
Di dalam aula, dua pemuda nampak semakin akrab dan mulai membagi fikiran masing-masing, lalu mereka memasuki ruangan latihan.
Saka melihat gulungan yang di bawa oleh rama dan menanyakan apa yang akan dia lakukan dengan itu.
"Adik rama, seni bela diri apa yang sedang kamu latih?..katakan saja padaku,mungkin aku bisa membantu dan memberi sedikit saran..." kata saka.
Rama membalik tanganya lalu tersenyum menjawab.
"Kakek ingin aku melatih kekuatan fisik ku, hal ini karena pelatihanku di masa depan mungkin agak sulit, dan selama ini aku lebih banyak berlatih di dunia luar dan tidak terlalu banyak mengerti beberapa hal, jadi aku saat ini sedang memulai dari awal..."
"Ini adalah seni penempaan tubuh perak yang di sarankan oleh kakek, aku secara khusus pergi ke tempat ini hanya untuk ini, namun aku tidak tahu bahwa baru beberapa saat aku datang, aku justru akan mendapat masalah dengan salah satu murid ..." kata rama dengan sedikit menyesal.
Mendengar perkataan rama, saka menepuk pundak rama dan tersenyum.
"Tenang saja, mulai dari sekarang, kamu tidak perlu khawatir tentang hal semacam itu, biarkan aku yang menanganinya untukmu, dan untuk seni penempaan tubuh perak ini, kebetulan sekali aku juga melatihnya.."
Rama sedikit terkejut mengetahui bahwa saka juga melatih seni penempaan tubuh yang sama denganya, namun kegembiraan segera muncul di wajahnya.
"Kalau begitu ini sangat bagus!..bisakah saudara saka memberiku sedikit saran.." kata rama penuh semangat.
"Tentu!..seni penempaan tubuh ini sebenarnya memiliki dua bagian yaitu perak dan emas, namun untuk seseorang dengan kultivasi di ranah suci, itu masih belum cocok.."
"kekuatan fisik di tingkat penempaan tubuh emas sangat kuat dan tirani, jika seseorang melatihnya sebelum mencapai ranah inti suci, maka tubuhnya tidak akan kuat menahan kekuatanya, dan akan membuat tubuh seseorang hancur berkeping-keping.."
"Dan yang paling cocok untuk kita saat ini tentu saja adalah yang di tingkat perak, karena ini adalah tingkat yang paling dasar untuk memulai melatih seni penempaan tubuh.."
"Namun..kamu juga jangan meremehkan tingkat perak ini, hal ini karena penempaan tubuh perak masih sangat sulit untuk di latih ke tingkat yang lebih tinggi..." saka menjelaskan.
Rama mendengarkan dengan penuh perhatian, matanya berkontraksi ketika saka menyebutkan bahwa penempaan tubuh di tingkat perak masih sangat sulit untuk di latih, meskipun itu masih di tingkat dasar untuk melatih penempaan tubuh.
Rama tidak bisa menahan rasa penasaran dan kembali bertanya.
"Jika di tingkat perak ini begitu sulit di latih ke tingkat yang lebih tinggi, apa di tingkat perak ini masih memiliki tingkatan atau level untuk mengetahui sejauh mana ketinggian pelatihanya.." tanya rama serius.
Saka mengangguk dan kembali menjelaskan.
"Tepat sekali!...penempaan tubuh perak masih memiliki tinkatanya.."
__ADS_1
"Dalam seni penempaan tubuh di tingkat perak terdapat tujuh tingkatan yang harus di lalui, ketika seseorang dapat melatihnya ke tingkat ke tujuh, maka kekuatan fisik sejati dari seni penempaan tubuh perak dapat di ketahui sepenuhnya.."
"Guru pernah mengatakan padaku bahwa jika aku dapat melatihnya ke tingkat akhir, maka kekuatan fisik ku akan sepadan dengan seseorang di ranah inti suci di tingkat puncak, lalu di saat itulah aku dapat memenuhi kualifikasi untuk melatih penempaan tubuh di tingkat emas...namun sayangnya itu masih terlalu jauh.." kata saka dengan lemah.
Riak kekaguman dari mata rama yang berbinar tidak dapat di sembunyikan lagi.
Bagi rama, kekuatan fisik seseorang yang sebanding dengan seorang di ranah inti suci sangat luar biasa baginya.
Hal ini karena kekuatan itu masih terlalu jauh baginya untuk dapat membayangkan dan mencapainya.
Meskipun rama sudah terbiasa dengan orang-orang yang luar biasa dengan tingkat kultivasi di yang tinggi seperti para penatua dan kakeknya, namun rama masih sangat takjub dengan fakta bahwa sekte super selalu memiliki berbagai hal luar biasa yang akan mengejutkan hatinya.
"Tidak heran akan banyak orang-orang kuat akan lahir dari sekte super..." rama berguman pada dirinya sendiri.."
Di sisi lain, saka melihat rama yang terdiam dan tenggelam dalam fikiranya sendiri, dia kembali menepuk pundak rama dan berbicara.
