Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 9


__ADS_3

"Ayahanda ada satu kejutan lagi untuk anda." Ucap Laren sambil tersenyum dan menatap ayahandanya


Lalu tiba tiba salah satu kakak dari pangeran Laren yang asli angkat bicara dan berdiri membuat semua orang menoleh ke arahnya, pangeran itu bernama Yun Stellan.


"Adik keempat, ayahanda masih harus menemui banyak orang dan ayahanda tidak punya cukup waktu untuk itu. Nanti saja kamu tunjukkan kejutan itu kepada ayahanda." Ucap Stellan


"Ucapan adik kedua benar, mungkin hadiahnya hanyalah barang barang biasa." Ucap pangeran lain dengan nada yang meremehkan


"Kejutan yang akan aku berikan kepada ayahanda tidak akan membutuhkan waktu lama kak. Jika kakak merasa membuang buang waktu dengan melihat kejutanku untuk ayahanda. Bagaimana jika hadiah dari kakak di lihat oleh ayahanda di lain waktu?" Ucap Laren sambil melirik pangeran Stellan


"Cihh" Gumam pangeran Stellan sambil kembali duduk


Berani sekali dia meremehkan diriku, awas saja aku akan membalas perbuatanmu. (Batin Stellan kesal)


Laren mengetahui jika hadiah milik pangeran lainnya tidak akan di buka terlebih dahulu sebelum hadiah darinya di terima oleh sang raja karena pangeran pertama harus belajar bersabar dan mengalah kepada saudaranya yang lebih muda.


Sehingga jika ada acara ulang tahun seperti ini maka hadiah dari pangeran yang paling muda yang akan di buka terlebih dahulu, sebelumnya Lacey sudah menjelaskan itu semua kepada Laren.


"Baiklah baiklah sudah cukup, kalian jangan bertengkar di hari ulang tahunku." Ucap sang raja melerai


"Baik, mohon maafkan Laren karena menyebabkan sedikit keributan ayahanda." Ucap Laren sambil membungkuk


"Tidak apa apa anakku sekarang mari kita lihat kejutan yang kamu siapkan untukku." Ucap sang raja sambil tersenyum


Tidak di sangka kesopanan Laren sangat tinggi, bahkan sejauh ini dia berperilaku sangat baik. Dia bahkan meminta maaf hanya untuk keributan kecil seperti tadi, tidak seperti Yun Stellan yang hanya diam saja sambil memasang wajah kesalnya. (Batin sang raja sambil melirik ke arah pangeran Stellan)


"Mohon maaf sebelumnya ayahanda, apakah anda bisa mundur beberapa langkah?" Ucap Laren


"Oh baiklah aku akan mundur, lalu apa putraku?" Ucap sang raja kemudian mundur beberapa langkah


Setelah raja mundur beberapa langkah, Laren pun mengisyaratkan kepada para pengawal yang membantunya berdiri untuk melepaskan tangan mereka.


Para pengawal pun mengerti isyarat dari Laren dan melepaskan tangan mereka dan kini Laren berdiri dengan kedua kakinya sendiri tanpa goyah sedikit pun.


Laren pun berdiri di hadapan sang raja dengan tegak, ia menunjukkan kepada semua orang yang ada di situ, terutama kepada para pangeran lainnya bahwa dirinya telah bisa berdiri bahkan berjalan dengan baik.

__ADS_1


Melihat hal itu sang raja pun sangat terkejut dan juga merasa sangat senang dengan kejutan yang di berikan putra bungsunya tersebut.


"Laren, putraku. Kau bisa berdiri?" Ucap sang raja dengan ekspresi yang sangat terkejut


Begitu juga dengan para pangeran pangeran lainnya, wajah mereka tidak kalah terkejut dengan sang raja.


"Ayahanda, Laren tidak hanya bisa berdiri, tapi Laren juga sudah bisa berjalan dengan baik ayahanda." Ucap Laren sambil tersenyum dan melangkah ke arah sang raja


Sang raja pun sangat bahagia dan memeluk putranya tersebut dengan lembut.


