PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Bertarung Dengan Binatang Iblis


__ADS_3

Di pagi hari, cahaya matahari menyinari hutan rimbun yang di penuhi pohon-pohon besar di dalamnya.


Ada suara-suara dari binatang buas yang terbangun, dan tidak sedikit suara serangga yang memenuhi pedalaman hutan.


Beberapa suara serangga terdengar dan memasuki jangkauan pendengaran rama yang masih tertidur lelap.


Karna suara bising dari serangga hutan, rama menggerak-gerakan telinganya, bahkan berusaha menutupi telinganya karna merasa terusik dari tidur nyenyaknya.


Ketika dia membalik badan, matanya seakan tersengat oleh pantulan sinar matahari sehingga membuatnya terpaksa terbangun.


"hooomm..sudah pagi? ..." rama menggosok gosok matanya agar dapat melihat dengan jelas.


Di sebelahnya, kamal telah duduk memperhatikan dan hanya diam sambil menyilangkan kedua tangan di depan dadanya.


Rama menjadi kaget, dan dia tampak bingung dengan ekspresi dari wajah kamal.


"bocah!..akhirnya kamu bangun...ayo cuci wajahmu dan selesaikan tugasmu..." ucap kamal tiba-tiba menyela.


"tugas???..." rama semakin bingung, dan dia tidak mengerti tugas apa yang di maksudkan oleh kamal.


" hemm... Jangan bilang kamu lupa dengan apa yang kamu katakan semalam.." ucap kamal misterius.


Mendegar itu, rama sedikit terkejut dan dia mulai berfikir untuk mengingat beberapa hal yang dia lakukan semalam.


Rama berfikir keras untuk mengingat, dan beberapa saat kemudian, wajah rama yang terlihat kusam tiba-tiba menjadi serius dan bersemangat, dan ada niat bertarung di dalam mata cerahnya .


" ayo paman!...aku akan memukul binatang-binatang besar itu!..." ucap rama berseru penuh semangat.


"bocah!..cuci wajahmu terlebih dulu, jika tidak...binatang-binatang itu yang akan mencuci wajahmu sampai bersih hingga ke tulang-tulangmu..." ucap kamal menggelengkan kepala tak berdaya.


"ehh...baik paman!.." jawab rama singkat.


Segera rama membersihkan dirinya, dan bersiap siap untuk mencari binatang iblis untuk menjadi target pembunuhanya.


...****************...


Sementara itu di kota bintang roh.


Di dalam kediaman walikota, razaki sedang menikmati teh hangat di halaman belakang rumahnya yang telah di hiasi oleh beragam jenis tanaman dan pohon-pohon.


Wajah razaki terlihat sangat tenang dan damai, dengan berbagai macam jenis tanaman spiritual di taman pribadinya, itu seperti obat penenang yang membuat tubuhnya di penuhi energi.


Beberapa saat kemudian, seorang wanita cantik yang menggunakan gaun berwarna kuning pucat mendatanginya dari belakang.


Wanita cantik itu selangkah lebih dekat denganya, dan itu semakin terlihat jelas bahwa wanita cantik itu adalah istrinya mayang sari.


Mayangsari menghampiri razaki dan wajahnya terlihat sangat kesal melihatnya yang bersantai.


"lihat!...kamu begitu tenang sedangkan putramu sampai saat ini belum juga kembali!..." ucap mayangsari dengan marah menatap razaki.


Seketika razaki menjadi kaget, bahkan dia hampir memuntahkan teh hangat yang telah dia minum.


Dengan pelan, razaki menaruh kembali cangkir tehnya di atas meja dan menatap istrinya dengan senyuman.


Razaki tidak marah atau bersikap tidak senang dengan sikap istrinya, bagaimanapun hati seorang ibu tidak akan tenang jika berhubungan dengan anak semata wayangnya.


"haihh...tenanglah..putra kita baik-baik saja, dengan ada kamal di sisinya, menurutmu hal apa yang bisa terjadi padanya..." ucap razaki dengan lemah.

