
Di area yang luas ini, beberapa murid terpisah di berbagai sisi dan mereka semua di sibukan dengan senjata spiritual.
Namun pada saat ini, beberapa dari mereka memperhatikan langkah seseorang yang muncul dari area dalam.
Salah satu dari mereka tiba-tiba berteriak histeris karena kedatangan sosok pemuda baju merah, mereka yang tidak memperhatikan sebelumnya, kini mengalihkan pandangan mereka ke arahnya.
Semua orang memperhatikan pemuda yang berjalan dengan santai, dengan beragam reaksi di antara mereka.
Tidak jauh, rama dan saka juga ikut memperhatikan pemuda itu dan justru langkahnya semakin mendekat ke arah mereka saat ini.
Rama menyipitkan matanya karena langkah pemuda itu yang justru berjalan ke arahnya, hal ini membuat rama sedikit bingung dan menatap saka di sampingnya.
"Saudara saka...siapa orang ini, apa kau mengenalnya?.."
Saka mengangguk dan tersenyum tipis, lalu dia menyilangkan tangan ke dadanya, seolah bersikap lebih santai.
"Raja palu iblis.." ucap saka singkat.
Ketika nama ini terdengar, reaksi rama semakin bingung dan menoleh kembali ke arah pemuda baju merah yang langkahnya semakin dekat denganya.
Jawaban yang saka katakan padanya semakin membuatnya menjadi lebih penasaran, ini juga di sebabkan oleh reaksi beberapa murid di sekitar yang menatap pemuda itu dengan aneh.
"Aku tidak mengerti mengapa seseorang di panggil sebagai raja palu iblis?.." kata rama dengan heran.
Saka cekikikan mendengar ucapan rama, lalu dia menjelaskan beberapa hal tentang pemuda palu iblis yang membuat rama menjadi sangat serius menatap pemuda itu lagi.
"Hahaha...dia di panggil raja palu iblis karena kekuatanya yang sangat kuat, bahkan tidak banyak yang bisa di bandingkan denganya di kultivasi yang sama denganya.."
"Namun..yang membuatnya di juluki sebagai raja palu iblis, itu karena setiap dia mengeluarkan palunya, maka kekuatanya akan meningkat dua kali lipat, dan pada saat itu juga, dia akan membantai semua lawanya seperti iblis yang haus darah.."
Setelah mendengar penjelasan saka, rama melihat sosok pemuda itu dengan pandangan yang berbeda.
Sosok pemuda itu sangat kuat, bahkan julukanya sebagai raja palu iblis terdengar sangat sombong dan mendominasi.
Terlebih lagi, dari nada yang saka keluarkan, itu terdengar seperti sebuah pengakuan akan kekuatan tempurnya yang luar biasa.
Rama menilai ini karena dia tahu dengan jelas setelah beberapa saat dia mengenal saka, rama bisa mengetahui bahwa saka memiliki kesombongan dan kepercayaan diri terhadap dirinya sendiri.
Bahkan ketika menyebut daftar kuat di antara para jenius, saka masih tidak memiliki rasa takut, namun selama mereka berbicara, saka jarang memuji orang lain.
Hal inilah yang membuat rama memberi poin yang lebih dan memandang pemuda itu dengan serius.
Pada saat ini, rama berharap bahwa pemuda itu tidak memiliki perasaan yang buruk padanya dan sama seperti murid sebelumnya yang memiliki sikap sombong dan memusuhinya.
__ADS_1
Rama sangat khawatir jika dia harus menambah musuh lagi di setiap kali dia menyusuri setiap sisi sekte ini.
Beberapa saat kemudian, pemuda itu telah sampai di hadapan saka dan rama.
Pemuda itu menatap saka dengan senyuman aneh, setelah itu, dia mulai memperhatikan rama dari ujung kaki sampai kepalanya.
Setelah ia cukup melihat, dia membelai dagunya seolah telah menilai seberapa bagus rama yang ada di hadapanya.
Rama secara otomatis sangat bingung dengan sikap pemuda ini yang sangat tiba-tiba, namun saka yang ada di sampingnya secara langsung memukul kepala pemuda itu dengan santai dan memarahi.
Seketika hal ini pula membuat rama sangat terkejut.
"Heii!!..dasar palu gila!!..apa yang kamu lakukan dengan bersikap aneh seperti ini!..apa kamu ingin aku menendang pantatmu!..." saka memarahi.
"Arrghh...lagi-lagi kamu membuat kharismaku rusak!!.." si pemuda berteriak marah.
Melihat pemandangan dua orang yang saling memarahi di depanya, rama seolah membeku dan tidak mengeluarkan satu katapun.
Apa yang dia fikirkan tentang kejam dan mendominasinya kekuatan pemuda itu, justru berbanding terbalik dengan sikap yang ia tunjukan pada saat ini.
Saka dan si raja palu iblis beradu argumen tampa henti seperti anak kecil pada umumnya, tidak ada kharisma yang kejam dan menakutkan bahkan saka yang biasanya bersikap tenang seolah bertemu dengan musuh bebuyutan yang membuatnya jengkel.
Dua orang di depanya terus saling meneriaki dan saling memukul satu sama lain, namun itu hanya sebatas saling memukul dengan tangan kosong tampa adanya kekuatan spiritual dan tampa niat membunuh.
