
Perlahan orang yang di panggil sebagai master sekte itu membuka matanya, seketika itu juga auranya di tarik kembali dan atmosfer menjadi lebih tenang.
Matanya segera tertuju pada kamal, namun dia juga melihat rama yang berada di belakang.
Master sekte tersenyuman tipis, lalu menyapa kamal.
"Sudah lama sekali..akhirnya kamu kembali, tahukah kamu berapa banyak tanggung jawab yang telah kamu tinggalkan sebagai penatua.." kata-kata master sekte seolah menyalahkan kamal.
Kamal tidak memasukanya dalam hati, dia jelas tahu bahwa beberapa tahun ini, dia memang telah meninggalkan tanggung jawabnya sebagai penatua, namun kamal juga mengerti bahwa master sekte juga tidak sepenuhnya menyalahkanya.
Bagaimanapun juga kepergianya selama beberapa tahun ini telah di ketahui dan berdasarkan izin dari master sekte.
Tentu hal semacam ini hanya di pakai untuk sekedar candaan orang dewasa belaka.
Kamal segera membalas kata-kata master sekte dengan nada santainya.
"Haihh...saudara far..apa kamu bahkan tidak merindukanku setelah sekian lama, aku rasa secangkir teh untuk saat ini sudah cukup..." ucap kamal dengan santai.
Sudut mulut master sekte sedikit berkedut mendengar kata-kata santai kamal, namun dia juga terlihat tidak keberatan dan menggelengkan kepalanya.
Sepertinya sikap kamal adalah hal biasa yang telah di lakukan padanya selama bertahun tahun.
"Kamu tahu cara meminta teh ketika kamu baru saja kembali!..." kata master sekte dengan acuh.
"Hehehe...baiklah..baiklah..saudara far apa akan terus menyalahkanku..." kata kamal masih mempertahankan sikap santainya.
Pada akhirnya, master sekte hanya bisa tersenyum sebagai balasan.
Detik berikutnya, master sekte segera melihat rama yang masih berdiri diam di belakang kamal.
"Apa ini adalah anak itu?..." tanya master sekte.
Mendengar pertanyaanya, kamal segera menoleh pada rama dan menganggukan kepalanya.
"Rama...beri salam pada master sekte.." kata kamal sembari memerintahkan rama selangkah lebih dekat untuk memberi hormat kepada master sekte.
Rama segera melangkah maju dan menangkupkan kedua tanganya dengan sedikit membungkuk.
" Rama memberi salam kepada master sekte.." ucap rama dengan hormat.
__ADS_1
Master sekte mengangguk dan segera berbicara.
" Kemarilah nak...biarkan aku melihatmu lebih dekat..." kata master sekte kepada rama.
Di sisi lain, rama masih ragu-ragu sejenak, namun di sampingnya kamal menganggukan kepalanya kepada rama.
Setelahnya, rama melangkah ke depan dan lebih dekat kepada master sekte yang masih berada di tempat duduknya.
Dua orang segera bertatapan dan tampa aba aba, master sekte menyentuh telapak tangan rama dan mengalirkan kekuatan tak terlihat untuk melihat lebih dalam pada tubuh rama.
Ketika tanganya di sentuh, rama merasakan seluruh tubuhnya telah di lihat tampa ada satupun yang dapat dia sembunyikan.
Hal ini membuat rama bergetar dengan keringat dingin membasahi wajahnya.
Namun selanjutnya, ekspresi terkejut justru datang dari master sekte setelah membuka matanya.
"inii!!...memang tidak salah!!..meskipun saudara kamal telah memberi tahuku sebelumnya, namun aku tidak berfikir bahwa hal semacam ini akan benar-benar terjadi!..." kata master sekte dengan heran.
Sementara itu, rama nampak bingung dengan ucapan master sekte yang tiba-tiba.
"Hemp...nak, kamu adalah seorang jenius yang terlahir dengan bakat surgawi dalam seribu tahun terakhir!.."
Kata-kata master sekte penuh dengan rasa takjub dan pujian, seolah melihat rama bagaikan melihat sebongkah berlian.
