PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Perasaan Rumit


__ADS_3

Tubuh dahlia sedikit bergetar mendengar suara serak rama, namun dia juga tidak berfikir bahwa hatinya mendadak merasakan kerumitan seperti ini.


Saat ini, dahlia hanya bisa berfikir bahwa kesedihan rama terkait erat dengan orang tuanya, dan itu seperti trauma dan luka dalam bagi rama.


Meski dahlia memiliki sedikit kekhawatiran, namuan dia tidak ingin bertanya lebih jauh, melihat begitu sedihnya rama saat ini, jelas bukan hal yang tepat baginya untuk menanyakan hal ini.


Terlebih lagi, dahlia tidak ingin terjerat terlalu dalam dengan rama, bagaimanapun pada akhirnya tidak akan butuh waktu lama bagi mereka berdua akan berpisah.


Dahlia juga berfikir bahwa ayahnya dan tentara kekaisaran yang berada perkemahan sebelumnya pasti saat ini sedang mencarinya.


Hal ini juga yang membuat dahlia menuruti semua permintaan rama, dia tahu dengan jelas bahwa pertemuan ini akan menjadi sangat singkat.


Meskipun perlahan dahlia memiliki perasaan rumit kepada rama, namun sangat tidak mungkin baginya untuk tetap berhubungan dengan rama.


Karena ketika di masa depan kekuatanya telah kembali ke puncaknya, hal pertama yang harus dia lakukan adalah mencari saudara perguruanya dan mencegah bahaya yang akan datang di masa depan.


Pada saat itu, mungkin saja bagi dahlia untuk meninggalkan kehidupanya sebagai dahlia yang memiliki keluarga di kekaisaran awan, lalu berubah menjadi alaya yang dingin dan mendominasi.


Hal itu sudah dia fikirkan dengan baik, namun kali ini, karena perasaan rumitnya kepada anak laki-laki di depanya, dia hanya bisa mengikuti kata hatinya untuk sedikit menghiburnya selagi masih ada waktu untuk menemaninya.


Beberapa saat kemudian, dahlia perlahan melepaskan pelukanya dan menatap wajah sedih rama.


Dahlia mencoba menenangkanya dan mengijinkanya tertidur di pangkuanya.


Rama menurut dan menggenggam tangan lembut dahlia dengan erat, hal itu seolah akan membuat hatinya merasa lebih baik.


Sementara kamal yang berada di samping, dia hanya terdiam dan tidak berani mengganggu kedua anak kecil yang saling memperhatikan satu sama lain.


Kamal sangat menyadari bahwa saat ini, dahlia adalah satu-satunya orang yang bisa membuat rama menjadi tenang kembali.


Detik berikutnya, dahlia mengelus lembut rambut rama agar dia dapat beristirahat dengan tenang di pangkuanya.


Perlahan dahlia sedikit berfikir dan mulai berbicara dengan nada rendah kepada rama.


"Kakak..." dahlia berbicara lembut kepada rama.

__ADS_1


Rama menoleh dan wajah mereka berhadapan dengan posisi atas dan bawah.


"Emm.." balas rama singkat.


"Bisakah kakak berjanji satu hal padaku?..." ucap dahlia tiba-tiba.


Rama tersenyum tipis dan mengangguk kepala.


"Aku ingin kakak jangan bertindak ceroboh dan sebelum kakak memiliki kekuatan yang cukup, jangan mengorbankan dirimu hanya untuk orang lain, apalagi jika kakak tidak mengenali orang itu dengan baik..." ucap dahlia dengan nada serius.


Mendadak rama memiliki ekspresi bingung karena perkataan dahlia, dan dia tidak bisa untuk balik bertanya.


"Emm...aku tidak mengerti, mengapa aku tidak boleh membantu orang lain.." balas rama dengan wajah bingung.


Dahlia menghela nafas dan kembali menjelaskan.


"Kakak...aku berterima kasih karena telah menolongku sebelumnya..namun, di dunia ini, kita harus selalu berhati-hati dan jangan cepat percaya pada orang lain.."


"Jika hari ini kakak bertemu denganku dan menolongku..itu masih hal yang baik, namun suatu saat jika ada orang lain berada dalam posisi yang sama denganku..aku harap kakak jangan menolong orang itu.."


