PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
2 VS 1


__ADS_3

Sosok misterius itu lalu melengkungkan bibirnya menjadi senyuman dan tertawa seram.


"hahahha...putra!!..putra!!..benar saja apa yang aku cari ternyata berhubungan dengan kalian pasangan serasi..."


Mendengar tawa jahat sosok misterius itu, tubuh mayangsari semakin bergetar karena marah, dia akan segera pergi menyerang, namun segera tanganya di tahan oleh razaki.


"tenangkan dirimu...saat ini kita tidak dalam kondisi terbaik, jika kita bertindak gegabah, maka kita hanya akan menderita kerugian"


"ingatlah...saat ini putra kita tidak ada sini, jadi dia akan baik-baik saja, yang terpenting saat ini bagaimana cara menghadapi orang bertopeng ini..." ucap razaki memperingatkan.


Mayangsari tertegun sejenak mendengar ucapan suaminya, dia mulai mencernanya dengan baik dan mulai menenangkan hatinya kembali.


Memang benar saat ini bahwa kekhawatiranya tidak perlu di perbesar, karena yang terpenting putranya tidak akan dalam bahaya selama dia tidak berada di kota.


Setelah merasa tenang dan berfikir jernih, mayangsari menghirup udara dalam-dalam , dan menatap razaki di samping lalu menganggukan kepalanya.


Akhirnya razaki menghela nafas lega ketika melihat istrinya telah tenang kembali.


"baiklah..biarkan aku menghadapinya terlebih dulu, sebaiknya kamu istirahat dulu, bagaimanapun kondisimu belum sepenuhnya pulih setelah kehilangan banyak energi..." ucap razaki.


"tidak!!..kita hadapi bersama!!.." balas mayangsari dengan tegas menolak.


Melihat tatapan istrinya yang keras kepala, razaki menggelengkan kepalanya merasa tidak berdaya dan dengan berat hati menyetujuinya.


"hemp..baiklah.." ucap razaki dengan lemah.


Mereka berdua lalu melaju ke arah sosok misterius yang mengambang di udara.


Sosok itu tidak bergeming dan masih mempertahankan senyuman misteriusnya.


"sepertinya kalian berdua tidak sabar menunggu kematian.." ucap sosok misterius tersenyum mengejek.


"terlalu banyak omong kosong!!.." mayangsari berteriak marah.


"hahahhaha...serahkan saja putramu padaku...dengan begitu aku bisa membiarkan kalian menjadi pasangan yang hidup selamanya.." balas sosok misterius tertawa jahat.


"kamuu!!!!..." mayangsari menunjuk sosok misterius dengan ekspresi marah.


Mendengar ucapan sosok misterius, mayangsari tidak bisa menahan ketenanganya, bahkan tubuhnya bergetar karena perasaan sesak dan amarah.


Namun razaki yang berada di sampingnya terus menggemgam tanganya dan menahanya agar tidak beetindak impulsif.


Razaki lalu menatap dalam-dalam kepada sosok misterius yang menggunakan topeng di depanya.


"aku tidak perduli siapa dirimu dan apa tujuanmu, dan siapapun orang yang berada di belakangmu, sehingga kamu berani melakukan semua ini..namun..."


Razaki menghentikan kalimatnya sejenak sebelum melanjutkan dan menatap sosok misterius dengan dingin.


"namun...jika kamu berani menyentuh orang yang aku sayangi!!....bersiaplah untuk mati!!!

__ADS_1


Setelah mengucapkan kata-kata ancamanya, razaki segera melesat bersama dengan istrinya dan energi sejati di keluarkan hingga batasnya.


Sosok misterius tidak berani lengah dan melaju menghadapi dua orang sekaligus.


Api dan angin datang bersamaan dan menjadi satu.


Di atas langit, semua orang bisa melihat burung api raksasa dan pusaran angin yang mulai terbentuk.


Mayangsari dan razaki saling memandang, seolah memberikan kode kepada masing-masing untuk menyerang bersama.


Karena mereka adalah pasangan, jadi pemahaman mereka dalam bertarung telah melampaui beberapa orang.


Badai angin!!!


Burung api penghancuran !!!!


Dua serangan elemen segera di tembakan menuju sosok misterius.


Sementara itu, sosok misterius berubah menjadi pusaran asap hitam dan petir seperti angin tornado hitam raksasa.


Kecepatan sosok misterius itu semakin meningkat setelah berubah menjadi pusaran asap hitam.


Setiap kali kedua elemen akan mendekatinya, dia akan berhasil menghindarinya, namun burung api dan badai angin terus mengikuti kemanapun dia pergi.


