PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Rumah Lelang Paviliun Bulan


__ADS_3

Dua hari telah berlalu, dan tepat saat ini acara lelang akan di mulai.


Kota batu hijau sangat ramai hari ini, dan pusat keramaian ada di sekitar rumah lelang paviliun bulan.


Semua orang sangat antusias menyambut pelelangan yang adakan hari ini, semua orang tampak bersemangat dan menantikan item-item apa saja yang akan di lelang kali ini.


Rumor mengatakan bahwa acara lelang kali ini berbeda dari lelang-lelang sebelumnya.


Hal itu di sebabkan oleh beberapa harta berharga yang akan di tampilkan di acara lelang.


Harta berharga itu tidak luput dari tanaman spiritiual, dan senjata yang memiliki kekuatan khusus.


Hal ini tentu saja akan menarik perhatian dari seorang pendekar, itu karna seorang pendekar membutuhkan harta berharga untuk melengkapi kekuatan atau meningkatkan kekuatan secara pribadi.


Di sekitaran rumah lelang paviliun bulan, bisa di lihat kebanyakan dari mereka adalah orang-orang yang datang dari luar kota batu hijau.


Sudah bisa di pastikan bahwa mereka semua adalah seorang pendekar, dan dari auranya, mereka terlihat sangat kuat, bahkan ada beberapa orang yang memiliki penampilan sangar dan menakutkan, dan tidak sedikit juga seorang pendekar yang terlihat berkarisma dari penampilan luarnya.


Di tengah-tengah keramaian, ada tiga orang yang sedang berdiri dengan tenang, di antara mereka bertiga, ada satu wanita dan dua laki-laki.


Tiga orang tersebut masih terlihat sangat muda, dan usia mereka bertiga di perkirakan belum mencapai usia 20 tahun.


Hal itu bisa di lihat dari penampilan mereka, dua laki-laki itu terlihat cukup tampan, dan wanita itupun terlihat sangat cantik dan memiliki penampilan dan aura yang memikat.


Namun yang menarik perhatian adalah, mereka bertiga mengenakan pakaian dengan warna yang sama, itu memperjelas bahwa mereka adalah teman seperguruan dari sekte yang sama.


Penampilan kedua lelaki itu terlihat kontras satu sama lain, yang satunya terlihat memiliki warna mata yang cerah dan dengan senyum ramah di wajahnya, sedangkan yang satunya terlihat pendiam dengan sikap yang dingin.


Mereka berdiri dengan tenang di tengah keramaian dan menunggu rumah lelang yang akan segera di buka.


Beberapa saat kemudian, ada dua orang dengan aura yang cukup kuat datang dari dalam rumah lelang.


Dua orang tersebut adalah dua laki-laki dengan usia rata-rata 30 tahun, dari auranya, kekuatan dua orang itu berada di alam emas.

__ADS_1


Mereka bertugas untuk menyambut orang-orang yang akan memasuki acara lelang di paviliun bulan.


Kedatangan kedua orang yang bertugas untuk menyambut seluruh tamu, membuat semua orang menjadi bersemangat.


Hal itu karena kedatangan dua orang itu menandakan bahwa acara lelang akan di mulai.


Segera semua orang mulai berbaris di arah pintu masuk.


Sebelum mengijinkan semua orang memasuki paviliun bulan, dua orang itu menatap semua orang yang hadir dan membuat pengumuman penting.


"selamat datang kepada semua orang yang telah datang untuk menghadiri acara lelang kami di paviliun bulan"


"kami sangat terhormat karna antusias dari semua orang, namun sebelum itu, ada hal yang harus kami beritahukan kepada semua orang.


"kali ini, karna ada beberapa hal khusus, kami akan membatasi orang-orang yang dapat memasuki acara lelang, dan hanya orang-orang yang memiliki undanga secara khusus yang dapat memasuki paviliun bulan"...ucap kedua petugas.


Setelah mendengar pengumuman dari kedua petugas, banyak orang-orang yang menjadi sangat kecewa.


Tidak sedikit dari mereka yang datang dari jauh, namun tidak memiliki undangan khusus dari rumah lelang.


"untuk orang-orang yang tidak memiliki undangan khusus, kami akan memberikan kesempatan untuk dapat menghadiri acara lelang, dengan syarat membayar tiga puluh batu roh kualitas rendah untuk satu orang, sebagai tiket memasuki rumah lelang paviliun bulan"...jelas kedua petugas tampa ekspresi.


