PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Penginapan Bulan Dan Paviliun Bulan


__ADS_3

Setelah tujuh hari perjalanan dari kota bintang roh, akhirnya kamal dan rama sampai di kota batu hijau.


Sesampainya mereka berdua di dalam kota, rama memperhatikan di sekililingnya, entah itu orang-orangnya, toko-toko besar yang menjual senjata maupun tanaman spiritual maupun obat-obatan, tidak terlalu berbeda dengan kota bintang roh.


Di kota batu hijau hari ini sangat ramai, karna banyak orang-orang yang berdatangan dari luar kota batu hijau.


Hal ini di sebabkan oleh tersebar luasnya berita tentang pelelangan harta berharga di salah satu papiliun yang ada di kota batu hijau.


"paman...di kota ini sangat ramai sekali, tidak seperti kota bintang roh" ...tanya rama dengan bingung melihat orang-orang yang berdatangan dari gerbang kota.


"hehehe...sebenarnya kota ini hampir sama dengan kota-kota lainya pada hari biasa, tapi kali ini, orang-orang banyak berdatangan karna mencari sesuatu yang berharga di kota ini"...jawab kamal menjelaskan.


"ohh...harta berharga?...harta seperti apa paman?..apa di kota ini juga ada makanan enak?...ucap rama dengan mata berbinar sambil mengelus elus perutnya.


Rama sudah merasa sangat lapar di sepanjang perjalanan ke kota batu hijau, jadi ketika dia mengingat makanan, matanya berubah berbinar-binar, bahkan ada suara menderu dari perut kecilnya.


"hemm..dasar bocah bau!..kamu hanya tau cara makan saja, tapi baiklah..kita memang harus mencari tempat untuk beristirahat dulu.


"sebaiknya kita segera mencari penginapan, setelah itu baru paman akan mengajakmu mencari makanan yang enak di kota ini"...ucap kamal.


"emm.." jawab rama mengangguk setuju.


"hehehe...sepertinya aku juga harus mencari tempat hiburan nantinya, aku sudah lama ingin bermalas malasan di temani gadis-gadis muda"


"huhh...aku merasa usiaku bertambah setiap hari karna harus menemani bocah nakal ini setiap hari.." ..gumam kamal di dalam fikiranya, senyum aneh di wajahnya, sambil menggosokan tanganya seperti tidak sabar akan sesuatu.


Rama melihat ekspresi aneh dari pamanya, bahkan ada perasaan geli ketika melihat wajah pamanya yang akan mengeluarkan air liur dari mulutnya.


"pamaaan!!....ayo aku lapar!..aku ingin makan!..huhh..dari tadi paman hanya terlihat seperti orang bodoh saja dengan wajah jelek itu!.."ucap kamal dengan kesal dan membangunkan kamal dari lamunanya.


"dasar bocah bau!..tidak bisakah kau tidak merusak khayalan indah itu!...jawan kamal dengan kesal.

__ADS_1


"huhh...itu salah paman!..keponakanmu sudah sangat lapar, tapi kamu hanya linglung seperti orang bodoh, tidak bisakah paman melihat wajah paman sendiri terlihat sangat jelek"..balas kamal dengan cemberut.


"bocah nakal!..asal kau tahu saja, pamanmu ini sangat tampan, bahkan banyar gadis gadis muda yang mengantri untuk aku persunting" ...ucap kamal mengangkat bahu dengan sombong.


"hahh..paman tampan?..jika memang seperti itu, kenapa paman masih belum mempunyai istri?..hemm..jika memang ada yang menyukai paman, aku rasa gadis itu otaknya sudah rusak!..balas kamal mengacuhkan wajah sombong kamal.


Sudut mulut kamal bergerak gerak dengan wajah konyol mendengar ucapan rama yang meremehkan pesonanya.


"bocah bau!!...apa yang kamu tahu!..itu adalah urusan orang dewasa, bahkan jika aku menjelaskanya...kamu yang masih bocah ini tidak akan mengerti!.." ..jawab kamal dengan kesal.


Rama hanya mengabaikan wajah kesal kamal dan memalingkan wajahnya dari kamal.


Di abaikan oleh seoarang bocah, membuat kamal hanya bisa mengelus dada, dan dia bahkan tidak bisa marah ataupun memukuli bocah di depanya.


"huhh..dasar bocah!..jika aku menikah, maka tidak mungkin lagi aku bisa menikmati hari-hari bebas, dan menemui tempat-tempat indah yang di kelilingi banyak wanita cantik" ...gumal kamal dalam hati.