Sosok misterius mundur beberapa langkah, lalu dia membuat gerakan yang sama ketika membuat tombak raksasa sebelumnya.


Kini dia menggunakan tombak raksasa untuk memblokir burung api dan badai angin.


Boom!!!...Boom!!!...Boom!!!


Dampak ledakan mengejutkan semua orang yang menyaksikan pertarungan dari bawah.


Dari pihak teman atau lawan, semuanya menatap ledakan di langit dengan perasaan takut dan ngeri.


Dengan ledakan besar yang mekekakan telinga, mustahil bagi orang biasa untuk dapat menanggung kedua serangan.


Sudah dapat di pastikan, jika seseorang tidak cukup kuat, maka dia hanya akan berubah menjadi debu di bawah serangan hebat di langit.


Meski semua orang merasakan takut, namun dari kedua pihak menatap dengan penuh antisipasi dan harapan.


Bagaimanapun, nasib mereka akan di tentukan oleh pertarungan antara penguasa kota dan sosok misterius.


...****************...


Sementara itu di dalam dimensi spasial, semakin dekat dia dengan kota bintang roh, semakin besar rasa gelisah yang di rasakan rama.


Karena terus menerus merasa sesak, rama tidak tahan dan meraung marah.


"sial!!!!...kapan kita akan sampai!!!..." Rama berteriak dan tidak sabar.

__ADS_1


Mata rama memerah bahkan pernapasanya tersendak sendak menjadi tidak stabil karena perasaan sesak di hatinya.


Di samping, kamal terkejut karena sikap rama yang tiba-tiba berteriak, namun dia juga tidak bisa marah.


Karena semakin dekat dia dengan tujuan, samar samar dia bisa merasakan sesuatu hal yang buruk telah terjadi di dalam benaknya.


Persepsinya mengatakan bahwa bahaya telah terjadi di kajuahan, namun itu terlalu samar sehingga tidak jelas bagaimana dia melihatnya.


"tenanglah...paman akan mencoba merasakan keberadaan orang tuamu terlebih dulu, bagaimanapun paman sebelumnya telah memberinya giok yang berisi jejak energi mental"


"selama ayahmu membawa giok itu bersamanya, maka tidak sulit untuk merasakan auranya ..." ucap kamal mencoba menenangkan.


Rama menjadi terdiam sejenak, lalu menatap kamal dengan penuh harap.


"benarkah..." ucap rama dengan mata berbinar.


"emm...akan paman coba.." balas kamal.


Lalu kamal menutup matanya dan mencoba memfokuskan fikiranya untuk memindai jejak energi mental dengan indranya.


Beberapa menita kemudian, di dalam pengelihatanya, giok berwarna emerald masih menyala dan berfungsi dengan baik, namun jejak mental yang ada di dalam giok sesekali akan berkelap-kelip menandakan sesuatu sedang terjadi dengan si pemilik giok.


Akhirnya kamal membuka matanya dan selesai memindai, seketika ada ekspresi serius di wajahnya dan membuat hatinya menjadi gelisah.


Kamal lalu menatap rama yang berdiri di samping, dia melihatnya dengan wajah tidak pasti.


Dia ingin mengatakan apa yang telah dia temukan, namun secara bersamaan dia juga takut bahwa itu akan mempengaruhi fikiran rama.


Jadi dia memutuskan untuk tidak memberi tahu rama kebenaranya.


"paman....bagaimana???.." rama bertanya dengan tidak sabar.


"tenanglah...mereka baik-baik saja..." ucap kamal memaksakan senyum di wajahnya.


Setelah mendengar pernyataan kamal, akhirnya rama mengehela nafas pelan...meski begitu rasa gelisahnya masih tidak hilang.


Sedangkan di kota bintang roh saat ini.


Tiga orang masih bertarung di atas langit.


Razaki dan mayangsari bekerjasama untuk menghadapi sosok misterius.


Meski sosok misterius itu cukup kuat, namun dengan serangan gabungan dari dua orang, dia akhirnya tidak seimbang melawanya dan semakin di rugikan.


Sesekali mereka akan saling bertukar pukulan dan sama sama mundur beberapa langkah dan saling menyerang lagi.


Nafas sosok misterius itu akhirnya tersendak sendak karena enrginya telah banyak terkuras.


Sementara itu, keadaan razaki dan istrinya juga tidak jauh berbeda dengan sosok misterius.

__ADS_1


Mereka berdua juga telah kehilangan terlau banyak energi yang tersisa.


__ADS_2