PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Api Merah Dan Emas


__ADS_3

Rama tidak membalas ancaman pan dan masih diam memperhatikan gerakan pan yang akan menyerang.


Api merah yang berkobar di armor pan tampak mendominasi dan seperti dinding besi yang kokoh.


Namun satu hal yang rama tangkap pada armor api, yaitu riak api tidak memiliki kekuatan elemen yang murni, dan masih memiliki perbedaan di bandingkan elemen api yang rama miliki.


Untuk saat ini, akhirnya rama dapat yakin bahwa dia memiliki beberapa keunggulan untuk menghadapi lawanya karena dia memiliki keuntungan dalam beberapa asfek.


Pertama rama memiliki kekuatan fisik yang sebanding dengan binatang iblis di tingkat ke tiga, dan kekuatan jiwanya dapat menyeimbangkan kondisinya dengan kultivasinya saat ini.


Dengan mengandalkan point ini, rama dengan percaya diri percaya bahwa meskipun dia dan lawanya memiliki kesenjangan dalam kultivasi, namun dengan keunggulan dari fisik dan kekuatan jiwa, tidak akan akan mudah bagi lawanya untuk mengalahkanya.


Sementara itu, pan bergerak maju dengan tinjunya yang mengandung api merah, mengarahkanya ke wajah rama.


Kecepatan yang pan tunjukan membuat murid-murid yang menonton terfana dan mulai menikmati pertunjukan dengan kultivasi yang sebenarnya tidak setara.


Rama masih diam tak bergerak meskipun pan telah mengambil langkah cepat untuk menyerangnya.


Murid-murid yang menonton tidak mengerti mengapa rama masih diam dengan keadaanya saat ini.


Beberapa di antara murid menebak bahwa rama telah di tekan sedimikian rupa oleh pan sehingga dia tidak dapat menghindari serangan pan yang akan datang.


Reaksi beberapa murid kini melihat rama dengan kasihan dan juga ada yang mengejek, jelas bagi mereka sangat tidak mungkin bagi rama untuk dapat bertahan dari serangan pan.


Mengingat kesenjangan dalam kultivasi antara pan dan rama, dari manapun mereka melihat, jelas hanya rama yang akan di rugikan dalam pertukaran ini.


Sementara beberapa orang tenggelam dalam fikiran masing-masing, pan sudah berada di depan rama dan dengan tinju apinya dia akan memukul rama sampai terkubur di tanah.


Namun ketika tinjunya tinggal beberapa senti dari wajah rama, riak api keemasan yang terlihat seperti pusaran perlahan terbentuk sebagai perisai yang melindungi rama dari tinju api yang berkobar dengan ganas.


Bang!!!...


Suara dentang seperti batu menabrak besi membuat percikan api menyebar di antara rama dan pan.


Keduanya saling bertabrakan namun saat ini tidak ada dari salah satunya yang di rugikan.


Wajah pan terlihat muram dan melihat rama dengan tidak percaya.


Saat ini, sebuah senyuman muncul di wajah dingin rama, rambut putihnya bergoyang dan hawa dingin dari angin seolah menyelimutinya dan membuat senyuman di wajahnya terlihat seperti penjahat yang haus akan membunuh.

__ADS_1


Merasakan aura dingin ini, ada rasa bahaya yang tiba-tiba muncul di hati pan, dia jelas tidak percaya bahwa perasaan semacam ini akan muncul pada seorang dengan kultivasi yang lebih rendah darinya.


Posisi pan dan rama masih sama, rama masih bertahan dengan perisainya dan pan juga tidak memghentikan tinjunya.


Jelas pan masih bersikeras untuk untuk menghancurkan rama dengan satu pukulan.


Bagaimanapun juga, pan sebelumnya telah dengan sombong mengatakan bahwa rama tidak dapat mengatasi satu pukulan darinya.


Jika kali ini dia tidak dapat membuktikan apa yang dia katakan, maka wajah apa yang akan dia miliki dan cemoohan dari beberapa murid yang menonton pasti tidak dapat di hindari.


Namun rama tiba tiba berbicara dengan santai padanya dan membuat ekspresi pan menjadi semakin jelek.


"Apakah ini yang kamu maksud dengan satu pukulan dan membuatku tidak bisa melakukan apapun??..huhh lucu!!..." kata rama mengejek.


Suara ejekan rama seperti pisau panas yang memotong mentega dan membuat penonton sangat terkejut.


Dalam posisinya saat ini, sangat rentan bagi salah satunya untuk memiliki sikap yang santai, namun hal yang tidak di duga bahwa rama justru dapat berbicara santai bahkan dengan nada mengejek.


