PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Menyerap Buah Roh Emas dan Inti Kristal Binatang


__ADS_3

Beberapa saat kemudian, rama merasakan bahwa energinya cukup terkuras dan dia menghentikan angin api tornado dan memastikan bahwa srigala itu sudah terluka cukup parah.


Di kajauhan, kamal berada di atas pohon dan menyaksikan pertarungan antara rama dan srigala.


Dia menatap pertarungan itu dengan ekspresi puas di wajahnya.


Kamal membelai dagunya, dan menatap rama dengan kagum.


"hehe...anak pintar!..dia tahu bahwa srigala itu tidak akan berpengaruh terhadap serangan pedang angin, dan dia justru memamfaatkan api di sekitarnya untuk membuat api tornado tampa mengeluarkan dua elemen secara bersamaan.." ucap kamal dengan wajah bangga.


Sementara itu, rama dengan hati-hati mendekati srigala yang telah terbaring lemas yang di penuhi luka terbakar di sekujur tubunya.


Srigala itu melihat rama yang mendekatinya, dan dia segera meraung dengan marah.


Meski telah terluka, namun srigala itu masih memiliki energi untuk berdiri lagi dan segera melarikan diri.


Melihat srigala itu akan melarikan diri, rama tersenyum dingin.


"mau lari!!..." ucap rama dengan dingin.


Baru beberapa meter srigala itu berlari menjauhi rama, tiba-tiba srigala itu merasakan ada gelombang aneh yang datang dari belakangnya.


Sensasi kesemutan segera memenuhi kaki srigala, dan dia melihat ada energi seperti listrik yang menyengat dan mengikat kakinya sehingga dia tidak dapat berlari lagi.


Cambuk petir!!


Cambuk yang terbentuk dari energi petir mengikat kaki srigala dan membuat sengatan listrik kepada srigala yang telah melemah semakin lemah dan tidak lagi mampu melawan.


Akhirnya, karna sengatan dari cambuk petir yang menjalar ke seluruh besar srigala itu, tidak ada lagi perlawanan dan tanda-tanda kehidupan pada srigala semakin melemah dan semakin dekat pada kematianya.


Rama akhirnya bernafas lega dan menghapus keringat di wajahnya.


Meski dia berhasil mengelahkan srigala itu, jika dia tidak memiliki keberanian yang cukup dan memikirkan beberapa trik untuk menyerang balik, masih ada kemungkinan rama akan di rugikan dan bisa saja dia yang akan di mangsa oleh srigala.


"fiuhh...ini sangat sulit!..."ucap rama dengan nada mengeluh.


Di atas pohon, kamal tertawa melihat ekspresi rama yang terlihat lelah.


Segera dia mendarat dan melaju ke arah rama yang berada di bawah.


Rama merasakan pergerakan di atas kepalanya dan melihat kamal yang tersenyum ke arahnya.


Rama memandang kamal dengan cemberut, dia jelas kesal dengan kamal yang tiba-tiba meninggalkanya ketika dia belum siap untuk menyerang srigala itu.

__ADS_1


"hehehe...keponakanku yang pintar, kamu sangat hebat.." ucap kamal tertawa kecil.


Rama mendengus dingin dan mengerucutkan bibirnya dengan kesal.


"huh..paman mengapa tiba-tiba meninggalkanku!...hampir saja aku akan di makan oleh mulut bau binatang busuk ini!.


Rama mencibir dengan marah, dan dia menginjak injak mayat srigala dengan marah, seolah-olah itu melampiaskan kemarahanya kepada kamal.


"hehehe...bukankah itu bagus untukmu..di masa depan, jika paman tidak ada di sampingmu, maka kamu bisa menjaga dirimu dengan baik"


"jadi mulai sekarang kamu harus membiasakan dirimu untuk menyelesaikan masalahmu sendiri"


Kamal tersenyum dan tidak menanggapi cibiran rama, namun dia segera menjelaskan maksud hatinya kepada rama.


Rama mendengarkan ucapan kamal, namun dia tidak terlalu perduli dan terus cemberut.


Kamal tersenyum pahit dan menggelengkan kepalanya.


Dia lupa bahwa rama hanya anak-anak, jadi nasihat seperti itu tidak akan di cerna dengan baik oleh rama.


"baiklah..baiklah...bukankah kamu ingin menjadi kuat?..ayo paman tunjukan, ambil inti kristal dari mayat ini terlebih dahulu..." ucap kamal mencoba mengalihkan perhatian rama.


