
Razaki terbang dengan cepat mengikuti aura yang dia kenali.
Semakin dekat dia, semakin jelas cahaya pedang raksasa di atas langit.
Beberapa saat kemudian akhirnya dia sampai dan melihat pedang raksasa menebas ke arah sosok hitam di atas langit.
Razaki terkejut melihat apa yang terjadi, jelas dia tidak menyangka bahwa istrinya telah bertarung dengan pihak musuh tampa dia sadari.
Di atas langit pedang raksasa bertabrakan dengan karza, dia menggunakan seluruh energi hitam untuk menyelimuti tubuhnya.
Dia berubah menjadi pusaran air hitam yang berputar putar untuk menghindari serangan niat pedang.
Namun niat pedang tidak hanya terus menerus melukai pertahanan fisiknya, namun jiwanya terluka karena dia tidak memiliki ketahanan terhadap energi mental.
Karza berfikir bahwa pedang raksasa tidak akan terlalu merugikanya, namun yang tidak dia ketahui bahwa serangan dari niat pedang justru akan melukai jiwanya sampai titik tertentu.
Karena dia tidak cukup kuat menahan serangan pada jiwanya yang telah terluka, akhirnya pedang raksasa menembus pusaran air hitam dan karza terlempar hingga seratus meter di tanah.
Tubuhnya menabrak puing-puing yang bertebaran di sekitarnya, dan akhirnya karena tubuhnya terlempar sangat keras akibat serangan pedang raksasa, dia menciptakan lubang yang cukup besar di tanah.
Karza mengerang kesakitan akibat serangan yang melukai jiwanya, akibatnya dia tidak memiliki banyak energi tersisa untuk mengeluarkan seluruh kemampuanya untuk bertarung melawan mayangsari.
Melihat keadaanya yang menyedihkan, dia tidak percaya bahwa akan di lukai sedimikian rupa oleh seorang wanita yang dia anggap lemah.
Dia mengutuk di dalam hatinya karena telah meremehkanya dan hanya bermain-main dari awal.
Tehnik dan niat pedang yang dapat melukai jiwanya hingga sedimikian rupa, dapat dia rasakan setara dengan tehnik beladiri di tingkat suci kelas tinggi.
Sementara itu, cahaya pedang raksasa di atas langit perlahan meredup, dan tubuh mayangsari akhirnya terhuyung-huyung hingga tidak dapat menstabilkan tubuhnya dan membuatnya akan terjatuh.
Menggunakan tehnik dan niat pedang yang dia gunakan untuk menyerang musuh membuat energinya terkuras dan menjadi sangat lemah.
Meski dia berhasil melukai lawanya, namun dia juga harus membayar harga dengan mengorbankan energi penuhnya untuk benar-benar memaksimalkan dampak seranganya.
Tubuhnya terasa lemas dan perlahan-lahan dia sudah tidak mampu mengendalikan tubuhnya dan menutup matanya karena dia tahu setelah terjatuh, mungkin dia akan memiliki luka fisik setelahnya.
Tiba-tiba bayangan seperti burung api menyala tiba-tiba melesat ke arahnya dan menangkap tubuh lemahnya.
Seketika mayangsari terkejut dan dengan energi yang tersisa dia terpaksa membuka matanya.
Akhirnya yang dia lihat bukanlah seorang musuh, melainkan seseorang yang sangat dia cintai memeluknya dengan erat.
__ADS_1
"apa yang kamu lakukan disini!...bukankah sudah aku katakan untuk tidak keluar!!..." razaki menatapya dengan marah.
Mayangsari tidak menjawab kemarahan suaminya, namun dia hanya mengelus lembut wajah razaki dan tersenyum tipis.
Melihat senyuman istrinya, ekspresi marah razaki perlahan menjadi luluh dan hanya bisa menghela nafas.
Beberapa saat kemudian, razaki segera mendarat ke tanah dan membaringkan mayangsari agar dapat beristirahat untuk memulihkan energinya kembali.
Sedangkan di sisi lain, sosok misterius yang berada di atas langit memperhatikan semua yang terjadi hanya diam sebelum mendarat ke arah di mana karza terlempar.
Karza masih menstabilkan tubuhnya dan terbatuk-batuk dengan wajah lemah.
Sosok misterius semakin mendekat dan melihat keadaan karza yang menyedihkan.
Karza lalu melihat sosok misterius yang mendekatinya, dan dia tiba-tiba menjadi malu dan tidak tahu harus berkata apa-apa, bahkan dia tidak berani menatap sosok misterius.
"hemp...apa kamu sudah cukup mempermalukan dirimu sendiri.." ucap sosok misterius mendengus dingin kepada karza.
Mendengar ucapan sosok misterius, karza tidak bisa menahan rasa pahit, umpatan dan kutukan terus menerus memenuhi hati dan fikiranya.
"tu..tuan..aku salah, aku telah meremehkanya sebelumnya.." karza membalas dengan perasaan malu dan terbata-bata.