Penonton menatap dua orang dengan bingung, sementara itu, wajah pan telah berubah merah karena penghinaan yang rama lontarkan.


"Bajingan kecil!...aku akui telah meremehkanmu, namun ini hanya permulaan!!..." pan berteriak kesal.


Tangan kananya masih meninju dan saat ini tangan kirinya di gunakan untuk membuat elemen api di tarik melalui atmosfer dan mengalir dari belakang punggungnya.


Rama sedikit mengernyit dan dia perlahan menyadari bahwa pan telah mengumpulkan sejumlah energi besar dari tangan kirinya dan akan membuat seranganya menjadi lebih kuat.


Namun rama tentu tidak akan bersantai ketika menyadari maksud dari lawan.


Kali ini, rama tidak bermaksud untuk terus bertahan dan memilih untuk menyerang.


Api keemasan berkontraksi dan kedua mata rama menyala seperti asap api emas.


Dengan menhentakan kakinya, tanah menjadi retak dan kedua telapak tangan menghancurkan perisai api.


Bang!!...Bang!!..


Perisai itu pecah dan tinju api merah di hempaskan dan membuat pan mundur selusin langkah.


Dengan kemunduran pan, rama dengan gesit mengambil langkah maju dan membuat sangkar dari api emas dan melilitnya seperti sebuah jaring laba-laba.

__ADS_1


Tidak berhenti disana, energi mental yang berasal dari kekuatan jiwa segera menyerang pan yang telah di ikat oleh jaring api.


Terkena oleh serangan jiwa, seluruh pan seperti membeku dan energi spiritualnya seperti di tekan sehingga dia tidak dapat mengeluarkan kekuatan sekecil apapun untuk melawan.


Ketika pan merasakan api keemasan yang mengikatnya, hal yang dia fikirkan untuk pertama kalinya bahwa panas api beberapa kali lipat lebih panas dari api merahnya.


Bahkan meskipun dia juga memiliki elemen api, namun keanehan yang dia rasakan pada api emas, pan dapat menebak bahwa masalahnya adalah elemen api rama sangat murni dan beberapa tingkat lebih tinggi dari api merahnya.


Hal inilah yang menyebabkan pan tidak mudah melepaskan jaring api yang melilitnya, belum lagi rama yang tidak memberinya kesempatan untuk mengumpulkan tenaga untuk melepaskan belenggu, namun rama terus menyerangnya dan menyegel kekuatan spiritualnya dengan serangan jiwa sehingga membuat keadaanya semakin terpojok.


Jelas pada saat ini pan dapat menyadari bahwa lawan memiliki kekuatan jiwa yang cukup tinggi dan dapat menyeimbangi kakuatanya saat ini.


Untuk sekarang, pan telah meremehkan lawanya sehingga dia tidak sadar telah menendang plat besi yang keras.


Rasa penyesalan di hatinya bahkan membuat nafasnya naik turun menjadi tidak stabil.


Energi mental yang tak terlihat segera menyapu dan menerbangkan pan ke udara.


Rama dengan gesit melompat dan membuat gerakan seperti menendang bola.


Bang!!!!


Suara ledakan menghantam tanah dan pan berteriak kesakitan.


Tanah tempat pan berbaring lemah telah menciptakan lubang, namun rama tidak berhenti dan masih terus menendang dan melempar pan terbang menjauh dari lubang tanah.


Pada saat ini, pan meraung marah dan segera bangkit dengan ekspresi gila di wajahnya.


Rambut dan pakainya acak acakan membuat penampilanya sangat menyedihkan.


Pan dengan dingin menatap rama penuh kebencian, untuk pertama kalinya pan merasa sangat di permalukan dan membuatnya sangat menyedihkan di bawah tatapan banyak orang.


Yang paling membuatnya sangat marah pada saat ini bahwa dia dapat dapat di pukuli dan di tendang seperti bola oleh seorang junior yang kekuatanya jauh lebih rendah darinya.


Pan tidak dapat mempercayai apa yang dia alami saat ini, jika kalahkan oleh seorang senior, tentu dia tidak akan merasa malu akan kekalahan, namun saat ini, dia justru harus menerima rasa malu di bawah tatapan semua orang karena seoarang junior di alam emas.


Darah di sudut mulutnya segera di hapus dengan tanganya yang di lapisi debu tebal.


Melihat darah di jari-jarinya, ekspresi kemarahanya semakin tersulut dan membuat pan tertawa seperti orang gila.

__ADS_1


Menatap dingin kepada rama di depan, pan tidak dapat menahan kebencian dan niat membunuhya seperti kobaran api panas menyelimuti atmosfer di sekelilingnya.


__ADS_2