PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Razaki VS Sosok Misterius


__ADS_3

Tampa banyak berfikir, mayangsari segera mencari kesana kemari melihat kota yang telah ricuh dan tidak teratur.


Suara ledakan demi ledakan menghancurkan seluruh area kota.


Dia banyak melihat para penduduk menangis dan berteriak, dan beberapa mayat terkadang akan tergeletak di tanah.


Sampai dia melihat beberapa pengawal kota bertarung dengan sekelompok orang-orang misterius.


Melihat keadaan yang begitu menyesakan, mayangsari berhenti sejenak, tubuhnya bergetar dan matanya memerah.


Selama ini, kota yang ia tinggali bersama keluarga kecilnya selalu damai dan tidak pernah bersinggungan dengan siapapun.


Meskipun suaminya cukup kuat, namun razaki selalu bersikap rendah hati dan tidak pernah bertindak mendominasi agar kehidupan mereka tenang dan damai.


Sebenarnya, razaki telah banyak di kenali oleh para eselon atas dari keluarga kekaisaran bulan perak, dan tidak jarang beberapa perwakilan kekaisaran akan mengundangnya untuk bergabung dengan kekaisaran.


Namun razaki dengan tegas menolak hanya karena dia ingin hidup sederhana dan damai bersama istri dan anaknya, tampa harus banyak memikirkan beberapa hal yang akan membebaninya hanya untuk menjadi besar dan terkenal.


Hingga saat ini untuk pertama kalinya kedamaian yang keluarga mereka rasakan justru di robohkan oleh kelompok yang tidak di kenal.


Memikirkan betapa damainya kota yang telah suaminya jaga selama hidup bersamanya dan memiliki seorang putra, mayangsari merasakan kemarahan dan kebencian kepada sekelompok misterius yang bertindak semena-mena.


Mayangsari mengepalkan tanganya dan meraung dengan marah.


Udara di sekitarnya tiba-tiba menjadi dingin, dan badai angin menyelimuti beberapa kelompok misterius yang bertarung melawan para prajurit kota.


Orang-orang yang berada di sekitarnya merasakan dinginya atmosfer, dan rambut mereka seolah akan berdiri tegak.


Entah itu pihak lawan atau musuh, semua orang merasakan aura dingin dan memandang ke arah wanita dengan wajah kemarahan menatap semua orang.


Dengan membuka kedua tanganya, mayangsari menciptakan badai angin besar yang di tujukan kepada sekelompok musuh yang tersebar.


Wajah semua orang dari pihak musuh menjadi jelek, dan semakin dekat, angin besar mulai mengejar ke arah mereka.


Angin besar itu bahkan membuat ratusan senjata tajam mengelilingi angin dan mengiris semua orang yang di kejar oleh angin.


Pihak musuh segera berlari ketakutan dan meninggalkan pertarungan dengan prajurit kota.


Di sisi lain, razaki meraung dan melayang di atas langit.


Ribuan bola api melesat di tembakan kepada seluruh pasukan musuh.


Meskipun kekuatan serangan razaki sangat besar, namun dia melihat bahwa sebagian besar dari pihak musuh tidak menderita kerugian.


Di pihak musuh, meskipun kelompok mereka hanya terdiri dari seratus orang dan perbedaanya cukup jauh dengan pasukan prajurit kota, namun kekuatan keseluruhan dari pihak musuh jelas lebih baik.


Razaki bisa melihat bahwa hampir semua orang dari pihak musuh telah berada di alam emas puncak.


Sedangkan dari sisinya, jelas terlihat bahwa pasukanya lebih lemah di bandingkan pihak lawan.


Meski begitu, razaki tidak berkecil hati dan terus memimpin semua prajurit untuk menyerang.

__ADS_1


Bagaimanapun, mereka bertarung di tempat mereka sendiri, dan dengan begitu banyak prajurit, tidak akan sulit untuk mengusir pihak musuh.


Sementara itu, wajah karza menjadi jelek dan suram, jelas dia tidak pernah membayangkan akan menghadapi seseorang yang merepotkan.


Karza hendak pergi untuk menghadapi razaki, namun sebuah tangan tiba-tiba menyentuh pundaknya.


Dia melihat tangan itu berasal dari sosok misterius yang bersamanya dari samping.


Dia melihatnya dengan bingung karena tindakanya yang tiba-tiba menghentikanya.


"tuan..." karza menatap sosok misterius dengan tidak pasti.


"dia bukan lawanmu.." sosok misterius menjawab dengan datar.


Karza merasa kesal dengan ucapan sosok misterius, namun dia tidak berkata apa-apa lagi, jelas dia menyadari akan hal itu, namun sebagai pemimpin dari pasukanya, itu terlihat memalukan jika dia tidak bertindak melakukan perlawanan.


Karza mengepalkan tanganya dan menatap penuh kebencian kepada razaki yang mengambang di atas langit.


Sosok misterius melihat wajah suram karza, namun dia tersenyum tipis.


"hadapilah yang lainya, ingat! Tujuan kita hanya satu, jika apa yang kita cari tidak ada, maka tidak perlu membuang-buang waktu.." ucap sosok misterius.


