
di dalam ruangan yang tertutup tirai, kamal dan rama masih duduk dengan tenang menunggu acara lelang yang akan di mulai.
Di dalam paviliun saat ini sangat ramai dan di penuhi oleh para tamu yang duduk dengan rapi.
Mata semua orang tampak berbinar-binar dan tampak tidak sabar menantikan acara lelang di mulai.
Beberapa orang masih berbincang-bincang dengan kawan sekelompoknya, dan ada juga yang berbisik-bisik memperhatikan satu sama lain.
Namun, ada satu hal yang membuat semua laki-laki memusatkan perhatian mereka pada satu titik.
Di sudut tempat duduk para tamu, ada satu gadis muda yang di temani oleh dua laki-laki muda di sisi kiri dan kananya.
Di dalam ruangan itu meskipun di penuhi oleh para lelaki, namun bukan berarti tidak ada tamu wanita dengan usia tua dan dewasa namun juga ada beberapa gadis muda.
Namun di antara para gadis muda yang hadir, hanya gadis yang di dampingi oleh dua pemuda di sampingnya yang mampu menarik perhatian semua orang.
Gadis itu terlihat baru berusia dua puluhan, dan proporsi tubuhnya yang tinggi semampai semakin memperindah penampilanya, dan wajahnya cantiknya seakan menyihir semua orang yang ada di dalam ruangan.
Gadis cantik itu tentu saja adalah saria yang di dampingi oleh saudara seperguruanya gan dan fraz.
Saria menyadari pandangan semua mata para lelaki yang menuju ke arahnya, namun dia tidak sedikitpun repot-repot menoleh dan memberi perhatian pada semua orang.
Saria hanya duduk dengan tenang sambil menunggu acara lelang, namun di sampingnya ada fraz yang menyadari situasinya, dan segera menggodanya.
"hehehe..adik, sepertinya kamu telah memikat banyak orang lagi kali ini...apa kamu tidak berniat untuk memberi orang-orang itu senyuman hangat.." ucap fraz tersenyum menggoda.
"hemm...sepertinya aku terlalu baik kali ini...apa kakak fraz sudah melupakan pukulan lembutku..atau kakak ingin merasakan pedangku?..." balas saria sambil memelototi fraz dengan dingin.
Seketika fraz menjadi tertegun dan menjadi merinding dengan ucapan saria yang mengancamnya.
__ADS_1
Fraz terlalu sering bercanda dan membuat saria kesal, dan hasilnya dia selalu di pukuli habis-habisan oleh saria.
Mengingat bagaimana caranya dia di pukuli oleh saria dan mempermalukanya beberapa kali di hadapan semua murid di sekte, dia dengan sigap menutup mulutnya dan tidak berbicara lagi.
Setelah beberapa saat, ada seorang gadis cantik dengan gaun merah yang datang ke atas panggung di tengah-tengah aula.
Gadis itu terlihat berusia dua puluhan, namun wajahnya terlihat cukup dewasa, dan lekuk tubuhnya yang begitu indah membuat semua lelaki di dalam aula tampa sadar meneteskan air liurnya.
Gadis bergaun merah itu sangat cantik, dan jika di lihat dengan baik, dia tidak kalah dengan saria, namun perbedaanya gadis itu memiliki pesona seorang wanita dewasa yang anggun dan seksi.
Gadis yang menaiki panggung itu adalah pembawa acara yang bertugas untuk mewakili paviliun bulan untuk acara lelang hari ini.
Gadis cantik itu bernama srita, dan dia segera menyapa semua orang di dalam aula, dan mengarahkan semua orang untuk mematuhi aturan lelang sebelum memulai acara.
"salam kepada seluruh tamu yang telah menghadiri acara lelang di paviliun bulan kami hari ini, dan untuk para tamu kehormatan kami, semoga kami tidak mengecewakan anda..." ucap srita sedikit menaikan wajahnya ke atas menghadap ruangan khusus yang di tempati oleh tamu kehormatan.
Seketika seluruh aula menjadi sunyi ketika mendengar suara indah srita yang terdengar seperti alunan musik di sore hari.
Srita tersenyum lalu melanjutkan pengumuman.
