PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Rama Mengakui Kesalahan


__ADS_3

Manager paviliun dan petugas itu segera menuju ruangan khusus yang di tempati oleh kamal dan rama.


Di dalam ruangan itu, kamal masih terlihat santai dan tenang, dan rama juga tidak banyak berbicara.


Rama sebelumnya sudah berjanji kepada kamal untuk tidak membuat masalah ketika mereka akan menuju paviliun bulan, jadi tampa banyak bicara, dia hanya diam dan mengikuti saja.


Sesekali rama hanya akan menanyakan perihal penampilan orang-orang yang terlihat aneh pada pandanganya.


Untuk pertama kalinya rama meninggalkan kota kelahiranya, jadi ketika dia melihat beberapa pendekar yang berpenampilan aneh dan memiliki wajah mengerikan, rama menjadi sedikit penasaran.


Ketika rama melihat beberapa pemuda yang terkadang membawa senjata seperti pedang, tombak, dan berbagai macam bentuk dari senjata yang di miliki oleh beberapa orang, dia tidak bisa untuk menahan diri untuk bertanya kepada kamal.


Para pendekar yang memiliki senjata di tanganya, tampak terlihat sangat mengagumkan di mata rama, dia seolah-olah melihat bahwa orang-orang yang membawa senjata itu pastinya sangat kuat dan mendominasi.


Hal ini membuat rama berfikir untuk memiliki sebuah senjata untuk dia bawa dalam keseharianya.


Di dalam fikiranya, jika dia memiliki senjata, mungkin dia bisa menjadi lebih kuat, dan dia tertarik untuk memiliki sebuah pedang.


Rama berfikir jika memiliki pedang yang bagus, maka dia dapat memotong jenggot dari dua pengawal yang mengejarnya dua hari yang lalu.


Memikirkan hal itu, rama menjadi senang dan membayangkan hal itu sangat lucu ketika berfikir tentang dua pengawal yang kehilangan jenggotnya.


Tampa sadar rama menjadi tertawa dan cekikikan membayangkan hal itu.


Kamal yang berada di sampingnya menjadi merasa aneh dengan sikap rama yang tertawa cekikikkan.


"bocah!...apa yang kamu tertawakan?..."tanya kamal penasaran.


Rama yang tertawa cekikikan menjadi tertegun sejenak lalu menghentikan tawanya.


Ketika dia melihat ekspresi aneh dari kamal, dia menjadi sedikit gugup.


Dua hari yang lalu, rama telah keluar dari penginapan tampa seizin kamal, hingga menyebabkan dia di kejar-kejar oleh orang yang tidak dia kenali.


Rama tidak tahu bagaimana cara memberi tahu kamal tentang kejadian dua hari yang lalu, itu karena rama takut akan di marahi oleh kamal karna telah membuat masalah sesaat dia keluar dari penginapan.


Rama berusaha untuk menyembunyikan hal itu kepada kamal, namun wajah gugupnya masih tidak bisa hilang dari wajahnya.


"ii..itu paman...ke..kemarin aku melihat orang-orang yang terlihat seperti badut dan terlihat sangat bodoh dan lucu"...ucap rama dengan terbata-bata.

__ADS_1


Dari ekspresi rama yang tiba-tiba gugup, kamal menjadi semakin curiga terhadap rama.


Kamal sangat mengenal rama dengan baik, ketika rama berbohong maupun menyembunyikan sesuatu, maka akan sangat jelas di wajahnya akan menjadi gugup, dan rama tidak akan berani menatap wajahnya secara langsung.


"katakan yang sebenarnya...paman tahu kamu sedang menyembunyikan sesuatu"


"jika kamu tidak berkata dengan jujur, paman pasti akan menghukumu!..." ucap kamal dengan tegas.


Mendengar ancaman yang di lontarkan oleh kamal, rama menjadi tidak berdaya dan terpaksa menceritakan semua yang terjadi padanya dua hari yang lalu, ketika kamal sedang dalam meditasi.


Setelah mendengar cerita dari rama yang terlibat masalah dengan seseorang yang bahkan berasal dari sebuah sekte, ekspresi kamal menjadi sangat marah.


Tidak sampai setengah hari dia tidak memperhatikan rama, namun hasilnya dia akan di buat menjadi sangat sakit kepala oleh rama.


Meski dia tidak takut oleh orang-orang di sekte kelas menengah, namun tetap saja hal itu sangat berbahaya untuk rama.


Kamal benar-benar tidak bisa membayangkan jika rama di tangkap oleh orang yang mengejarnya, entah apa yang akan terjadi, dan bagaimana caranya dia menjelaskanya kepada orangtuanya.


Sambil memegang kepalanya, dan memijat keningnya dengan pelan, kamal masih berusaha untuk menenangkan hatinya dan menghela nafas panjang.


"bocah!...kamu benar-benar membuat paman menjadi pusing!...apa kamu tahu itu sangat berbahaya!.."


"jika kamu di tangkap oleh orang-orang itu, bagaimana jika paman tidak bisa menyelamatkanmu karna aku bahkan tidak tahu tentang hal itu!..."ucap kamal menatap rama dengan marah.


Jelas rama menjadi merasa malu dan bersalah secara bersamaan.


