
Waktu berlalu sangat cepat dan akhirnya pertemuan dewan penatua mencapai *******.
Pada saat ini, seorang penatua dengan simbol api putih di dahinya tiba-tiba berbicara menyapa kamal.
Penatua tersebut adalah master dari aula pengobatan yang lebih di kenal sebagai master alkemis chakra.
Penatua chakra adalah seorang master alkemis tingkat sembilan yang memiliki hubungan cukup dekat dengan kamal.
"Saudara kamal...kamu baru saja kembali setelah sekian lama, apa kamu bahkan tidak tahu cara menyapa sesama teman.." kata penatua chakra.
Semua penatua yang tadinya tenang dan bersiap siap akan pergi meninggalkan pertemuan justru berhenti karena perkataan dari penatua chakra.
Reaksi kamal tidak banyak berubah, namun perlahan ada senyum tipis di wajahnya.
"Hemp...saudara chakra..aku telah berjalan cukup jauh dan sangat lelah, bahkan sampai saat ini aku belum beristirahat, jadi maafkan aku tidak bisa menyapamu dan saudara saudari lainya.." ucap kamal sambil menangkupkan kedua tanganya kepada semua orang.
Semua orang tersenyum dan tidak terlalu memikirkan permintaan maaf kamal, hal itu karena mereka tahu bahwa penatua chakra hanya ingin sedikit menggodanya.
"Saudara kamal...aku mendengar dari beberapa murid dalam bahwa saudara kamal telah membawa seorang murid..apakah dia adalah murid langsungmu yang telah saudara bawa secara pribadi dari luar?..." kata seorang penatua wanita dengan gaun putih tiba-tiba bertanya.
Segera semua orang menoleh dan melihat kamal dengan heran, bahkan penatua chakra tidak terkecuali.
"Ohh...murid langsung?..apa kamu akhirnya menemukan seorang murid yang baik?.." tanya penatua chakra.
Pertanyaan ini membuat kamal menoleh pada master sekte yang tidak jauh darinya.
Pada akhirnya, kamal tersenyum masam menanggapi pertanyaan dari para penatua yang nampak penasaran.
"Memang benar aku membawa seorang murid, namun dia bukan murid langsungku, bisa di katakan bahwa dia adalah keponakanku yang cukup berbakat, dan sebelumnya aku telah mengenalkanya kepada master sekte..." kata kamal menjelaskan.
Semua orang lalu melihat master sekte yang nampak tenang, namun dia juga tersenyum pahit ketika berbicara.
"Jangan melihatku!...sejujurnya aku bahkan tidak memenuhi syarat untuk menjadikanya muridku!..." kata master sekte.
Kata-kata master sekte membuat semua penatua menjadi terkejut dan semakin penasaran kepada seorang murid yang telah di bawa oleh kamal.
__ADS_1
Di samping, penatua chakra mengerutkan keningnya dan bertanya.
"Jika master sekte tidak memenuhi syarat, lalu siapa guru dari anak itu, bukankah murid yang saudara kamal bawa tentunya akan menjadi murid sekte kami?..." tanya penatua chakra.
"Saudara kamal...tolong beritahu mereka.." kata master sekte sembari melambaikan tanganya kepada kamal.
Dengan mendesah pelan, akhirnya kamal mulai menceritakan tentang rama yang telah dia bawa dan bertemu leluhur.
"Tentu saja kami tidak akan memenuhi syarat karena keponakanku di latih secara pribadi oleh leluhur..namun, dia bukan sekedar murid, namun saat ini keponakanku telah secara resmi menjadi cucu angkat dari leluhur.." kata kamal menjelaskan.
Beberapa penatua memiliki reaksi yang berbeda beda mendengar penjelasan kamal.
Bahkan tatapan heran dan tak percaya muncul di wajah masing-masing.
"Saudara kamal...apa ini benar?...seberapa hebat keponakanmu hinggan membuat leluhur menerimanya sebagi cucu angkat.."
"Seperti yang kita tahu..monster tua itu memiliki tempramen yang unik dan selalu mengabaikan orang lain, bahkan selama beberapa tahun ini, aku tidak ingat kapan terakhir kali dia muncul karena selalu menyendiri.." kata penatua chakra dengan ekspresi heran di wajahnya.
