PENDEKAR ILAHI

PENDEKAR ILAHI
Tamu Kehormatan


__ADS_3

Pak tua zam lalu memeriksa kotak kayu yang berisikan pil dan pedang tingkat bumi yang di keluarkan oleh kamal.


Pak tua zam terlebih dahulu memeriksa kotak pil, dan benar saja ketika kotak kayu kecil itu di buka, aroma ramuan obat dari pil darah tingkat empat menyebar ke seluruh ruangan.


Dari aromanya saja, sudah tidak di ragukan lagi bahwa memang benar pil itu adalah pil darah tingkat empat yang asli dengan kualitas tinggi yang sebanding dengan pil tingkat lima kelas rendah fikir pak tua zam.


Setelah memeriksa pil darah, pak tua zam lalu membuka pedang tingkat bumi dari sarung penutupnya yang terbuat dari besi dengan ukiran naga di atasnya.


Dengan menyentuh dan membolak-balikan pedang, pak tua zam mencoba memeriksa kualitas dari pedang tersebut.


Sampai dia yakin bahwa memang kualitas pedang memang sangat bagus dan sesuai dengan pedang tingkat bumi, lalu pak tua zam mencoba untuk memasukkan energi spiritualnya pada pedang.


Hasilnya ketika pak tua zam memasukan energinya, pedang itu mengeluarkan cahaya dan mengeluarkan kekuatan asli pada pedang di tingkat bumi kelas menengah itu.


Aura pedang semakin mempertajam kekuatan serangan, dan jika pendekar di alam emas atau lebih tinggi, pedang ini dapat membantu memperkuat seranganya.


Pak tua zam mengangguk dengan puas setelah memeriksa pil dan pedang itu, dia merasa bahwa jika pil dan pedang ini di lelang, maka dia pasti akan mendapat keuntungan yang besar.


Di kota kecil seperti kota batu hijau ini, pil tingkat empat dan pedang tingkat bumi sangat jarang di temukan, dan sudah bisa di pastikan bahwa pil dan pedang itu akan menarik banyak perhatian semua orang.


Tidak berfikir lama, pak tua zam lalu tersenyum dan dengan ramah berterimakasih kepada kamal, dan dia memutuskan untuk melelang pil dan pedang di acara lelang hari ini.


"tuan kamal, pil dan pedang ini sangat berharga bagi seorang pendekar di tingkat alam emas, dan saya rasa jika pil dan pedang ini muncul di acara lelang ini, pasti anda akan mendapatkan keuntungan yang lebih besar...."ucap pak tua zam menjelaskan maksud hatinya.


"aku rasa juga begitu, jadi aku harap kami bisa bekerja sama dengan baik..."balas kamal tersenyum ramah.


"tentu tuan....sangat menyenangkan bisa bekerja sama dengan anda, lalu bagaimana dengan hasil keuntunganya pihak paviliun hanya akan mengambil dua puluh persen saja, apa tuan kamal setuju dengan itu..."tanya pak tua zam.


"tentu..itu keuntungan yang cukup besar untuku..." balas kamal setuju dengan pembagian hasil keuntungan yang di sebutkan oleh pak tua zam.


"tuan kamal...saya berharap kami bisa melakukan bisnis lagi di masa depan"

__ADS_1


"jika tuan memiliki beberapa barang berharga lainya, saya harap anda dengan senang hati menawarkanya terlebih dahulu kepada paviliun bulan kami"...ucap pak tua zam berharap dapat bekerja sama kembali dengan kamal.


"tentu...itu adalah ide yang bagus!..dan adalah hal yang baik jika saya bisa bekerja sama dengan paviliun bulan"...balas kamal dengan senang hati menerima tawaran pak tua zam.


Pak tua zam tersenyum dengan cerah ketika kamal dengan senang hati menerima tawaranya, lalu dia mengeluarkan token berwarna emas yang khusus di berikan sebagai tamu kehormatan dari rumah lelang paviliun bulan, dan menyerahkanya kepada kamal.


"tuan kamal, ini adalah token emas yang khusus di berikan kepada tamu kehormatan paviliun kami, di masa depan, anda bisa dengan mudah memasuki rumah lelang paviliun bulan di semua cabang yang tersebar di benua timur..."ucap pak tua zam menyerahkan token emas kepada kamal.


"ohh...terimakasih kepada pak tua zam, ini sangat berguna untuku di masa depan.."balas kamal dengan ramah.


"hemm...token emas ini memang cukup bagus, namun di lihat dari kerja sama kami di masa depan, akan lebih baik jika saya bisa memberi anda token ungu emas, namun token itu hanya bisa di berikan oleh kepala paviliun kami.


"sayangnya kepala paviliun saat ini tidak berada di kota batu hijau, jika tuan kami ada di sini, mungkin dia akan sangat senang bekerja sama dengan tuan kamal, dan dengan otoritasnya, anda pasti mendapatkan token ungu itu..." ucap pak tua zam dengan menyesal.


