Perjalanan Balas Dendam

Perjalanan Balas Dendam
Chapter 65


__ADS_3

"Kehidupan kerajaan di dunia ini dan juga kehidupan di keluarga mafia di duniaku sebelumnya tidak berbeda jauh. Kedua latar belakang itu memang kuat, tapi setiap hari selalu ada perebutan kekuasaan dan permainan nyawa." Gumam Laren sambil menyimak cerita yang di ucapkan oleh pangeran Laren dan juga Rayden.


"Rayden, kita mengalami perjalanan hidup yang tidak mudah, tapi bunuh diri bukanlah solusi untuk semua itu." Ucap pangeran Laren sambil menepuk pelan pundak Rayden.


"Kau benar, tapi setidaknya aku tidak akan menghadapi semua itu lagi, dan tidak akan merasakan rasa sakit ini lagi." Balas Rayden tanpa menoleh ke arah pangeran Laren.


"Rayden, kamu bilang orang tuamu di jadikan kambing hitam kemudian di bunuh dengan alasan yang tidak berdasar. Apakah kamu tidak ingin membalaskan dendam kepada orang yang sudah melakukan hal itu kepada orang tuamu Rayden?"


"Balas dendam? Tentu saja, aku sangat ingin membalas semua perbuatan yang telah mereka perbuat kepada kedua orang tuaku. Tapi apa yang bisa aku lakukan? Kini aku sendiri dan bahkan tidak dapat menyentuh mereka sama sekali. Jangankan untuk menyentuh mereka, untuk masuk ke dalam area kerajaan pun sangat sulit bagiku."


"Aku akan membantumu,"


Ucapan pangeran Laren tersebut sontak membuat Rayden langsung menoleh tidak percaya kepadanya.


"Kenapa? Kenapa kamu ingin membantuku untuk balas dendam?" Tanya Rayden.


Pangeran Laren hanya terdiam saat Rayden menanyakan hal itu, Rayden pun semakin bingung mengapa pangeran Laren mau membantunya.


Kenapa dia mau membantuku? Dan kenapa aku merasa jika semua ucapannya tadi bukanlah sekedar ucapan, tapi sesuatu yang bisa ia wujudkan, sehingga aku merasa lega jika mempercayakan segalanya kepadanya. (Batin Rayden sambil menatap heran kepada pangeran Laren)


"Ternyata pangeran Laren mempunyai ambisi yang kuat sejak kecil." Gumam Laren sambil mengamati kejadian di depannya itu.


"Intinya berjanjilah kepadaku jika kamu tidak akan bunuh diri ataupun menyakiti dirimu lagi." Ucap pangeran Laren setelah diam beberapa saat.


"Kau tau, sangat sulit berada di dunia ini sendirian tanpa sesuatu yang di namakan keluarga. Sedangkan saat ini kedua orang tuaku sudah pergi." Ucap Rayden.


"Aku akan menjadi keluargamu, Rayden." Ucap pangeran Laren sambil menoleh ke arah Rayden.


Rayden pun langsung menoleh ke arah pangeran Laren karena terkejut dengan kata kata yang di ucapkannya.


"Apa? Kenapa kamu mau menjadi keluarga dengan orang asing sepertiku?" Tanya Rayden dengan heran.


"Orang asing? Pada saat pertama kali bertemu dan kamu menyelematkan diriku, aku juga menganggap itu sebuah kebetulan. Tapi saat pertemuan kedua dan juga saat ini aku menyadari jika semua itu memang tertulis di dalam takdir dan bukan sebuah kebetulan." Ucap pangeran Laren.

__ADS_1


Selama ini aku mengira jika semua anggota kerajaan adalah orang yang hanya mementingkan dirinya saja, dan tidak mengenang jasa orang yang sudah membantu dirinya. Tapi dia berbeda, dia bahkan masih mengingat diriku dan bahkan menyelamatkan diriku selama berkali kali, mungkin memang bukan keputusan yang buruk jika aku menerima keputusannya. (Batin Rayden sambil menatap ke arah pangeran Laren)


"Bagaimana? Jangan hanya menatapku seperti itu, katakan jawabanmu Rayden."


Rayden pun hanya balas mengangguk sambil tersenyum kecil kepada pangeran Laren.