"tapi tuan..." karza menjawab dengan ragu.


"aku akan menhadapinya, selesaikanlah masalah lainya.." sosok misterius berkata dengan acuh, dan menunjukan sikap tidak senangnya kepada karza.


Merasakan tatapan sosok misterius yang mulai bersikap dingin, karza tidak berani lagi mengucapkan kata-kata apapun dan segera pergi menghadapi penyerangan prajurit kota.


Kemudian, sosok misterius itu terbang menuju arah razaki yang mengambang di atas langit.


Dia melihat razaki dengan tatapan aneh.


Kedua orang itu saling berhadapan di atas langit, dan razaki mengerutkan keningnya karena orang yang berdiri di hadapanya memiliki aura yang aneh.


"hemmp..aku tidak pernah berfikir bahwa kota kecil ini akan memiliki keberadaan setengah langkah alam ilahi..." ungkapan sosok misterius tersenyum aneh.


Razaki mengungkapkan ekspresi terkejut, setelah mendengar ucapan sosok misterius, namun dia segera menghilangkan fikiranya dan menatap sosok misterius dengan tajam.


"apa anda adalah pemimpin kelompok ini??..." razaki bertanya tampa memperdulikan ucapan sosok misterius sebelumnya.


"yahh...anggap saja seperti itu.." ucap sosok misterius dengan acuh.


Nada acuh dari sosok misterius membuat razaki menjadi bingung, tindakanya seolah tidak terlalu perduli dengan semua kelompoknya.


"baiklah...sebaiknya kau bawa pasukanmu untuk meninggalkan kota ini secepatnya, apa yang anda cari tidak ada disini!..."ucap razaki dengan dingin.


"ohhh...tidak ada disini?...apa sebelumnya ada?.." sosok misterius balik bertanya dan itu tersenyum tipis.


Razaki terkejut sejenak, dan dia sepertinya tampa sengaja telah memberi celah kepada sosok misterius untuk mendapatkan informasi darinya.


"Jangan berputar-putar, bagaimanapun kota ini berada pada naungan kekaisaran, jika kalian bertindak seenaknya, maka pihak kekaisaran tidak akan tinggal diam dan akan memburu kalian semua!.." ucap razaki mengancam dan sengaja mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Sosok misterius itu sedikit mengerutkan kening, dia merasa bahwa sepertinya dia melupakan beberapa hal tentang kekuatan atas yang berada di kekaisaran bulan perak.


Meski begitu, sosok misterius tidak bergeming dan hanya terdiam.


"baiklah...jika kamu tidak ingin di ajak bekerja sama.."


Razaki lalu mengederkan seluruh kekuatanya dan bersiap mulai menyerang.


Sosok misterius tidak mengubah ekspresinya dan masih bertindak seolah semua yang terjadi bukan apa-apa, namun dia juga tidak berani meremehkan lawanya.


Bagaimanapun kultivasinya berada pada tingkatan yang sama dengan razaki.


Dia bersikap acuh dan percaya diri karena dia merasa bahwa seseorang yang berada di alam yang sama bukanlah tandinganya.


Setelah razaki bertindak menyerang lebih dulu, sosok misterius lalu melesat dan menghadapi serangan razaki.


Mereka berdua bertukar pukulan namun mereka menyerang hanya menggunakan kekuatan fisik.


Jelas kedua pihak bertindak untuk saling menilai kekuatan pribadi masing-masing.


"hahaha...menarik!!...


Ungkapan sosok misterius dengan mata berbinar.


Sementara itu, razaki berfikir dalam hatinya bahwa lawanya sangat kuat, dan bahkan ketahanan fisiknya melampaui dirinya.


"tinju seribu api pembakaran!!....


Razaki berteriak dan meninju ke arah sosok misterius.


Tinjunya terbuat dari api merah dengan panas yang menyelimuti seluruh udara di sekitarnya.


Sosok misterius menyaksikan tinju api mendekat, dan dia segera mengedarkan perisai petir yang mengahalangi tinju api.


Perisai petir!!


Perisai petir menyelimuti seluruh tubuhnya dan melindunginya dari tinju api.


Razaki tidak berhenti dan terus menerus meninju.


Dari menyerang dan bertahan, akhirnya setelah puluhan pukulan api, perisai petir mulai sedikit memiliki tanda retak.


Retakan perlahan-lahan menyebar dan akhirnya pecah dan tersebar di udara.


Melihat perisai yang pecah, razaki terus melakukan tinju memukul sosok misterius.


Sosok misterius terpukul mundur selusin langkah sebelum menstabilkan tubuhnya di udara.


Meski begitu, dia tidak menunjukan tanda-tanda di rugikan meski telah terpojok oleh pukulan terus menerus dari razaki.


Sosok misterius itu tersenyum tipis dan menjilat lidahnya.

__ADS_1


"hahaha...menarik!!...sudah lama aku tidak bertarung dengan serius!!...." sosok misterius tertawa dan menjadi bergairah.


Seolah dia mengharapkan pertarungan sengit untuk memuaskanya.


__ADS_2