PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Pertemuan Dahlia dan Rama


__ADS_3

Rama tidak berani bersantai dan terus menyerang macan tutul dengan tebasan pedang.


Satu lagi macan tutul di jatuhkan, dan tersisa tujuh lagi.


Rama lalu menghentakan kakinya di tanah, setelah itu gelombang tanah seolah bergetar membuat macan tutul kehilangan keseimbangan.


Gelombang tanah!!!...buka!!!


Tanah bergetar dan balok tanah segera menembak tujuh macan tutul.


Macan tutul itu terus memblokir balok tanah, namun rama terus menerus membuat balok tanah dan menghantam macan tutul hingga dua macan tutul akhirnya terlempar oleh balok tanah.


Rama mendengus dingin dan segera menaikan level seranganya.


Rama mengganti gerakanya menggunaka satu tangan memukul tanah.


Kemudia bongkahan tanah besar terangkat di udara, perlahan bongkahan tanah berubah menjadi kerucut dengan ujung yang tajam.


Kerucut tanah berputar semakin cepat dan ujungnya semakin tajam, lalu kerucut tanah segera menembak ke depan.


Serangan putaran bumi!!!


Wusshhh....Bang!!!...Bang!!!..


Kerucut tanah yang berputar mengenai dua macan tutul sekaligus dengan ujung kerucut yang tajam, tubuh dua macan tutul di tembus dan darahnta mengalir deras.


Saat ini tersisa hanya tiga macan tutul, namun ketika serangan rama semakin kuat, perlahan macan tutul itu bergetar dan merasakan ketakutan.


Ke tiga macan tutul itu bergetar ketakutan dan segera melarikan diri.


Mau lari!!!


Rama berteriak dan melambaikan tanganya.


Cambuk petir tiba tiba muncul di tangan rama dan menembak ke arah ke tiga macan tutul.


Cambuk petir!!!


Bang!!!!...Bang!!!!


Rama terus mengejar ke tiga macan tutul dan melambaikan cambuknya dengan kejam.


Karena sengatan petir dan rama terus menembak dengan keras, pada akhirnya ketiga macan tutul itu semakin melemah dan tidak lagi memiliki perlawanan.


Lalu rama menghilangkan cambuk petirnya dan mendekati tiga macan tutul.


Ketiganya memiliki tubuh yang bergetar akibat sengatan listit yang menjalar keseluruh tubuhnya.


Kini serangan petir rama memiliki energi yang lebih menakutkan dari semenjak dia menerobos dua tahun yang lalu.


Akibatnya, jika lawanya tidak memiliki pertahanan yang kuat, maka energi petir akan perlahan menghancurkan tubuhnya, dan bisa saja menjadi lumpuh dan mati.


Akhirnya pada saat ini rama dapat bernafas lega dan mulai mengumpulkan inti kristal binatang.


Rama lalu kembali beristirahat dengan tenang.


Sementara itu, di tepi sungai dahlia sudah selesai mengumpulkan semua tanaman spiritual yang dia butuhkan.


Kali ini dia sedang berfikir bagaimana cara mendapatkan rumput kristal biru.


Dahlia berfikir dengan keras bagaimana cara menghadapi ular piton yang masih tertidur pulas di samping rumput kristal biru.


Dia berfikir untuk menarik perhatian ular piton, namun dengan kondisinya yang lemah tampa kultivasi saat ini, bagaimana jika dia di serang oleh piton itu.


Hanya dengan satu serangan saja, akan sangat mudah bagi ular piton untuk membunuh dahlia.

__ADS_1


Dia terus memutar kepalanya dan memikirkan cara yang lebih baik, namun tidak ada satupun hal yang bisa membantunya saat ini.


Hingga akhirnya dahlia memilih untuk bertaruh pada dirinya sendiri, dia memutuskan untuk memasuki air terjun lalu perlahan lahan mengambil rumput kristal biru.


