
Dua anak kecil itu akhirnya dapat beristirahat dengan tenang di bawah pohon besar.
Rama sedikit mencuri pandang kepada gadis kecil di sampingnya.
Baginya hal ini masih sangat aneh, bagaimana tidak, selama ini rama tidak pernah berinteraksi dengan lawan jenis di usia yang sama denganya.
Melihat lebih jelas kepada dahlia, rama memperhatikan penampilan gadis kecil ini terlihat seperti bangasawan.
Sangat jelas itu terlihat dari gaun yang dia kenakan, dan fokus rama juga pada wajahnya yang cantik namun dingin secara bersamaan.
Yang rama tidak sadari bahwa hal itu seperti mencerminkan dirinya sendiri.
Namun rama juga berfikir mengapa seorang gadis kecil bisa berada di dalam hutan yang begitu berbahaya dan hanya sendirian.
Meski rama penasaran, namun dia tidak berani berbicara dan bertanya.
Rama terus menatap gadis kecil di sampingnya, hingga dia di tatap balik dan membuatnya menjadi malu dan segera mengalihkan pendanganya.
Dahlia menatap rama dengan aneh, dia berfikir apa yang ada dalam fikiran anak laki laki ini.
Namun dia masih memilih diam dan tidak perduli.
Suasana menjadi aneh dan terasa canggung, dan rama akhirnya merasakan situasinya saat ini tidak tepat untuk berdiam diri.
Jadi rama memberanikan diri untuk berbicara lebih dulu.
"Emm...namaku rama..." ucap rama mengenalkan diri dengan canggung.
Dahlia terdiam sejenak karena anak di depanya tiba tiba memperkenalkan diri, namun dia segera membalas.
"Kamu bisa memanggilku alia...ayahku sering memanggilku dengan nama pendek itu..." balas dahlia.
"hemp...nama yang indah.." rama tersenyum tipis kepada dahlia.
Mendengar perkataan rama, dahlia terdiam dan sedikit meluluh.
Setelah beberapa saat, akhirnya suasana canggung itu menghilang dan dua anak itu terus berbicara satu sama lain.
"Emm..bolehkah aku tahu mengapa kamu bisa sendirian di hutan??..." rama dengan hati hati bertanya kepada dahlia.
"Aku....tersesat..." balas dahlia sedikit berfikir.
"Ohh..tersesat, apa sebelumnya kamu bersama seseorang?..." tanya rama lagi.
"Em..ada ayah dan adiku..dan banyak lagi yang lainya, namun aku tersesat ketika tidak sengaja berjalan ke dalam hutan, dan akhirnya aku terpisah dari ayahku dan yang lainya..." ucap dahlia menjelaskan.
__ADS_1
Nyatanya dahlia dengan sengaja berbohong kepada rama, bagaimanapun sangat tidak mungkin untuk mengatakan tujuan sebenarnya dia memasuki hutan.
"Ohh...jadi begitu, lalu mengapa kamu bisa di kejar oleh binatang iblis itu..." rama bertanya penasaran.
Dahlia sedikit berfikir namun dia segera melanjutkan.
"Emm..aku tidak tahu..mungkin aku tidak sengaja mengganggunya ketika aku lewat.." ucap dahlia menjelaskan.
Setelah mendengar penjelasan dahlia, rama berfikir bahwa itu masuk akal, bagaimanapun berada di hutan memang sangat berbahaya.
Apalagi binatang iblis akan selalu berburu dimanapun mereka melihat mangsa.
Rama membelai dagunya seolah sedang berfikir sesuatu, namun tiba tiba saja dia merasakan sakit di belakang punggunya.
"Ahh...kenapa ini!!..." rama sedikit mengerang melihat ke belakang punggungnya.
Di samping, dahlia memperhatikan dan menjadi khawatir, jadi dia segera bereaksi membantu rama.
Sikap perdulinya tentu saja karena dahlia menganggap telah berhutang budi pada rama.
"Biarkan aku melihatnya!..." ucap dahlia dan memeriksa punggung rama yang telah di selimuti lendir racun ular piton sebelumnya.
Apa yang dia temukan bahwa pakaian yang di kenakan oleh rama telah robek karena racun yang mengikisnya.
Namun dahlia tampak heran karena racun itu tidak menyebar terlalu dalam pada tubuh rama, itu hanya terlihat menempel pada kulit, namun tetap saja racun akan memiliki efek jika terkena tubuh manusia.
"Hemp...sepertinya racun ular itu telah memasuki kulitmu...bisakah kamu membuka bajumu dan aku akan membantumu membersihkan racunya..." ucap dahlia.
Setelah mendengar ucapan dahlia, tampa ragu ragu rama melepaskan bajunya dan memperlihatkan bagian atas tubuhnya.
