PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Perdebatan II


__ADS_3

Berlanjut kepada pelelangan, akhirnya setelah buah roh emas telah jatuh di tangan kamal, tiba saatnya pil darah di lelang.


"tuan-tuan yang terhormat, akhirnya sembilan item kami telah terjual, dan tiba saatnya tiga bintang lelang kami akan di tampilkan..."srita mengumumkan.


Setelah pelayan datang membawa nampan yang isinya sebuah kotak kayu kecil, srita lalu perlahan-lahan membuka kotak dan memperlihatkan isi kotak kepada semua penonton.


Ketika kotak kayu di buka, seketika aroma obat menyebar di seluruh aula.


Semua penonton menghirup nafas dalam-dalam, ada aroma darah samar dari tanaman spiritual yang telah di sempurnakan, dan tidak sulit untuk merasakan pil obat itu berada di tingkat empat.


"ini adalah pil darah tingkat empat dengan kualitas tinggi, dan sebanding dengan pil tingkat lima kelas rendah"


"saya rasa tuan-tuan sudah tahu mamfaat dari pil ini, selain memperkuat darah dan tubuh, pil ini tentu saja bisa membuat seseorang menerobos satu tingkat di alam emas"


"bahkan seorang pendekar di alam emas di tingkat sembilan puncak, dapat menyentuh setengah langkah menuju alam suci dengan mengonsumsi pil darah ini"...ucap srita menjelaskan.


Seluruh penonton berseru kaget, bahkan saria, fraz, dan gan merubah ekspresi tenang mereka menjadi sangat tertarik dan antusias.


Mereka benar-benar tidak menyangka bahwa datang ke kota kecil seperti kota batu hijau mereka akan menemukan harta karun yang sangat berharga untuk meningkatkan kekuatan mereka.


Mereka bertiga bersama-sama berada di alam emas, dan jelas mereka sangat membutuhkan pil darah itu untuk mencoba menerobos kemacetan dan naik satu tingkat di alam emas.


"kakak!...itu pil darah tingkat empat!..."ucap saria dengan ekspresi antusias memandang gan dan fraz.


"emm..kita benar-benar beruntung!..jika kita bisa menerobos, menjadi murid dalam pasti akan lebih cepat terwujud..."balas fraz sangat bersemangat.


"tapi..hanya ada dua pil..."bagaimana kita akan membaginya .." ucap saria tiba-tiba teringat bahwa mereka bertiga tidak mungkin bisa mendapatkanya secara merata.


Fraz dan gan juga terbangun dari rasa bahagia dan di gantikan oleh ekspresi tak berdaya, namun gan segera bertindak untuk merelakan dua pil itu kepada saria dan fraz, bagaimanapun dari mereka bertiga, dia lah yang tertua dan yang terkuat, jadi sudah seharusnya dia yang harus mengalah.


"hemm...adik jangan khawatir, aku tidak membutuhkan pil itu, lagipula di antara kita, akulah yang memiliki tingkat tertinggi, jadi kalian berdua yang lebih membutuhkanya agar bisa menyusulku"


"lebih penting lagi, masih ada dua item terakhir yang belum di keluarkan, mungkin selanjutnya aku akan lebih beruntung..."


Dengan menghela nafas pelan, gan berbicara dengan lembut kepada saria dan fraz untuk meyakinkan mereka berdua.


Fraz dan saria saling memandang dan terdiam sejenak, meski yang di katakan oleh gan memang benar, namun mereka masih sedikit bersalah kepada gan.


"kakak..tapi..." baru saja saria akan berbicara, namun segera di potong oleh gan.


"tidak ada tapi-tapi..kalian berdua jangan terlalu banyak berfikir, kalian harus mendapatkanya terlebih dahulu, bagaimanapun di lelang ini, masih ada tamu terhormat di atas sana yang sangat kaya"


"kalian jangan terlalu senang dulu, dengan adanya orang-orang itu, tidak akan mudah untuk mendapatkanya.." ucap gan tampa sadar menoleh ke atas ke arah tirai tertutup.

__ADS_1


Saria dan gan menjadi tertegun sejenak dan menoleh ke arah atas.


Mereka bertiga lalu saling memandang dan mengangguk setuju, seolah mereka telah mengerti fikiran masing-masing.


Melanjutkan pada srita, akhirnya pil itu di buka dengan harga awal sepuluh ribu batu roh.


Benar saja pil darah tingkat empat sangat membuat membuat orang menjadi sangat antusias.