__ADS_1


Jelas razaki tahu bahwa mengucapkan beberapa kalimat manis hanya akan membuat istrinya semakin cemberut dan marah.


Dari beberapa hari ini, karna rama dan kamal yang tidak kunjung kembali, istrinya terus menerus merasa gelisah.


Bahkan dia beberapa kali memintanya untuk mencari kamal dan rama untuk menenangkan kegelisahanya.


"tidak!...ini sudah sangat lama semenjak mereka meninggalkan kota, bagaimanapun putraku baru pertama kali pergi jauh, mungkin saja di perjalanan ada bahaya dan mereka tidak bisa segera pulang.." ucap mayang sari dengan khawatir.


Melihat wajah gelisah istrinya, razaki menghela nafas tak berdaya, dia sudah beberapa kali menenangkan istrinya, namun itu tidak cukup untuk menghilangkan rasa khawatirnya.


"lihat sikapmu...tenangkan dirimu, aku yakin mereka akan segera pulang.."


Lalu razaki mengeluarkan sebuah giok yang berisikan sebuah jejak energi yang di tinggalkan oleh kamal dengan sengaja, dan itu di berikan oleh kamal sebelum dia pergi meninggalkan kota bintang roh bersama rama.


Razaki mencoba merasakan jejak energi yang di tinggalkan oleh kamal dari batu giok.


"hemm..aku bisa merasakan aura kamal dari giok ini, dan itu tidak terlalu jauh, mungkin besok mereka akan sampai di kota.." ucap razaki dengan tenang.


Mendengar hal itu, akhirnya mayangsari mengubah wajahnya dan menjadi lebih tenang.


"benarkah!!..." mayangsari berbinar penuh harap menatap razaki.


"emm..aku tidak mungkin salah.." ucap razaki dengan tenang.


"syukurlah...kalau begitu, aku akan menyiapkan makanan kesukaan putraku, ketika dia kembali, dia pasti sangat senang..." mayang sari dengan penuh semangat berbalik tampa memperhatikan razaki di sampingnya.


Melihat reaksi istrinya, razaki tidak bisa berkata-kata.


Dia di abaikan hanya dalam hitungan detik ketika menyebutkan putranya akan segera pulang.


...****************...


Mereka saat ini sedang menyaksikan binatang iblis srigala yang sedang mengejar rusa bertanduk.


Srigala itu berhasil menerkam rusa bertanduk dengan waktu singkat, hal itu karena srigala itu adalah binatang iblis di tingkat tiga dan memiliki elemen angin, dan dia memiliki serangan seperti bilah tajam yang membuat rusa bertanduk tidak bisa melakukan perlawanan.


"bocah!..sepertinya binatang ini cocok untukmu.." ucap kamal dengan senyum licik.


Rama terdiam sejenak dan segera membalas


"ehh..." baru dia akan berbicara namun kamal tiba-tiba mendorongnya sehingga srigala itu mengalihkan perhatianya kepada rama yang tergeletak di bawah pohon, dengan ekspresi kaget.


Srigala itu seketika memperhatikan rama dan tidak lagi memakan rusa yang baru saja dia terkam.


Tubuh rama sedikit bergetar, jelas dia masih belum siap dan reaksinya segera di tangkap oleh srigala lapar yang menatapnya.


Srigala itu perlahan berjalan mendekati rama.


Melihat srigala yang mendekat, rama berusaha menekan keterkejutan di hatinya, dan segera melirik pohon tempat kamal berdiri sebelumnya.


"paman...apa yang harus aku lakukan?..." tanya rama sedikit bingung.


Kamal tidak menjawab rama dan segera rama melihat bahwa kamal sudah menghilang dan hanya dia dan srigala itu yang tersisa.


Wajah rama menjadi jelek seketika ketika dia menemukan bahwa kamal sudah menghilang dan dia tidak tahu dimana kamal menghilang.


