PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Memperkuat Fondasi


__ADS_3

Setelah mempertimbangkan semuanya dengan baik, kamal menyetujui keinginan rama.


Di dalam ruangan, kamal mencoba memeriksa tubuh rama kembali dan memintanya menstabilkan kekuatanya kembali setelah tidak sadarkan diri sebelumnya.


Dalam keadaan rama yang tidak sadarkan diri, kamal mencoba memeriksa kekuatan internalnya, manum entah mengapa kamal tidak bisa merasakan apapun, seolah kultivasi rama telah menghilang begitu saja.


"Rama..beberapa hari ini paman tidak bisa merasakan kekuatan internalmu, cobalah untuk melihat lautan kesadaranmu dan perlihatkan padaku..." ucap kamal.


"baik paman!!!..." jawab rama singkat.


Rama lalu berkonsentrasi memasuki lautan kesadaranya.


Dalam pengelihatanya, tujuh kristal yang berwarna warni memiliki ukuran yang lebih kecil dari terakhir kali dia melihatnya.


Tujuh warna kristal tampak redup, dan membuat rama menjadi bingung, namun perhatianya segera di alihkan oleh ukuran dunia kecil dalam lautan kesadaranya.


Dunia kecilnya yang semula hanya memiliki seluas tigapuluh meter, kini telah meluas menjadi tujuh puluh meter.


Rama menjadi semakin bingung karena perubahan yang tiba-tiba pada lautan kesadaranya.


Terakhir kali ketika dunia kecilnya meluas yaitu setelah rama menerobos ke tingkat emas, namun kali ini dia merasa tidak menerobos, dan itu sangatlah tidak mungkin fikirnya, mengingat dia menerobos belum lama ini.


Rama mencoba untuk menstabilkan fikiranya kembali dan mencoba berkonsentrasi, setelah beberapa saat, tujuh warna elemen yang redup tiba-tiba saja bersinar kembali.


Seolah tujuh kristal baru saja di bangunkan, ke tujuh kristal mulai berputar-putar di dalam dunia kecil dalam lautan kesadaran rama.


Rama mencoba memindai kekuatan internalnya dengan cermat, dan hasilnya membuatnya terkejut dan merasa tidak percaya.


Dia merasakan bahwa kekuatan spiritualnya telah naik dua level, sedangkan untuk kultivasinya yang baru saja menerobos di alam emas tingkat kedua, kini telah naik empat tingkat.


Rama sangat syok merasakan kekuatanya sangat melonjak, bahkan dia merasa bahwa saat ini, mungkin saja dia belum sepenuhnya tersadar.


Untuk memastikanya, rama lalu memutuskan untuk mengeluarkan auranya agar tingkat kultivasinya benar-benar terlihat jelas.


Ketika rama mengeluarkan auranya, angin di sekitarnya seolah-olah menghempas udara, dan aura di tingkat ke enam alam emas akhirnya bisa di rasakan dengan jelas.


Wuusshhhh....


Aura rama menghempas udara, dan membuat seisi ruangan menjadi bergetar.


Di samping, kamal merasakan aura pada tubuh rama dan membuatnya merasa terkejut dan menatap tidak percaya.


"ii...ini bagaimana mungkin!!!...tingkat ke enam di alam emas!!!..." kamal berseru kaget.


Mendengar suara terkejut kamal, akhirnya rama membuka matanya dan meraba seluruh tubuhnya dengan bingung.


"Paman...i..ini...???..." rama tidak tahu harus berkata apa, bahkan saat ini dia masih belum percaya dengan tingkat kultivasimya sendiri.


Kamal terbangun dari linglungnya dan menatap rama dengan aneh.

__ADS_1


Dia ingat terakhir kali ketika adegan rama membuat seluruh kota di penuhi oleh kilat dan petir.


Biasanya, seseorang yang dapat melakukan hal serupa adalah seseorang yang akan menerobos ke alam ilahi, namun perbedaanya jelas bahwa petir pada malam itu berbeda dengan petir kesengsaraan.


Kamal mengingat kembali ketika rama di kelilingi oleh petir, pada saat itu karena terlalu fokus untuk menyelamatkan rama dari bahaya, dia tidak terlalu menyadari perubahan energi surga dan bumi.


Berfikir tentang perubahan saat itu, akhirnya kamal mengingat adegan dimana rama di selimuti oleh cahaya emas.


Karena merasa adegan itu sangat aneh, kamal akhirnya bertanya kepada rama mengenai kejadian di malam itu.


"Rama...sebelum kamu kehilangan kendali..apa kamu merasakan sesuatu.." tanya kamal penasaran.


"Emm..aku tidak tahu paman?.." rama menggaruk kepalanya tidak mengerti.


"Coba kau ingat lagi apa yang kamu rasakan pada saat itu.." ucap kamal sekali lagi.


Setelah berfikir sejenak, rama mencoba mengingat kembali adegan sebelum dia tidak sadarkan diri.


Pada saat itu, rama hanya merasakan hatinya sangat sakit dan merasa sesak, dan setelah waktu yang cukup lama, dia merasakan kepalanya menjadi sangat pusing, dan sampai disitu rama tidak ingat apapun lagi.


Bahkan dia tidak mengetahui hal besar yang dia lakukan sehingga menakuti semua orang di kota.


"Paman...saat itu rama hanya merasa sangat sedih, dan tidak bisa bernafas, kemudian aku menjadi sangat pusing, dan setelahnya..aku tidak tahu lagi apa yang terjadi selanjutnya..."...ucap rama menjelaskan apa yang telah dia ingat.


Kamal menjadi terkejut dengan jawaban rama, bagaimana tidak, apa yang telah rama lakukan pada saat itu telah menarik perhatian banyak orang, bahkan hal itu terlihat seperti bencana alam.