"Putraku, akhirnya kamu bisa berdiri dan berjalan lagi. Ini adalah hadiah yang paling indah dalam hidupku." Ucap sang raja dengan mata yang berkaca kaca


"Dan juga dekrit ini sangat indah, aku akan selalu menggunakannya. Mulai sekarang aku akan menggunakan dekrit yang di berikan oleh putraku dan mengganti dekrit stempel yang lama dengan dekrit stempel yang baru." Tambah sang raja dengan nada yang sangat bahagia dan senang


Setelah selesai memberikan hadiahnya, Laren duduk di kursinya yang telah lama tidak ia tempati karena ia tidak pernah hadir dalam acara ulang tahun atau acara apapun yang di adakan oleh kerajaan.


Begitu pula dengan sang raja, ia kembali duduk ke singgasananya.


Laren melihat dengan sekilas wajah wajah para kakak kakaknya yang terlihat kesal, ia pun hanya tersenyum kecil karena bisa membuat para pangeran pangeran itu kesal.


Setelah acara tersebut selesai, Laren berjalan menuju gerbang hendak keluar untuk kembali pulang ke kediamannya dan berencana ingin berlatih kultivasi.


Tapi saat Laren sedang berjalan, ia tidak sengaja berpapasan dengan sang raja, menyadari hal itu, Laren langsung menyapa sang raja dan membungkuk.


"Salam yang mulia raja." Ucap Laren sambil menunduk


"Anakku ke mana kamu akan pergi? Ini sudah akan malam." Ucap raja


"Ayahanda, Laren ingin kembali ke kediaman dan Laren juga ingin mencoba untuk berlatih kultivasi." Ucap Laren dengan sopan


"Hmm jadi seperti itu, tapi ini sudah hampir gelap, bermalamlah di sini terlebih dahulu kemudian besok barulah kembali ke kediamanmu." Ucap sang raja


"Mohon maaf ayahanda, tapi Laren ingin cepat cepat berlatih kultivasi jadi mohon ayahanda mengizinkan Laren untuk kembali." Ucap Laren


"Baiklah kalau memang itu keinginanmu, berhati hatilah dalam perjalanan pulang." Ucap sang raja

__ADS_1


"Baik ayahanda, Laren permisi." Ucap Laren


Kemudian Laren pun kembali ke kediamannya dan langsung menuju ke kamarnya.


"Lacey." Panggil Laren


"Iya tuan?" Ucap Lacey kemudian muncul di samping Laren


"Apa misiku saat ini?" Tanya Laren


"Misi anda sekarang adalah meningkatkan nilai kebencian setiap pangeran pangeran yang telah menindas pangeran Yun Laren yang asli." Jelas Laren


"Apakah mereka belum membenciku sama sekali?" Tanya Laren


"Ada tuan, tapi masih belum penuh secara maksimal." Ucap Lacey


"Bagaimana caraku agar bisa meningkatkan nilai kebencian mereka?" Tanya Laren


"Hmm... Anda bisa merebut perhatian sang raja atau mengalahkan mereka di tingkatan kultivasi di perguruannya." Usul Lacey


"Hmm kamu benar, baiklah kalau begitu mulai sekarang aku akan berlatih kultivasi dan bela diri kemudian masuk ke suatu perguruan." Ucap Laren


Sebelumnya, Laren telah mendapatkan ingatan dari pemilik asli tubuh pangeran Yun Laren, tentang bagaimana cara berkultivasi dan sedikit ilmu bela diri.


Ia mendapatkan ingatan itu karena dahulu pangeran Yun Laren kecil pernah di ajari langsung oleh sang raja dalam dua hal tersebut.


"Tuan, jangan terlalu memaksakan diri anda, jika tuan terlalu memaksakan diri dan tubuh anda tidak kuat maka bisa saja tubuh anda akan meledak tuan karena tidak mampu menahan kekuatan itu." Ucap Lacey


"Baiklah aku akan mengingatnya." Ucap Laren sambil memulai berlatih kultivasinya


"Emm tunggu sebentar." Ucap Laren tiba tiba berdiri


"Ada apa tuan?" Tanya Lacey keheranan


Tanpa mengatakan apapun, Laren melangkah menuju lonceng yang terletak di atas meja.

__ADS_1


kemudian ia langsung membunyikannya, dan memanggil Rayden.


__ADS_2