Seketika wajah cemberut rama berubah menjadi berbinar dan di penuhi semangat.


Alasan dia menangkap binatang iblis adalah untuk mendapatkan inti kristalnya untuk dia serap.


"emm..paman ayo!..ayo!..tunjukan dimana inti kristalnya..." ucap rama tidak sabar.


"hehe..perhatikan baik-baik..." balas kamal tersenyum.


Kamal lalu dengan hati-hati membelah tubuh mayat srigala, dan mencari cari di berbagai organ di dalam tubuh srigala.


Pada akhirnya, kamal menemukan inti kristal mayat srigala yang dekat dengan jantungnya.


Kristal biru pucat yang ukuranya lebih kecil dari kepalan tangan menyinari mata rama yang berbinar.


Di dalam inti kristal, terdapat energi murni yang mengandung elemen angin dan itu juga berisi energi spiritual murni surga dan bumi.


"woahh..ini adalah inti kristal!!...benar-benar hebat!!..." seru rama dengan semangat.


"hemm...mari kita cari tempat yang bagus untukmu terlebih dahulu.."


"paman akan membimbingmu untuk menyerap inti kristal ini, dan karna kita masih memiliki cukup waktu, paman rasa sudah saatnya kamu menyerap buah roh emas"

__ADS_1


"mungkin dengan menyerap beberapa energi dari harta alam, kamungkinan keberhasilan untukmu menerobos menjadi dua kali lipat.." ucap kamal dengan pasti.


"emm..baik paman!.."rama mengangguk setuju.


...****************...


Di kejauhan, kelompok organisasi sisik hitam saat ini berkumpul di dalam gua.


Di dalam gua, karza dan orang misterius memimpin pasukanya untuk segera melakukan perjalanan menuju kota bintang roh.


Tujuanya tentu saja untuk mencari seseorang yang memiliki elemen langka yang telah kelompoknya cari selama dua tahun belakangan ini.


Mereka telah memutuskan untuk menyerang kota bintang roh untuk mempermudah pencarian mereka.


"tuan...kami sudah siap!..." ucap karza dengan hormat kepada sosok misterius.


"em..ayo kita berangkat!..." ucap sosok misterius dengan acuh.


"baik tuan!..." balas karza.


Setelah mendengar perintah dari sosok misterius, karza lalu memimpin seluruh pasukanya untuk meninggalkan markas dan menuju kota bintang roh.


Sementara itu, di kota bintang roh saat ini, mayang sari sedang sibuk menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan dia siapkan untuk rama yang akan segera datang, dan kemungkinanya besok dia akan segera datang.


Razaki tidak banyak melakukan pekerjaan, dia sesekali berkeliling kota dan kembali ke rumah, dan menemukan bahwa istrinya masih sibuk menyiapkan bahan makanan untuk putranya yang tidak lama akan datang.


Razaki tersenyum tipis, meski dia terlihat tenang dan tampa ekspresi khawatir, jelas dia memiliki semacam kerinduan terhadap putranya yang telah lama hilang dari pandanganya.


Semenjak kepergian rama, kota bintang roh sangat damai dan tidak ada pembuat onar dari anak nakal yang seringkali membawa keluhan dari penduduk kota.


Karena telah terbiasa oleh sikap nakal putranya, razaki tampa sadar seperti telah kehilangan sesuatu yang membuatnya merasa sepi.


Dia lalu melihat langit di kajauhan, dan tersenyum seolah melihat sosok anak kecil tampan yang sangat dia rindukan.


Sementara itu, rama sedang duduk menghadap buah roh emas dan inti kristal di depanya.


Di sampingnya ada kamal yang membimbing dan menjaganya untuk segera melakukan penyerapan.


"berkonsentrasilah...paman akan membuat buah roh emas menjadi sebuah cairan agar kamu lebih mudah menyerapnya, dan minumlah seperti kamu sedang meminum air.."


"untuk inti kristal, seraplah ketika kamu selasai meminum habis cairan roh emas dan seraplah secara bersamaan ketika cairan roh emas perlahan-lahan memasuki tubuhmu..." ucap kamal menjelaskan secara terperinci.


Rama mengangguk dan menatap kamal dengan serius.

__ADS_1


Kamal lalu perlahan-lahan menghancurkan buah roh emas dan mengubahnya menjadi sebuah cairan.


Setelah buah berubah mencair, rama meminumnya tampa jeda dan segera berkonsentrasi menyerap energi dari cairan buah roh emas yang bersamaan dengan inti kristal yang mulai mengambang di depanya.


__ADS_2