"Hari ini, kami memiliki dua belas item yang akan di lelang, dan tentu saja item yang akan kami lelang kali ini sebagian besar sangat berpengaruh untuk meningkatkan kekuatan seorang pendekar di alam emas"
"namun secara khusus untuk hari ini, kami tidak bisa menukarkan item kami dengan koin emas, dan kami hanya bisa menukarkanya dengan batu roh kualitas rendah, dan setiap kenaikan penawaran tidak boleh kurang dari seratus batu batu roh"
Semua orang masih diam mendengarkan peraturan yang di sampaikan oleh srita, dan mengangguk dengan setiuju.
Meski begitu, adapula orang-orang yang mengubah ekspresi wajah mereka dengan kecewa dan menyesal, karna beberapa orang memiliki sedikit batu roh di tangan mereka, dan pastinya akan berpengaruh terhadap lelang yang tidak bisa mereka tawar dengan mudah.
Srita tidak perduli dengan reaksi beberapa orang dan tetap melanjutkan pengumuman sebelum mengeluarkan beberapa item yang datang satu persatu yang di bawa oleh beberapa gadis pelayan muda.
__ADS_1
Beberapa saat, pelayan muda menaiki panggung membawa sebuah nampan yang di tutupi oleh kain.
"Semuanya...kami akan memulai lelang ini dan akan menampilkan item pertama kami..."srita lalu membuka kain pada nampan dan memperlihatkan item lelang pertama.
"ini adalah senjata spiritual yang di sebut sebagai selendang ular pesona"
"selendang ini tentu saja sangat cocok di gunakan oleh seorang pendekar wanita, selendang ini bisa meningkatkan serangan pertarungan pendekar wanita, bukan hanya bisa lebih nyaman dan mudah di pakai, namun selendang ini bisa membunuh seseorang dengan jeratanya, dan bisa mempengaruhi fikiran seseorang apabila terkena sihir pesona yang terkandung dalam kekuatan selendang ini"
"kami akan memulai penawaran dengan harga awal seribu batu roh kualitas rendah dan aturanya setiap kenaikan harga tidak boleh kurang dari seratus batu roh.."
Setelah menjelaskan kegunaan selendang itu, kebanyakan para gadis-gadis yang hadir di aula memiliki wajah yang berbinar-binar, dan tampa ragu-ragu memulai penawaran dan beberapa gadis mulai saling bertarung dalam menaikan penawaran.
Di sisi lain, saria dan dua saudaranya masih diam menyaksikan beberapa orang yang menawar dan perlahan-lahan harga selendang itu menjadi semakin tinggi.
"adik...apa kamu tidak menginginkan selendang itu?...aku rasa selendang itu senjata yang cukup bagus untuk seorang wanita"
"meski terlihat lembut, namun seranganya sangat mematikan...."tanya gan kepada saria.
"kakak gan benar, itu memang cukup bagus, namun yang aku butuhkan bukan senjata lembut seperti itu"
"aku terbiasa memakai pedang, dan mempertajam seranganku adalah keahlianku, jadi aku tidak akan tertarik..."ucap saria.
Gan lalu mengangguk dan mengerti bahwa yang di katakan oleh saria memang benar, dan dia tidak lagi berbicara dan menatap ke arah panggung kembali.
Setelah pertarungan sengit antara para pendekar wanita, akhirnya penawaran tertinggi senilai lima ribu batu roh kelas rendah, dan itu jatuh kepada seorang gadis muda yang duduk di tengah-tengah aula.
Tak lama kemudian, beberapa item telah di keluarkan satu persatu, dan beberapa orang melakukan penawaran, namun sampai saat ini belum ada satupun tamu kehormatan yang mulai melakukan penawaran.
Beberapa orang tampa sadar beberapa kali memandangi tirai yang menutupi pandangan mereka ke arah tamu kehormatan yang berada di atas.
__ADS_1
Hal ini membuat semua orang berfikir bahwa item berharga yang di keluarkan sejauh ini belum cukup untuk menarik perhatian tamu kehormatan.
Tidak sedikit orang berfikir bahwa orang-orang yang menjadi tamu kehormatan bagi paviliun bulan pasti bukan orang biasa, dan mereka hanya tertarik kepada harta langka dan berharga, jadi mereka pasti hanya akan mengabaikan beberapa item yang kurang menarik bagi mereka.