"ohh...jadi seperti itu, pak tua zam, itu bukan masalah untuku, mungkin di masa depan saya dapat bertemu dengan kepala paviliun anda untuk melakukan bisnis yang lebih baik lagi..." ucap kamal masih tersenyum dan dengan ekspresi tenang.


Mata pak tua zam menjadi berbinar-binar mendengar ucapak kamal yang akan menawarkan bisnis yang lebih besar.


Hal itu menandakan bahwa kamal akan mencarinya untuk melakukan bisnis lagi di masa depan.


"em..sama-sama pak tua zam.."balas kamal singkat.


"tuan...sudah waktunya lelang akan di mulai, dan saya akan mengatur pil dan pedang ini terlebih dahulu untul di tampilkan di acara lelang nanti"


"bawahan saya akan mengantar anda ke tempat khusus untuk tamu kehormatan kami di lantai dua, dan anda bisa duduk dengan nyaman disana sambil menyaksikan acara lelang"


"jika tuan kamal tertarik dengan beberapa item pada pelelangan nanti, kami bisa mengambil atau memotongnya dari hasil penjualan pil dan senjata anda, dan kami akan memberikan diskon khusus kepada anda..."ucap pak tua zam dengan hormat.


"terima kasih pak tua zam"...balas kamal lalu menangkupkan kedua tanganya kepada pak tua zam.


Tak lama kemudian, pak tua zam keluar dari ruangan itu, dan petugas itu kembali mengantar kamal menuju tempat khusus untuk tamu kehormatan di lantai dia.

__ADS_1


Setelah menuruni tangga, kamal dan rama mengikuti petugas yang membawa mereka ke arah tempat khusus yang di persiapkan di lantai dua.


Di tempat itu terdapat tempat duduk yang cukup besar dan nyaman, dan ada tirai khusus yang dapat menyembunyikan wajah.


Tirai itu tidak dapat membuat orang-orang yang berada di luar melihat wajah seseorang, namun berbeda dari arah dalam tirai, seseorang bisa melihat jelas semua hal yang berada di luar.


Jelas tempat itu hanya di persiapkan untuk tamu kehormatan, dan tujuanya untuk menjaga privasi dari seorang tamu.


Kamal mengangguk dan cukup puas dengan ruangan khusus itu, dengan cara ini, kamal bisa lebih nyaman untuk menyaksikan acara lelang.


Petugas itu lalu dengan hormat berpamitan kepada kamal dan bersiap untuk meninggalkan ruangan kamal, namun segera di hentikan oleh kamal.


"tuan petugas, saya melihat anda berada di alam emas di tingkat lima denga waktu yang cukup lama, dan belum ada tanda-tanda menerobos"


"sebagai tanda terima kasih atas pelayananmu, saya bisa memberimu pil darah di tingkat empat, kebetulan saya masih menyimpan satu, saya harap, dengan pil ini anda bisa cepat menerobos satu tingkat..." ucap kamal mengeluarkan botol giok kecil yang berisi pil darah tingkat empat, lalu menyerahkanya kepada petugas itu.


Petugas itu menjadi tertegun dan sedikit linglung melihat kamal yang menyerahkan pil tingkat empat padanya dengan begitu mudahnya.


Namun segera dia bersuka cita atas pemberian murah hati kamal, dia menjadi sangat bersemangat dan berterima kasih kepada kamal.


Petugas itu lalu mengambil botol giok itu dengan tangan yang gemetar, selama hidupnya, petugas itu tidak pernah mendapatkan hal yang begitu berharga dengan begitu mudah hanya dengan mengantar seoarang tamu.


Terlebih lagi, apa yang di berikan oleh kamal bahkan tidak bisa di dapatkan oleh orang lain dengan mudah.


Hal tersebut lalu semakin meningkatkan rasa syukur dan kagumnya kepada kamal.


"te..terima kasih tuan atas pemberian anda, tapi ini terlalu berharga untuk saya..."ucap petugas itu dengan tangan bergetar.


"tidak masalah, terimalah..anggap saja hari ini sebagai keberuntunganmu, terlebih lagi, aku sudah tidak membutuhkanya lagi, jadi aku memberikanya padamu yang lebih membutuhkan pil ini"...ucap kamal dengan santai.


"baik tuan...terima kasih, jika anda membutuhkan sesuatu, anda bisa memanggil saya, dan saya pasti akan segera menemui anda dan membantu anda..."ucap petugas itu dengan hormat.

__ADS_1


Setelah menerima pil darah pemberian kamal, petugas itu lalu dengan hormat pergi meninggalkan kamal dari ruangan tersebut.


Lalu di ruangan itu hanya tersisa kamal dan rama, dan mereka berdua lalu menyaksikan acara lelang yang akan di mulai dengan tenang.


__ADS_2