
Rama menutup matanya dan mulai mengedarkan seluruh energi di dalam tubuhnya untuk menyerap buah roh emas spiritual.
Perlahan-lahan cairan emas memasuki seluruh bagian tubuh rama.
Ketika cairan emas beredar ke seluruh tubuh, otot serta tulang dan darah mulai di perbaiki dan di perkuat.
Darah yang berwarna merah samar-samar terlihat memeiliki campuran warna emas, bahkan tulang-tulangnya terlihat seperti giok putih yang sangat halus, namun itu jelas telah di perkuat dan berdampak pada ketahanan fisik rama.
Di dalam dantianya, pusaran energi membentuk cahaya tujuh warna yang berputar-putar.
Itu terjadi karena ketujuh elemen yang berada di dalam tubuh rama sedang berakselerasi menyerap cairan roh emas.
Dampak yang terjadi pada akselerasi itu membuat ke tujuh elemen di murnikan seiring dengan penyerapan.
Kemurnian elemen dalam tubuh seseorang sangat berpengaruh kepada kekuatanya, semakin murni elemen itu, semakin kuat pengendalian dan seranganya.
Contohnya bisa di lihat dalam pertarungan, apabila kemurnian elemen seseorang sangat tinggi, maka dampak serangan yang di hasilkan akan sangat kuat dan kerusakan yang di terima oleh seseorang akan sangat merugikan.
Namun kendala yang di alami rama adalah dia tidak berfokus pada satu elemen sehingga proses pemurnianya akan memakan waktu sepuluh kali lipat dari orang biasa.
Hal ini terjadi karena kemurnian di antara tujuh elemen harus seimbang, apabila salah satu elemen lebih mendominasi, maka akan ada serangan balik dan ke tidak seimbangan akan membuat tubuh rama menjadi tidak terkendali, dan itu bisa saja meledak.
dua jam kemudian, proses penyerapan masih belum selesai, namun rama bisa merasakan bahwa penyerapanya perlahan mulai melambat.
Di samping, kamal memperhatikan kondisi rama dan dia melihat dengan jelas bahwa efek dari cairan roh emas telah memurnikan ke tujuh elemen rama.
Hal itu sangat bagus fikir kamal, bagaimanapun semakin murni elemenya, maka semakin kuat dampak seranganya.
Sementara itu, kamal juga merasakan bahwa proses penyerapan semakin melambat, namun sampai saat ini belum ada tanda-tanda terobosan.
Saat ini wajah rama telah di penuhi oleh keringat, dan ada energi hangat yang perlahan-lahan terasa panas.
Energi panas yang rama rasakan membuatnya merasakan sakit, namun rama tetap menahan panas dengan gigih.
Kamal di sampingnya melihat perubahan yang terjadi pada rama dan membuatnya mengerutkan kening.
"tahanlah...tetap lanjutkan proses penyerapan sampai cairan roh emas habis..setelah cairan emas habis, maka inti kristal akan segera bergabung dalam penyerapan..." ucap kamal berbicara kepada rama melalui energi mental.
Rama mendengar suara kamal di dalam benaknya, dia menggertakkan giginya dan memaksakan proses penyerapan meski dia sudah tidak tahan dengan energi panas.
Panas yang di rasakan oleh rama setara dengan dia di panggang langsung di dalam api pembakaran.
Keringat membasahi seluruh tubuhnya, dan perlahan bau busuk dari kotoran-kotoran keluar dari pori-pori kulitnya.
Hal itu berlangsung selama satu setengah jam kemudian dan akhirnya cairan roh emas telah berhasil di serap habis.
Kamal menganggukan kepalanya dengan puas, jelas dia tahu bahwa panas yang rama rasakan melebihi panas biasa dari api yang membakar, namun rama berhasil menahanya.
Hal itu telah membuktikan bahwa pertahan fisik rama telah meningkat, dan kekuatan fisiknya tidak akan lebih lemah dari binatang buas di tingkat kedua.
