PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Buah Roh Emas spiritual


__ADS_3

Beberapa item terus menurus di keluarkan satu-persatu, dan tawaran demi tawaran terus memeriahkan suasana di dalam aula.


Kali ini pelayan menaiki panggung kembali dan membawa sebuah nampan yang tertutup seperti sebelum sebelumnya, namun kali ini beberapa orang yang memiliki indra yang cukup tajam cukup tertarik dengan item yang masih tertutup.


Tidak sulit bagi seseorang yang sudah memiliki kekuatan di alam emas tingkat ke tujuh ke atas untuk dapat merasakanya.


Beberapa tamu kehormatan yang duduk tenang di dalam ruangan yang di tutupi tirai bahkan sedikit merubah wajah mereka, bahkan kamal menjadi sedikit tertarik dan mulai menganalisa item tersebut.


Kamal dapat merasakan bahwa di dalam kain tertutup itu terlihat seperti buah yang berukuran kepalan tangan, dan bentuknya mirip dengan apel, namun jelas warnanya tidaklah sama dan samar-samar warnanya terlihat seperti emas.


Setelah melihat lebih dalam, kamal dapat melihat lebih jelas buah yang tertutup oleh kain, dan dia dapat merasakan bahwa aura pada buah berwarna emas memiliki energi surga dan bumi yang cukup murni.


Hal ini membuat kamal menjadi sangat senang, akhirnya apa yang dia cari untuk meningkatkan kekuatan rama telah ia temukan.


Dengan buah emas itu, ada kemungkinan rama dapat menerobos ke alam emas sesegera mungkin, jadi dia sudah mempersiapkan diri untuk melakukan penawaran, dan menunggu dengan tenang.


Kamal diam-diam tersenyum dan merasa lega di dalam hatinya, ketika dia menolehkan wajahnya ke samping rama yang terdiam di sampingnya, ekspresi kamal sedikit berkedut.


Hal itu di sebabkan oleh ekspresi rama yang tidak biasa, dan mata rama jelas tertuju kepada buah emas yang di tutupi oleh nampan.


Karna perubahan ekspresi rama yang aneh, akhirnya kamal mulai bertanya kepada rama apa yang sedang ia fikirkan.


"rama..ada apa?...apa kamu bisa merasakan item pada nampan itu?..."tanya kamal.


"paman...itu apa yang ada dalam kain?...kenapa perutku seperti berbunyi kelaparan ketika melihatnya?..."ucap rama dengan wajah bingung dan polos.


Ketika kamal mendengar rama yang menyebut dirinya terasa seperti kelaparan, kepala kamal terasa seperti di pukuli oleh palu berat.


Kamal berfikir bahwa rama sepertinya dapat merasakan aura dari buah emas, namun jawaban rama seketika menghancurkan pemikiranya.


Kamal menjadi tak berdaya dan menepuk nepuk dahinya, dia sepertinya berfikir terlalu tinggi kepada keponakan kecilnya.


"aihhh...kau ini hanya tahu cara makan saja!...coba jawab saja dengan benar, selain merasa lapar, apa ada sesuatu yang lain yang dapat kamu rasakan?..."ucap kamal bertanya kembali dan berharap jawaban rama dapat sedikit menarik pemikiranya.


Rama lalu terdiam dan sedikit berfikir, memang benar bahwa rama bisa merasakan sesuatu pada buah emas, namun dia jelas tidak dapat menjelaskan apa yang dia rasakan.


Rama hanya berfikir bahwa dia menjadi sangat tertarik oleh item yang ditutupi kain, namun dia masih mencoba menjawab pertanyaan kamal dengan cara yang sedikit membingungkan.

__ADS_1


"emm...paman, aku rasa itu tidak terlalu jelas, tapi yang aku tahu, sepertinya di dalam tubuhku seperti memiliki beberapa getaran aneh, dan itu terjadi ketika nampan tertutup itu di bawa ke atas panggung..."ucap rama.


Kamal lalu dengan hati-hati mencerna apa yang di katakan oleh rama, dia menebak sepertinya rama dapat merasakan aura pada buah emas, hanya saja dia tidak mengetahui secara spesifik bahwa tubuhnya secara tidak langsung mengingikan buah emas.


"hemm..sepertinya tebakanku tidaklah salah, bagaimanapun rama hanya anak-anak, jadi dia tidak akan terlalu mengerti hal seperti ini..."fikir kamal bergumam sendiri.


"baiklah...kita tunggu dan lihat saja, paman fikir kamu memang membutuhkan barang itu untuk meningkatkan kekuatanmu..."ucap kamal.


"ehh...benarkah???..."ucap kamal menjadi sedikit terkejut.


"emm...di dalam kain itu adalah buah dengan warna emas, paman tidak tahu pasti buah apa itu, tapi paman bisa merasakan energi yang ada di dalam buah itu sangat bagus untuk meningkatkan kekuatan spiritual dan mungkin bisa membantumu menerobos..."ucap kamal menjelaskan.


"wahh...benarkah paman, kalau begitu bagus!..rama bisa menjadi lebih kuat lagi..."ucap rama dengan wajah berbinar.


Tak lama ketika nampan telah sampai di atas panggung, srita lalu membuka kain tersebut dan memperlihatkan wujud asli dari buah emas.


