PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Dahlia dan Alaya


__ADS_3

Dahlia terus berjalan lebih dalam ke dalam hutan.


Dia terus memindai dengan kekuatan jiwanya untuk dapat merasakan aura surga dan bumi yang menjadi lebih kental ketika dia melangkah lebih jauh.


Meskipum saat ini alaya belum memiliki tingkat kultivasi, namun itu bukan masalah baginya.


Meski dia telah di lahirkan kembali, namun ingatanya sebagai salah satu ahli pada masa lalunya perlahan terbangun.


Hal itu telah terjadi semenjak usia dahlia baru menginjak usia sembilan tahun, perlahan lahan ketika ingatanya mulai kembali, sikap kekanak kanakanya telah berubah.


Namun satu hal yang tidak berubah dalam kehidupanya saat ini, dia tampak memiliki sikap lembut kepada keluarganya, dan hal itu bahkan tidak dia miliki di masalalu.


Karena jiwanya perlahan memulihkan diri, maka tidaklah sulit untuk mengembalikan kultivasinya kembali di masa puncaknya.


Bagaimanapun, dahlia tidak perlu berkultivasi kembali, dan lebih tepatnya dia hanya perlu memulihkan kekuatanya kembali ke masa lalu.


Dengan pengalam selama ribuan tahun, bagi alaya pengetahuanya sudah cukup untuk memikirkan hal hal yang terkait kultivasi dari pada orang biasa.


Saat ini, alasan dia pergi diam diam memasuki hutan untuk dapat memulihkan kekuatan jiwanya dan menyerap aura surga dan bumi dengan tenang.


Terlebih lagi, lingkungan di dalam hutan sangat cocok untuknya.


Di masa lalu, dahlia memiliki tubuh roh alam yang dapat beradaptasi dengan lingkungan di sekitarnya, dan dengan elemen kayunya, hal itu semakin memperkuat kendali atas tubuh roh alam.


Sayangnya, karena terlahir kembali kekuatan jiwanya harus di pulihkan ke puncaknya untuk dapat membangunkan tubuh roh alam yang kini masih tertidur di dalam lautan kesadaranya.


Bahkan dengan keadaanya saat ini yang belum memiliki tingkat kultivasi, dahlia tidak dapat menggunakan kekuatan elemen kayunya.


Hal ini membuat wajah dahlia menjadi muram, mengingat begitu kuatnya dia di masa lalu, kini dia hanya bisa dengan perlahan memulihkan jiwa dan kultivasinya.


Yang bisa dia andalkan saat ini hanya menggunakan kekuatan jiwanya untuk membantunya melakukan beberapa hal.


Dahlia mengela nafas tidak berdaya, dan dia segera melanjutkan perjalan menuju hutan.


Kali ini dia berfikir untuk menemukan sesuatu yang dapat memulihkan kekuatan jiwanya, sehingga kultivasinya perlahan lahan kembali.


Sementara itu di dalam hutan yang jaraknya cukup jauh dari dahlia saat ini.


Rama masih menghadapi ratusan srigala dengan wajah lelah.


Jelas keadaanya saat ini membuat tenaganya terkuras.


Merasa keadaan semakin sulit, akhirnya rama tidak lagi menggunakan pedangnya dan menggunakan seni bela diri elemen.


Hujan petir penghancuran!!!


Boom!!...Boom!!!


Puluhan srigala terlempar hingga puluhan meter, namun srigala lainya segera menyerbu dan menyerang rama kembali.


"sial!!!....tidak bisa begini lagi!!..." ucap rama dengan kesal.

__ADS_1


Wushh...wush...


Pada akhirnya rama memutuskan untuk berlari kembali karena dia sudah tidak punya tenaga lagi untuk melawan ratusan srigala yang terus menyerangnya.


Rama terus berlari ke arah selatan dan memasuki hutan yang lebih dalam.


Sementara itu, kamal di udara perlahan lahan mengikuti rama tampa dia sadari.


Perlahan, kamal semakin jauh dan segerombolan srigala yang mengejar bahkan tidak lagi berminat untuk mengejar rama semakin jauh.


Setelah melihat srigala itu tidak lagi mengejarnya, akhirnya rama dapat bernafas lega.


Dia akhirnya memutuskan untuk beristirahat dan memasuki pelatihan untuk menyerap aura surga dan bumi untuk memulihkan tenaganya.


Di sisi lain, dahlia berjalan semakin jauh, dan akhirnya dia menemukan tempat yang memiliki aliran air.


Dia terus mengikuti aliran air dan mencari asal air itu berasal.


Hingga beberapa jam kemudian, hari semakin sore, dan hutan menjadi semakin gelap.


Mengikuti aliran air, akhirnya alaya menemukan sebuah sungai kecil yang di tengah tengahnya terlihat seperti air terjun.


Air sungai itu sangat jernih, bahkan air terjun itu terlihat sangat indah, bahkan di sisi batu batu di dekat air terjun, akan ada tanaman spiritual yang berusia ratusan tahun, dan jumlahnya tidaklah sedikit.


