
Satu tahun telah berlalu, dan kini usia rama tepat 10 tahun, dan seiring berjalanya waktu, sikap nakal dan ke kenak kanakanya telah berubah menjadi lebih baik.
Usia rama yang kini menginjak usia 10 tahun, yang berarti menandakan bahwa, waktunya untuk pergi meninggalkan kota bintang roh tersisa dua tahun lagi.
Di saat itu, maka rama harus segera pergi untuk mulai berlatih di sekte langit cerah, dan secara resmi menjadi murid di dalam sekte tesebut.
......................
Di halaman belakang kediaman walikota, ada taman yang sering rama gunakan sebagai tempat untuk berlatih, dan sesekali kamal menemani rama untuk melatihnya.
Di taman itu, kini ada tiga orang yang sedang berlatih, tentu saja orang itu adalah kamal, razaki dan kamal.
Razaki dan kamal kali ini berniat untuk melatih kekuatan elemen rama.
"nak, coba kau serang ayah menggunakan elemenmu, ayah ingin melihat sejauh mana kekuatan seranganmu dan sampai mana kamu menguasai elemenmu" ucap razaki menatap rama serius.
Rama mulai merubah wajahnya menjadi serius dan menggunakan beberapa keterampilanya untuk menyerang ayahnya.
"baik ayah!...burung api!!...bentuk!!
Wushhh...
Tiga burung api yang terlihat sama besarnya dengan anak sapi, terbentuk dengan gerakan tangan rama.
Tiga burung api itu bergegas menyerang razaki.
Razaki melihat tiga burung api itu hanya tersenyum dan masih berdiri dengan tenang.
Bang!..bang!
Tiga burung api yang menyerang razaki seketika menghilang, hanya dengan tebasan razaki dan hanya menggunakan sedikit kekuatan.
Melihat seranganya berhasil di patahkan dengan mudah, rama tidak berhenti dan putus asa dan terus melakukan serangan.
Rama adalah tipe orang yang sangat gigih, semakin sulit dia mengatasi sesuatu, maka akan semakin besar semangat juangnya.
"pedang angin!!...
Rama mengeluarkan pedangnya dan menebas pedangnya, lalu beberapa tebasan yang terbentuk dari energi angin terus menerus menyerang razaki.
Wushh...
Wushh...
Razaki masih bisa menangkis serangan rama dengan mudah, namun tebasan angin yang bertubi-tubi membuatnya tanganya sedikit lelah.
"hehehe...anak baik, kamu cukup membuat ayahmu kelelahan" ucap razaki dan tersenyum menatap rama.
"huh...ayo serang lagi!!..." balas rama mendengus kesal"
"pedang angin menebas gunung!!!..hancurkan!
Dengan gerakan memutar tubuh lalu rama menebaskan pedang dengan kedua tanganya.
Energi pedang yang cukup kuat menciptakan angin kencang, dan beberapa benda-benda beterbangan, bunga dan pohon seperti akan keluar dari tanah oleh angin besar.
"hehehe...saudaraku...sepertinya kamu membuat putramu menjadi semakin bersemangat" ...ucap kamal tiba-tiba berbicara, dan ia sedari tadi hanya diam memperhatikan ayah dan anak yang bertarung.
__ADS_1
"wussss.....
Tehnik pedang angin rama bergegas menyerang razaki.
"hehehe ...bagus!...serangan yang bagus!..."ucap razaki melihat serangan rama dengan wajah puas"
"perhatikan baik baik, bagaimana ayah akan mematahkan tebasan angin gunungmu" ucap razaki.
"bola api membelah angin!!...
Razaki mengeluarkan salah satu tehnik beladirinya untuk mematahkan serangan rama.
Dengan mengangkat satu tangan, bola api besar muncul di atas kepala razaki, dan melemparnya ke arah tebasan angin rama.
Boom!!!...
Boom!!!...
Suara ledakan yang cukup besar yang menghantam serangan rama.
Seketika kedua serangan bertabrakan di udara, kemudian tak lama, tebasan angin rama seperti terbelah menjadi dua bagian, dan sekali lagi meledak di atas udara.
Boom!!...
Boom...!!
Kedua serangan berangsur angsur mengilang di atas udara.
"hehehe...seranganmu cukup bagus, bahkan aku harus menggunakan beberapa tehnik khusus untuk menahanya" ucap razaki dengan wajah puasnya.
"baiklah...ayo serang lagi" ...balas razaki tak berdaya melihat wajah kesal putranya.
......................
Elemen angin dan api yang menyatu.
Dengan wajah yang serius, rama tiba-tiba memiliki ide gila di dalam fikiranya.
Rama lalu menghembuskan nafas panjang, lalu menutup matanya dan mencoba merasakan energi yang berkumpul di dalam tubuhnya.
Beberapa saat kemudian, rama membuka matanya, dan wajahnya terlihat sangat tenang, namun di wajah tenangnya, lekukan bibirnya terlihat seperti busur yang membentuk senyuman aneh.
