PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Kehilangan


__ADS_3

Kamal memeriksa keadaan razaki dan istrinya, dan segera dia menemukan seluruh organ tubuh keduanya telah di penuhi oleh energi kematian yang sangat kental.


Hal itu telah menyebar bahkan keluar dari pori-porinya.


Wajah kamal seketika menjadi jelek, jelas dia tidak menyangka keadaan sahabatnya telah sampai pada titik terlemahnya.


Namun, kamal dengan keras kepala mengedarkan seluruh energinya kepada razaki dan mayangsari untuk menghilangkan energi kematian yang telah menyebar.


Wajahnya telah di penuhi oleh keringat dingin, sekeras apapun dia mencoba, namun energi kematian tidak bisa di hentikan meski dia telah menggunakan seluruh kekuatanya.


Pada akhirnya, tangan razaki menghentikanya.


Kamal menatap razaki dengan mata merah dan berkaca-kaca, dia tidak pernah membayangkan akan ada hari dimana dia akan menyaksikan sahabatnya dalam keadaan sekarat dan dia bahkan tidak bisa berbuat apa-apa untuk membantunya.


Razaki hanya bisa tersenyum pahit melihat wajah sedih kamal.


"jangan paksakan dirimu...mungkin ini sudah takdir bagiku..hanya satu permintaanku.." tiba - tiba razaki membuka suara dan menatap kamal dengan ekspresi sedih dan memohon.


"omong kosong!!! ...takdir apa!!!.." kamal berteriak dengan marah.


Di sisi lain rama merasakan sesuatu yang tidak beres dari kata-kata ayahnya kepada kamal.


Mayangsari lalu menatap kamal dengan serius dan mulai melanjutkan ungkapan yang ingin di katakan razaki padanya.


"saudara kamal...mohon dengarkan kami...aku harap kamu bisa melakukanya..." ucap mayangsari dengan serius.


Melihat ekspresi serius mayangsari, akhirnya kamal menenangkan hatinya dan mengangguk pelan.


Razaki dan mayangsari menghela nafas lega dan melanjutkan.


"kami berdua hanya ingin kamu menjaga rama dengan baik, selama kami tidak ada.." mayangsari tersenyum lembut.


Hati kamal dan rama seketika bergetar mendengar ucapan mayang sari yang tiba-tiba.


Rama menatap bingung kepada ayah dan ibunya, jelas dia tidak mengerti ucapan ibunya, namun dia samar-samar merasakan sakit di hatinya semakin besar.


"ii..ini...omong kosong!!...aku bisa menjaganya selama hidupku!!..namun bukan berarti kalian berdua harus menaruh semua tanggung jawab padaku!!.."


"saudaraku...ingat!!..bahkan jika tubuhmu hancur, tidak sulit untuk membantumu hidup kembali, aku akan melakukan semua yang aku bisa!!..." ucap kamal dengan tegas.


Razaki menatap kamal dalam-dalam dan mengehela nafas tak berdaya.


"saudaraku...lihatlah..."


Razaki lalu melambaikan tangan yang berisi asap energi kematian.

__ADS_1


Kamal melihatnya, namun sikap tegasnya tidak menghilang.


"aku tahu..dan itu bukan masalah.." ucap kamal singkat.


"kamu terlalu meremehkanya...tahukah kamu, energi kematian ini bukan hanya mengikis tubuhku..." balas razaki tampa daya.


Seketika wajah kamal membeku mendengar penjelasan razaki.


"maksudmu!!!...." tanya kamal dengan getir.


Razaki menghirup udara dingin lalu perlahan melanjutkan.


"energi kematian ini sangat murni dan kental, dan bisa di pastikan bahwa energi kematian ini tidak berasal dari kekuatan manusia.."


"aku bisa merasakan bahwa ini terkait oleh energi iblis...dan penciptanya sangat kuat, akibatnya.. jiwaku perlahan akan terluka seiring berjalanya waktu, dan kecil kemungkinan untuk dapat membentuk tubuh kembali..." razaki menjelaskan.


Mendengar penjelasan razaki, tangan kamal terkepal erat, ada rasa sedih dan sakit, dan rasa bersalah di saat bersamaan.


Jika saja dia bergegas kembali..mungkin keadaan sahabatnya tidak akan menjadi seperti ini.


Di dalam hatinya, dia terus mengutuk dirinya sendiri karena merasa bersalah, bahkan dia tidak dapat membayangkan bagaimana perasaan rama jik dia mengetahui keadaan saat ini yang sebenarnya.


