PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Mayat Binatang Iblis Harimau Tingkat Lima


__ADS_3

Pelelangan kembali berlanjut segera setelah pemenang dari pil darah telah di putuskan.


Di dalam ruangan kamal dan rama.


"hehehe...menarik!..suara wanita itu mengapa terdengar cukup familiar..."gumam kamal sambil membelai dagunya.


Rama menjadi sedikit aneh melihat ekspresi kamal, dan dia sepertinya berfikir bahwa kamal pasti sedang memikirkan gadis cantik.


Meski rama masih anak-anak, namun dia terlalu mengenal seperti apa pamanya, dan tidak jarang dia selalu tertarik oleh gadis-gadis cantik yang dia temui kemanapun dia pergi.


"pamaaaannn!!!...." tiba-tiba rama dengan sengaja berteriak tepat di telinga kamal.


Seketika kamal menjadi terkejut dan terjatuh dari tempat duduknya.


Bang!!...


Tubuh kamal terjatuh ke lantai.


"ahh..aduhh!!...bocah bauu!!..apa kamu akan membunuhku!..."kamal dengan marah mengencangkan suaranya.


Disisi lain, ketika rama berteriak, orang-orang yang berada di ruangan sebelahnya juga ikut terkejut dan tampa sadar menoleh.


"orang itu... mengapa membawa anak kecil ikut bersamanya di acara lelang seperti ini..sungguh sangat mengganggu!.."ucap gadis bercadar mengerutkan keningnya.


Sementara di ruangan lainya, ketika rama berteriak, tirta yang sedang duduk dengan tenang tiba-tiba merasa seperti mengenali suara teriakan anak kecil itu.


Tirta sementara berfikir sejenak dan dia menjadi teringat sesuatu, seketika ekspresinya menjadi terkejut dan dia segera memutar wajahnya ke arah ruangan yang berada di sampingnya.


"suara itu!!...itu dia!!..." tirta tiba-tiba menjadi bersemangat dan ekspresinya menjadi tidak stabil.


Tifraz memandang tirta dengan bingung menatap tirta.


"dia siapa?..."tanya tifraz.


"ayah...itu dia..dia anak nakal itu!..."ucap tirta menunjuk ruangan yang ada di sebelahnya.


Tifraz sedikit menaikan alisnya, jelas dia tahu anak nakal yang tirta maksud adalah anak kecil yang telah berhasil kabur dari pengejaran dua pengawal pribadi anaknya sebelumnya.


Namun yang membuat dia menjadi sedikit terkejut, suara anak itu ada di tempat seseorang yang telah berdebat denganya untuk mendapatkan buah roh emas sebelumnya.


Tifraz lalu melengkungkan bibirnya menjadi senyuman, dia berfikir bahwa penyebab anak itu begitu berani kepada putranya pasti karna ada seseorang yang berada di belakangnya.


"hemm...jika seperti itu, ini akan menarik..akan lebih baik jika aku mempermalukan mereka terlebih dahulu di hadapan semua orang sebelum membununya.." fikir tifraz tersenyum jahat.


"ayah!...aku ingin menangkap anak itu bagaimanapun caranya!..."tirta dengan wajah tegas dan menggertakan giginya dengan wajah dingin.


"hemm...tenang saja, tunggu sampai lelang ini berakhir.." ucap tifraz tersenyum meyakinkan tirta.

__ADS_1


Tirta hanya dengan patuh mengangguk setuju kepada tifraz, meski begitu, wajahnya masih dingin dan penuh kebencian.


Kejadian dua hari yang lalu masih terlihat jelas dalam ingatanya, hal itu membuatnya merasa sangat terhina dan sangat memalukan ketika dia mengingat bagaimana dia tidak bisa menangkap seorang anak yang usianya bahkan lebih muda darinya.


Bukan hanya dia tidak berhasil menangkapnya, namun sebelumnya rama beberapa kali menghinanya di depan keramaian, sehingga dia membeci rama sampai ke tulang tulangnya.


Kembali kepada ruangan kamal dan rama saat ini.


Dengan ekspresi marah dan kesakitan, kamal dengan sedih menggosok-gosok bokongnya.


"bocah nakal!!..apa yang sebenarnya ingin kamu katakan.." ucap kamal.


"huh...itu salah paman...aku sudah beberapa kali memanggil paman, tapi paman mengabaikanku!..jadi aku menggunakan kepintaranku untuk menyadarkan paman.." ucap rama dengan acuh memandang kamal.


Mulut kamal bergerak-gerak mendengar ucapan rama, dia merasa seperti seorang yang tidak memiliki wibawa setiap kali rama akan menggunakan akal tak terduganya.


"kepintaranmu!!...ohh sungguh pintar!..lihat saja bagaimana paman akan menghukum mu nanti.." ucap kamal sambil menunjuk jarinya ke arah wajah rama.


Rama tertawa dan cekikikan melihat ekspresi kamal yang terlihat sangat lucu di matanya, dia tidak sedikitpun merasa takut dengan ancaman yang di lontarkan oleh kamal.


Kamal benar-benar tidak bisa berkata-kata menghadapi sikap rama.


Kamal benar-benar merasa tidak memiliki wibawa sebagai orang dewasa di mata anak kecil nakal di depanya.


Di panggung, pelayan kembali membawa item kedua yang akan di lelang, namun kali ini item yang di bawa tidak lagi menggunakan nampan, namun menggunakan kereta kayu yang berukuran cukup basar.