Meski rama baru berusia dua belas tahun, namun karena pelatihan yang keras selama dua tahun ini, kini tubuhnya telah membentuk otot otot yang tidak kalah dengan orang dewasa pada umumnya.
"Racun ini memang tidak berbahaya untuk tubuhmu...namun, racun pasti akan memiliki efek yang tidak baik..."
"Aku memiliki penawar racun pemberian keluargaku...jika kamu tidak keberatan..aku akan memakaikanya padamu..."...ucap dahlia menjelaskan.
Rama sedikit terkejut dengan ucapan dahlia, dia merasa bahwa gadis kecil ini pintar, dan perhatian, dan yang membuat rama heran, gadis kecil itu mau memberikanya penawar racun dari keluarganya hanya untuk membantunya.
Terlebih lagi, mereka baru saja saling mengenal, jadi rama menjadi tidak enak di dalam hatinya.
"Emm...tentu saja tidak apa-apa...tapi bukankah obat itu terlalu berharga untuk kamu berikan padaku..." balas rama dengan canggung.
"Tidak apa-apa...di rumahku ada banyak, jadi kamu tidak perlu khawatir.."
"Baiklah...aku akan segera membersihkan punggungmu..."
__ADS_1
"Ohh iya..sebelumnya aku beri tahu bahwa obat ini sedikit perih ketika di oleskan di kulit yang terkena racun..jadi tahanlah.."
Dahlia segera membersihkan racun di punggung rama dan tidak perduli dengan sikap canggungnya.
Di sisi lain, rama menjadi terdiam karena perkataan dahlia...namun dia segera tersenyum tipis.
Rama seperti merasakan kehangatan di dalam hatinya, selama dua tahun ini, dia telah berubah menjadi sosok yang dingin, namun kali ini, untuk pertama kalinya dia merasakan seseorang yang begitu perduli denganya.
Hal ini membuat hati rama sangat tersentuh, dan ada perasaan yang tidak dapat dia jelaskan dalam hatinya.
Sementara itu, dahlia masih sibuk membersihkan punggung rama.
Setelah dia selesai membersihkanya, dahlia segera mengoleskan penawar racun di punggung rama menggunakan jari kecil dan halusnya.
Rama samar-samar merasakan sentuhan halus yang mengenai kulitnya, namun selain senyuman tidak ada rasa sakit seperti yang di ucapkan dahlia sebelumnya.
Dahlia telah selesai mengoleskan obatnya, namun dia mengerutkan kening karena apa yang dia tahu bahwa untuk mempercepat efek penyembuhan, dahlia harus menutupi punggung rama dengan semacam balutan kain agar kotoran dan debu tidak bercampur dengan obat.
Jadi dia tidak berfikir panjang merobok gaunya untuk membalut luka yang telah dia olesi obat.
Rama melihat dahlia tiba-tiba merobek gaunya dan membuatnya sangat terkejut.
"Kamu...apa yang kamu lakukan??...mengapa kamu merusak pakaianmu??...bukankah wanita itu tidak suka melihat pakainya menjadi jelek??..." ucap rama dengan heran.
"Tidak apa-apa...guruku pernah bilang bahwa untuk mempercepat efek penyembuhan, obat tidak boleh terkena debu atau kotoran apapun.
"karena tidak ada apapun untuk saat ini untuk membalut lukamu..jadi pakai saja ini...lagipula aku hanya merobeknya sedikit..." ucap dahlia dengan tenang, sikapnya seolah tidak terlalu perduli dengan penampilan.
Pada saat ini, semakin lama interaksi rama dan dahlia...semakin rama merasakan hangat karena perhatian dahlia padanya.
Ini membuatnya tidak bisa berhenti tersenyum lembut, hatinya yang beku seolah perlahan mencair karena perhatian yang dahlia berikan padanya.
"hemp...sepertinya sudah selesai!..." dahlia menepuk tanganya setelah ia selesai membantu rama.
Akhirnya dia mulai beristirahat dan kembali memperhatikan kakinya yang terkilir.
Rama memperhatikan, dan dia ingat bahwa sebelumnya dahlia berjalan dengan pingcang, jadi dia segera menunjukan sikap hangatnya untuk membalas perhatian dahlia sebelumnya.
"kamu ini...jelas kamu juga sakit, tapi kamu justru mendahulukan orang lain.." ucap rama tersenyum menatap dahlia.
Dahlia terdiam dan memutar matanya.
"Tidak begitu..bukankah kamu yang lebih dulu menolongku??..." balas dahlia.
"Hemp...benar juga..bagaimana kakimu...apa aku perlu membantumu..." tanya rama lagi.
__ADS_1
"Tidak apa-apa...jika aku terus memijatnya, nanti pasti akan sembuh sendiri.." balas dahlia dengan datar.