"semuanya, kali ini saya akan memperkenalkan item selanjutnya, ini adalah buah roh emas spiritual yang berusia tiga ratus tahun"


"meski buah roh emas ini hanya berusia tiga ratus tahun, namun buah ini memiliki kegunaan khusus untuk meningkatkan kekuatan spiritual seseorang yang berfokus melatih kekuatan mental dan jiwa"


"namun tidak sampai disitu, ketika seseorang mengkonsumsinya, ada kemungkinan dapat melakukan terobosan naik satu tingkat"


"sayangnya, meski buah ini memiliki banyak kegunaan, buah ini tidak akan banyak berguna bagi pendekar yang berada di tingkat ke lima ke atas, itu karena usia pada buah ini belum mencapai lima ratus tahun"


"jika buah roh emas ini memiliki usia sekitar lima ratus tahun, ada kemungkinan seseorang di alam emas puncak dapat membantunya menerobos ke alam suci, dan jika buah ini telah sampai pada usia seribu tahun, saya rasa anda semua tahu jawabanya, dan saya tidak perlu menjelaskanya lagi...." setelah mengatakan hal itu, wajah srita menjadi sedikit menyesal.


Semua orang yang mendengar mamfaat dari buah roh emas spiritual menjadi terkejut, dan seluruh aula menjadi sunyi.


Namun beberapa saat kemudian, suasana sunyi berubah menjadi gempar, meski buah roh emas itu belum mencapai lima ratus tahun, namun buah roh emas sangatlah berharga, dan kebanyakan dari orang-orang di bawah tingkat alam emas kelima menjadi bersemangat, dan mereka bersiap untuk melakukan penawaran.


Disisi lain, di area tamu kehormatan yang berada di sebelah ruangan yang di tempati oleh kamal dan rama, ada dua orang yang berada di dalam ruangan itu.


Dua sosok seperti orang tua dan seorang anak yang usianya tidak jauh dengan rama.


Tentu saja sosok anak muda itu di kenali oleh rama, dia adalah tuan muda sombong yang telah di singgung oleh rama sebelumnya.


Sosok tua yang berada di sebelahnya tentu saja adalah ayahnya, tirta dan ayahnya sudah lebih awal berada di dalam ruangan yang tertutup tirai, jadi mereka tidak akan tahu bahwa rama berada tepat di sebelah ruangan yang mereka tempati.

__ADS_1


Di dalam ruang itu, tifraz mengangguk dengan puas ketika buah roh emas di perlihatkan, jelas dia juga menginginkan buah itu untuk memberikanya kepada tirta.


"ayah...aku ingin buah itu!..."ucap tirta berseru.


"hehehe...tenanglah..ayah pasti akan mendapatkanya untukmu..."balas tifraz tersenyum hangat.


Tirta hanya mengangguk setuju, dan mempercayakan semuanya kepada ayahnya.


Sejak kecil dia selalu di manjakan oleh tifraz, jadi ketika dia memberi tahu ayahnya, maka dia sudah pasti mendapatkan semua yang dia inginkan, jadi tirta tersenyum dengan puas, seolah buah roh emas sudah berada di tanganya.


Kembali pada srita yang sedang memperkenalkan buah roh emas spiritual, dan mulai membuka harga.


"kepada seluruh tamu yang terhormat, karna buah roh emas ini sangat langka dan memiliki banyak mamfaat, kami akan memulai penawaran dengan harga awal lima ribu batu roh kualitas rendah, dan silahkan untuk para hadirin sekalian untuk mulai menawar..."ucap serita mengumumkan.


Seluruh kerumunan mulai melakukan penawaran secara terus menerus, dan tidak ada tanda-tanda berhenti untuk menawar.


Enam ribu batu roh, delapan ribu batu roh, sembilan ribu seratus batu roh....beberapa orang mulai berteriak dan bertarung dalam menaikan harga.


Tidak lama untuk menunggu sehingga buah roh emas telah mencapai harga lima belas ribu batu roh.


Namun tepat ketika harga buah roh emas telah mencapai lima belas ribu batu roh, suara yang datang dari ruang tamu kehormatan tiba-tiba menaikan harga melebihi penawaran sebelumnya.


"dua puluh ribu"...ucap kamal tiba-tiba mulai menawar dan menaikan harga buah roh emas menjadi berkali lipat lebih mahal.


Seketika semua orang menjadi terdiam beberapa saat dan tampa sadar wajah semua orang menoleh ke atas tempat kamal berada yang tertutup tirai.


Kamal tersenyum dengan puas, dia berfikir dengan menaikan harganya menjadi lebih mahal, maka tidak akan ada lagi yang berani menawar, namun beberapa saat kemuadian wajah kamal kehilangan senyumnya.


Seorang tamu kehormatan lainya yang tidak jauh dari tempat kamal tiba-tiba menawar.


Dua puluh lima ribu batu roh....ucap suara yang datang dari ruang tamu kehormatan lainya.


Suara itu tentu saja adalah tifraz, di dalam ruangan itu, dia tersenyum dengan bangga dan akan menaikan tawaran terus-menerus sampai dia mendapatkanya.


Kamal mendengus dingin ketika mendengar seseorang yang telah menaikan harga, namun dia masih tersenyum dengan tenang dan dengan santai menaikan harga lagi.


"tiga pulu ribu!.."ucap kamal singkat.

__ADS_1


Jelas kamal menjadi sedikit tidak senang, namun secara bersamaan dia menjadi merasa tertantang dan tampa ragu menaikan harga.


__ADS_2