"Baiklah kalau begitu, ikutlah aku ke istana. Tinggallah di sana." Ucap pangeran Laren kemudian berdiri.


Setelah itu, Rayden pun balas mengangguk dan akhirnya mereka berdua kembali ke istana Yun dan langsung datang menemui sang raja.


Pangeran Laren meminta izin kepada sang raja dan juga permaisuri Yun agar memberikan tempat tinggal kepada Rayden.


Awalnya sang raja dan juga permaisuri begitu bingung dengan permintaan putranya itu, pangeran Laren tiba tiba membawa orang asing dari luar kemudian meminta agar di berikan tempat tinggal di istana Yun.


Mereka khawatir jika Rayden adalah mata mata yang di kirimkan oleh kerajaan lain untuk memata matai kerajaan Yun.


Akhirnya sebelum memutuskan, permaisuri Yun mengajak pangeran Laren untuk berbicara berdua di luar aula tersebut.


"Pangeran Laren, kenapa kamu membawa orang asing ke dalam istana?" Tanya permaisuri Yun dengan nada yang lembut.


"Jadi namanya adalah Rayden, tapi dia tetap orang asing anakku, bisa saja dia berbahaya untukmu dan untuk keluarga kita."


Pangeran Laren menceritakan semuanya mulai dari awal pertemuannya dengan Rayden dan juga tentang orang tua Rayden yang di jadikan kambing hitam.


Permaisuri Yun mengangguk mengerti atas semua yang di ucapkan oleh putranya itu, kemudian ia mengajak pangeran Laren untuk kembali ke aula.


Setelah itu, permaisuri menceritakan beberapa hal kepada sang raja dan akhirnya mereka memutuskan untuk mengizinkan Rayden untuk tinggal di istana Yun.


Pangeran Laren dan Rayden selalu bersama saat pergi ke manapun, mereka selalu melindungi satu sama lain.


Hingga suatu hari, Rayden tiba tiba tidak ada di samping pangeran Laren dan pangeran Laren pun pergi mencarinya.


Setelah beberapa saat mencari, pangeran Laren melihat Rayden berada di taman bersama dengan permaisuri Yun sedang membicarakan sesuatu.

__ADS_1


Karena rasa penasaran, pangeran Laren mulai mendekat ke arah permaisuri Yun dan juga Rayden kemudian samar samar mendengar percakapan mereka berdua.


"Aku sudah membunuh semua orang yang telah mengkambing hitamkan kedua orang tuamu. Sekarang kamu bisa hidup dengan tenang Rayden, tidak perlu mengingat dendam itu lagi."


"Hamba sangat berterima kasih atas bantuan permaisuri."


"Sekarang aku ingin kau melakukan sesuatu dan berjanji untukku."


"Hamba akan menuruti semua perintah yang mulia permaisuri."


"Berjanjilah kepadaku untuk selalu melindungi putraku, kau tau kehidupan kerajaan bukanlah kehidupan yang mudah. Lindungi dia sebisa mungkin."


"Hamba pasti akan melindungi pangeran Laren dengan nyawa hamba sendiri permaisuri."


"Sekarang ada satu hal yang harus kamu lakukan untukku."


"Silahkan permaisuri mengatakannya."


"Kamu pergilah ke gunung ini dan bergabunglah dengan mereka, tingkatkan kekuatanmu di sana selama lima tahun dan kembalilah kemari kemudian lindungi putraku."


"Bukankah ini kelompok yang paling di takuti..."


"Ya, kamu benar. Latih kemampuanmu di sana, aku sudah memberi tahu kepada tetua mereka dan mereka yang akan melatihmu Rayden."


"Baik, Rayden akan berlatih sekuat mungkin kemudian kembali dan melindungi pangeran Laren."


"Jangan sampai Laren tau masalah ini, rahasiakan darinya."


"Baik, permaisuri."


Pada saat menguping pembicaraan permaisuri Yun dan juga Rayden, permaisuri Yun tiba tiba melirik ke arah pangeran Laren berada.


Mengetahui hal itu, pangeran Laren pun lantas segera pergi dari tempat itu agar tidak di ketahui oleh mereka berdua.

__ADS_1


Gawat, semoga ibunda tidak melihat keberadaanku tadi. (Batin pangeran Laren sambil meninggalkan tempat itu dengan perlahan)


__ADS_2