PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Tombak Pemecah Api


__ADS_3

Suasana sangat hening dan mata semua murid yang menonton tidak dapat mempercayai apa yang mereka lihat.


Mulut menganga dari beberapa murid tidak dapat menyembunyikan keterkejutan di hati semua orang.


Ketika pan di pojokan dan tidak dapat membalas serangan bertubi-tubi dari rama, tidak ada satupun yang berani berkomentar ataupun mengejek lagi.


Baru ketika pan telah terjatuh dan terlempar oleh tendangan rama, suara pecah oleh keributan semua orang dan kembali berdiskusi dengan seruan keheranan.


Ii..ini..apa ini nyata??


Ya tuhan...anak ini monster??


Apakah anak ini hanya berada di alam emas??..sungguh tidak masuk akal!!


Seruan dari semua murid memenuhi area pertikaian.


Tepat pada saat ini, semua orang merasakan hawa dingin dan niat membunuh dari pan yang telah di landa kemarahan.


Keributan sekali lagi hilang dan semua orang menatap pan dengan perasaan aneh dan bergidik ketakutan.


Hawa niat membunuh itu seperti jarum yang akan menembus tulang, bahkan tatapanya tampak seperti iblis yang akan menerkam mangsa.


"Oh tidak!..saudara pan sepertinya kali ini benar-benar serius pada anak itu!..


"Anak ini benar-benar aneh!..mampu membuat saudara pan menjadi marah seperti ini, sepertinya dia tidak takut mati!.."


"Hemp...meskipun sebelumnya saudara pan agak di rugikan, tapi itu jelas karena sedikit keceroban karena saudara pan sebelumnya terlalu meremehkanya.."


"Sekarang karena telah berada di titik ini, sepertinya anak ini hanya bisa mati, lagipula hanya murid di alam emas tidak akan terlalu di perdulikan oleh sekte..."


Diskusi ini berasal dari beberapa orang yang mengenal pan.


Mereka tahu dengan baik bahwa sebelumnya jika pan tidak meremehkan rama, maka dia tidak akan terjebak oleh tekanan dari serangan bertubi-tubi dari rama.


Namun, mereka juga dapat mengetahui dengan jelas bahwa rama dapat membuat serangan dari berbagai macam tehnik seni bela diri yang luar biasa dan tidak lagi berani meremehkanya.


Namun pada saat yang sama, mereka masih tidak ingin mengakui bahwa seorang murid di alam emas akan dapat bersaing dengan seorang senior di alam suci.


Perbedaan pada kultivasi tentu masih menjadi pertimbangan beberapa orang bahwa pan di rugikan karena kecerobohan, jadi mereka yang tidak menyukai rama hanya membuat alasan dan menyangkal kebenaran akan kemampuan bertarungnya.

__ADS_1


Di sisi lain, pan telah berada di titik tidak dapat mengendalikan kemarahan di hatinya.


"hahaha...bagus!!..aku benar-benar telah meremehkanmu..siapa yang tahu bahwa kekuatan jiwamu sangat kuat, tidak heran kamu begitu percaya diri di depan senior ini.."


"Bocah!!...kali ini lihat bagaimana aku akan menghancurkanmu!!..." pan berteriak marah.


Rama memiliki perasaan berbahaya yang sangat jelas datang dari hawa dingin dan panas dari aura pan yang di selimuti api merah menyala.


Saat ini, rama tidak dapat dengan jelas merasakan serangan macam apa yang akan pan berikan, namun dari aura dinginya, perasaan dari niat membunuh ini tidak dapat membuat rama berfikir tenang.


Bagaiamanapun juga, kenyataan bahwa kultivasi lawan berada di tingkat yang jauh lebih tinggi dan rama tidak berani melonggarkan kewaspadaanya.


Sebelumnya rama di untungkan karena benar adanya bahwa lawan telah meremehkanya dan tidak dapat menyerang dengan kekuatan sejatinya.


Pada saat ini, rama semakin serius melihat perubahan yang terjadi pan karena sepertinya pan akan menyerang dengan seluruh kekuatanya.


