
"Ohh...kalau begitu..bolehkan aku membantumu..."
Baru saja rama bertanya, namun dia tidak menunggu jawaban dahlia dan langsung memijat kakinya dengan lembut.
Dahlia menjadi terdiam..dia ingin mengucapkan sesuatu, namun pada akhirnya dia tetap diam dan memperhatikan rama yang memijat kakinya.
Tidak lama kemudian, rama tidak lagi memijat karena di hentikan oleh dahlia.
Mereka berdua kembali terdiam dan hanya duduk dengan tenang.
Karena rama tidak menyukai suasana hening, jadi dia kembali berbicara kepada dahlia.
"Emm...bolehkah aku bertanya lagi..." ucap rama memulai percakapan.
"Tentu...tanyakan apa saja yang kamu mau..." balas dahlia tenang.
"Aku melihatmu sangat mengerti tentang pengobatan...apa kamu mempelajarinya..." tanya rama penasaran.
"yahh...aku sedikit tertarik, jadi aku mempelajarinya..." jawab dahlia.
"Ohh...pantas saja kamu terlihat mahir ketika mengobatiku..kamu sangat hebat!!..." rama tersenyum memuji.
Dahlia sedikit terdiam dan melihat wajah rama, apa yang dia lihat adalah tatapan ketulusan, jadi dia segera membalas dengan senyuman lembut.
Melihat dahlia membalas senyum padanya, seketika wajah rama menjadi membeku.
Rama mengedipkan matanya karena merasa aneh dan malu, jadi dia segera memalingkan wajahnya ke samping.
Melihat wajah malu rama, dahlia tertawa dan menutup mulutnya karena merasa lucu.
Sedangkan rama menggaruk kepalanya dengan ekspresi konyol, namun mendengar tawa dahlia, dia tidak bisa menyembunyikan senyumanya.
Sementara itu jauh di atas pohon..kamal menyaksikan interaksi dua anak itu sedari awal.
Dia tersenyum dan merasa bahwa hatinya telah sedikit di bebaskan dari rasa berat sebelumnya.
"haihh...anak ini...apakah sikap dinginya hanya akan melunak kepada anak gadis saja..."
"siapa yang mengajarinya menjadi seorang pemain di usia ini...hahaha..tapi ini bagus!!..sepertinya gunung es menjadi cair dalam semalam..." ucap kamal tertawa puas.
......................
Hari semakin gelap dan malam segera datang.
Saat ini rama menatap dahlia di sampingnya dengan perasaan rumit.
"Emm...alia..apa aku boleh meminta sesuatu sebagai tanda perkenalan??..." rama bertanya dengan hati hati.
__ADS_1
Dahlia segera di kejutkan oleh pertanyaan tiba-tiba rama.
"Ohh..kamu ingin meminta apa?..." dahlia bertanya.
"emm...bisakah kamu memanggilku kakak!...maukah kamu menjadi adik ku???..." ucap rama dengan gugup.
Dahlia tercengang dengan permintaan rama, dan dia tidak tahu harus berkata apa.
Baginya, meskipun dahlia saat ini terlihat seperti anak-anak, namun sangat aneh baginya memanggil seorang anak di era ini dengan sebutan kakak.
Mengingat dia telah hidup ribuan tahun, sangat tidak etis baginya melakukanya, terlebih lagi, selain saudara seperguruanya, tidak ada lagi yang memenuhi kualifikasi untuk menjadi kakaknya lagi.
Namun tatapan penuh harap dan ekspresi gugup rama membuat dahlia tidak berani menolaknya, entah mengapa dia takut membuatnya kecewa.
Di sisi lain, rama melihat dahlia menjadi diam begitu lama, jadi di berfikir bahwa permintaanya mungkin sedikit berlebihan, hingga wajahnya berubah muram dan sedih.
Dahlia melihat wajah sedih rama, dan dia merasa sedikit bersalah, pada akhirnya dia menghela nafas dan tersenyum menatap wajah rama.
Dia segera mengucapkan kata yang membuat rama ingin melompat karena bahagia.
Kakak....
Ucap dahlia singkat, namun wajahnya telah menjadi merah karena malu.
Setelah mendengar dahlia memanggilnya kakak, seketika wajah sedih rama berubah menjadi semangat.
"k..kamu..memanggilku kakak...apa aku tidak salah dengar??..." tanya rama tidak percaya.
Tampa banyak bicara lagi, rama akhirnya melompat kegirangan.