Ketika dahlia melihat begitu banyak tanaman spiritual, matanya tampak berbinar dan wajahnya menjadi sangat bersemangat.


Dia seperti akan melompat karena sangat senang atas penemuanya.


Kemudian dahlia perlahan berjalan mendekati air terjun, dia akan semakin dekat dan bersiap mengumpulkan tanaman spiritual, namun segera dia merasakan sesuatu yang berasal dari dalam air terjun.


Setelah beberapa saat, dahlia mengerutkan keningnya, dia menemukan bahwa di balik air terjun terdapat binatang iblis di tingkat empat di alam emas.


Binatang iblis itu adalah ular pyton berwarna putih, tingginya mencapai dua puluh meter.


Bisa di tebak bahwa ular piton itu adalah penjaga dari tanaman spiritual di air terjun ini.


Di tengah tengah ular piton itu, terdapat tanaman spiritual yang tampak memiliki sinar biru, dan ular piton itu tepat berada di samping tanaman spiritual.


Wajah dahlia seketika menjadi jelek, dengan kondisinya saat ini, sangat tidak mungkin untuk berhadapan dengan ular piton itu.


Namum ketika dia melihat di samping ular itu terdapat tanaman spiritual yang memancarkan sinar biru, dahlia berseru dan bersemangat kembali.


"i..itu..rumput kristal biru!!!..." ucap dahlia berseru kaget.


"tidak...aku harus mendapatkanya bagaimanapun caranya...dengan rumput kristal biru, kekuatan jiwaku bisa di pulihkan beberapa tingkat!..."


Dahlia mengepalkan tanganya dan menatap tajam kepada ular piton di balik air terjun.


Beruntungnya dahlia saat ini, bahwa ular piton itu sedang tertidur dan tidak menyadari kehadiran dahlia.


Terlebih lagi dahlia yang tidak memiliki kultivasi, sangat tidak mungkin bagi binatang iblis untuk merasakan auranya.

__ADS_1


Saat ini, dahlia berfikir beberapa saat lalu memutuskan untuk mengambil beberapa tanaman spiritual di tepi air terjun terlebih dulu.


Setelah mengumpulkan sebanyak mungkin, baru dahlia akan memikirkan cara untuk merebut rumput kristal biru di balik air terjun.


Sementara itu, di kajauhan, rama saat ini masih memulihkan tenaganya.


Di saat dia sedang memulihkan tenaganya, tiba tiba merasakan pergerakan yang menuju ke arahnya.


Perlahan rama membuka matanya, dan melihat bahwa ada sepuluh binatang iblis di tingkat lima yang mendekat.


Binatang iblis kali ini adalah macan tutul yang memiliki kecepatan yang lebih tinggi dari srigala sebelumnya.


Meski macan tutul itu hanya sepuluh, dan jauh lebih sedikit di bandingkan gerombolan srigala sebelumnya, namun tingkat kekuatanya jelas lebih tinggi satu level dari srigala sebelumnya.


Jika bukan karena jumlah srigala yang sangat banyak, maka rama tidak akan di paksa ke titik dimana dia akan memilih untuk lari dari pada lanjut bertarung.


Melihat sepuluh macan tutul yang semakin mendekat, rama menunjukan senyum tipis di wajahnya.


"hemp..bagus!!...setidaknya kali ini aku tidak akan sulit mengalahkan binatang iblis ini...meskipun mereka lebih kuat dari srigala sebelumnya, namun ini lebih baik dari pada harus menghadapi ratusan binatang..." ucap rama dengan ekpresi tenang.


Rama akhirnya berdiri dan mengambil langkah maju untuk menyerang lebih dulu.


Bayangan angin!!!


Wushhh..wusshhh....


Perlahan tubuh rama menghilang menjadi sebuah bayangan dan muncul kembali di dekat salah satu macan tutul.


Rama menebas dengan pedangya dan mengenai tubuh satu macan tutul dan mendorongnya mundur selusin langkah.


Tebasan pedang angin!!...


Bang!!


Macan tutul yang terkena tebasan pedang meraung marah, sembilan macan tutul lainya menyerang secara bersamaan.


Dengan melambaikan cakarnya, sinar kuning membentuk sebuah cakar sebesar satu meter menembak ke arah rama.


Boom!!..Boom!!


Rama memblokir cakar dengan tebasan pedangnya, namun rama segera di kejutkan oleh kecepatan macan tutul yang hampir saja merobek wajahnya.


Wusshhh....


Cakar kuning itu menebas ke arah wajah rama..


Rama segera menghindari cakar itu dan menebas lagi dengan pedangnya.


Tebasan pedang angin!!!


Bang!!!...

__ADS_1


Kini satu macan tutul terlempar puluhan meter dan tidak dapat berdiri lagi.


Rama menghela nafas lega, dia menatap dengan ngeri dan hampir saja wajahnya hancur karena cakar macan tutul.


__ADS_2