Dengan kobaran api panas di seluruh tubuh pan, apapun yang berada di dekatnya akan hangus terbakar.


Sapuan tangan di sebelah kananya menarik kekosongan dan tombak hitam segera muncul.


Tanah menjadi retak dan ada lava panas yang muncul dari retakan kecil.


Beberapa orang yang melihat tombak hitam memiliki ekspresi ketakutan di wajah mereka.


"Oh tidak!!...itu adalah tombak pemecah api milik senior pan yang sangat kuat!...


"Aku dengar beberapa bulan yang lalu bahwa senior pan telah berhadapan dengan murid dalam dari sekte tujuh bintang dan dia mampu mengalahkanya di saat saat terakhir dengan tombak hitam ini!!..


"Kali ini anak ini pasti akan mati karena membuat senior pan sangat marah!..." kata para murid yang berdikusi melihat pertarungan di tengah.


Beberapa murid bahkan menatap rama dengan rasa kasihan karena mereka telah menebak hasil akhir dari apa yang akan terjadi pada rama.


Gerakan pan terlihat sangat aneh dan retakan pada tanah semakin besar, dan api merahnya semakin meluas.


Tombak pemecah api!!..


Pan berteriak dan mengambang di udara dengan mangacungkan tombak menghadap langit.


Di atas kepalanya terlihat seperti awan merah, api merah berkobar melapisi seluruh tombak dan memperbasar ukuranya menjadi berkali-kali lipat.

__ADS_1


Tombak sepanjang dua puluh meter itu segera di tembakan menuju rama yang telah terkunci.


Di sisi lain, rama tidak lagi dapat menghindari serangan lawan karena sudah jelas bahwa dia telah berhasil di kunci oleh pihak lawan dan hanya bisa menerima serang lawan.


Api emas menyelimuti seluruh tubuh rama dan membuat perisai pertahanan yang lebih kuat dari sebelumnya.


Pan melihat aksi rama dengan jijik dan berkata.


"Hahaha...percuma saja perlawananmu, kali ini kamu akan mati!..." kata pan tertawa mengejek.


"Sial!!...mengapa menjadi seperti ini!..jika aku mengeluarkan terlalu banyak tehnik dan elemen lain, maka ini tidak akan baik!.."


"Orang-orang ini mengapa begitu menjijikan dan membuatku terlibat masalah di hari pertamaku memasuki sekte.."


"Jika kakek tahu, mungkin aku akan di hukum dengan buku-buku membosankan itu lagi!..." kata rama mengumpat dalam hati.


Ketika semua orang akan menantikan pertunjukan yang menghancurkan dan menunggu tombak api membumi hanguskan rama.


Tiba-tiba suara kemarahan terdengar di seluruh area dan membuat semua murid yang melihat merubah ekspresinya menjadi ketakutan.


Tombak api yang akan menghancurkan pertahanan rama tiba-tiba saja berhenti dan hilang begitu saja di udara.


Lancang!!...siapa yang begitu berani membuat keributan di area perpustakaan!!...apa kalian sudah bosan hidup!!..


Suara teriakan marah itu terdengar seperti guntur yang memecah langit di siang hari.


Ekspresi pan di udara saat ini telah membeku dan niat membunuhnya telah di tarik dan di gantikan oleh rasa takut.


Sementara itu, rama nampak bingung dengan perubahan yang tiba-tiba ini.


Rama sangat kaget dan melihat dengan takjub, kali ini seorang laki-laki dengan jubah putih keluar dari kekosongan dengan tatapan kemarahan.


Laki-laki itu nampak berusia empat puluh tahun dan dari auranya, orang-orang dapat mengetahui bahwa pria tersebut sangat kuat.


Dari ekspresi semua orang saat ini, rama dapat menebak bahwa status pria berjubah putih memiliki status yang cukup tinggi di dalam sekte.


Laki-laki berjubah putih itu segera mendarat ke tanah dan melihat kekacauan karena pertarungan yang telah terjadi.


"Katakan padaku!..apa kalian sudah bosan hidup!.." kata pria berjubah putih dengan dingin.

__ADS_1


__ADS_2