PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Kembali Ke Kota Bintang Roh


__ADS_3

Di kejauhan, kamal dan rama muncul dan telah jauh dari kota batu hijau.


Di luar gerbang kota, kamal telah menaruh semacam tanda spasial untuk berteleportasi menuju tempat-tempat yang telah dia kunjungi sebelumnya.


Karna tujuanya telah tercapai, kamal memutuskan untuk membawa rama segera pulang menemui orang tuanya, dan akan lebih baik jika rama segera menyerap buah roh emas agar bisa menerobos secepatnya.


Di sisi lain, rama masih memikirkan wajah tirta yang ketakutan, itu membuatnya tertawa puas dan tidak bisa menahan cekikikan lucu setiap saat.


"hihihi...orang-orang tua bodoh itu berani melawan pamanku..benar-benar bosan hidup!..untung saja paman masih baik, jika tidak, mereka mungkin sudah di gantung di gerbang luar kota.." ucap rama dengan wajah sombong.


Kamal yang mendengar ucapan rama hanya bisa tersenyum pahit, dia tidak berfikir bahwa datang ke kota ini justru akan membuatnya bertarung dengan seseorang yang tidak dia kenal.


Memikirkanya membuat kamal tidak berdaya, membuatnya bertarung dengan orang yang tidak berada di level yang sama sedikit memalukan untuk kamal.


"bocah!!...jangan sombong!..jika lain kali kamu membuat masalah, maka paman tidak akan membantumu lagi!.." ucap kamal mengancam.


Rama tertegun sejenak, namun dia tidak membalas ancama kamal dan hanya tersenyum tipis, bagaimanapun selama ini rama tahu bahwa kamal sering bertindak membantunya, terkadang itu agak berlebihan dari ayah dan ibunya.


Tampa sadar, karena sikap kamal yang membuat rama bergantung padanya.


"hem baiklah...kita akan kembali ke kota bintang roh, namun kita hanya bisa sampai dalam hitungan empat hari, dan aku kita perlu beristirahat di beberapa tempat yang telah aku beri tanda sebelumnya.." ucap kamal.


"emm..iya paman..."jawab rama singkat.


Segera setelahnya, kamal membuat gerakan tangan dan beberapa saat, lingkaran spasial akhirnya terbentuk.


Kamal dan rama memasuki lingkaran spasial dan menghilang menjadi setitik cahaya di udara.


Sementara itu, di area paviliun bulan, suasana yang tadinya hening seketika menjadi penuh keributan.


Semua orang berseru kaget dan menatap ke arah kamal menghilang dengan penuh rasa hormat.


Dari mana orang itu berasal, dan di tingkat apa kekuatan orang itu sehingga bisa menekan seseorang yang berada di alam inti emas hanya dengan aura, semua ungkapan penasaran dari semua orang memenuhi area luar paviliun.


Di sisi lain, pak tua zam yang menyaksikan kamal menghilang di udara, masih tampak linglung dan tanganya menjadi dingin.


Pak tua zam tahu bahwa kamal sangat kuat, namun dia tidak pernah membayangkan bahwa dirinya masih salah menilai, apa yang dia fikirkan tentang kamal jauh melampaui apa yang telah dia lihat.

__ADS_1


Sebenarnya pak tua zam ingin membantu kamal untuk menyelesaikan masalah, namun dia tidak pernah menyangka bahwa kamal dapat mengalahkan lawanya dengan mudah dan dengan waktu yang singkat.


Plack..plack..


Pak tua zam mencoba menyadarkan fikiranya kembali dan menampar wajahnya sendiri.


"ehh...ini nyata..." ucap pak tua zam tampak bodoh.


Setelah beberapa saat, pak tua zam menghirup nafas dalam-dalam dan menenangkan hatinya, tak lama hingga dia memutuskan memasuki paviliun dan meninggalkan keributan di luar.


Di sudut, gan, saria dan fraz saling memandang dan ekspresi mereka tidak jauh berbeda dengan beberapa orang yang masih syok dengan kekuatan kamal.


Di antara mereka, gan terlebih dahulu sadar dari linglungnya dan membangunkan saria dan fraz.


"kalian berdua!..ayo kita ikuti arah orang itu menghilang sebelumnya.." seru gan dan segera berlari.


