
Lelaki paruh baya itu memiliki tampilan yang sederhana.
Rambut putih panjang dengan jubah putih panjang, dan tidak ada aksen lain lagi yang menempel pada pakaianya.
Bahkan tidak ada fluktuasi dari aura berbahaya darinya, namun itu semacam memiliki kekuatan magis yang dapat membuat orang melihat karisma seorang monster tua yang telah hidup selama ribuan tahun.
Dia mengambil cangkir tehnya, setelahnya melirik master sekte dan kamal yang masih berdiri menatapnya.
Dengan kerutan di dahinya, akhirnya lelaki paruh baya mengetuk meja sebagai tanda untuk mempersilahkan dua orang itu duduk di sampingnya.
Tampa berfikir panjang lagi, dua orang segera melangkah dan duduk sambil mengambil dua teh di atas meja.
Di sisi lain, rama hanya mengikuti di belakang kamal.
Mata lelaki paruh baya segera tertuju pada rama, dengan kekuatan yang tidak terlihat, dia melihat seluruh bagian tubuh rama, mulai dari kultivasi dan jiwa, hampir tidak ada yang dapat bersembunyi dari pengelihatanya.
Senyum aneh segera muncul di sudut mulut lelaki paruh baya itu.
Setelah menghabiskan tehnya, dia segera melemparkan cangkir itu dengan cepat dan mengarahkanya kepada rama yang berdiri di belakang kamal.
Sontak hal ini membuata master sekte dan kamal menjadi kaget, dan tidak terkecuali dengan rama.
Tepat pada saat cangkir akan mengenai wajahnya, dengan gerakan spontan, rama menggerakan cangkir dengan energi mentalnya sehinggan cangkir itu hanya berdiri mengambang di udara.
Setelahnya rama mengambil cangkir dan meletakanya di meja.
Meskipun rama sangat terkejut dengan hal yang tiba-tiba ini, namun wajah tampa ekspresinya segera kembali dan tidak terlalu memikirkan sikap lelaki paruh baya yang bermaksud menyerangnya.
Di dekatnya, reaksi master sekte dan kamal tidak terlalu banyak berubah, maski sedikit terkejut, namun mereka mengerti bahwa hal semacam ini sengaja di lakukan.
Tentu mereka mengerti bahwa lelaki paruh baya bermaksud untuk menguji kekuatan rama yang sebenarnya.
Benar saja bahwa hasilnya tidak mengecewakan, bahkan lelaki paruh baya itu melengkungkan sudut mulutnya menjadi senyuman.
Jelas bahwa gerakan cepat dari rama sebelumnya telah memberinya kesan yang cukup bagus tentang rama, dan akhirnya lelaki paruh baya itu mulai berbicara.
"Sungguh anak yang luar biasa, di usia semuda ini telah memiliki kekuatan seperti ini, bahkan refleknya tidak buruk.."
"Kamal...kamu memang tidak mengecewakanku!..." kata lelaki paruh baya itu sambil mengelus jenggot putihnya dengan rasa puas.
Di samping, kamal segera menjawab dengan hormat.
"Leluhur...ini memang sudah tugasku, namun yang lebih penting bahwa anak ini juga sangat penting untuk ku, bagaimanapun, aku memiliki tanggung jawab sebagai walinya.."
"Inilah janjiku untuk orang tuanya, alasan aku membawanya ke sekte bukan hanya membuatnya menjadi lebih kuat, namun aku juga harus melindunginya..." kata kamal, namun ada ekspresi pahit di wajahnya meskipun kata-katanya terdengar sebagai sesuatu yang bermartabat.
__ADS_1
Mendengar perkataan kamal, rama yang berada di belakangnya merasakan getaran dan rasa sakit di hatinya.
Meski kamal tidak secara langsung menyebutkan tentang apa yang dia alami, namun rama dapat merasakan dengan jelas bahwa nada bicara kamal mengarah pada inti dari rasa sakitnya.
Duduk di dekatnya, master sekte dan lelaki paruh baya yang di panggil leluhur itu juga dapat merasakan atmosfer yang tiba-tiba menjadi dingin.
Jelas bahwa kamal sebelumnya telah memberi tahu insiden yang telah terjadi dua tahun lalu, dan itu sebabnya kamal telah absen terlalu lama meninggalkan sekte.
Mereka juga tahu dengan pasti bahwa kamal memiliki hubungan yang cukup dalam dengan orang tua rama.
Leluhur itu memandang rama dengan penuh rasa kasihan, bagaimanapun juga, mengalami hal semacam itu tentu adalah suatu trauma bagi seorang anak ketika melihat orang tuanya mati di depan matanya sendiri.
Pada akhirnya, leluhur menghela nafas ringan sembari melambaikan tanganya kepada rama.
Rama tidak langsung merespon, kali ini emosinya telah mengalami perubahan karena ucapan kamal sebelumnya.
Bahkan matanya tampak memerah, dan air matanya tidak bisa ia tahan lagi, sebelum terjatuh di wajah dinginya.
"Nak...kemarilah..." kata lelaki tua sembari mengulurkan tanganya kepada rama.
Meski rama masih berlarut dalam kesedihan, namun dia juga tidak berani mengabaikan leluhur yang memiliki sikap lembut padanya.
Rama segera melangkah lebih dekat kepada leluhur ituu, dan berdiri di sampingnya.
