PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Kontrak Darah


__ADS_3

Riak segera muncul ketika tangan dahlia di tempelkan pada kepala ular piton.


Cahaya putih samar perlahan berubah menjadi sinar hijau yang menerangi seluruh area di sekitarnya.


Tubuh ular itu sedikit bergetar, sebelum perubahan aneh mulai terjadi.


Darah yang telah menyatu pada kepala ular itu membuat perubahan besar terjadi.


Kontrak darah membuat kekuatan ular itu melonjak dan ukuran tubuhnya tumbuh semakin besar.


Ini adalah suatu evolusi yang terjadi apabila binatang iblis melakukan perjanjian kontrak darah dengan seseorang yang memiliki kekuatan yang lebih tinggi darinya.


Semakin kuat tuanya, maka semakin kuat pengikutnya.


Getaran pada tubuh ular perlahan membuat seluruh tubuhnya semakin tinggi dan besar, matanya yang kehitaman berubah menjadi hijau tua, dan di seluruh permukaan kulitnya ada warna hijau yang bercampur dengan warna putih keperakan.


Ular piton yang memiliki tinggi dua puluh meter telah tumbuh setinggi tiga puluh meter, bahkan kultivasinya melonjak dari alam emas tingkat empat menjadi tingkat sembilan puncak.


Tentu saja evolusi ini tidak akan berhenti sampai disini saja, di masa depan, jika dahlia dapat memulihkan kekuatan jiwa dan kultivasinya kembali ke puncaknya, maka ular piton akan bertambah kuat seiring berjalanya waktu.


Setelah beberapa saat, sinar hijau mulai meredup dan kontrak darah akhirnya telah di selesaikan.


Ular piton setinggi tiga puluh meter itu menundukan kepalanya kepada dahlia, seolah memberi sujud hormat padanya.


Dahlia mengangguk dan membelai kepala besarnya dengan lembut, dia kemudian memberinya perintah dengan nada pelan.


" Masuklah.." ucap dahlia seraya menjulurkan tanganya.


Ular itu mengangguk dan perlahan tubuh besarnya menyusut menjadi sangat kecil, hanya seukuran lengan anak-anak, dan memasuki lengan dahlia dan menghilang di bawah kulitnya.


Akhirnya dahlia dapat menghela nafas lega setelah menyelesaikan kontrak darah.


Wajahnya menjadi pucat karena memaksakan menaikan kekuatan jiwanya dengan paksa dan membuat energinya banyak terkuras.


Kini dia hanya bisa perlahan berjalan sampai dia menemukan ayahnya dalam perjalanan.


Sementara itu di jarak seratus meter dari tempat dahlia saat ini, damar dan rombonganya sedang berpencar menyusuri hutan mencari dahlia.


Damar mulai semakin dekat memasuki inti hutan, beberapa orang dengan kultivasi tinggi di sampingnya juga mulai melakukan pemindaian dengan kekuatan spiritualnya, namun yang mereka temukan hanya beberapa jejak samar dari beberapa jalan yang tampak telah di lewati oleh seseorang.


Damar juga mulai melakukan pemindaian, di kelompoknya saat ini, hanya dia yang memiliki kultivasi tertinggi, jadi dia tidak bisa sepenuhnya bisa mengharapkan orang lain untuk dapat membantunya menemukan jejak dengan akurat.

__ADS_1


Dia menutup matanya dan merasakan aura di sekitarnya, hingga tidak lama, damar akhirnya menemukan riak samar yang mirip dengan aura dahlia.


Dia lalu melangkah maju dan memerintahkan semua orang mengikuti di belakangnya.


Di jarak yang tidak jauh dari ayahnya, dahlia semakin lemah dan tidak bisa mempercepat langkahnya.


Meskipun begitu, dia juga secara samar dapat merasakan beberapa pergerakan dari banyak orang yang telah semakin dekat denganya.


Dahlia lalu menghentikan langkahnya dan membuat segel di tubuhnya agar kultivasinya di tekan untuk menghindari kecurigaan ayahnya dan yang lainya.


Bagaimanapun sebelum dahlia memasuki hutan yang lebih dalam, orang-orang hanya tahu bahwa dia belum memiliki kultivasi, jadi dia harus melakukanya secepat mungkin sebelum ia di temukan.


Karena kultivasinya yang di tekan, dahlia semakin lemah dan akhirnya tidak dapat menahan sebelum terjatuh di tanah.


Yang bisa dia lakukan hanya berpegangan pada pohon-pohon kecil di sekitarnya untuk menopang tubuhnya agar dapat berbaring dengan benar.


Sekitar dua puluh menit berlalu, akhirnya suara langkah kaki yang semakin jelas semakin dekat.


Suara teriakan yang terdengar seperti guntur memanggil dahlia yang terbaring dengan lemah.