Pada saat ini, dua orang yang berkelahi sudah merasa lelah dan sama-sama memperhatikan rama yang diam membeku melihat mereka berdua.
Saka dengan cepat merapikan dirinya dan kembali ke sikapnya yang tenang.
"Uhukk..uhuk..jangan melihatku dengan tatapan seperti itu.." saka terbatuk kering dan berbicara kepada rama.
Rama segera terbangun dari linglungnya dan bertanya.
"Sepertinya kalian berdua cukup akrab.." kata rama.
Dua orang itu mendengus dan saling membelakangi satu sama lain.
"Huhh..siapa yang ingin akrab dengan orang ini, raja palu iblis sepertiku tidak ingin bersama dengan orang yang menyebalkan sepertia dia.." raja palu iblis menunjuk dengan jarinya.
"Hahh..raja palu iblis apa!!..kamu hanya orang gila !.." saka membalas dengan marah.
Rama menghela nafas lemah melihat sikap dua orang di depanya yang terus saling memaki satu sama lain, dia bahkan tidak tahu harus dengan cara apa agar dapat mendamaikan mereka.
"Hemp..baiklah..saudara saka, aku harus menemukan pedangku secepatnya, dan aku harus bergegas menemui kakek..."
__ADS_1
Di samping, raja palu iblis melirik rama dan memberinya tatapan aneh.
"Hei..adik kecil, dimana kamu berasal, sepertinya aku tidak pernah melihatmu sebelumnya.."
"Hehh..apa yang kamu tahu!..yang kamu lakukan hanya bersikap sombong dan merayu para gadis setiap hari, bagaimana bisa kamu mengenali orang lain jika hanya melakukan hal-hal tidak berguna setiap hari..." saka mencela.
"Heii!!...aku bertanya kepada adik kecil ini!..mengapa kamu yang menjawab!..dasar bandit tak bermoral!..." raja palu iblis membalas.
"Baiklah..kalian berdua cukup!..bisakah kita bicara dengan cukup tenang, apa kalian tidak melihat semua orang sedang menatap kita dengan tatapan aneh..tidak kah kalian merasa bahwa kalian telah menggaggu orang lain dengan berkelahi disini..." rama mengingatkan dengan tegas.
Akhirnya, dua orang itu kembali tenang dan tidak lagi saling berbicara, namun raja palu iblis kembali bertanya kepada rama.
"Hehe..adik kecil, sepertinya kamu orang yang cukup baik..hahaha..aku lupa memperkenalkan diri sebelumnya, namaku gopal, namun aku sering di panggil si raja palu iblis yang tampan dan berkharisma.."
"Hehe..bolehkah aku tahu mengapa anak baik sepertimu bisa bergaul dengan orang tidak bermoral ini..." raja palu iblis bertanya, namun perkataanya masih memberikan ejekan kepada saka.
"Kamu!!..." saka ingin berteriak marah, namun dia segera menghentikan kalimatnya dan menghela nafas panjang.
Saka mencoba menenangkan dirinya dan memelototi gopal.
"Hemp..asal kamu tahu saja, dia bukan orang sembarangan, dan bukan seseorang yang bisa kamu ganggu!.." kata saka.
"Hehh..aku hanya bertanya, dan untuk apa aku mengganggunya!..hei hei..hei..jangan coba-coba membuatku terlihat buruk di depan adik kecil ini.." kata gopal dengan dingin.
"Masih saja membuat alasan!..dia adalah cucu leluhur, jika kamu membuat masalah untuknya, kamu akan ku tendang sampai mati!.." saka membalas.
"Apa!!..dia cucu leluhur!!..." gopal segera berseru kaget.
Setelah mengetahui identitas rama, sikap gopal menjadi aneh, dia mengelilingi rama dan mencoba melihat dari segala sudut seperti ingin memeriksanya dengan detail.
Rama sangat kebingungan dengan sikap raja palu iblis yang di kenal kejam dalam pertarungan, namun kini sikapnya sangat membuat rama pusing dan tidak tahu harus berkata apa.
"Hei!!..raja bodoh ini!..apa yang kamu lakukan dengan mengelilinginya seperti ini!.." saka berteriak marah.
Gopal tidak memperdulikan teriakan saka dan melihat rama dengan tatapan penasaran.
"Apa benar-benar kamu?..guru telah memberi tahuku sebelumnya, namun aku tidak berharap aku akan bertemu denganmu secepat ini.."
"Hehe..kamu cukup tampan, bahkan rambut putih dan bercampur emas ini tidak buruk, cocok berteman denganku, lagi pula orang tampan harus berteman dengan yang tampan, barulah mereka bisa sejajar, namun kamu jangan berkecil hati jika aku sedikit lebih baik darimu..." kata gopal memberi penilaian.
Rama tersenyum getir mendengar ucapan gopal yang di penuhi narsistik, namun dia hanya bisa tersenyum dan tidak menunjukan rasa tidak senang.
Lagipula, rama bisa merasakan bahwa meskipun gopal memiliki sikap berbicara besar, namun rama bisa merasakan bahwa gopal cukup baik dan jujur.
__ADS_1