"Nak...aku tahu apa yang telah kamu alami, percayalah..saat pertama kali kamu menginjakan kakimu disini, maka semua orang di sekte langit cerah telah menjadi keluargamu..."
Kata-kata ini adalah semacam penghiburan untuk rama, namun maknanya jelas memberi dukungan bagi rama untuk lebih kuat.
Mendengar perkataan leluhur, hati rama bergetar karena perasaan kekeluargaan yang selama ini telah hilang selama dua tahun ini.
"Leluhur...a..apa itu benar??..." kata rama dengan suara serak.
Leluhur menepuk pundak rama dan tersenyum lembut.
"Nak..tentu saja itu benar, mulai sekarang kamu adalah muridku, jadi tentu kamu adalah salah satu orang terpenting di dalam sekte ini..." kata leluhur.
Meskipun kata kata leluhur di ucapkan dengan nada santai, namun ekspresi kejutan segera memenuhi wajah master sekte dan kamal yang mendengarnya.
Pasalnya, mereka berdua telah mengenal dengan jelas bagaimana tempramen leluhur yang memiliki sikap tenang di wajahnya.
Meskipun leluhur sangat menghargai bakat seseorang, namun selama ini, tidak ada satupun orang yang bisa membuatnya akan begitu perduli.
Bahkan untuk pertama kalinya mereka mendengar leluhur sekte akan menerima murid di saat seperti ini.
Kamal sebelumnya telah memberikan pesan tentang bakat yang di miliki rama semenjak kebangkitan roh elemen spiritualnya.
__ADS_1
Meski reaksinya juga sangat terkejut, namun kamal juga tidak pernah perfikir bahwa leluhur akan menerimanya sebagai murid langsungnya.
Paling-paling leluhur akan menyerahkan rama kepada master sekte untuk menjadikanya sebagai murid langsung, fikir kamal.
Namu kali ini, kenyataan benar-benar bertentangan dengan pemikiranya.
Kamal dan master sekte segera saling memandang dengan ekspresi aneh di wajah masing-masing, namun tetap saja mereka berdua tidak mengucapkan sepatah katapun saat ini.
Di sisi lain, rama tampak terkejut dengan penerimaan yang tiba-tiba ini, jelas dia juga tidak akan menyangka bahwa leluhur sekte akan segera menerimanya begitu saja setelah beberapa saat mereka bertemu.
Dengan perasaan yang rumit, rama segera membungkuk memberi hormat kepada leluhur.
"Murid memberi hormat kepada guru..." ucap rama dengan hormat.
Leluhur memiliki senyuman puas di wajahnya, namun dia seperti memiliki sesuatu untuk di katakan lagi kepada rama.
"Nak...karena aku telah menerimamu sebagai murid, sekarang katakan padaku kualitas apa yang kamu miliki dan layak untuk menjadi muridku..." kata leluhur tiba-tiba.
Kata-kata ini segera menjadi guntur yang jatuh dari langit, sikap lembutnya kini relah berbanding terbalik dengan pernyataan yang tiba-tiba.
Bahkan kamal dan master sekte tidak dapat menebak apa yang ada dalam fikiran leluhur yang tiba-tiba.
Di sisi lain, wajah rama nampak tidak berubah, dengan hembusan nafas, rama menatap leluhur dengan mata penuh percaya diri dan keyakinan.
"Leluhur...saat ini, aku hanya anak-anak, bahkan kekuatanku tidak dapat di bandingkan dengan murid terlemah di pelataran luar.."
"Namun...karena aku pernah merasakan sakitnya kehilangan keluarga, aku telah bersumpah pada diriku sendiri untuk menjadi lebih kuat!..agar hal yang sama tidak terjadi lagi..."
"Karna leluhur telah menganggapku sebagai bagian dari keluarga dari sekte ini, maka aku akan melindungi sekte ini dengan seluruh kekuatanku dan nyawaku!.."
"Dan aku juga sebelumnya telah bersumpah untuk membangkitkan lagi kedua orang tuaku meskipun aku tahu itu sangat sulit, namun aku tidak akan pernah menyerah!.."
"Aku akan melakukan apapun dan tidak akan ada yang bisa menghentikanku!.."
"Leluhur...kematian bagiku tidaklah menakutkan, namun yang paling menakutkan adalah di tinggalkan oleh seseorang yang kau anggap sebagai keluarga.."
"Maka dari itu aku telah bertekad!..aku tidak akan pernah menyerah dan menjadi lebih kuat dan lebih kuat, dan tidak ada lagi satupun orang yang dapat menyentuh keluargaku sebelum melangkahi mayatku!..."kata rama dengan tegas.
Setiap kata yang telah rama ucapkan membuat wajah tiga orang yang berada di dalam ruangan itu terkejut.
Bahkan itu terdengar seperti raungan guntur yang tidak ada habisnya.
Setiap kata mengandung sumpah dan keyakinan yang begitu dalam.
Bahkan kamal yang berada di sampingnya tidak akan menyangka kata-kata ini akan muncul dari keponakan kecilnya yang selama ini telah bersamanya begitu lama.
__ADS_1
Wajah leluhur dan master sekte bahkan tidak jauh berbeda dengan ekpsresi kamal.
Bagaimana tidak, kata-kata ini telah keluar dari mulut seorang anak yang baru berusia dua belas tahun, tentu hal ini terlalu mengejutkan bagi mereka.