Rama membuka kedua telapak tanganya, dan muncul dua energi berbeda di atas telapak tangan rama.
Elemen api di tangan kiri dan elemen angin di tangan kananya.
Kedua elemen itu berangsur-angsur membesar dan terus menerus menjadi semakin besar dan merangsang seluruh energi alam di sekitarnya.
Razaki dan kamal melihat itupun menjadi serius, pasalnya, mereka berdua tidak pernah melihat rama menggunakan tehnik itu, dan tidak ada yang pernah mengajarinya tehnik yang ia gunakan sekarang.
Kedua energi masih membesar, namun berangsur angsur menyusut menjadi gumpulan kecil.
Razaki dan kamal melihat kejadian aneh itu akhirnya menghela nafas lega, karna akibat dari tehnik aneh rama, taman tersebut sudah terlihat sangat kacau.
Namun hal aneh tiba tiba muncul dan membuat razaki dan kamal terkejut.
Rama masih berkonsentrasi dengan tehnik baru yang ia ciptakan sendiri.
__ADS_1
"api dan angin...bersatu!!!!...
Badai angin dan api!!! Hancurkan!!...teriak rama.
Seketika gumpalan energi api dan angin dari telapak tanganya di satukan dengan kedua tangan rama.
Beberapa saat setelah menyatukan kedua elemen, rama membuka ke dua tanganya, dan gumpalan energi membentuk bola kecil.
Bola kecil yang terlihat biasa itu tiba tiba menjadi lebih besar, hingga mencapai ketinggian 80 meter.
Razaki dan kamal melihat badai angin dan api yang terlihat seperti bencana alam menhantam seluruh pohon bahkan rumah besarnya perlahan lahan ambruk dan terbakar habis oleh serangan itu.
Razaki dan kamal sangat terkejut dengan apa yang terjadi, bahkan rama mulai menunjukan tanda tanda tidak sadarkan diri, jelas dia masih belum bisa mengendalikan tehnik barunya.
Suara marah tiba-tiba terdengar dari dalam rumah walikota.
"bajingan!!!....siapa yang menghancurkan rumahku!!!..."teriak mayangsari dengan marah yang tiba-tiba keluar dari rumah yang hancur.
Razaki dan kamal saling memandang dan tiba-tiba sadar dari linglungnya.
"ii..ini...mengapa bisa begini?? Ucap kamal dengan bingung.
Rama yang sangat lemah tiba tiba akan terjatuh pingsan, namun segera di sadari oleh ayahnya fan langsung menangkap tubuh rama.
Wushh!!...
Suara langkah kaki razaki terbang dengan cepat.
"huh...anak ini benar benar membuat masalah besar, sekarang aku harus bersiap untuk di marahi habis-habisan oleh istriku" ..desah razaki.
"saudaraku, ayo kita bersihkan dulu kekacauan ini, energi ini masih terus menerus membakar semuanya, jika tidak rumahmu benar benar hanya tersisa abu saja" ..ucap kamal tiba tiba mengingatkan razaki.
"hah...aku hampir lupa, ayo kita cepat selesaikan"...balas razaki.
Mereka berdua lalu bekerja sama untuk menghentikan sisa energi yang masih menyebar di udara, lalu memadamkan api yang membakar rumah serta taman yang telah rata oleh bara abu dan tanah.
Hal itu berlangsung hingga setengah jam kemudian, dan mereka berdua menjadi ter engah engah kelelahan karna memadamkan badai angin api.
"bagus!!..bagus!...kalian berdua telah melakukan pekerjaan yang sangat menyenangkan kali ini" ..ucap mayang sari menhampiri mereka berdua dengan tatapan seperti singa kelaparan.
"ii...ini...istriku akan aku jelaskan"..balas razaki dengan getir melihat ketakutan pada ekspresi wajah istrinya.
"menjelaskan apa!...lihat apa yang telah kamu lakukan!..semua bungaku telah hancur tidak ada yang tersisa, bahkan pohonpun tidak ada!.."
"apa kalian berdua ingin merubah tempat ini menjadi tanah gersang!..ucap mayang sari melototi razaki dan kamal.
"ii..ini saudari lihalah..." balas kamal tiba tiba menunjuk rama yang terbaring di tanah.
Sontak mayangsari menjadi terkejut, bahkan ekspresi marahnya menghilang dan berubah menjadi ke kekhawatiran.
Kamal dan razaki melihat perubahan ekspresi mayagsari akhirnya dapat bernafas lega.
"ii..ini apa yang terjadi pada putraku?...tanya mayangsari dengan khawatir.
"putra kita baik-baik saja, hanya saja dia telah menguras seluruh energinya hingga menjadi pingsan"
"mari kita membersihkan tempat ini dulu, nanti akan aku ceritakan apa yang terjadi"...ucap razaki membelai pundak mayangsari untuk menenangkanya.
__ADS_1