Di samping, master sekte menggelengkan kepala tak berdaya lalu berkata.
"Yahh...ini memang agak mengejutkan, namun kenyataanya anak itu cukup baik, dan bakatnya sangat langka, bahkan beberap murid inti kami tidak bisa di bandingkan dengan bakatnya..." kata master sekte.
Perbincangan segera memenuhi aula dan membuat kamal dan master sekte tidak bisa berkata-kata.
Banyak dari mereka yang kini berharap dapat bertemu dengan cucu dari leluhur, untuk melihat seberapa hebatnya dia.
"Untuk saat ini, aku harap para penatua tidak terlalu memikirkanya..itu karena leluhur sendiri telah membatasinya dan akan sulit untuk menemuinya...dan yang lebih penting lagi, murid ini masih sangat muda..saat ini usianya baru dua belas tahun dan tentu kekuatanya saat ini belum bisa di bandingkan dengan murid lain..." kata kamal tiba-tiba berbicara.
Seketika suasana berubah menjadi hening karena mendengar ucapan kamal.
Hal yang paling mengejutkan mereka adalah fakta tentang cucu leluhur ternyata masih sangat muda.
"Dua belas tahun!!..." penatua chakra berseru kaget.
"Benar!..dua belas tahun!!..." kata master sekte menjawab.
__ADS_1
"Ohhh...dua belas tahun?..apakah anak ini sudah mulai berkultivasi?...tanya penatua chakra lagi.
Master sekte dan kamal menggelengkan kepalanya dan sama-sama tersenyum misterius.
"Yang aku katakan bahwa anak itu memang bersama orang yang tepat...jika leluhur adalah monster tua, maka anak itu adalah monster kecilnya hahaha..." kata kamal sambil tertawa.
Master sekte juga tertawa kecil karena pernyataan kamal, namun dia juga membenarkan apa yang di katakan oleh kamal.
Namun berbeda dengan reaksi semua penatua yang menatap kamal dengan bingung.
"Haihh...saudara kamal...bisakah kau memberi tahuku dengan jelas!.." kata penatua chakra penasaran.
Melihat wajah serius penatua chakra dan semua penatua, akhirnya kamal menceritakan tentang rama.
"Hemp...sebenarnya, rama telah berkultivasi semenjak usianya sepuluh tahun, dan saat ini dia berada di alam emas tingkat ke tujuh..." kata kamal.
Segera semua orang berseru kaget dan tak percaya, bahkan beberapa penatua nafasnya tersendak sejenak karena terkejut.
ii...ini apa saudar kamal bercanda!!...
Seruan kaget ini berasal dari penatua kazam yang sedari tadi diam dan kini tiba-tiba berbicara.
"Huhh...Menurutmu...apa aku perlu bercanda dengan kalian semua???..." kata kamal mendengus.
Penatua menggerak gerakan mulutnya dengan tatapan konyol, dan sia segera berfikir bahwa apa yang telah kamal ucapkan memang bukanlah candaan semata, meskipun dia masih belum sepenuhnya dapat mempercayainya.
Pasalnya, memiliki kultivasi langkah ke tujuh di alam emas di usia dua belas tahun memang tidak pernah dia dengar selama hidupnya.
"Hemp...baiklah...kita sebaiknya segera mengakhiri pertemuan ini.." kata master sekte tiba-tiba menyela dan menghentikan percakapan pribadi dari semua penatua.
Detik berikutnya, penatua chakra, falas, dan kazam mengikuti kamal dan pergi secara bersamaan.
Tiga orang terus mengikuti kamal dengan sikap ke kanak kanakan, sikapnya seolah seperti saudara yang telah lama berpisah dan baru saja di pertemukan kembali.
Kamal tidak berdaya dengan sikap tiga orang yang mengikutinya seperti ekor, namun dia juga tidak dapat berkata apa-apa.
__ADS_1
Kamal jelas tahu bahwa tiga penatua yang dia anggap saudara ini sengaja mendekatinya untuk menanyakan pengalamanya selama beberapa tahun ini di dunia luar.
Dan tentunya tidak lepas dari rasa penasaranya kepada rama.