Razaki dan mayangsari merasakan rasa bersalah di dalam ekspresi sedih kamal, namun mereka tidak bergeming.


"bagiku..itu saja sudah cukup..." ucap razaki menyentuh pundak kamal dan tersenyum hangat.


Tampa sadar, mata merah kamal telah berubah menjadi basah dan meneteskan air mata.


Dia kini sudah tidak bisa mengatakan apa-apa lagi dan hanya bisa menangis tidak berdaya.


Di sisi lain, wajah rama telah linglung mendengar percakapan antara orang tuanya dan kamal.


Kini dia mengerti bahwa orang tuanya telah menyerahkanya kepada kamal, dan perasaan sakit di dalam hatinya tidak bisa dia tahan lagi.


"aa..ayah...ii..ibu..apa akan meninggalkan rama??..." ucap rama menangis kesakitan.


Seketika wajah tiga orang itu menjadi jelek, dan hati setiap orang bergetar hebat.


"rama...ayah dan ibu akan tetap bersamamu...berjanjilah untuk menjadi anak yang baik..." mayangsari membelai lembut wajah rama.


"tidak!!...ayah dan ibu bohong!!...bohong!!!..." rama berteriak sambil memukul mukul tanah, seolah melampiaskan rasa prustasinya.


Tiga orang hanya bisa terdiam dan menatap dengan sedih.


Beberapa saat kemudian, energi asap kematian perlahan lahan semakin menyebar luas dan menyelimuti seluruh tubuh razaki dan mayangsari.

__ADS_1


Ekspresi kamal menjadi terkejut, bahkan mayangsari dan kamal merasakan sakitnya energi kematian membuat mereka tidak bisa bertahan lebih lama.


"menjauh!!!...jauhkan rama dari kami!!!..." razaki berteriak pada kamal.


Kamal segera sadar kembali dan segera menangkap rama menjauhi tubuh asap hitam.


Sementara itu, wajah rama telah membeku karena perubahan situasi yang tiba-tiba.


Dia melihat perlahan-lahan asap hitam tebal menyelimuti seluruh tubuh orang tuanya.


Sampai setengah jam kemudian, asap tebal perlahan menghilang dan bergabung menjadi udara.


Namun, yang membuat rama semakin syok, tidak ada tubuh ayah dan ibunya dari asap tebal yang telah menghilang, yang dia lihat hanya dua cahaya yang mengambang di udara.


"ii..ini...a..ayah dan ibu!!!....dimana???..." rama beseru kaget.


Kamal segera membawa rama mendekati kedua cahaya yang mengambang, dan kemudian menatapnya dengan tidak berdaya.


"paman!!!...dimana ayah dan ibu!!!...." ucap rama berteriak marah.


Kamal menghirup udara dingin, dan mencoba menstabilkan emosi dan fikiranya.


Dia lalu menatap rama dalam-dalam dan berusaha untuk menjelaskanya dengan hati-hati kepada rama.


"rama...tenanglah..." ucap kamal dengan tenang.


"tidak!!!...aku ingin ayah dan ibu!!!..." balas rama dengan marah.


Kamal lalu menangkap kedua cahaya yang mengambang dan menaruhnya di telapak tanganya.


"rama...ini adalah roh ayah dan ibumu...jangan khawatir paman bis..." baru kamal akan menjelaskan rencananya kepada rama, namun dia segera melihat rama telah pingsan dan tubuhnya terhuyung-huyung sebelum terjatuh di tanah.


Seketika kamal menjadi terkejut, dan buru-buru memasukan dua roh kedalam kotak khusus untuk melindungi kedua jiwa tetap terjaga dengan baik.


Setelahnya dia segera membawa rama yang telah pingsan menuju kediaman walikota.


Semua orang telah menyaksikan tuan kota dan istrinya telah meninggal dan berubah menjadi dua cahaya.


Kini seluruh kota telah di selimuti oleh tangis kesedihan, bahkan beberapa orang tetap mempertahankan posisi berlutut ke arah kediaman walikota.


Beberapa saat berlalu, kamal mencoba memimpin semua orang di kota untuk membersihkan kekacauan dari sisa pertempuran.


Semua orang hanya bisa dengan patuh melakukan tugas masing-masing meskipun perasaan semua orang masih di selimuti duka.


Kini semua orang hanya bisa menaruh perlindungan kepada kamal.

__ADS_1


__ADS_2