
Dalam perjalanan membawa rama pergi dari kota bintang roh, kamal memutuskan untuk membawanya menuju kota besar kekaisaran bulan perak.
Sudah satu minggu semenjak rama tidak sadarkan diri, kamal membawanya dengan keadaan pingsan yang sesekali menarik perhatian beberapa orang dalam perjalanan.
Sesekali kamal akan memeriksa kondisi tubuh rama, namun selain tanda lemah dan kelelahan, tidak ada sesuatu yang menghawatirkan.
Dia menebak bahwa rama saat ini dalam keadaan syok dan trauma berat atas kematian orang tuanya, dan dia tidak bisa di paksa untuk bangun dari tidurnya, meski kamal bisa saja memasuki lautan kesadaranya untuk menariknya ke dunia nyata.
Kamal menghela nafas tak berdaya, tidak ada yang bisa dia lakukan saat ini dan hanya bisa menunggu dengan tenang.
Selanjutnya, setelah membawanya selama lebih dari satu minggu menggunakan array teleportasi, kamal memutuskan untuk tinggal sementara waktu dalam sebuah penginapan di kota besar kekaisaran bulan perak.
Sesampainya kamal di penginapan, akhirnya dia bisa melepas rasa lelahnya dan beristirahat dengan tenang.
Karena perjalan selama beberapa hari ini, kamal tidak memiliki banyak waktu untuk beristirahat panjang, dan hanya fokus untuk segera membawa rama pergi sejauh mungkin dari kota bintang roh.
"haihh..akhirnya aku bisa beristirahat..." ucap kamal meregangkan tubuh dan otot-ototnya.
Sementara itu, di kota bintang roh tepat ketika kamal telah pergi meninggalkan kota, beberapa saat kemudian banyak sosok yang datang dan mencari tahu tentang kebenaran yang terjadi tentang cahaya emas pada saat itu.
Bahkan beberapa orang memilih tinggal beberapa hari di kota bintang roh, mereka semua berharap untuk dapat menyaksikan cahaya emas kembali, namun apa yang mereka harapkan tidak pernah terjadi.
Orang-orang akan dengan sengaja mendekati para penduduk kota untuk mencari tahu detail mengenai cahaya emas, namun jawaban yang orang-orang itu terima tidak sesuai dengan apa yang di fikirkan dan membuat orang-orang itu menjadi kecewa.
Para penduduk kota hanya mengatakan bahwa kota di serang oleh sekelompok orang misterius, dan telah terjadi pertarungan besar sehingga penguasa kota dan istrinya akhirnya terbunuh.
Para ahli yang mengetahui hal itu sangat terkejut, mereka tidak berharap bahwa kota kecil akan berada dalam situasi yang memperihatinkan.
Sedangkan mengenai cahaya emas, meski semua orang yang ada di kota menyaksikan kejadian malam itu, namun tidak satupun yang tahu dengan jelas bahwa rama adalah penyebab dari cahaya emas.
Faktanya, semua yang mereka lihat pada saat itu, langit yang tiba-tiba di penuhi oleh petir, dan ada yang mengatakan bahwa seseorang tiba-tiba mengambang di atas langit, namun ketika cahaya emas itu datang, orang itu segera menjauh.
Tidak banyak yang menyadari bahwa kamal pada saat itu bertindak untuk menyelamatkan rama, sebelum cahaya emas datang dan memaksanya pergi.
Pada saat itu, hanya beberapa orang dalam kediaman walikota yang tahu bahwa kamal meninggalkan kota sesaat setelah cahaya emas menghilang.
Karena perintah kamal, semua orang yang mengenali kamal sebelumnya di perintahkan untuk bungkam tentang masalah yang terjadi pada saat itu, jadi tidak mengherankan para penduduk tidak mengetahui apapun.
Meninggalkan kota bintang roh.
Saat ini di benua selatan, seorang wanita cantik yang menggunakan mahkota emas sedang duduk dengan mata tertutup.
Di dalam ruangan tertutup, seorang laki-laki paruh baya tiba-tiba masuk dan memberi hormat, jelas laki-laki paruh baya adalah bawahanya.
Wanita cantik itu seketika membuka matanya dan melihat laki-laki paruh baya.
"salam kepada master sekte...." laki-laki paruh baya itu berlutut.
"jalankan perintahku...pergilah menuju benua timur dan cari informasi tentang cahaya emas pada malam itu..." ucap wanita yang di panggil master sekte.
__ADS_1
"baik master!!...kalau begitu saya akan segera pergi undur diri..." balas laki-laki paruh baya.
"tunggu!!..." master sekte tiba-tiba menghentikanya.
"apa ada hal lain lagi master?..." tanya laki-laki paruh baya.
"ingatlah untuk menyembunyikan identitasmu sesampainya kamu di benua timur, dan jangan banyak menarik perhatian.." ucap master sekte mengingatkan.
"hamba mengerti master!..." kalau begitu saya pamit undurkan diri..." sekali lagi laki-laki paruh baya berpamitan pergi.
Wanita itu tidak membalas dan hanya mengangguk pelan, dan dia kembali menutup matanya.
...****************...
Di kota besar kekaisaran bulan perak.
Kamal telah beristirahat selama satu hari di dalam penginapan, di sampingnya rama masih terbaring dan belum ada tanda-tanda dia akan terbangun.