Dua orang itu lalu menulusuri kota untuk mencari penginapan yang tidak jauh dari tempat pelelangan.


Kamal bertujuan agar dia bisa lebih cepat sampai di tempat lelang, ketika acara lelang akan di mulai yang akan di adakan dua hari lagi.


Penginapan itu sangat terkenal di kota batu hijau, nama penginapan itu adalan penginapan bulan.


Menurut informasi yang di dapatkan kamal dari penduduk di kota batu hijau, penginapan bulan sangat terkenal karna penginapan itu di kelola oleh pemilik dari paviliun bulan yang akan mengadakan acara lelang dua hari lagi.


Pemilik paviliun bulan adalah orang yang sangat misterius, dan tidak banyak orang-orang di kota yang pernah melihat wajah aslinya, entah dia seorang laki-laki atau perempuan, hanya orang-orang tertentu yang bisa menemuinya.


Kamal merasa cukup penasaran dengan pemilik dari paviliun tersebut, dia bertanya-tanya dalam hatinya, dan berfikir bahwa pemilik paviliun itu seperti bukan orang biasa, karna di lihat betapa misteriusnya orang itu.


Tak berlama-lama terlarut dalam fikiranya...kamal lalu mengajak rama pergi ke restoran yang ada di sekitar penginapan.


Kamal sudah sangat lelah mendengar keluhan dari rama yang sedari tadi kesal karna terus menerus berteriak kelaparan.

__ADS_1


...****************...


Di dalam restoran, meja makan tempat rama dan kamal duduk sudah di penuhi oleh berbagai macam hidangan daging dan sayuran.


Meja makan itu bahkan sudah tidak memiliki tempat untuk menaruh barang sekecil apapun, karna rama dengan sengaja memesan banyak makanan, untuk memuaskan rasa laparnya, dia terlihat seperti tunawisma yang tidak pernah makan selama satu tahun.


Kamal hanya bisa mengelus-ngelus dadanya dengan wajah tak berdaya melihat nafsu makan bocah di depanya, dengan sedih dia memikirkan berapa banyak kois emas yang akan dia habiskan untuk bocah nakal itu.


"hehehe...makanan di sini sangat lezat...sepertinya aku akan datang kesini setiap hari mulai sekarang dan memesan banyak"..ucap makanan enak"..ucap rama mengelus elus perut buncitnya yang kekenyanga.


Tubuh kamal sampai akan terjatuh dari tempat duduknya mendengar ucapan rama yang ingin setiap hari memesan banyak makanan di restoran itu.


"bocah bau!!...apa kamu ingin melihat pamanmu ini menjadi miskin!..lihatlah..makanan itu hanya tersisa tulang belulangnya saja, dan kamu bahkan masih memikirkan untuk memesan banyak makanan"...ucap kamal dengan wajah muram.


"hei..hei..paman aku ini masih dalam masa pertumbuhan, jadi wajar saja aku makan sangat banyak, kata ibu jika aku makan dengan banyak, aku bisa menjadi lebih kuat, dan cepat menjadi orang dewasa seperti paman"...balas rama dengan wajah santai.


Kamal menepuk kepalanya dengan wajah masam, perkataan rama benar benar membuatnya tidak bisa berkata-kata.


"ohh...saudari, kenapa kamu membuat bocah ini memiliki nafsu makan seperti binatang buas"..gumam kamal dengan wajah pahit.


...****************...


Selesainya kamal dan rama makan dari restoran itu, mereka berdua lalu kembali ke penginapan.


Kamal lalu memberi tahu rama, bahwa dia akan bermeditasi sebentar, dan dia tidak mengijinkan rama untuk mengganggunya sebelum dia terbangun dari meditasi.


Rama hanya mengangguk setuju mendengar perintah kamal, lalu bergegas pergi dari kamar kamal.


Rama berfikir untuk memamfaatkan keadaan pamanya yang bermeditasi, dan kesempatanya untuk pergi berjalan-jalan di kota sendirian, untuk mencari sesuatu yang bisa menarik minatnya.


"hihihi..paman aku akan pergi berjalan-jalan dulu sebentar, paman tenang saja, aku tidak akan lama"...ucap rama dengan suara pelan, dan terkikik, meminta izin secara diam-diam.

__ADS_1


beberapa saat kemudian, rama keluar dari penginapan dan berjalan-jalan di sekitar kota.


Di sepanjang jalan, dia menemukan banyak pedagang yang menjual barang-barang aneh, ada juga berbagai macam senjata, namun masih belum ada yang menarik perhatianya.


__ADS_2