
Setelah beberapa saat, sebagian besar orang-orang telah memasuki rumah lelang, dan tiga pemuda itupun segera memasuki rumah lelang dengan membayar 30 batu roh kualitas rendah untuk masing-masing kepada kedua petugas.
Ketika ketiga saria dan saudaranya akan membayar, kedua petugas itu sedikit mengernyitkan alisnya.
Hal itu bukan karena kedua petugas melihat hal yang aneh, namun ketika melihat penampilan mereka bertiga yang menggunakan pakain serupa, dan ada simbol khusus dari pakaian mereka masing-masing.
Setelah sedikit menganalisis penampilan ketiga pemuda itu, kedua petugas itu memiliki ekspresi keterkejutan di wajah mereka.
Mereka sangat terkejut ketika melihat simbol khusus pada pakain ketiga pemuda itu.
Hal itu di karenakan simbol yang ada pada pakaian mereka yang sangat tidak asing, dan itu melambangkan salah satu sekte super yang ada di benua timur.
Simbol itu terlihat seperti pedang kecil dengan aksen warna emas dan putih, dan simbol pedang itu hanya di miliki oleh seseorang yang berasal dari sekte pedang surgawi.
Kedua petugas itu menjadi sedikit gemetar setelah mengetahui identitas dari ketiga pemuda di depanya.
Di benua timur, ada enam sekte super yang sangat di segani oleh semua orang yang ada di benua timur.
Hal itu di karenakan oleh fakta bahwa enam sekte tersebut memiliki kekuatan yang sangat besar dan sanggup untuk menghancur semua kekaisaran yang ada di benua timur.
Enam sekte tersebut secara tidak langsung di nobatkan sebagai pemimpin atau penguasa di benua timur.
Karena di kenal dengan kekuatan super dari ke enam sekte tersebut, tidak sedikit orang-orang yang bermimpi untuk bergabung menjadi anggota dari salah satu sekte super tersebut, namun semua orang tahu bahwa hanya orang-orang yang berbakat dan memiliki keberuntungan khusus yang mendapat kualifikasi untuk bergabung dengan ke enam sekte tersebut.
Jika dapat bergabung dengan salah satu dari enam sekte super, bukan hanya kekuatan mereka meningkat dan mendapatkan sumber daya yang cukup, namun baik status dan ketenaran akan menggiring setiap orang di masa depan, dan tidak akan ada orang yang berani menyinggung mereka.
Kedua petugas itu menjadi sedikit linglung dan terdiam beberapa saat, namun segera mereka mendapatkan kesadaran mereka kembali, dan berusaha untuk menenangkan keterkejutan di hati mereka.
Lalu mereka dengan hormat menyambut ketiga pemuda itu untuk memasuki rumah lelang.
Melihat perubahan sikap dari kedua petugas, saria dan saudaranya langsung menyadari bahwa sepertinya identitas mereka telah di ketahui.
Mereka bertiga masih tampa ekspresi dan berjalan menuju arah pintu masuk, seolah hal ini telah biasa terjadi.
"sepertinya mereka mengenali identitas kita"...ucap saria.
"emm...meskipun tempat ini hanya kota kecil, namun paviliun bulan sangat terkenal di benua timur, dan rumah lelang ini hanya salah satu cabang dari sekian banyak rumah lelang yang tersebar di benua ini, jadi tidak heran mereka akan mengetahui tentang identitas sekte..." balas fraz menjelaskan.
"em..baiklah...hal ini memang sudah biasa terjadi, ayo kita masuk terlebih dahulu.."ucap saria, lalu fraz dan gan mengikuti di belakangnya.
Di sisi lain, kamal dan rama yang berada di sekitaran rumah lelang sedang bersiap untuk mengantri dan menuju kedua petugas.
Setelah antrian yang cukup panjang, tiba saatnya kamal dan rama mendapat giliran untuk memasuki rumah lelang.
__ADS_1
Kamal dengan wajah tenang dan santai menghampiri kedua petugas, namun dia terlihat seperti tidak akan melakukan pembayaran untuk memasuki rumah lelang.
Hal ini telah di rencanakan secara khusus oleh kamal yang bertujuan untuk mendapatkan tiket masuk secara khusus.
Kamal berencana untuk menjual beberapa item berharga kepada rumah lelang paviliun bulan, dan karena hal ini, dia tidak perlu repot-repot untuk mengeluarkan batu roh, meski kamal tidak kekurangan batu roh sekalipun.
"tuan-tuan...mohon maaf sebelumnya, apa aku boleh menanyakan sesuatu?..."tanya kamal dengan sikap sopan dan senyum ramah kepada kedua petugas.
"ohh...silahkan tanya apa saja, dan apa ada yang bisa kami bantu?..."balas petugas itu tampa ekspresi.
"tuan-tuan...sebenarnya aku memiliki barang yang ingin aku jual kepada paviliun bulan, apakan tuan-tuan bisa membantuku?..."tanya kamal dan memberitahu maksud hatinya kepada kedua petugas.
"ohh..ternyata anda ingin menjual barang anda kepada paviliun bulan kami, hal itu memang bisa, namun kami perlu tahu, barang apa saja yang ingin anda jual kepada paviliun kami"
"jika itu harta yang cukup berharga, mungkin barang anda bisa di tampilkan pada acara lelang hari ini"...ucap kedua petugas itu menjelaskan.
Setelah berfikir beberapa saat, kamal sudah memutuskan barang apa saja yang akan dia serahkan kepada paviliun bulan.