Melihat gan berlari, keduanyapun saling memandang lalu mengikuti gan berlari.


Tiga pemuda itu lalu berlari dengan kecepatan tinggi dan meninggalkan keramaian.


Sementara itu, gadis bercadar yang sedari tadi menonton pertunjukan, merubah ekspresi wajahnya menjadi serius.


Di tambah dengan kekuatan kamal yang tunjukan sebelumnya, hal itu membuat gadis bercadar tidak berfikir bahwa identitas kamal tidak biasa.


"Dengan kekuatan seperti itu, setidaknya orang itu berasal dari kekuatan super di benua timur ini.." fikir wanita bercadar.


...****************...


Di gerbang kota batu hijau, gan dan yang lainya mengikuti aura kamal yang tersisa dan akhirnya mereka berhenti setelah aura itu melemah dan itu menghilang ketika berada tidak jauh dari gerbang kota.


" aura menghilang disini..." ucap gan serius.


"sangat cepat!..." seru fraz kaget.


" kakak...untuk apa kita mengikutinya?..." tanya saria penasaran.


"a..aku...sangat mengaguminya..." ucap gan ragu, namun di matanya seperti ada api yang menyala.

__ADS_1


Setelah melihat kekuatan luar biasa yang kamal tampilkan, entah mengapa dia merasa mengagumi kamal dan semacam ada rasa hormat kepada kamal.


"emm..orang itu memang sangat kuat, bagaimana menurut kakak gan tentang orang itu?.."tanya saria.


"aku sebelumnya tidak pernah merasakan aura yang begitu menakutkan, bahkan penatua di pelataran luar tidak bisa di bandingkan denganya.." ucap gan memandang langit di kejauhan dengan mata berbinar.


Mendengar ucapan gan, wajah saria dan fraz menjadi tertegun sejenak.


Mengingat mereka berasal dari sekte super, mereka tahu bahwa kekuatan seorang penatua dari pelataran luar sangat kuat, dan bahkan tidak bisa di bandingkan dengan beberapa orang yang berada di alam yang sama.


Dari ekspresi serius gan, itu tidak terlihat seperti hanya menebak-nebak, bagaimanapun meski mereka bukan murid resmi, tetap saja mereka tidak jarang bertemu dengan seorang penatua di dalam sekte, jadi tidak mengherankan gan bisa memastikan kekuatan seseorang dari auranya.


Tampa sadar, gan mengepalkan tanganya menatap langit, dia diam-diam bersumpah untuk menjadi kuat seperti kamal.


Di dalam hatinya, sudah tertanam dengan jelas bahwa dia telah sangat mengidolakan kamal, dan dia berharap suatu hari untuk dapat bertemu denganya.


Saria memperhatikan wajah kamal yang matanya terlihat bersinar dengan api semangat, dan segera dia menyentuh pundaknya dan tersenyum manis.


Jelas dia tahu bahwa gan sepertinya sangat mengagumi kamal, dia sangat mengenali sifat gan dan ia jarang mengeluarkan ekspresi yang tidak biasa.


"suatu hari, jika kita berusaha dan berlatih lebih keras lagi, mungkin kita bisa sekuat dia.." ucap saria tersenyum memandang wajah gan yang bersemangat.


Gan tertegun sejenak mendengar ucapan tiba-tiba dari saria, namun dia tidak bicara, dan balas tersenyum.


"benar ...saudara gan..aku tahu fikiranmu...suatu hari kita akan bertemu kembali dengan orang itu, mungkin ketika itu terjadi, kita bisa menarik perhatianya..." timpal fraz dan tersenyum kepada gan.


Fraz jelas mengetahui fikiran gan saat ini, meski mereka sering terlihat tidak akur, namun mereka memiliki perasaan persaudaraan yang melebihi orang lain terhadap satu sama lain.


Mendengar ucapan fraz, gan tersenyum dan mengangguk setuju.


"kita akan menjadi kuat!...suatu hari kita pasti akan sekuat dia!..." teriak gan penuh semangat.


Menjadi lebih kuat!


Berlatih lebih keras!


Menjadi lebih kuat!..

__ADS_1


Tiga pemuda itu berteriak penuh semangat dan saling menyemangati satu sama lain.


__ADS_2