Karena perhatian rama di alihkan oleh keadaan yang tiba-tiba, srigala itu mempercepat langkahnya dan segera menerkam rama dengan cakarnya.

__ADS_1


Cakar srigala itu segera mendekati wajah rama, dan membuat rama terkejut.


Energi dari cakar srigala mengandung elemen angin seperti bilah tajam yang akan mengiris wajah rama menjadi potongan daging, namun rama segera mengubah posisinya dengan refleknya yang cepat.


Rama berhasil menghindari serangan cakar srigala, dan wajahnya menjadi serius.


Rama dan srigala itu saling memandang, dan membuat langkah memutar, seolah-olah mereka memiliki antisipasi yang sama.


Srigala itu tentu tidak bodoh, meski tubuh rama kecil, namun binatang iblis memiliki kepekaan terhadap energi bahaya dari tubuh seseorang, sehingga srigala itu tidak langsung menyerangnya.


Melihat srigala yang tak kunjung menyerang, rama lalu mengeluarkan pedang dan menyerang terlebih dahulu.


Tebasan pedang angin!!...


Wushh..wusshhh..


Tebasan angin seperti bilah panjang menyerang srigala dan mengenai tubuhnya, namun setelah terkena tebasan pedang angin, srigala itu tidak memiliki luka apapun pada tubuhnya.


Jelas terlihat bahwa srigala itu memiliki pertahanan fisik yang cukup kuat.


Srigala itu menatap rama dengan tatapan mengejek, lalu dengan cepat dia berlari menerkam rama dengan cakarnya lagi.


Rama terus menerus menghindari serangan demi serangan srigala, dan itu membuatnya semakin lelah dan melemah.


Dengan penuh keringat di wajah rama, dia menatap srigala itu dengan serius, lalu rama berfikir sejenak.


Karna srigala itu memiliki elemen angin, maka sekuat apapun seranganya, maka itu tidak akan berpengaruh padanya jika dia menyerangnya dengan elemen yang sama.


Seketika rama mengeluarkan beberapa elemen untuk menyerang srigala, dan melihat apa srigala itu dapat di lemahkan.


Burung api!!!


Bakar!!!


Rama mengeluarkan api besar berukuran satu meter yang membentuk sebuah burung yang terbang melesat ke arah srigala.


Srigala itu tetap tidak tergerak dengan burung api dan hanya mundur dua langkah dan segera dia membuat gerakan yang membuat bilah angin panjang yang menghempas burung api.


Dengan bilah panjangnya, burung api itu di potong menjadi dua bagian, dan menyebar membakar area sekitar pertarungan antara rama dan srigala.


Srigala itu meraung dengan marah, dan menyerang rama kembali dengan lebih ganas.


Melihat api yang tersebar membuat lingkaran di sekitarnya, rama memamfaatkan semua api yang menyebar dan segera mengeluarkan elemen anginya kembali.


Rama membuka kedua tanganya dan membuat angin tornado besar, api yang menyebar dan membakar segala hal di sekitarnya terangkat ke dalam angin tornado.


Tornado besar yang membuat pusaran seperti angin ****** beliung yang di penuhi oleh energi angin dan api menyelimuti srigala.


Tornado api dan angin!!


Bentuk!!


Srigala itu di tutupi oleh tornado angin dan api, srigala itu meraung dengan marah, dan suaranya terdengar kesakitan.


Dengar angin tornado yang di selimuti api, srigala itu tidak dapat melakukan serangan balik, dan menggunakan bilah anginya tidak berguna untuk melawan tornado besar yang mencabik-cabik tubuhnya.


Srigala itu semakin melemah, dan dia tidak punya tanda-tanda dapat melakukan serangan balasan.

__ADS_1


Karna semakin lemah, tubuh srigala di putar-putar di dalam pusaran tornado, dan beberapa luka besar muncul pada tubuh besarnya.


__ADS_2