"Hemp..kalau begitu, apa kamu tidak mengingat cahaya emas yang tiba-tiba menyelimuti seluruh tubuhmu pada saat itu?..." tanya kamal kembali.


Rama mengerutkan kening karena pertanyaan kamal, jelas dia tidak mengerti tentang cahaya emas yang kamal sebutkan.


"Cahaya emas??...apa itu?.." ucap rama bingung dan balik bertanya.


Mendengar jawaban rama sekali lagi, kamal menggerak gerakan mulutnya dan merasa konyol.


Hal besar yang dia sebabkan pada dirinya sendiri bahkan dia tidak mengingatnya fikir kamal.


Rama melihat ekspresi aneh kamal, karena merasa bingung, rama akhirnya bertanya tentang apa yang telah terjadi pada saat itu kepada kamal.


"Emm..paman, bisakah paman memberitahuku apa yang terjadi padaku ketika aku pingsan...sebenarnya aku juga penasaran mengapa rambutku menjadi putih.." ucap rama dengan serius.


Setelah mendengar pertanyaan rama, akhirnya kamal mengehela nafas panjang dan menceritakan semua yang terjadi pada saat rama tidak sadarkan diri.


Rama mendengarkan dengan cermat semua hal yang telah terjadi padanya.


Dia menjadi sangat syok setelah tahu kebenaranya, bahkan dia menjadi tidak percaya bahwa dia telah melakukan hal sebesar itu ketika dia tidak sadarkan diri.


Pada akhirnya, kamal dan rama menarik kesimpulan bahwa cahaya emas pada saat itu telah membuatnya menerobos paksa dan naik empat tingkat.


"Hemp...sepertinya memang benar cahaya emas itu adalah asalnya mengapa kultivasimu melonjak ...adapun warna rambutmu, sepertinya karena cahaya itu juga.."

__ADS_1


"Saat itu, paman tidak memperhatikan apapun dan hanya fokus untuk menyelamatkanmu, sepertinya aku tidak menyadari bahwa cahaya emas itu akan menarik energi surga dan bumi sehingga tubuhmu tampa sadar menyerapnya sehingga kamu dapat menerobos paksa.."


"Meski itu hal yang baik, namun jika kamu menerobos tampa memiliki fondasi yang cukup kuat, maka itu tidak baik untuk tubuhmu.." ucap kamal menyimpulkan.


"ohh...lalu apa yang harus aku lakukan paman?.." tanya rama sedikit terkejut.


"Tenanglah...sebaiknya kamu mengkonsolidasikan kultivasimu terlebih dahulu.."


"Adapun untuk meningkatkan fondasimu, kita akan segera pergi ke suatu tempat yang bisa membuatmu berlatih dengan tenang.."


"Cara yang paling tepat saat ini adalah membuatmu berlatih ketahanan fisik, semakin kuat fisikmu maka akan semakin kokoh fondasimu.."


Di masa depan, sebaiknya kamu menekan kultivasimu untuk menerobos, hal itu akan sangat baik untuk membuat kekuatan menjadi lebih kuat dan kokoh..bahkan orang yang berada di alam yang sama tidak akan cocok denganmu jika fondasimu lebih kuat.


"Em..rama mengerti paman.." jawab rama mengangguk setuju.


"ohh..aku baru ingat, terakhir kali kita berada di kota batu hijau, bukankah kamu membeli tanaman spiritual??..." ucap kamal tiba-tiba teringat tentang tanaman spiritual yang telah rama dapatkan.


"Ohh..aku baru ingat juga!!..." jawab rama berseru kaget.


Lalu rama mengeluarkan tanaman spiritual yang sebelumnya telah dia beli dari laki-laki tua di kota batu hijau.


Setelah melihat kedua tanaman spiritual, kamal membelai dagunya dan mengangguk puas.


"Hempp..ini memang sangat tepat pada saat ini..kedua tanaman ini memang bagus untuk memperkuat tubuh"


"Jika kamu berendam dengan dengan cairan dari kedua tanaman spiritual ini, maka penyerapanya akan dua kali lipat lebih cepat, dan efeknya juga akan dua kali lipat lebih efektif untuk menstabilkan kultivasimu.."


"Bagaimanpun, bunga krisan azure ini sangat bagus untuk memurnikan kekuatan internal, dan akar naga berperan untuk memperkuat tubuh, jadi ini adalah perpaduan yang sempurna..." ucap kamal dengan semangat.


"ohh..benarkah!..kalau begitu syukurlah.." ucap rama tersenyum lega.


Meski rama merasa itu adalah hal yang baik, namun dia tidak menunjukan ekspresi kecerian dan semangat seperti biasanya.


Hal ini menunjukan bahwa keperibadianya telah benar-benar berubah.


Kamal juga menyadari ekspresi yang rama tunjukan, namun hal itu seketika membuat wajah kamal yang tadinya senang menjadi muram.


Meski begitu, dia tidak mengatakan apapun dan kembali melihat tanaman spiritual.


"baiklah..mulailah untuk mengkonsolidasikan kultivasimu, paman akan mengolah kedua tanaman spiritual ini terlebih dulu.."


"Setelah itu, kamu harus bersiap melakukan penyerapan.." ucap kamal dengan lemah.


Rama tidak menyadari ekspresi kecewa dari wajah kamal, dan hanya menjawab singkat sebelum dia menutup mata dan memasuki pelatihanya.


"Em..baik paman.." jawab rama singkat.


Setelah beberapa saat, akhirnya rama dan kamal melakukan kesibukanya masing-masing, dan ruangan kembali menjadi hening.

__ADS_1


__ADS_2