Setelah memeriksa bahwa cairan roh emas telah habis di serap, wajah rama yang memerah berangsur-angsur memperbaiki wajah aslinya.
Panas yang dia rasakan perlahan menghilang dan itu di gantikan oleh rasa sejuk.
__ADS_1
Kamal lalu melambaikan tanganya ke arah inti kristal berwarna biru pucat yang mengambang di depan wajah rama.
Setelah cairan emas habis di serap, maka giliran inti kristal yang akan bergabung menjadi energi pelengkap dari cairan roh emas yang telah di murnikan.
Kamal mulai memberi tahu rama melalui energi mentalnya untuk segera menyerap inti kristal.
Rama tidak menjawab namun dia jelas telah mengerti dan segera inti kristal yang mengambang semakin dekat pada rama.
...****************...
Sementara di suatu tempat, sekelompok orang yang berpakaian serba hitam sedang melaju ke kota bintang roh.
Tentu saja sekelompok orang itu adalah pasukan yang di bawa oleh karza untuk melakukan penyerangan ke kota bintang roh.
Di perkirakan mereka akan sampai dalam beberapa jam lagi.
Sementara itu, mayangsari sedang menyiapkan bahan-bahan makanan yang akan dia masak untuk makan malam nanti.
Disana dia di temani oleh beberapa pelayan yang secara khusus membantunya menyiapkan makanan.
Wajah mayang sari tampak berseri-seri, dia tersenyum membayangkan kedatangan putranya, namun karena asik membayangkan wajah tampan putranya, dia tampa sadar mengiris jarinya yang sedang memotong sayuran.
Pang..pang!!
Karena reflek, mayangsari tidak sengaja menjatuhkan pisaunya terjatuh di lantai.
Hal ini membuat para pelayan yang menemaninya terkejut dan khawatir secara bersamaan.
"ahh..." seketika mayang sari merasakan sakit pada jarinya yang teriris.
Semua pelayan berteriak kaget secara bersamaan.
"nyonya..apa anda baik-baik saja?..." ucap pelayan gemuk berpakain coklat dengan wajah khawatir.
"emm..aku tidak apa-apa..aku hanya sedikit ceroboh dan tidak sengaja mengiris jariku.." balas mayangsari dengan lemah.
Semua orang merasa lega, namun kejadian yang tiba-tiba membuat semua orang menjadi khawatir kepada kondisi mayang sari.
Karena kehilangan fokusnya, semua orang menganggapnya mungkin terlalu lelah dan tidak sehat, dan tampa sadar semua pelayan memandangnya tampa daya.
"nyonya...mungkin anda terlalu lelah, cobalah untuk beristirahat.." pelayan gemuk itu menasihati dengan hormat.
Mayangsari tidak menjawab, namun dia segera menghela nafas pelan.
Jelas karena kecerobohanya membuat semua orang khawatir, namun entah mengapa karena jarinya yang teriris itu membuatnya merasakan kegelisahan yang tidak tahu datang dari mana.
Tidak berlama-lama tenggelam dalam fikiranya, mayangsari memutuskan untuk meninggalkan dapur dan menyerahkan semua pekerjaanya kepada pelayan.
"semoga ini hanya perasaanku saja..." gumam mayang sari dengan lemah.
Di sisi lain, di hutan rama masih menyerap inti kristal dan itu berlangsung selama satu jam.
Sebenarnya jika melakukan terobosan dengan menyerap inti kristal, di perlukan ratusan inti kristal untuk mencapai keberhasilan, namun karena rama sebelumnya telah menyerap cairan buah roh emas, maka satu inti kristal sudah cukup untuk membantunya melakukan terobosan.
__ADS_1
Terlebih lagi rama sudah berada di alam pembangunan fondasi puncak, dan itu setengah langkah menuju alam emas.
Energi dalam inti kristal tidak membutuhkan lama untuk di serap, dan itu mulai menyatu di dalam tubuh rama.