"Aliaa!!!...." kata suara teriakan itu yang dengan cepat menopang tubuh alia di pelukanya.


Pelukan hangatnya membuat dahlia sedikit membuka matanya dan melihat sosok akrab yang di kenalinya.


"A..ayah...maafkan lia..." kata dahlia dengan lemah.


Mata damar menjadi sedikit merah mendengar suara lemah dahlia, ada perasaan bersalah di matanya.


"Kamu gadis!...kamu telah membuat ayah menjadi sangat khawatir, apa jadinya jika ibumu tahu bahwa kamu telah hilang di hutan, bahkan keadaanmu menjadi selemah ini...ayah bahkan tidak berfikir untuk berani pulang ke rumah lagi sebelum menemukanmu.." ucap damar tak berdaya.


Meskipun dia terlihat seperti memarahinya, namun nada khawatirnya bahkan lebih dominan.


Dahlia tidak menjawab, namun ada senyuman tipis di wajah pucatnya.


Dulu dahlia adalah orang yang selalu bersikap dingin dan tidak tahu arti keluarga, namun saat ini, berada di pelukan ayahnya dan mengingat betapa ibunya selalu menghawatirkanya, sikap dinginya bahkan telah sedikit berubah karena perasaan hangat dan cinta.


Meskipun sikap lembutnya tentu saja hanya berlaku bagi ayah, ibu dan adik laki-lakinya, namun kini sikap lembutnya telah di bagi kepada anak laki-laki yang membuatnya merasakan perasaan rumit.


Semua orang yang berada di samping dan belakang damar akhirnya bernafas lega, dan mereka segera pergi menuju perkemahan mereka sebelumnya, sebelum memutuskan pergi meninggalkan hutan dan kembali ke kaisaran awan.


Beberapa saat kemudian, damar beserta rombonganya telah sampai di perkemahan.

__ADS_1


Di sebuah tenda besar berdiri dua anak laki-laki yang satunya terlihat berusia tiga atau empat belas tahun, dan yang satunya berusia sembilan tahun.


Anak laki-laki dengan usia lebih kecil tentu saja adalah dafa adik dahlia, dia berdiri disana dengan wajah yang gelisah.


Dafa terus menatap ke arah kejauhan tampa berkedip.


Sedangkan anak laki laki satunya adalah seorang pangeran yang telah ikut berburu bersama eselon atas istana.


Dia adalah amir atau lebih di kenal sebagai pangeran ke tiga dari kerajaan kekaisaran awan yang agung.


Pangeran ke tiga juga memiliki rasa hawatir di hatinya saat ini, namun dia tidak berbicara dan hanya menatap dafa dengan muram.


Dia terus menatap wajah gelisah dafa dan akhirnya membuatnya tidak tahan untuk diam lagi.


Pangeran ke tiga mendekati dafa dan menepuk pundaknya dengan rasa empati.


"Adik dafa..tenanglah...pasti paman akan segera membawa adik lia kembali..." kata pangeran ke tiga.


Dafa tidak memperdulikan pangeran ke tiga dan terus menatap kejauhan, sampai akhirnya matanya mengeras karena melihat rombongan kekaisaran telah kembali.


Semakin dekat, dia mulai melihat ayahnya mendekat, dan ada dahlia yang di topang dengan kedua tangan ayahnya.


Seketika dafa meloncat karena bersemangat, akhirnya dia dapat melihat kakaknya kembali.


Dia segera berlari mencapai ayahnya, namun wajahnya berubah jelek karena melihat wajah dahlia yang begitu pucat dan lemah.


Dafa segera berkata dengan sedih.


"Ayah..ada apa dengan kakak lia...kenapa wajah kakak sangat pucat..." kata dafa dengan rasa hawatir.


"Tenanglah...tidak apa-apa...kakakmu hanya kelelahan...ayo kita segera pergi agar kakakmu dapat segera di rawat secepatnya setelah kita sampai di rumah..." ucap damar dengan tenang.


Rama mengangguk setuju dan tidak lagi bertanya, meskipun wajahnya masih agak masam.


Di sisi lain, pangeran ke tiga mendekati damar dan menyapa dengan hormat.


Pandanganya langsung beralih kepada dahlia yang terbaring di pelukan damar.


"Paman...apa adik lia baik-baik saja..." tanya pangeran ketiga.


"Dia baik-baik saja...pangeran ketiga, kita harus segera kembali ke kaisaran secepatnya, mari bersiap!..." ucap damar.

__ADS_1


Pangeran ke tiga segera mengangguk dan memasuki kereta bersama dafa, sedangkan dahlia di bawa secara khusus oleh damar dan memasuki kereta lainya.


Rombongan kekaisaran akhirnya pergi setelah menyiapkan semuanya dan meninggalkan hutan, menuju arah timur.


__ADS_2