"Yuhuuu...aku di panggil kakak!!...aku punya adik!..aku punya adik sekarang!!..." rama berteriak bahagia.
Di samping, dahlia menggelengkan kepalanya tak berdaya, namun melihat begitu bahagianya rama, dia merasa itu sepadan untuk memanggilnya kakak.
Sementara itu, di atas pohon wajah kamal menjadi muram, jelas dia terkejut dan tidak senang mendengar percakapan dua anak itu.
"Dasar bocah bodoh!!...mengapa dia justru memintanya menjadi saudara...anak ini benar-benar tidak tahu cara menjadi laki-laki!!..." kamal menepuk dahinya karena merasa konyol.
Karena merasa marah, kamal memukul kayu di sampingnya dan membuat suara kecil, namun hal itu segera di sadari oleh dahlia.
Meski dahlia tidak memiliki kultivasi, namun di masalalu dia telah berada di ranah puncak kultivasi dan telah memiliki kesadaran ilahi.
Jadi pergerakan sekecil apapun akan di sadari olehnya, segera dahlia melihat ke atas pohon dan melihat laki-laki yang tampak berusia tidak jauh dari usia ayahnya sedang mengamatinya dan rama.
Dahlia menatapnya dengan waspada dan curiga.
Sementara itu, kamal juga menyadari bahwa gadis kecil yang berada di bawah telah melihatnya.
__ADS_1
Dia segera menatapnya dengan aneh, dengan kultivasinya saat ini, sangat sedikit bagi seseorang yang dapat merasakan keberadaanya.
Namun gadis kecil yang tidak memiliki kultivasi justru dapat melihatnya begitu cepat.
"Gadis kecil ini...sangat aneh, bagaimana mungkin dia bisa menyadari keberadaanku..." gumam kamal.
Pada saat ini, dahlia perlahan mendekati rama dan menggemgam tanganya dengan erat.
Rama menjadi terkejut, namun dia segera melihat wajah dahlia yang terlihat waspada.
"alia...ada apa???..." rama bertanya dengan wajah bingung.
"Emm...itu..." dahlia segera menunjuk di atas pohon.
Segera rama melihat arah telunjuk rama yang menunjuk atas pohon, rama sedikit berkerut, namun segera wajahnya menjadi sangat kesal melihat ke atas.
Merasa situasinya saat ini tidak mungkin lagi bersembunyi, kamal segera mendarat ke bawah menghampiri rama.
"Huhh..dasar pak tua busuk!!...apa kamu tidak melihat aku terluka begini tapi kamu bahkan tidak menyelamatkanku!!!..." rama berteriak marah.
Di samping, dahlia mendengar ucapan rama dan menilai bahwa rama mengenali orang tua itu, jadi dia segera melepaskan kewaspadaanya.
Pada saat ini, kamal telah sampai di hadapan rama dan tersenyum main main.
"Ehemm...bukankah itu baik untukmu!...sudahlah jangan bersikap manja, lagi pula ada seorang dokter cantik yang menemanimu..apa kamu yakin masih terluka??..." kamal tersenyum menggoda.
Mendengar ucapan kamal, rama segera terdiam dan menjadi malu, namun dia segera menatap dahlia dengan lembut.
"hehehe...alia..perkenalkan, ini pamanku kamal..." ucap rama melambaikan tanganya.
"Oh..salam kepada yang lebih tua..." dahlia segera memberi hormat.
Di sisi lain, kamal memperhatikan sikap dahlia membuatnya mengangguk puas.
"Hemp...gadis ini memiliki sikap tenang dan juga sopan santun..haihh..gadis kecil ini memang terlalu bagus untuk bocah nakal ini..." ucap kamal dalam hati.
Kamal segera membalas sapaan dahlia dan tersenyum.
"hemp..tidak perlu begitu sopan..panggil saja aku paman, lagipula di masa depan sepertinya akan seterusnya begitu?..." ucap kamal dengan aneh.
Mendengar ucapan kamal, dahlia segera menundukan kepalanya dan menjadi malu.
Dia jelas mengerti apa yang di maksud oleh kamal.
"dasar rubah tua!!..." dahlia mengumpat dalam hati.
Sedangkan rama sama sekali tidak mengerti apa yang di maksud oleh kamal, namun dia tidak terlalu perduli.
__ADS_1
Bagaimanapun rama hanya anak anak, dan tidak akan mengerti ucapan orang dewasa seperti itu.
Kamal hanya tersenyum tipis melihat dua anak dia depanya.