Di sisi lain, akhinya kamal melangkah maju dan menjawab perkataan master sekte dengan nada bangga.
"Tentu saja itu benar!...menurut saudara far, apa aku akan meninggalkan tugasku begitu lama jika ini bukan hal yang sangat penting?..." kata kamal dengan penuh senyum.
"Hemp...ini memang melebihi eksfektasiku, kalau begitu mari ikuti aku..." kata master sekte yang segera bangun dari tempat duduknya.
Dengan semangat, master sekte melambaikan tanganya dan menyelimuti kamal dan rama yang berada di dalam aula besar segera hilang di udara.
Tampa ada pluktuasi energi apapun, tiga orang itu segera pergi tampa ada seorangpun yang tahu atau dapat merasakanya.
Beberapa saat kemudian, tiga orang segera muncul di tempat sederhana dengan rumah desain kayu.
Meski rumah kayu itu tampak sederhana, namun aura surga dan bumi terasa lebih murni dari tempat-tempat sebelumnya yang telah rama lihat.
Di rumah kayu itu sendiri terdapat taman yang di hiasi dengan berbagai macam tanaman spiritual, bahkan ada kolam kecil dengan air yang sangat jernih, dan di dalamnya ada berbagai macam jenis ikan hias.
__ADS_1
Rama tampak linglung melihat perubahan tempat yang tiba-tiba ini.
Beberapa saat yang lalu, dia telah di kejutkan oleh betapa luas dan megahnya beberapa bangunan yang ada di setiap sudut sekte langit cerah.
Namun kali ini, rama tampak bingung dengan desain rumah kayu yang kontras dengan beberapa tempat sebelumnya.
Tempat rama saat ini, adalah tempat terdalam dari sekte langit cerah, namun yang bisa memasuki tempat ini hanya orang-orang tertentu saja.
Bahkan, master sekte harus terlebih dahulu mendapatkan izin untuk memasukinya.
Itu sebabnya sesampainya mereka disana, master sekte masih berdiri di luar tampa memasuki rumah kayu.
Sampai beberapa saat kemudian, master sekte dan kamal segera menangkupkan kedua tanganya menghadap rumah kayu sembari memberi salam hormat.
"Master sekte dan penatua kamal memberi salam kepada leluhur..." kata master sekte dan kamal secara serentak.
Sikap mereka berdua seolah membuktikan betapa pentingnya penghuni rumah kayu sederhana itu.
Di samping, rama masih diam dan tidak berbicara sepatah katapun.
Hari ini, meski dia telah berulang kali di kejutkan oleh pemandangan menabjubkan dari sekte langit cerah, namun dia juga tidak dapat menunjukan sikap yang berlebihan.
Bagaimanapaun juga, rama baru pertama kali mengunjungi tempat yang luar biasa ini, dan dia juga takut akan membuat orang tidak senang jika bersikap tidak sopan.
Beberapa saat kemudian, pintu segera terbuka, namun hanya angin yang terlihat.
Segera setelahnya, suara tua terdengar menyapa master sekte dan kamal.
Masuk!
Satu kata itu bergema di seluruh area, dan rama merasakan getaran memasuki hatinya.
Hanya dengan satu suara, itu telah membuat guncangan besar pada rama, bagaimana tidak, rama tidak sedikitpun merasakan fluktuasi apapun di sekitarnya, namun ketika suara itu bergema, hatinya segera merasakan guncangan hebat dalam hatinya.
Hal itu bahkan lebih menakutkan dari apa yang rama rasakan sebelumnya ketika pertama kali bertemu master sekte.
Master sekte dan kamal segera melangkah maju memasuki pintu dan rama mengikuti di belakangnya.
Berjalan lurus ke depan, rumah kayu itu tampak tidak jauh berbeda dengan luarnya, dan itu memang sesederhana kelihatanya.
__ADS_1
Namun, tepat pada saat ini, ada sebuah meja dengan tiga gelas berisi teh di atasnya, dan disana ada seorang lelaki paruh baya dengan rambut putih sedang duduk dengan tenang.