"tuan-tuan yang terhormat...ini adalah bintang selanjutnya dari item lelang kami..."ucap srita dan langsung membuka penutup kereta dan memperlihatkan isi di dalamnya.


"tuan-tuan...ini adalah mayat binatang iblis harimau tingkat lima, selain inti iblis pada mayat ini, semuanya masih utuh, bahkan mayat ini belum mencapai seminggu dari semenjak binatang ini di bunuh"


"darah dan tulangnya masih dapat gunakan atau di murnikan, jadi meskipun hanya mayat, mengingat binatang ini berada di tingkat ke lima, kekuatanya setara dengan pendekar di alam emas puncak, jadi mamfaatnya tidak terbayangkan.


"kami akan membuka harga awal dua belas ribu batu roh kualitas rendah.." ucap srita.


Ketika semua orang melihat mayat harimau yang berada di tingkat lima terungkap, ekspresi semua orang sangat terkejut, namun ketika srita mengungkapkan bahwa inti iblisnya telah di ambil, semua orang menjadi kecewa dan tidak tertarik lagi.


Mayat binatang iblis di tingkat lima memang berharga, dan jika darahnya dapat di murnikan, maka nilainya menjadi sangat tinggi, bahkan tulangnya bisa di jadikan sebagai alat spiritual.


Sayangnya, tidak semua orang dapat memurnikan darah harimau, dan tidak banyak pula yang mendapat memurnikan tulang binatang iblis menjadi sebuah senjata.


Seluruh aula masih terdiam, dan tidak ada tanda-tanda penawaran.


Ekspresi srita menjadi jelek ketika melihat semua orang yang tidak memiliki ketertarikan pada mayat iblis, namun segera wajahnya menjadi berubah lagi hingga suara dari ruang tamu kehormatan terdengar dan menawar mayat harimau.


Dua belas ribu!


Kamal tiba-tiba memecah keheningan dan mulai menawar.

__ADS_1


"apa ada lagi yang ingin menawar?..."ucap srita sedikit lega.


Setelah beberapa saat, tidak ada lagi yang membuka suara, dan akhirnya telah di putuskan mayat harimau jatuh ke tangan kamal.


Di dalam ruangan kamal dan rama.


"bagus!!...mayat ini kualitasnya cukup tinggi, hehehe..pak tua itu pasti senang ketika aku membawakanya mayat binantang ini"


"ketika aku kembali ke sekte nanti, aku akan memintanya menyempurnakan senjata yang bagus untuku..."gumam kamal dengan ekspresi puas.


"paman...untuk apa mayat besar itu?...tanya rama penasaran.


"hehe..apa kamu ingat paman pernah menceritakan padamu kalau paman memiliki teman yang sangat ahli membuat senjata?..." jawab kamal bertanya kembali pada rama.


Rama kemudian berfikir sejenak dan tidak lama ia seperti mengingat sesuatu, dan dia akhinya ingat, namun dia masih bingung dengan hubungan binatang iblis dan teman pamanya.


"emm..rama ingat..tapi apa hubunganya dengan teman paman?.."tanya rama kembali.


"haihh..apa paman tidak pernah memberi pengetahuan sebelumnya padamu?..." binatang iblis pada umumnya memiliki ukuran yang berkali lipat lebih besar dari manusia, dan mamfaatnya sangat besar"


"karna tubuh mereka sangat besar, pertahanan binatang iblis lebih kuat dari manusia, jadi banyak orang akan dengan sengaja memburu binatang itu untuk mengambil esensi darahnya untuk memperkuat fisik manusia"


"bukan itu saja, bahkan tulangnya yang besar dan kuat bisa di murnikan menjadi senjata yang kuat, jadi meski binatang iblis itu kuat dan berbaya, tapi orang-orang akan mengambil resiko untuk mamfaatnya..." kamal secara rinci menjelaskan mamfaat dari binatang iblis.


"wahh...hebat!!..menabjubkan!!...paman ayo kita berburu binatang iblis nanti!..."ucap rama dengan bersemangat.


Kamal menepuk kepalanya dan ekspresinya menjadi tidak berdaya mendengar ucapan rama dengan polosnya ingin berburu binatang iblis.


"bocah nakal!...apa kamu fikir berburu binatang iblis akan sama dengan berburu ayam di kandang.." ucap kamal menggelengkan kepalanya.


Di sisi lain di ruangan wanita bercadar, sekali lagi dia merasa tidak asing dengan suara laki-laki yang menawar tadi.


"guru..sepertinya kita terlalu banyak berharap bahwa mayat itu akan terjual dengar harga tinggi.." desah gadis muda di samping wanita bercadar.


Seketika wanita bercadar membuang kembali pemikiranya tentang suara laki-laki yang tidak asing.


"tidak apa-apa...lagi pula tidak banyak yang menginginkan mayat binatang tampa inti iblisnya"


"apalagi kita berada di kota kecil, jadi tidak banyak yang bisa memamfaatkan mayat binatang dengan baik..."ucap wanita bercadar menghibur murid di sampingnya.


"guru benar...tapi...mengapa orang itu tertarik membelinya ..."ucap murid laki-laki di samping.


"mungkin orang itu punya cara untuk memamfaatkanya.." ucap wanita bercadar menebak.


Setelah menjawab pertanyaan dari muridnya, wanita bercadar kembali pada lamunanya.


Melihat sikap aneh dari gurunya, kedua muridnya saling memandang dengan aneh, jelas mereka menyadari guru mereka sedang memikirkan sesuatu, namun mereka tidak bertanya lebih jauh kepada gurunya.

__ADS_1


__ADS_2