Saat ini, dahliah bisa menyembunyikan auranya sebaik mungkin, dan yang terbaik adalah membuat gerakan sepelan mungkin agar ular piton tidak terbangun.


Dahlian menghirup udara dalam dalam, dan meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia bisa melakukanya.


"hemp...baiklah...mungkin ini satu satunya cara saat ini..." ucap dahlia menghela nafas tak berdaya.


Dengan hati hati, dahlia mendekati air terjun dan memasukinya, rumput kristal biru itu hidup di tengah tengah batu besar yang menghalanginya.


Sedangkan, ular piton itu berada pada jarak kurang dari satu meter di tempat rumput kristal biru.


Jelas bahwa ular piton bertindak menjaga rumput kristal biru, alasan ular piton ini belum mengkonsumsinya mungkin saja dia masih menunggu waktu yang cukup tepat.


Perlahan dahlia semakin dekat dan memanjat di atas batu batu yang tersusun di tepian.


Langkah dahlia semakin dekat dan jarinya hampir menyentuh rumput kristal biru.


Dahlia menggertakan giginya, dan berusaha lebih dekat, namun dia masih harus waspada jika sewaktu waktu ular piton itu terbangun.


Kini tangan dahlia dapat meraih rumput kristal biru dan perlahan mencabut sampai ke akarnya.


Dahlia dengan hati hati menggerakan tanganya dan akhirnya rumput kristal biru berhasil dia dapatkan.


Dahlia sangat gembira dan segera menuruni batu, namun dia segera kehilangan keseimbangan karena satu kakinya tergelincir dan akhirnya terjatuh menciptakan cipratan air besar.


Ular piton itu segera tersadar oleh suara air yang seperti menjatuhkan bongkahan batu besar.


Namun ular piton segera mengalihkan perhatianya pada batu besar di tengah, rumput kristal biru telah menghilang dan raungan marah dari ular piton itu membuat air terjun bergetar hebat.


Di bawah, wajah dahlia menjadi jelek dan dia segera memasukan rumput kristal biru kedalam kantong penyimpanan, dan dia mengambil langkah pergi selanjutnya.


"Tidak baik!!!..." wajah dahlia menjadi suram dan ketakutan.


Ular piton itu keluar di balik air terjun dan melihat manusia kecil yang berlari.


Ular piton itupun segera mengejarnya dan terus meraung.


Sesekali ular piton akan menembakan seranganya kepada dahlia, namun alaya selalu berhasil menghindarinya.


Piton itu terus menyerang dan melemparkan lendir hijau dari dalam mulut besarnya.


Lendir hijau itu mengandung racun yang bisa mengikis kulit manusia menjadi luka yang melepuh.


Ketika dahlia melihat lendir hijau mengenai ranting dan daun, segera hal itu melepuh dan membuat dahlia menjadi sangat waspada kepada ular piton.


Dahlia terus berlari sekuat tenaga, hingga pada saat yang sama, dia tidak melihat sebuah kayu yang menghalangi jalanya sehingga kakinya terkilir dan terjatuh.


Segera dahlia berteriak kesakitan, suara teriakanya hingga membuat burung-burung beterbangan menjauh di sekitar pohon pohon di atasnya.


Tidak jauh dari lokasi dahlia saat ini, rama sedang duduk dengan tenang dan tiba tiba dia mendengarkan suara teriakan membuatnya terkejut.


Dia segera melihat ke arah selatan dan memindai dengan kekuatan spiritualnya.


Rama samar samar dapat merasakan bahwa ada seseorang disana, dan dia akhirnya memutuskan untuk mencari asal suara tadi.


Di sisi lain, dahlia memegangi kaki kirinya dengan rasa sakit.


Sekarang ini, dia tidak tahu lagi harus dengan cara apa dia dapat menyelamatkan dirinya sendiri.


Sementara ular piton telah semakin mendekatinya.


Dahlia dengan lemah melihat keadaanya yang menyedihkan, di dalam hatinya terus mengumpat karena menjadi begitu lemah.