"mendengar persyaratan itu, orang-orang segera berbaris kembali ke arah pintu masuk dan mengeluarkan batu roh untuk membayar tiket masuk.


Namun tidak sedikit juga orang-orang akan berbalik untuk pergi, hal itu tidak di sebabkan oleh batu roh yang hanya tiga puluh batu roh kelas rendah.


Mereka yang hadird disana sudah jelas memiliki banyak harta untuk mempersiapakan barang yang akan merka beli di acara lelang.


Namun sebagian orang memilih untuk pergi karna tingkat kekuatan mereka terlalu rendah untuk bersaing dengan beberapa orang kuat yang ada di sana.


Sebagian besar pendekar yang berada di bawah alam emas dan alam emas tingkat satu sampai tiga memilih untuk menyerah dan pergi.


Hal seperti itu sudah biasa terjadi, itu di karenakan mereka tidak ingin menyinggung orang yang berada di atas mereka dalam hal kekuatan.

__ADS_1


Bagi sebagian orang, nyawa mereka tetaplah lebih penting, dan lebih baik menghindari masalah yang akan mengancam nyawa.


Melihat sebagian besar orang telah pergi meninggalkan rumah lelang, kedua petugas itu masih terlihat tampa ekspresi, seolah mereka tahi bahwa hal ini akan terjadi.


Di dunia ini, orang-orang kuatlah yang akan menjadi pemenang dan raja, dan yang lemah akan di tindas, tidak perduli seberapa keras orang berusaha untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan.


Jika dia lemah, maka dia akan di tindas oleh yang kuat, hal ini telah ada dari zaman kuno maupun sekarang.


Hanya dengan menjadi kuat, seseorang bisa menentukan takdirnya sendiri.


Di sisi lain, tiga pemuda satu wanita dan dua laki-laki itu masih berdiri dengan tenang untuk menunggu giliran memasuki rumah lelang.


"saudari saria, menurutmu apa rumah lelang ini akan memiliki sesuatu yang akan menarik minat kita?..."tanya laki-laki tampan yang memiliki mata dan senyum cerah di wajahnya.


"hemm...aku tidak yakin....namun rumor mengatakan bahwa akan ada tanaman spiritual yang sangat langka, dan senjata berharga dengan level tinggi akan muncul kali ini"


"bukankah itu tujuan kita datang ke kota ini?...jadi meski aku tidak yakin rumor itu benar atau tidak, kita lihat saja ketika acaranya di mulai.


"itu benar...jadi kamu tidak perlu mempertanyakanya lagi!..."balas laki-laki dengan wajah diam dan dingin, yang tiba-tiba berbicara dengan lugas dan tampa ekspresi.


"hei....saudara gan!...aku hanya penasaran saja, lagipula..jika ternyata tidak ada barang yang cukup menarik kali ini, bukankah sia-sia saja kami meninggalkan sekte dan jauh-jauh ke tempat ini.."balas laki-laki bermata cerah iti dengan sedikit kesal di wajahnya.


Saria hanya bisa menatap kedua saudara seperguruanya dengan tak berdaya.


Tidak jarang kedua saudaranya selalu berdebat di setiap mereka bertemu, bahkan hal-hal yang tidak penting seringkali membuat mereka saling bertarung.


Hal ini hanya membuat saria menghela nafas, namun segera dia bertindak sebagai penengah untuk mencegah kedua saudaranya untuk terus berdebat.


"saudara gan, saudara fraz..aku ingatkan kalian untuk bersikap lebih dewasa mulai sekarang!.."


"apa kalian akan terus seperti ini dimanapun kalian berada?...ayolah..saat ini kita dalam situasi yang tidak cocok untuk terus berdebat disini"


"pelelangan akan segera di mulai, jadi kita harus bersiap, dan jangan membuat orang-orang di sekitar kita menjadi tidak nyaman, dan menarik perhatian semua orang"....ucap saria menatap mereka berdua dengan tegas dan memperingatkan.

__ADS_1


Mendengar ucapan dari saria, fraz dan gan tidak menjawab namun saling membelakangi satu sama lain, dan tahu bahwa yang di ucapkan oleh saira memang benar, jadi mereka berdua hanya memilih untuk diam.


Sikap diam dan ke kanak-kanakan dari kedua saudaranya itu membuat saira menjadi pusing dan hanya bisa mendesah pelan.


__ADS_2