
Detik berikutnya, rama menstabilkan kultivasinya terlebih dahulu.
Di sisi lain, kamal telah berfikir untuk membawa rama menuju sekte langit cerah secepatnya.
"Bocah...sekarang sudah saatnya kita menuju sekte..aku harap kamu bersiap untuk menjalani kehidupan baru.." kata kamal.
Baru saja rama membuka matanya, dan dia mendengar ucapan kamal untuk membawanya pergi.
Kini dia sudah tidak punya alasan lagi untuk menunda waktu, bagaimanapun janji selama dua tahun telah berakhir dan sudah saatnya untuk pergi.
Rama menghela nafas panjang dan berfikir dengan tenang, dengan suara yang dalam dan keyakinan dia berbicara.
"Baiklah...paman!...ayo kita pergi!.. " ucap rama dengan lugas.
Mendengar kata-kata lugas rama, akhirnya kamal merasa lega dan tersenyum tipis.
Tidak berlama lama, kamal segera membentuk array spasial untuk menuju sekte langit cerah.
Dari jaraknya saat ini, butuh perjalanan satu atau dua hari untuk sampai ke sekte langit cerah.
Setelah array spasial terbentuk, dengan menghirup udara dalam-dalam, rama melangkah memasuki array.
Kamal segera mengikuti, dan akhirnya mereka berdua meninggalkan hutan setelah sekian lama.
......................
Di kekaisaran awan keluarga dahlia.
Di sebuah ruangan yang tidak terlalu besar atau kecil, berbagai macam jenis tanaman bunga spiritual di tata rapi.
Di dalam ruangan itu, nampak gadis kecil dengan gaun putih dan hijau sedang menatap pemandangan di kejauhan melalui jendela yang terbuka.
Gadis kecil itu adalah dahlia, semenjak dia meninggalkan hutan pada hari itu, dia telah pingsan selama satu hari penuh.
Dengan perawatan dari keluarganya, kini dia dapat kembali sehat seperti sebelumnya.
Setelah dia sadar, dia melihat dirinya telah terbaring di atas ranjang dengan gaun yang baru.
Tampa banyak berfikir, dia segera melangkah ke arah jendela dan membukanya.
Dahlia berdiri disana selama berjam-jam, dengan mata yang terus tertuju di arah tertentu.
Entah apa yang di lihatnya, namun matanya nampak seperti sedang membayangkan sosok yang telah menemaninya dalam beberapa waktu yang lalu ketika dia berada di dalam hutan.
Saat ini, dahlia sedang memikirkan tentang rama yang ia tinggalkan tampa berpamitan, dia merasa telah melakukan kesalahan sehingga hatinya menjadi berat.
Dahlia tidak pernah berfikir bahwa setelah dia sadar, orang pertama yang terlintas dalam fikiranya adalah anak yang baru saja dia temui hanya dalam beberapa hari.
Sebelumnya, dahlia berfikir bahwa setelah dia kembali pulang, maka ingatanya tentang rama akan hilang begitu saja, namun apa yang dia fikirkan tidak sama dengan apa yang dia rasakan saat ini.
Di dalam fikiranya, bayangan rama yang sedang hawatir, sedih dan kecewa karena kepergianya yang tiba-tiba telah membuatnya merasa bersalah dan khawatir.
Dahlia sama sekali tidak merasa tenang setelah memikirkanya.
__ADS_1
Dengan menghela nafas panjang, dahlia menggelengkan kepalanya dan mengingatkan dirinya untuk kembali sadar.
Dia berusaha untuk melupakanya dan tidak lagi perduli dengan rama, meskipun hal itu masih belum berhasil membuat hatinya menjadi tenang.
Dia bergumam pada dirinya sendiri.
"Hemp...sudahlah..ini sudah berlalu..." kata dahlia mendesah pelan.
Apa yang berlalu???....
Tiba-tiba suara seorang wanita terdengar dari belakang dan mendekati dahlia yang sedang berdiri di depan jendela.
Wanita itu nampak berusia tiga puluh tahunan, dengan wajah cantik dan mempesona, dia tampak sedikit mirip dengan dahlia dengan wajah yg lebih dewasa.
Dia berjalan mendekat hingga sampai di depan dahlia dengan senyum lembut dan tatapan penuh cinta.
Wanita itu tentu saja adalah yasi ibu dahlia.
Ketika suara yasi terdengar, dahlia sedikit terkejut dan menemukan bahwa gumamanya telah di dengar oleh ibunya.
Dahlia segera menundukan kepalanya dan tidak tahu harus berkata apa.
Di depan ibunya, dia bahkan tidak bisa bersikap tenang dan hanya menjadi gadis kecil, tidak ada apapun yang bisa dia sembunyikan.
Semenjak merasakan kehangatan keluarga, entah ayah, ibu dan saudaranya, dahlia yang dulunya selalu dingin di masalalu kini tidak bisa bersikap sama seperti sebelumnya.