Dia memutuskan untuk menjual beberapa item, seperti pil dan senjata yang dia rasa sudah tidak berguna untuk dia simpan.
"aku akan menjual dua pil darah tingkat empat, yang bisa meningkat kekuatan seorang pendekar di alam emas menerobos satu tingkat"
"aku juga memiliki pedang di tingkat bumi di level menengah, jadi aku rasa aku akan menjual itu saja, apakah bisa?...."tanya kamal dengan wajah santai.
Beberapa menit yang lalu, mereka telah di kejutkan oleh pemuda yang berasal dari salah satu sekte super, dan sekarang mereka di kejutkan oleh seseorang yang ingin menjual barang berharga, dan sangat langka untuk bisa di temukan di kota kecil seperti kota batu hijau.
Dan lebih mengejutkanya lagi, orang yang berdiri depan mereka berdua terlihat santai ketika menyebutkan pil dan senjata yang akan dia jual.
Hal itu seperti menjelaskan bahwa harta yang mereka fikir sangat berharga itu, tidaklah berharga baginya.
Kedua petugas itu lalu saling memandang, dan sejenak mendiskusikan sesuatu.
"tuan...apa anda yakin barang yang akan anda jual adalah pil darah tingkat empat, dan senjata di tingkat bumi?...tanya petugas itu dengan ragu.
"tentu, jika kalian mau, kalian bisa memeriksanya terlebih dahulu"...balas kamal dengan santai.
Melihat wajah santai kamal, kedua petugas itu saling memandang lagi, dan mereka akhirnya memutuskan untuk memberitahukan hal itu kepada atasan mereka.
"tuan...karna barang yang ada jual sangat berharga, kami harus memberi tahukan hal ini kepada atasan kami, jadi kami harap, tuan bisa menunggu sebentar, dan ikuti saya memasuki paviliun terlebih dahulu..."ucap salah satu petugas.
"baik.."balas kamal singkat.
Kamal dan rama lalu mengikuti salah satu petugas itu untuk memasuki rumah lelang.
__ADS_1
Setelah beberapa saat, ketika memasuki rumah lelang, di dalamnya terlihat sudah cukup ramai oleh beberapa orang yang menghadiri acara lelang.
Di dalam paviliun bulan, areanya terlihat cukup luas, dan bangunanya memiliki tiga tingkat.
Di area paling bawah, berisikan orang-orang yang memiliki status biasa, sedangkan di tingkat kedua, ada beberapa ruang khusus yang hanya bisa tempati oleh orang-orang yang menjadi tamu viv atau tamu kehormatan dari paviliun bulan.
Sedangkan tingkat ketiga, tempat itu khusus hanya di tempati oleh manager dan pemimpin dari paviliun bulan.
Setelah berjalan dan menaiki tangga, akhirnya kamal dan petugas itu telah sampai di lantai ketiga, dan rama masih mengikuti dari belakang.
Tak berlangsung lama, petugas itu membawa kamal di ruangan khusus yang di persiapkan untuk tamu khusus.
"tuan...mohon tunggu sebentar, saya akan memanggil atasan terlebih dahulu...."ucap petugas itu dengan hormat.
Kamal tidak menjawab, dan dia hanya mengangguk setuju kepada petugas itu.
...****************...
Beberapa saat kemudian, petugas itu sampai pada sebuah ruangan besar yang hanya di huni oleh manager dari rumah lelang.
Di dalam ruangan itu, ada seorang laki-laki yang terlihat seperti berusia empat puluh tahunan, dia memiliki postur tubuh yang cukup tinggi, dengan pakaian merah maroon.
Saat ini, manager itu sedang sibuk menghitung keuntungan yang akan dia dapatkan dari hasil lelang, namun ketika dia menyadari ada bawahanya yang datang, dia menghentikan kesibukanya, dan bertanya kepada bawahanya.
"tuan...ada hal penting yang harus saya bicarakan kepada tuan..."ucap bawahan itu.
Bawahan manager itu tentu saja adalah petugas yang membawa kamal memasuki paviliun.
Petugas itu bermaksud untuk melaporkan kepada manager paviliun prihal kamal.
"oh..hal penting apa?..."tanya manager dengan wajah datar, jelas dia sedikit tidak senang dengan kedatangan bawahanya yang telah mengganggu kesibukanya.
"begini tuan, ada seseorang yang ingin menjual pil darah tingkat empat, dan senjat di tingkat bumi kelas menengah"....ucap petugas itu langsung memberitahu manager tentang seseorang yang menjual berharga.
Mendengar petugas yang menyebutkan pil tingkat empat, dan senjata tingkat bumi kelas menengah, manager itu segera berdiri dengan wajah serius.
"apa kamu yakin, orang itu ingin menjual pil dan senjata itu?..."tanya manager dengan wajah keterkejutan, namun ada sedikit harapan di matanya.
"tuan...saya sudah membawanya di ruangan khusus, jadi anda bisa menemuinya untuk memerika barang itu"
"karena hal itu terlalu penting, jadi saya hanya bisa mengganggu tuan untuk memutuskan dan memeriksa terlebih dahulu...."ucap petugas itu dengan hormat.
"ohh...orang itu sudah ada disini...baiklah, bawa aku menemui orang itu..." ucap manager.
__ADS_1
Lalu petugas itu segera bergegas membawa manager ke ruangan khusus di tempat kamal dan rama di tempatkan.