"Apa yang sedang kamu fikirkan?..."
Mendengar suara saka yang tiba-tiba, rama segera kembali dalam kesadaranya dan berbicara dengan tenang.
"Tidak apa-apa, aku hanya merasa seni penempaan tubuh ini memang sangat penting untuku, jadi tidak heran kakek akan membiarkan aku untuk melatihnya..." jawab rama sambil tersenyum.
"Lalu, apa yang akan kamu rencanakan?.."
"Aku akan berlatih dan melihat seni penempaan tubuh ini dan menanamkanya dalam fikiranku terlebih dulu, aku tidak akan terburu-buru untuk melatihnya saat ini.."
"Hal ini karena aku harus pergi menuju aula pemurnian senjata untuk melihat apa ada senjata yang bisa aku pergunakan..." jawab rama.
"Ohh...aula senjata?...kalau begitu biarkan aku yang menemanimu..kebetulan aku bisa membawamu untuk menemui salah satu temanku disana.."
"Berlatihlah dengan tenang disini, aku akan berada di luar sembari menjagamu dalam pelatihan, lalu setelah kamu selesai, kami bisa pergi bersama menuju aula pemurnian senjata..." kata saka.
Rama mengangguk setuju dengan apa yang saka katakan, dengan keramahan yang saka tunjukan, rama merasa sangat bersyukur di dalam hatinya karena saat ini, untuk pertama kalinya dia menemukan seseorang yang bersikap baik yang seperti saudara di dalam hidupnya.
Dengan sedikit tersenyum, rama meninggalkan saka yang berdiri di aula, dan rama memasuki ruang pelatihanya.
Pada saat ini, di ruangan pelatihan, rama mulai memasukan energi spiritualnya kedalam gulungan tersebut untuk membukanya.
__ADS_1
Cahaya samar segera terlihat ketika energi spiritualnya bersentuhan dengan gulungan kayu.
Fluktuasi muncul dan gulungan tersebut segera terbuka menunujukan cahaya perak yang langsung melesat di antara alis rama.
Masuknya cahaya perak di tengah-tengan alisnya, rama menemukan bahwa di dalam kesadaranya, semua informasi tehnik penempaan tubuh perak telah perlahan-lahan muncul dan tersimpan di lautan kesadaranya.
Saat ini, di dalam informasi itu, terdapat tujuh segel yang harus rama pecahkan apabila ingin melatih seni penempaan tubuh perak ke tingkat maksimal.
Rama mengetahui dengan jelas bahwa dia harus terlebih dahulu memecahkan segel pertama untuk benar benar memulai pelatihanya.
Ketika rama mengerahkan kesadaranya untuk membuka segel pertama, rama menemukan di setiap segel akan ada riak seperti petir hitam yang mengunci segelnya dengan erat.
Rama sedikit berkeringat karena ada kesulitan yang dia hadapi hanya untuk membuka segel pertama dari seni penempaan tubuh perak.
Setelah beberapa saat, rama mengerahkan seluruh energi spiritualnya untuk menghantam petir hitam yang membungkus segel pertama yang terlihat seperti plat besi tak tergoyahkan.
Namun, rama menemukan bahwa uasahanya masih belum cukup untuk benar-benar bisa membuka segel di lautan kesadaranya.
Dengan wajah menyesal, rama perlahan menarik kesadaranya kembali dan membuka matanya sekali lagi.
Sedikit kerutan samar terlihat di wajah rama pada saat ini karena masih tidak dapat memahami mengapa dia tidak bisa membuka segel di dalam lautan kesadaranya.
Jelas rama tidak berfikir bahwa hanya untuk melatih tingkat dasar dari penempaan tubuh perak akan memiliki kesulitan yang akan menguras banyak kekuatanya.
Hal ini membuat rama berfikir bahwa meskipun kultivasinya masih di tingkat emas, namun di dalam hatinya, rama tidak berfikir bahwa dia sangat lemah, bahkan rama masih bisa di sandingkan dengan lawan yang berada di ranah suci.
Namun pada saat ini, hasil dari membuka segel di tingkat dasar penempaan tubuh perak akan membuatnya berfikir bahwa sepertinya selama ini, dia terlalu melebih-lebihkan dirinya sendiri.
Rama masih masih merenungkan mengapa dia tidak dapat membuka segel di dalam hatinya.
Dengan menepuk-nepuk dahinya, pada akhirnya rama hanya bisa berkonsentrasi untuk mengembalikan ketenanganya dan berfikir dengan jernih.
Rama kembali mengingat adegan dimana dia mengerahkan kekuatanya untuk membuka segel yang di lapisi petir hitam.
Ketika kekuatan spiritualnya bersentuhan dengan segel, maka petir hitam yang melapisinya seolah melawan dan menolak energi spiritual rama.
Jelas itu seperti penolakan energi lain yang akan mencampuri kekuatan dalam segel.
__ADS_1
Adegan itu terus di ingat dan di putar beberapa kali dalam ingatan rama.
Hasilnya, rama mulai menangkap sesuatu dan samar-samar memikirkan bahwa ada yang salah.