Semua orang memiliki mata merah di mata mereka, setengah dari kerumunan bahkan berusaha mati-matian untuk menawar.


Lima belas ribu!


Delapan belas ribu!


Dua puluh lima ribu!


Tiga puluh ribu!


Suara teriakan orang-orang terus menerus menaikan harga tampa menyerah, bahkan beberapa orang menjadi berkeringat dingin karna harga pil darah menjadi semakin tinggi.


Sampai pada saria untuk pertama kalinya melakukan penawaran, dan membuat semua orang yang menawar menjadi terdiam.


"empat puluh lima ribu!..." teriak saria.


"empat puluh lima ribu...apa ada penawar lain?...ucap srita menatap kerumunan.


Semua orang diam dan seluruh aula menjadi sunyi, akhirnya saria, gan dan fraz menjadi tenang dan lega, namun tepat ketika mereka akan berpuas diri, suara indah dari seorang wanita terdengar dari arah ruang tamu kehormatan.


Lima puluh ribu!


Ucap suara indah dari arah tirai tertutup.


Di dalam ruangan yang tertutu tirai, ada seorang wanita misterius yang menggunakan gaun putih dan cadar yang menutupi wajahnya.


Disana, wanita bercadar di temani oleh satu laki-laki dan satu perempuan di sisinya.


Disisinya, dua orang itu terlihat masih cukup muda, dan usia mereka tidak jauh dari saria dan fraz.


"guru...terima kasih.." ucap pria dan gadis muda di sampingnya.


Dari interaksi mereka, jelas terlihat bahwa hubungan mereka adalah guru dan murid.


"tidak perlu berterima kasih..pil itu memang harus kalian dapatkan, bagaimanapun kalian berdua adalah muridku, dan yang lebih penting lagi kalian sama-sama akan menyentuh puncak tingkat ke enam di alam emas"

__ADS_1


"jika kalian tidak berusaha menaikan tingkat kekuatan kalian, maka akan sangat jauh untuk menjadi murid dalam sesegera mungkin"


"ingat!...persyaratan untuk menjadi murid dalam kalian harus berada di tingkat suci, dan itu masih sangat jauh dari kekuatan kalian berdua saat ini.." ucap wanita bercadar itu dengan tegas.


Dengan penuh rasa syukur dan terima kasih, kedua muridnya lalu mengangguk setuju, di wajah mereka mereka terlihat seperti ada api yang membara di kedalaman mata mereka.


Di sisi lain, saria dan fraz tidak mau menyerah, dan mereka terus menaikan harga.


"Lima puluh lima ribu!...ucap saria


"enam puluh ribu!.. Balas wanita bercadar.


Enam puluh lima ribu!


Tujuh puluh ribu!


Seratus ribu!...akhirnya wanita bercadar menaikan harga menjadi semakin tinggi.


Seluruh ruangan menjadi sunyi kembali, dan orang-orang mendecakan lidah karna terpesona oleh kekayaan dari suara indah di balik tirai.


Saria dan fraz sangat kesal, mereka bersama-sama menggertakan gigi mereka dengan marah.


Melihat ekspresi marah dari saria dan fraz...gan lalu mencoba menghibur mereka berdua dan meyakinkan mereka berdua untuk menyerah.


Gan jelas tahu bahwa mereka tidak akan mampu menawar lagi, bagaimanapun dengan harga pil yang semakin tinggi, gan mengerti bahwa suara wanita penawar itu terdengar santai, dan gan merasa bahwa orang itu pasti tidak bisa di bandingkan dengan kekayaan mereka.


"kalian berdua...sudah cukup..bagaimanapun kalian hanya akan kalah dari wanita itu"


"orang-orang itu sangat kaya, jadi kita tidak akan akan bisa bersaing dengan mereka"...ucap gan dengan lemah, namun gan segera melanjutkan ucapanya dan menghibur saria dan fraz.


"meski begitu, kita tidak akan menyerah, mungkin kita akan memiliki jalan lain untuk menerobos sesegera mungkin.."


Dengan berat hati, saria dan fraz menghela nafas tak berdaya, meski mereka menginginkan pil itu, jelas mereka tidak mungkin bisa bersaing dengan seorang tamu kehormatan.


Setelah tidak ada suara penawaran dari saria lagi, srita lalu segera mengambil alih.


Seratus ribu pertama!


Seratus ribu kedua!


Ketiga!


Akhirnya suara palu terdengar, dan pil darah tingkat empat jatuh kepada wanita bercadar.

__ADS_1


__ADS_2