"Jadi bisakah hal itu menjadi yang terakhir??..." dahlia menatap rama dengan mata yang terlihat sedikit memohon.


Di sisi lain, rama masih mencerna semua ungkapan yang dahlia ucapkan dengan hati-hati.


Meskipun rama tidak sepenuhnya mengerti ucapan dahlia, namun satu hal yang bisa dia simpulkan bahwa dahlia tidak ingin melihatnya membantu orang lain di masa depan demi menjaga dirinya sendiri.


Pada akhirnya, rama mengangguk dengan setuju sebelum memberikan janji dengan kata-kata lembutnya.


"Em!...aku berjanji tidak akan melakukan hal itu lagi, dan di dunia ini, cukup adik ku yang manis yang perlu aku jaga.."


"Alia...aku tidak akan perduli dengan orang lain lagi...tahukah kamu bahwa bebera tahun ini aku sangat kesepian..selain paman, semua orang yang aku sayangi telah pergi meninggalkanku, dan itu karena aku sangat lemah.."


"Maka dari itu, aku akan berusaha lebih keras lagi agar menjadi lebih kuat dan tidak akan kesepian lagi..apalagi saat ini, aku memiliki seorang adik, jadi mulai dari sekarang, aku akan lebih berusaha lebih keras lagi..."


"Demi ayah dan ibu...dan juga...demi kamu...peri kecilku..." ucap rama dengan nada yang dalam, dan mempertahankans senyumanya menatap wajah dahlia.

__ADS_1


Mendengar perkataan rama, dahlia merasakan bahwa hatinya sedikit bergetar pada saat ini, dia tidak pernah berfikir bahwa pertemuan singkat ini akan membuat rama sangat memperdulikanya.


Dan yang lebih penting, posisi dia di hati rama bahkan sama dengan orang tuanya, dan pada saat rama menyebutnya sebagai peri kecilnya, entah mengapa dahlia tidak membencinya dan justru membuat hatinya merasakan hangat.


Dahlia menatap bingung kepada rama, dia tidak pernah berfikir bahwa seseorang dapat begitu baik dan perduli dengan seseorang yang baru saja di kenal.


Dahlia tidak bisa memikirkan perasaan semacam itu sama sekali.


Di masa lalu, dahlia tidak terlalu mengerti tentang hubungan cinta antar keluarga, dia tumbuh tampa mendapatkan perasaan itu.


Bahkan meski dia terlahir dengan wajah yang cantik dan menjadi pendekar yang kuat, dia tidak pernah begitu mengerti tentang perasaan cinta antara laki-laki dan perempuan.


Tidak sedikit laki-laki yang mengagumi dan mencintainya, namun pada saat itu, dahlia hanya tahu cara berlatih dan menjadi lebih kuat.


Di dalam kehidupan sebelumnya, selain guru dan saudara seperguruanya, tidak ada lagi yang bisa memasuki matanya maupun perhatianya, namun pada saat ini, dahlia selalu berfikir tentang kehidupan barunya kali ini.


Apa yang tidak pernah dia rasakan di masa lalu, kini dapat dia rasakan, bahkan kasih dan cinta dari keluarga, bahkan seorang anak laki-laki di hadapanya begitu perduli padanya, meski hanya dalam pertemuan singkat.


Hal-hal ini membuat dahlia bingung dan takut secara bersamaan, dia takut bahwa cinta semacam ini hanya akan membuatnya goyah dan lemah, namun perasaan itu entah mengapa tidak bisa dia tolak meskipun dia memiliki kekhawatiran tentang hal itu.


Dahlia hanya bisa menghela nafas memikirkan semua hal itu di dalam hatinya.


Beberapa saat kemudian, rama yang berada di pangkuaya menatap dahlia dengan bingung.


Rama terus melihat perubahan ekspresi dahlia dan membuatnya merasa aneh.


"Apa yang kamu fikirkan??.." ucap rama tiba tiba bertanya.


Seketika dahlia menjadi terkejut dan membuatnya terbangun dari lamunanya karena pertanyaan rama.


"Ohh...tidak ada..tidak apa-apa.." balas dahlia tergesa gesa.


Rama mengangguk dan tidak lagi bertanya, namun dia tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari kantong penyimpananya.


Itu adalah sepuluh inti kristal binatang di tingkat ke lima alam emas, yang telah rama dapatkan ketika membunuh binatang iblis macan tutul sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2