"segera pulihkan kondisimu, aku akan berurusan dengan orang itu terlebih dahulu.."
Di sisi lain, razaki membantu memulihkan kekuatan istrinya dan mengalirkan sebagian energinya ke tubuh mayangsari.
Beberapa saat kemudian, dia selesai menyalurkan sebagian energinya dan menghela nafas lega, namun wajahnya segera menjadi jelek ketika melihat sosok misterius yang mendekatinya.
Razaki segera berdiri tegak menghadapi sosok misterius.
Sosok misterius itu menatapnya dengan senyuman dingin, lalu dia mengalihkan perhatianya kepada wanita di sebelahnya.
"ohh...wanita yang cukup hebat, bahkan dia berhasil melukai orang bodoh itu.." ucap sosok misterius.
Razaki menatapnya dengan tajam, dan tetap mempertahankan sikap waspadanya.
Mayangsari lalu membuka matanya secara perlahan, tentu saja dia mendengarkan ucapan dari sosok misterius dan membuat tubuhnya sedikit bergetar.
Sosok itu lalu tampa banyak berbicara lagi dan segera berubah menjadi asap hitam mengelilingi razaki dan mayangsari.
Melihat perubahan situasi yang tiba-tiba, razaki dan mayangsari segera saling menatap dan segera mereka saling mendekat satu sama lain.
__ADS_1
Kini razaki harus bersiap untuk bertarung dengan seluruh kekuatanya, meski begitu kondisinya saat ini telah melemah karena telah bertarung tampa henti, dan terlebih lagi dia telah menyalurkan sebagian energinya untuk mayangsari sebelumnya.
Sedangkan sosok misterius kini telah mengeluarkan kekuatan sejatinya, dan menyergapnya bersama istrinya di dalam pusaran asap hitam.
Energi asap hitam berusaha mengikis setiap energi dari tubuh razaki dan mayangsari.
Segera razaki mengaktifkan api perlindungan yang menyelimutinya dan mayangsari agar tidak terpengaruh oleh energi deskruptif dari asap hitam.
"hahahha...benar-benar pasangan yang serasi, biarkan aku melumpuhkan kalian berdua dan setelahnya aku akan mendapatkan ingatan kalian berdua untuk mencari pemilik elemen langka yang kalian sembunyikan, setelahnya aku bisa membiarkan kalian mati dengan tenang..." tawa sosok misterius bergema di dalam pusaran asap hitam.
Mendengar ucapan dari sosok misterius, akhirnya mayangsari merubah ekspresinya menjadi kejutan.
"elemen langka!!!...." mayangsari berseru kaget.
Akhirnya dia mengerti tujuan mengapa orang-orang ini menyerang kota, dan tujuanya hanya satu hal.
Tubuhnya membeku karena perasaan tidak percaya kepada ucapan sosok misterius yang dia dengarkan.
Setelah membeku sejenak dari keterkejutanya, mayangsari lalu menoleh melihat wajah razaki dan menatapnya dengan sedih dan marah.
Razaki melihat tatapan istrinya dan hanya bisa tersenyum pahit.
Tampa sadar mayangsari mengepalkan tanganya, dan ada ekspresi kemarahan dari naga yang terbangun muncul dari mata merahnya.
"beraninya kamu!!!!...." mayangsari berteriak dengan marah.
Energi dingin meresapi seluruh tubuhnya dan angin terus menerus melawan energi merusak dari asap hitam yang mencoba mengikisnya.
Setelah mengetahui tujuan dari sosok misterius, jelas dia tahu bahwa sosok misterius telah menempatkan putrany dalam bahaya.
Seketika emosi dan kemarahanya tidak dapat di sembunyikan lagi, mendengar bahwa putra satu-satunya telah di tempatkan sebagai target dari sekelompok orang-orang kejam ini membuat hatinya menjadi bergetar dan di penuhi oleh rasa kebencian.
"berani..beraninya kamuuu!!!....jangan sentuh putraku!!!..."
Mayangsari akhirnya tidak tahan lagi dan emosinya tersulut hingga puncaknya.
Akhirnya angin besar yang membentuk pusaran angin tornado yang lebih besar menghempas jauh pusaran asap hitam.
Di samping, razaki tertegun sejenak dan melihat wajah kemarahan istrinya.
Jelas dia tahu bahwa istrinya tidak dapat menahan kemarahanya setelah mengetahui putranya telah di targetkan oleh sekelompok orang jahat yang menyerang kota.
__ADS_1
Sementara itu, melihat pusaran hitam yang telah sosok misterius siapkan untuk menjebak pasangan itu, hancur karena serangan tiba-tiba dan membuat wajahnya menjadi jelek.
Dia lalu menatap pasangan itu dengan dingin, dan dia samar-samar mengingat bahwa wanita itu telah mengucapkan putra ketika angin tornado menghempaskan penjara pusaran asap hitamnya.