__ADS_1


"sialan!!!...jika saja kekuatanku kembali, aku bisa menginjak ular kecil ini seperti semut di kakiku!!..." gumam dahlian dengan kesal.


Piton itu lalu menatap dahlia dengan mata yang dingin dan menyeramkan.


Seolah di tatapanya mengatakan, penghinaan kepada alaya


"Manusia...berani beraninya kamu mencuri dariku!.." meski tidak terdengar seperti suara manusia, namun dahlia jelas mengerti perkataan ular itu.


Piton itu mengeluarkan raungan yang memekakan telinga.


Bahkan rambut dahlia berkibar ke belakang karena angin dari raungan piton itu menghempaskan udara.


Ular piton itu segera menjulurkan lidahnya dan membuka mulutnya dengan lebar, gerakanya jelas seperti akan melahap dahlia.


Dahlia menatap mulut besar piton itu dengan ngeri, dengan kakinya yang terkilir, sangat tidak mungkin baginya untuk melarikan diri.


Kini dia hanya bisa pasrah melihat ular itu akan melahapnya.


Dahlia menutup matanya, dengan perasaan pahit, dia terus bertanya pada dirinya sendiri.


"Apakah aku akan benar benar mati kali ini??..." dahlia dengan sedih bertanya dalam hati, namun tepat ketika dahlia telah pasrah, tiba tiba tebasan pedang mengenai kepala ular piton dan membuatnya mundur menjauh dari dahlia.


Bang!!!...bang!!!!


Ular piton itu terlempar dan mengenai pohon pohon di sekitarnya.


Dahlia mendengar suara tabrakan besar yang membuatnya tersadar dan membuka matanya.


Dia segera melihat anak laki laki tidak terlihat lebih tua darinya, sedang memegang pedang di tanganya.


Lalu dia menatap ular piton itu telah terhempas dan menjauh darinya.


Seketika dahlia menjadi terkejut melihat perubahan tiba-tiba ini.


Apa yang membuatnya semakin terkejut bahwa dia telah di selamatkan oleh seoarang anak yang begitu muda.


Dahlia merasa takjub, bagaimanapun, piton itu berada di alam emas tingkat empat, dan sangat sulit bagi seorang anak bisa menghadapinya.


Sementara itu, rama menatap dahlia yang masih terbaring dengan lemas di tanah.


Lalu rama memberanikan diri untuk bertanya pada gadis kecil di depanya.


"bisakah kamu berdiri??..." rama bertanya dengan nada pelan.


Dahlia tidak menjawab, namun dia segera menggelengkan kepalanya.


Rama mengungkapkan ekspresi pengertian dan segera mengulurkan tanganya kepada dahlia.


"ini...pegang tanganku..aku akan membantumu berdiri..." ucap rama dengan hati hati.


Dahlia terdiam sejenak, namun dia segera menggapai tangan rama dan perlahan berdiri di sampingnya.


Rama perlahan membantunya berdiri dan hampir saja wajah mereka bersentuhan karena rama terlalu kuat menarik pergelangan tangan dahlia.


"Ahh...s..sakit!!..." dahlia sedikit mengerang karena tanganya di tarik terlalu kuat oleh rama.


Rama sedikit terkejut karena reaksi dahlia, namun dia segera meminta maaf.


"Ehh...maaf!...aku tidak bermaksud menyakitimu..." ucap rama dengan nada minta maaf.


Dahlia tidak menjawab dan hanya menundukan kepalanya.


Sementara itu, ular piton telah bangun dari meraung marah menatap dua orang di depanya.


Seketika raunganya membuat dahlia menjadi khawatir.

__ADS_1


"hati-hati!!...ular itu memiliki racun!..." ucap dahlia memperingatkan.


Mendengar suara lembut dan hangat dahlia untuk pertama kalinya, rama menjadi linglung sejenak, namun dia segera di bangunkan oleh suara raungan ular piton yang semakin mendekat


__ADS_2