecil itu usianya terlihat kurang dari dua belas tahun, sedangkan anak laki laki itu baru berusia sembilan tahun.
Gadis kecil itu memiliki penampilan yang rupawan, wajah manis dan cantik secara bersamaan, mata hitamnya memiliki sinar murni, dia terlihat memiliki sikap tenang seolah tidak sesuai dengan usianya.
Dia mengenakan gaun berwarna putih, dan ada aksen berbentuk bunga dengan warna hijau di setiap detail gaunya.
Anak laki laki itu terlihat sangat manis dan menggemaskan yang memakan permen dengan mulut kecilnya.
Bahkan dua makanan ringan di sisi kiri dan kanan tanganya bergantian memasuki mulut kecilnya hingga menjadi penuh.
Gadis kecil itu tersenyum hangat melihat tingkah lucu dari anak laki-laki itu, perlahan dia mengusap mulutnya yang di penuhi oleh sisa makanan.
"Makanlah dengan perlahan...lagipula tidak akan ada yang berani mengambil makananmu.." ucap gadis kecil itu tersenyum lembut.
"Umm...biarkan saja..aku tidak perduli, apa kakak tidak tahu, ayah pernah bilang kalau di hutan tidak ada makanan enak.."
"Jadi aku tidak mau rugi...jika pangeran ke tiga datang, mungkin dia akan mengambil makananku...jadi aku tidak akan menyisakanya sedikitpun!!..." ucap anak laki-laki itu sambil mengunyah makananya.
__ADS_1
Gadis kecil itu tertawa kecil dan menggelengkan kepalanya.
Di lihat dari interaksi keduanya, sangat jelas bahwa kedua anak itu adalah adik dan kakak.
"hemp..kau ini hanya tau cara makan...apa kamu tidak ingin mengikuti ayah berburu binatang?..." tanya gadis kecil.
"Emm...ayah pernah bilang kalau binatang iblis di hutan sangat besar dan menakutkan...jadi lebih baik kita tunggu saja disini..." ucap anak laki laki.
"Ohh...apa kamu takut??..." gadis kecil itu bertanya dengan tatapan main main.
Mendengar ucapan kakaknya, anak laki laki itu tertegun sejenak dan berhenti mengunyah makananya.
"Ehh...siapa bilang aku takut!...kakak lia...lihat saja dafa akan memukul binatang besar itu dengan tinjuku yang kuat!!..." ucap dafa mengepalkan tinjunya dengan bangga.
Gadis yang di panggil lia itu tertawa kecil dan sengaja menggoda adik laki lakinya.
"hemp...bukankah kamu bilang binatang di hutan sangat besar dan menakutkan..bagaimana caramu memukulnya.."tanya lia tampak berfikir.
Dafa memutar wajahnya dan menjadi kesal karena ucapan kakaknya.
Pada akhirnya dafa berhenti mengunyah makananya dan berdiri sambil mengangkat bahu dengan bangga.
"hemp...kakak lihat saja, dafa akan mengikuti ayah berburu, dan pastinya dafa akan mendapatkan binatang yang paling besar!!..." ucap dafa dengan bangga.
"Ohh...benarkah?...kalau begitu, kakak akan menunggu, jika kamu bisa mendapatkan binatang yang besar, kakak akan memberimu makanan yang sangat enak setelah kita kembali ke rumah..." ucap lia dengan dengan senyum tipis.
"hehhehe...ingat kata kata kakak...aku pasti akan mendapatkan makanan itu dari kakak lia setelah kita kembali!!..
Dafa akhirnya meninggalkan lia setelah menyelesaikan kalimatnya dan keluar dari kereta.
Setelah dafa keluar dari kereta, wajah lia yang ceria tiba-tiba berubah dingin, sikapnya tampak tidak seperti seorang gadis kecil berusia kurang dari sebelas tahun.
Tatapanya tertuju pada luar jendela kereta dan seolah melihat situasi keseluruhan di sekitarnya.
Sebenarnya, lia dengan sengaja membiarkan adiknya pergi agar dia dapat mengambil kesempatan untuk diam diam meninggalkan kereta.
Jelas dia memiliki maksud tertentu agar dia bisa melakukan sesuatu tampa di ketahui siapapun.
Perlahan lia keluar dari kereta dan memperhatikan sekitar.
Beberapa tentara kekaisaran terlihat berjaga jaga, dan sebagian melakukan tugasnya masing-masing.
Lia terus memperhatikan, dan melihat apakah adik dan ayah maupun bangsawan kerajaan masih berada di sekitar perkemahan.
__ADS_1
Namun dia menemukan bahw hanya para tentara saja yang tersisa, akhirnya lia perlahan mengambil langkah diam diam dan memasuki hutan tampa di sadari oleh para tentara.