Dia hanya bersikap layaknya anak kecil yang membutuhkan perlindungan orang tuanya.
Di depanya, yasi tersenyum seolah mencoba menebak apa yang di fikirkan oleh anak gadisnya.
Dahlia terdiam sejenak sebelum menjawab.
"Tidak ada apa apa bu...aku hanya berfikir tentang hutan sebelumnya..." kata dahlia membuat alasan.
Mendengar jawaban dahlia, yasi mengerutkan keningnya.
"Apa hanya karena itu?..." tanya yasi lagi".
Dahlia manatap ibunya dalam-dalam sambil menganggukan kepalanya.
Setelah melihatnya menganggukan kepala, yasi kembali tersenyum dan membelai lembut rambut panjang dahlia.
"Mari..ibu rapikan rambutmu..." ucap yasi sembari mengajak dahlia duduk di ranjangnya dan merapikan rambutnya.
Dahlia mengangguk dan duduk di samping ibunya.
Setelahnya, ruangan tersebut kembali menjadi hening lagi.
......................
Sementara itu, di array spasial, sudah satu hari penuh kamal dan rama menemouh perjalanan menuju sekte.
Waktu terus berlalu dan akhirnya array spasial segera terbuka di suatu tempat.
__ADS_1
Kamal keluar terlebih dahulu sebelum di susul oleh rama yang mengikuti di belakangnya.
Di tempat itu, terdapat sebuah penghalang dari array formasi, dan di luar formasi terdapat dua orang yang berdiri disana yang bertugas untuk menjaga tempat itu.
Kamal segera membawa rama pergi menuju dua orang di depan.
Di jarak dua puluh meter, dua orang itu segera menyadari kedatang kamal dan segera bersikap waspada.
Baru saja dua orang itu akan menegur kamal yang akan mendekati mereka berdua, namun setelah melihat wajah kamal dengan dekat, dua orang itu segera terkejut lalu membungkuk dengan hormat.
Jelas sikap dua orang itu menandakan bahwa mereka telah mengetahui identitas kamal yang sebenarnya.
"Salam kepada penatua..." ucap dua orang itu memberi salam.
Kamal tidak menjawab dan hanya mengangguk.
Dengan mengangkat tanganya, kamal memberi aba-aba kepada dua orang itu untuk membuka jalan baginya untuk masuk.
Dua orang itu segera mengangguk dan membuka array formasi yang menjadi sebuah pintu kecil di tengah-tengah array.
Di belakangnya, rama terus mengikuti tampa berkata sepatah kata apapun.
Setelahnya mereka berdua memasuki array, beberapa saat kemudian, pemandangan di dalam seketika membuat rama menjadi takjub.
Apa yang dia temukan bukanlah bangunan tinggi, melainkan sebuah gunung mengambang yang terlihat seperti negeri dongeng.
Bahkan aura surga dan bumi terasa sepuluh kali lipat lebih kental daripada di luar.
Disana terlihat seperti hutan dengan tatanan yang lebih rapi, tidak ada binatang namun di penuhi oleh pohon-pohon dan tanaman dengan warna yang berpariasi.
Di atasnya terdapat empat gunung mengambang.
Gunung yang lebih besar berada di area paling belakang dan di depanya berdiri tiga gunung lainya.
Melihat tempat yang begitu indah, rama tidak sekalipun dapat berkedip, dan mulunya terbuka lebar karena takjub.
Di sampingnya, kamal tersenyum tipis dan menepuk punggung rama.
"Bagaimana...bukankah tempat ini tidak buruk?..." ucap kamal.
Segera setelahnya rama mengangguk setuju, namun matanya masih terlihat sedikit linglung.
Rama segera bertanya dengan rasa penasaran.
"Paman...di tempat ini mengapa ada gunung yang mengambang di langit, dan kenapa ada empat gunung..." tanya rama penasaran.
Kamal segera tersenyum dan menjawab.
"Tiga gunung di depanya adalah lambang dari tiga aula besar sekte..itu terdiri dari aula pemurnian senjata, pengobatan, dan aula array formasi.."
"Tiga aula itu di klasifikasikan berdasarkan minat atau kemampuan dari murid itu sendiri, setiap murid tidak hanya harus memiliki kekuatan dalam bertarung maupun kultivasi yang tinggi.."
"Namun..dia juga harus memiliki salah satu kemampuan yang lain yang di antaranya salah satu dari tiga bidang itu.."
__ADS_1
"Setiap gunung itu akan di pimpin oleh penatua yang bertanggung jawab sebagai pemimpin aula dan membimbing para murid untuk mengembangkan potensinya..."
"Namun...tentu tidak semua murid dapat memasuki tiga aula tersebut, orang yang dapat memasukinya harus terlebih dahulu menjadi murid dalam dan di seleksi berdasarkan kemampuanya dalam bidang itu sendiri.."