Rama menyadari bahwa yang di katakan oleh kamal memang benar adanya, jika dia di tangkap, mungkin dia tidak bisa kembali dengan keadaan normal, bahkan pamanya tidak bisa menyelamatkanya, dan itu semua akibat dari kecerobohanya sendiri.


"emm...paman, a...aku salah, ra..rama minta maaf"...ucap rama denga berat dan terlihat seperti akan menangis.


Kamal melihat ekspresi penyesalan dari wajah rama, dan dia hanya merasa tidak berdaya karna apa yang telah terjadi.


Bagaimanapun, dia telah bertanggung jawab untuk menjaga rama, dan dia juga merasa bersalah karna merasa telah lalai dalam menjaga rama.


Dengan menghela nafas berat, kamal mencoba untuk menstabilkan emosinya, dan kamal mencoba untuk menegur rama sekali lagi, namun dengan cara yang lembut, untuk menenangkan hati rama.


"baiklah...paman memaafkanmu, namun..paman harap ini akan menjadi yang terakhir kalinya, mulai sekarang jadilah anak yang baik dan dengarkan perkataan paman...."ucap kamal yang terlihat memaksakan senyum di wajahnya.


Setelah mendengar ucapan dari kamal yang dengan serius dan tersenyum padanya, rama hanya mengangguk setuju dan tidak berani banyak berbicara.

__ADS_1


Di dalam ruangan itu kembali menjadi tenang, dan kamal menutup matanya sembari menunggu petugas dan atasanya yang akan menemuinya.


Tepat ketika kamal telah menutup matanya, suara pintu terbuka, dan petugas yang mengawalnya datang kembali dan membawa seseorang di belakangnya.


Petugas itu lalu menyapa kamal dan mulai memperkenalkan atasan yang dia kenali sebagai manager paviliun kepada kamal.


"tuan...ini adalah atasan saya, dia adalah manager di paviliun bulan cabang di kota ini..."ucap petugas itu dengan hormat memperkenalkan manager paviliun.


"ohh..salam kepada manager paviliun"...balas kamal dengan hormat.


Setelah memasuki ruangan dan bawahanya memperkenalkanya kepada seseorang yang berdiri dengan wajah yang cukup tampan dan tenang menatapnya.


Manager paviliun bisa melihat melalui penampilanya bahwa orang yang berdiri di depanya sedikit lebih muda darinya.


Manager paviliun menatap kamal dalam-dalam, dia mencoba untuk melihat tingkat kekuatan yang dimiliki oleh kamal, namun hasilnya sangat mengejutkanya.


Manager paviliun berada di alam emas tingkat sembilan puncak, namun dia tidak bisa mengetahui tingkat kekuatan yang di miliki oleh seseorang dengan wajah tenang yang berdiri di depanya.


Hal ini membuat manager paviliun menjadi sangat terkejut, sangat jelas bahwa hal ini menandakan kekuatan kamal berada di atasnya, meski begitu, dia tidak bisa merasakan apapun, atau rasa bahaya dari tubuh kamal.


Menurutnya, orang yang paling berbahaya adalah seseorang yang tidak dapat di prediksi, dan jika seseorang dapat menyembunyikan auranya, maka bisa di pastikan orang itu berada di level yang tidak dapat di sentuh.


Manager paviliun menjadi sedikit gugup, pasalnya, di kota kecil seperti kota batu hijau, maupun kota-kota yang berada di kekaisaran bulan perak, sangat jarang memiliki kekuatan yang melebihi alam emas.


Meskipun ada, namun itu bisa di hitung dengan jari, dan biasanya, orang seperti itu hanya akan di temukan sebagai master dari sebuah sekte di kekaisaran bulan perak.


Namun yang tidak di ketahui oleh manager bahwa orang yang berdiri di hadapanya memiliki status yang cukup tinggi di benua timur, karna kamal adalah salah satu penatua dari sekte super yang di hormati di benua timur.


Setelah beberapa saat terdiam oleh keterkejutanya, manager paviliun segera menyapa kamal dengan ramah, dan tidak mencoba berlama-lama untuk banyak berbicara kepada kamal.


"tuan tidak perlu terlalu formal, dan tuan bisa memanggil saya pak tua zam..." ucap manager paviliun dengan sikap ramah dan tersenyum kepada kamal.


Petugas yang berada di samping manager paviliun merubah ekspresi diamnya menjadi tertegun.


Selama ini, sangat jarang manager paviliun sangat ramah dan tersenyum pada seseorang, terlebih lagi, ini adalah pertama kalinya dia bertemu dengan seseorang, namun petugas itu hanya diam, dan kembali menatap kamal dengan rasa penasaran di wajahnya.


"baik pak tua zam, anda juga bisa memanggil saya dengan nama, namaku adalah kamal..." ucap kamal dan berbalik memperkenalkan diri.


Tuan kamal, saya hanya ingin menanyakan, apa benar anda akan menjual pil tingkat empat dan senjata tingkat bumi kepada kami..."ucap manager paviliun yang langsung bertanya ke intinya.

__ADS_1


"benar, anda bisa memeriksanya..."jawab kamal singkat.


Kamal lalu mengeluarkan kotak kecil yang seukuran kepalan tangan yang berisikan dua pil darah tingkat empat, dan pedang tingkat bumi kelas menengah.


__ADS_2