Hal ini membuat kamal menjadi resah, namun dia juga tidak bisa secara paksa membangunkan rama.
Dia takut jika membangunkanya secara paksa akan membuat emosinya menjadi tidak stabil, dan hal buruk bisa saja terjadi.
Dengan berat hati, kamal hanya bisa menunggu dengan sabar.
Pada akhirnya kamal memutuskan untuk berlatih dan memasuki meditasi sembari menunggu rama terbangun.
Setelah perubahan warna pada rambutnya, rama terlihat menjadi sosok yang dingin dan auranya perlahan berubah dingin.
Perlahan lahan, matanya bergerak pelan, bahkan jari-jarinya bergerak meski itu masih terlihat lemah.
Dengan perjuangan dari rasa pusing, rama membuka matanya yang terasa berat.
Dia melihat ke sekelilingnya dan menemukan dia berada di dalam ruangan bersama kamal di sampingnya, namun dia sangat asing dengan tempat yang dia tinggali saat ini.
Rama mencoba meraba-raba tubuhnya, namun dia tidak menemukan sesuatu yang aneh, namun tepat ketika dia menyentuh bagian kepalanya, akhirnya dia menunjukan perubahan pada wajahnya.
Dia menyentuh kepalanya dan menemukan rambut pendeknya kini telah memanjang, bahkan dia bisa melihat dengan jelas warna rambutnya telah berubah menjadi putih.
Seketika rama menjadi syok, dia merasa telah tertidur hanya dalam waktu beberapa jam, namun dia merasa bingung mengapa warna rambutnya menjadi putih.
Rama bergumam, apakah dia telah berubah menjadi tua begitu cepat.
Dia berfikir bahwa selama beberapa waktu singkat, dia telah bermimpi buruk, namun dia tidak menyangka bahwa mimpi itu akan merubah penampilanya.
"ii...ini kenapa rambutku menjadi putih..apa aku menjadi tua seperti paman??..." rama bergumam dengan dirinya sendiri.
Di samping, kamal mendengar suara yang akrab dan membangunkanya dari meditasi.
Ketika kamal membuka mata, dia terkejut melihat rama yang telah terbangun, karena rasa senang, kamal langsung memeluk rama dengan erat.
__ADS_1
"rama!!!...akhirnya kamu bangun!!..." ucap kamal dengan histeris.
Rama menjadi tertegun sejenak karena di peluk secara tiba-tiba oleh kamal, namun dia segera dengan sekuat tenaga melepaskan pelukan kamal.
"paman!!!...apa yang paman lakukan!!!..."
Rama akhirnya dengan marah menatap kamal.
"ehh..maafkan paman..paman hanya sangat senang karena kamu akhirnya terbangun.."
"apa kamu tahu bahwa paman sangat menghawatirkanmu beberapa hari ini..kamu tidak sadarkan diri lebih dari satu minggu, jadi paman fikir..."
Baru kamal akan melanjutkan perkataanya, namun segera di potong oleh rama.
"le...lebih dari satu minggu!!!!..."rama berseru kaget.
Melihat wajah terkejut rama, akhirnya kamal mengerti bahwa rama belum mengingat semua yang terjadi setelah kejadian di kota bintang roh saat itu.
Rama lalu terdiam sejenak dan berusaha mengingat kembali apa yang telah terjadi sebelum dia tidak sadarkan diri.
Setelah beberapa saat terdiam, rama akhirnya mengingat semuanya dengan jelas, apa yang dia fikir adalah mimpi sebelumnya ternyata adalah kenyataan.
Segera tubuhnya terhuyung-huyung dan menjadi lemas.
Kamal melihat perubahan ekspresi rama dan hanya bisa mengela nafas.
Dia tidak berusaha untuk mengganggunya ketika rama diam dan berfikir untuk mengingat semua yang telah terjadi.
Bagaimanapun, cara terbaik adalah membuatnya perlahan menerima kenyataan, lalu secara perlahan dia bisa menjadi lebih kuat untuk menghadapi masa depan.
Dengan menghirup udara dalam dalam, kamal akhirnya berbicara kepada rama.
"rama...paman tahu saat ini kamu sedang bersedih, namun sebagi laki-laki, yang harus kamu lakukan saat ini adalah berusaha menjadi kuat"
"jika kamu menjadi lebih kuat...apa yang tidak mungkin bisa menjadi mungkin, apa yang tidak bisa di rubah bisa berubah.."
Kamal berusaha menghibur rama dengan kata-katanya, namun wajah rama tidak merubah ekspresinya.
Kamal menggelengkan kepalanya tak berdaya, pada akhirnya kamal mengeluarkan sebuah kotak yang terbuat dari giok dan menyerahkanya kepada rama.
"rama...lihatlah..." ucap kamal sembari menyerahkan kotak.
Rama akhirnya mengalihkan perhatianya kepada kotak giok, namun dia tidak mengerti mengapa kamal memberinya kotak ini.
Dengan hati hati, kamal memberi tahu isi kotak giok dan memberi tahu rencana yang telah dia fikirkan.
"rama...di dalam kotak ini berisi jiwa ayah dan ibumu.." ucap kamal.
Setelah kamal mengatakan bahwa kotak giok berisi jiwa ayah dan ibunya, tubuh rama bergetar dan air matanya seketika membasahi wajahnya.
__ADS_1