Setelah inti kristal terserap habis, energi di dalam tubuh rama mulai mengalami perubahan sekali lagi.
Tiba-tiba dia merasakan perubahan suhu pada tubuhnya.
Panas dan dingin bergantian secara bersamaan, dan itu di sebabkan oleh energi dari cairan buah roh emas yang tercampur dengan inti kristal.
Di dalam dantianya, pusaran yang terbentuk seukuran biji kacang mulai terbentuk di tengah-tengah tujuh elemen yang mengitarinya.
Itu terlihat berputar-putar dan terus di serap oleh tujuh elemen.
Di dalam lautan kesadaran rama, tujuh kristal yang memiliki warna berbeda-beda semakin besar dan warnanya semakin cerah.
Perubahan itu terjadi dalam waktu dua jam, kristal berwarna putih memiliki aura yang lebih kental dan murni di bandingkan ke enam warna lainya.
Hal itu di sababkan oleh elemen angin dari inti kristal sebelumnya yang telah menambahkan kemurnianya sehingga elemen lainya tampak meredup di bandingkan kristal berwarna putih yang bersinar terang.
Setelah mengelami perubahan suhu yang bergantian beberapa kali, akhirnya rama mulai merasakan bahwa energinya semakin melonjak.
Di lautan kesadaranya, dunia kecil yang terbuat dari tujuh warna yang tadinya hanya berukuran sepuluh meter kini telah berubah menjadi tiga puluh meter.
Karena lonjakan energi yang tiba-tiba, rama berteriak dan tampa sadar energi yang terbentuk dari elemen angin meledak di sekitarnya dan menghempaskan beberapa pohon.
Boom!!...Boom!!!...Boom!!!
Di samping, kamal menjadi terkejut dan secara reflek dia segera melesat menjauh dari sisi rama.
Perlahan, rama mulai membuka matanya, dan dia mulai merasakan bahwa kekuatan fisiknya sekarang telah berubah semakin kuat, bahkan dia samar-samar merasakan bahwa jika dia bertarung melawan srigala itu lagi, mungkin dia tidak perlu melakukan beberapa trik dan hanya melawan menggunakan beberapa pukulan dan sedikit elemen untuk menang dengan mudah.
"hahaha...aku kuat!..aku kuat!!..." teriak rama bersemangat dan berseru sambil mengacungkan otot-ototnya.
Tidak jauh, kamal mulai mendekati rama dan merasakan perubahan rama.
"bocah!!...bagaimana dengan terobosanmu?...sepertinya itu tidak terlihat seperti di tingkat pertama.." tanya kamal dengan heran.
"hehehe...paman..aku sepertinya langsung menerobos dua tingkat.." ucap rama tersenyum bangga.
Mendengar ucapan rama, kamal tercengang dan mulutnya terbuka lebar kerena tidak percaya.
"hahh??...du..dua tingkat??...tidak mungkin..coba paman lihat!..." ucap kamal dengan tergesa-gesa dan segera memastikan dengan merasakan energi di dalam tubuh rama.
Setelah memeriksanya dengan teliti, memang benar bahwa rama tidak berada di alam emas awal dan telah berada di tingkat ke dua.
Meski dia tidak percaya dengan apa yang dia lihat, namun kenyataan telah berada di depanya.
Kamal menjadi linglung sejenak, dan dia berusaha merubah ekspresinya menjadi serius.
Kamal mengehela nafas dan hanya bisa mengagumi keajaiban di depan matanya.
"benar-benar anak kesayangan surga...bahkan beberapa orang akan menghabiskan puluhan dan ratusan tahun hanya untuk menerobos satu tingkat"
__ADS_1
"sedangkan anak nakal ini hanya membutuhkan dua tahun untuk menerobos dan itu melewati dua tingkat"
"jika orang-orang tahu fakta ini, mereka hanya akan muntah darah karena marah dan merasa tidak adil.." gumam kamal dengan tak berdaya.